“Janda juga Ok tuh”

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 28 September 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

               YANG namanya perempuan itu memiliki pesona yang istimewa. Karena potensinya, perempuan bisa lebih menarik perhatian, apalagi jika ia adalah gadis muda yang  cantik, segar, seksi dan seterusnya.
                Oleh karenanya, dalam strategi penjualan dan pemasaran, yang namanya perempuan muda  dan cantik selalu menjadi pilihan utama.  Wajah dan tubuh mereka menjadi bintang-bintang iklan pilihan. Mereka menjadi wakil perusahaan sebagai tenaga penjualan, tenaga promosi dan yang berhubungan dengan pelangggan secara langsung.
                Sayangnya, dalam 25 tahun saya berkecimpung dalam dunia pemasaran, saya sering tidak nyaman dengan pekerja perempuan muda dan cantik. Mereka yang merasa cantik biasanya tidak cukup mengasah kecantikan otaknya. Mereka yang merasa cantik terjebak pada kosmetika fisiknya. Bisa jadi selama hidupnya –yang masih singkat itu—mereka selalu mendapat kemudahan dan prioritas gara-gara kecantikan fisiknya. Hal itulah yang membuat mereka terlalu bangga dan mengunggulkan potensi kecantikan fisiknya saja.
     Sayangnya, kebutuhan dunia usaha terhadap perempuan cantik tidak melulu untuk foto dan pajangan saja. Mereka dibutuhkan untuk mampu mempresentasikan produk, bernegosiasi dan berkomunikasi dengan cerdas terhadap pasar yang dituju perusahaan.
                Mereka yang merasa cantik secara fisik, kadang merepotkan anggota tim yang lain. Umumya mereka tidak perduli pada hal-hal lain selain mempercantik dirinya sendiri. Bukan hal yang mustahil siapapun pekerjanya --baik cantik maupun kurang cantik—ada kalanya harus bekerja sama secara fisik seperti membawa barang, membersihkan areal kerja dan mungkin terkena sinar matahari langsung. Hal-hal seperti itu sering ditinggalkan begitu saja oleh si cantik. Mereka lupa bahwa pribadi cantik akan terlihat jorok dan kotor ketika mereka berada di lingkungan yang kotor – karena mereka malas bersih-bersih—.

JANDA
                Inilah status yang sering dipandang miring. Dalam kesulitan hidupnya karena perceraian atau ditinggal mati oleh suaminya, mereka sering kurang beruntung dalam hal mencari pekerjaan. Mereka tidak muda lagi, tubuhnya relatif melebar dan jelas tidak segar lagi, sudah punya anak dan mengasuh anaknya sebagai orang tua tunggal.
                Fakta penampilan fisik janda tipe ini menghambatnya berkompetisi dengan gadis muda yang masih single, cantik, seksi dan menarik. Fakta lain bahwa janda ini memiliki tanggungan hidup membuatnya kadang bercabang pikiran bukan saja memikirkan pekerjaan tetapi juga memikirkan keluarganya.
                Saya kebetulan memiliki usaha yang salah satunya dioperasikan oleh gadis-gadis muda lalu cabang yang lain di operasikan oleh janda dengan kondisi diatas. Saya medapati fakta yang menarik (mungkin bermanfaat untuk anda).
              Pertama, si janda lebih memiliki loyalitas dan keseriusan kerja, karena sulit mencari lapanan kerja. Lalu pekerjaannya bukan saja untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk anak-anak yang ditanggungnya dengan penuh kasih sayang.
                Kedua, si janda lebih bertanggungjawab, mereka memiliki kemampuan dan kesadaran yang lebih baik tentang hal lain seperti kebersihan areal kerja, dan suasana kerja yang nyaman.
                 Ketiga, kunci penjualan adalah komunikasi, bukan sekadar cantik. Pada sisi ini si janda cukup unggul. Kedewasaannya mengarahkan kemampuan komunikasi yang lebih sabar, lebih santun dan mengutamakan pelanggan.
             Dan bukan mustahil ketika si janda sadar bahwa ia harus tampil positif di hadapan pelanggan, mereka akan mendandani dirinya dengan apik. Dan pengalaman saya membuktikan bahwa si janda berusaha tampil menarik dan bukan isapan jempol ketika penampilannya lebih menarik maka datanglah jodoh melamarnya.

                                                                          Konsulatasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »