“SETOR WAJAH”


Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 7 September 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

                KAMI pernah memiliki Boss baru. Suatu ketika, si Boss punya gawe atas inisiatif kolega saya. Pada acara tersebut, beberapa dari kami datang dengan tergopoh-gopoh. Ada yang mengaku ngebut dari rumah sampai menerobos lampu merah dan ditilag polisi, ada yang mengaku sedang sakit tapi tetap memaksakan diri untuk hadir, ada yang terpaksa meninggalkan acara arisan keluarga dirumahnya demi dilihat oleh atasannya bahwa ia hadir dalam acara tersebut.
                Saya tanyakan kepada mereka, mengapa harus begitu memaksakan diri. Mereka jawab, “Setor wajah itu penting”. Menunjukkan wajah kepada pimpinan adalah pesan terselubung yang mengatakan bahwa kami –para bawahan—setia dan mau mendukung si Boss baru tersebut. (yang saya terjemahkan dengan makna, ingin tetap dilihat dan tetap dipercaya oleh Boss baru untuk menduduki jabatan kami masing-masing dan tidak digeser atau dipecat).
                Lalu, saya teringat bahwa dalam bahasa pemasaran, strategi setor wajah ini juga sangat penting untuk menjaga hubungan dengan konsumen.

HADIR
                   Hadir kepada konsumen adalah strategi penting yang tidak bisa diabaikan demi sukses bisnis. Bagi konsumen yang belum pernah berhubungan dengan kita dan belum menjadi pelanggan, kehadiran kita bersifat memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa kita ada.
             Bagi konsumen yang sudah bernah berhubungan dengan kita tetapi belum menjadi pelanggan, hadir kepada mereka adalah tahapan penting untuk membuat mereka berubah pikiran dan menjadi pelanggan kita.
                 Bagi konsumen yang sudah berhubungan dan sudah menjadi pelanggan kita, hadir kepada mereka adalah cara untuk mempertahankan loyalitas konsumen untuk tetap menjadi pelanggan kita dan tidak berpaling kepada pesaing kita yang lain.
           Hadir kepada konsumen, bisa dilakukan secara fisik melalui pertemuan-pertemuan, kunjungan-kunjungan dan melalui acara apapaun sejauh memberikan kesempatan bertemu, bersalaman, berbicara, mendengar harapan konsumen dan memberikan data-data tentang bisnis kita.
             Hadir secara fisik, akan memberikan efek intimasi yang baik. Hadir secara langsung memberikan kesempatan yang tinggi untuk merubah persepsi konsumen, karena kita bisa secara langsung mengukur reaksi mereka. apakah mereka setuju, keberatan atau menolak. Dan pada saat yang sama, kita bisa dengan segera bereaksi dengan aksi mereka tersebut.

PERANTARA
                Ketika hadir secara fisik tidak memungkinkan dengan alasan jarak, waktu atau yang lain. Kehadiran kita harus tetap dilakukan, walaupun harus dengan perantara.
              Kita bisa menggunakan media telepon atau iklan di media promosi luar ruangan, media radio, tv dan media-media kreatif yang berfungsi seperti ‘surat cinta’ kita kepada para konsumen.
              Tentu saja, dengan keterbatasan media perantara ini, kita harus menyampaikan bahwa produk bisnis kita masih ada, kita masih terus mendukung konsumen, kita terus mengembangkan pelayanan dll.
                    Yang pasti, ketika secara fisik kita tidak bisa hadir, pastikan kita tetap terhubung dengan konsumen dengan perantara-perantara tersebut.

DIBALIK WAJAH
Jika sudah “Setor Wajah”, bukan berarti produk kita akan laku otomatis. Kita harus terampil menyampaikan hal-hal positif yang ada dibalik wajah yang kita setorkan itu.
Harus tersampikan pesan bahwa kita ‘pro’ kepada target kita tersebut, sehingga potensi hubungan bisnis akan terus terjaga.
Seperti kolega saya yang dengan sukses membuat acara untuk Boss kami tersebut. Boss baru kami sangat senang, merasa tersanjung dan Bahagia. Artinya untuk saat ini kolega saya bisa sedikit tenang berharap jabatannya tidak akan dicopot dan mungkin akan dipromosikan lebih tinggi lagi.

                                                    Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com


Previous
Next Post »