*SYARAT DAN KETENTUAN BERLAKU

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 13 Juli 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

                KETIKA materi promosi begitu bombastis --terkesan luar biasa mempesona-- biasanya akan diikuti dengan tanda penghubung khusus yang kemudian dibawah materi promosi itu akan terselip kalimat dengan huruf minimal, “Syarat dan ketentuan berlaku”.
                Sebutlah beli permen seharga ratusan rupiah, berhadiah milyaran rupiah atau berhadiah rumah dan atau berhadiah plesiran ke luar negeri –yang harganya jutaan rupiah— , lalu bisa juga disikon hingga diatas 70%. Atau iming-iming lain yang sangat menarik. Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin produk semurah itu bisa mendapatkan hadiah yang begitu mahalnya? Darimana sumber biaya hadiah itu? Apakah si penjual bisa mendapat untung? Atau, bisa jadi selama ini bisnis tersebut memberikan untung yang sangat besar?
               Pertanyaan yang sama untuk promosi dengan diskon lebih dari 50%. Ada apakah? Apakah selama ini konsumen membayarkan harga jual yang terlalu tinggi, sehingga diskon diatas 50% masih diberikan oleh pihak penjual. (setidaknya, kita berfikir bahwa, jika diskon 70% dan penjual masih beruntung, berarti selama ini si penjual mendapatkan untung yang sangat besar dong?).
               
Menohok Perhatian
              Ketika perhatian publik sudah semakin sulit dijerat karena media komunikasi umum sudah sangat banyak; sebutlah tv yang sangat banyak, radio yang tiada terhitung, Koran yang berjubel, spanduk dan billboard yang menjamur dimana-mana, hingga media sosial yang tiada membuat seseorang memperhatikan yang lain, ketika itulah para penjual harus kreatif membuat promosi agar mendapat perhatian.
Jika promosi tidak berakibat kepada perhatian calon konsumen, maka promosi itu hanya berstatus ‘sampah’. Dan ‘sampah’ selalu saja menjadi sesuatu yang dianggap kotor dan dibuang, bukan disimpan untuk dinikmati.
              Kreatifitas penjual untuk berpromosi kini berkembang luar biasa. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah memberikan iming-iming menarik, seperti contoh diatas. Prinsip dasarnya adalah mendapat perhatian, selanjutnya harus kreatif juga untuk menjawab kelemahan-kelamahan promosi bombastis tersebut.

Kunci Rahasia
              Syarat pertama promosi dengan cara ini adalah harus jujur, yang sebenarnya dan tidak menipu. Karena, ketika pelanggan menemukan fakta bahwa promosi ini adalah tipuan, maka saat itu mosi tidak percaya dimulai. Ketidak percayaan itu akan mengusir pelanggan dan selanjutnya akan merugikan bisnis dalam jangka panjang.
              Syarat kedua, sampaikan dengan jelas. Jangan sampai ada hal-hal yang tersembunyi dan berkonotasi jebakan. Melawan syarat nomor 2 ini, sama saja melempar boomerang dan mengenai diri sendiri. Tidak jarang pengadilan digelar karena tuntutan konsumen dan berakhir kepada kekalahan pihak penjual.
Syarat ketiga; kalkulasi keuntungannya. jika ingin memberikan diskon yang besar, pastikan hanya untuk produk-produk yang memang margin profitnya besar. Tentu tidak berlaku untuk semua produk.
Untuk memberikan hadiah yang bombastis, pastikan potensi penjualan akan melampaui target keuntungan tertentu sehingga bisa menutup biaya hadiah itu. Hadiah yang diberikan selayaknya dinegosiasikan dengan pihak penjualnya, misal kepada travel agen untuk hadiah wisata, kepada pihak dealer jika berhadiah mobil. Travel dan dealer tersebut juga akan ikut terpromosikan, sehingga mereka juga harusnya ikut menanggung biaya promosi tersebut, setidaknya dengan mengurangi harga jualnya.
Syarat keempat; tuliskan semua persyaratan dan kondisi-kondisi yang menjelaskan batasan hak dan kewajiban pemenang. walau pemajangannya kecil/minimalis. Tapi hal ini wajib ada. Ingat, promosi ini bernilai legal dan berkonsekuensi hukum.
Yang terakhir; komunikasikan dengan baik kepada semua pihak yang berhubungan dengan proses transaksi dan pelayanan, merekalah yang akan melaksanakan ketentuan tersebut.

                                                                                  Konsulatasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Previous
Next Post »