2 TAHUN USIA KRITIS


Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 23 November 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
             Ketika sebuah bisnis tercipta dan dilahirkan, ada posisi awal dalam proses pertumbuhannya yang dianggap sebagai masa kritis. Artinya, jika sebuah bisnis belum melewati masa tersebut, maka bisa dianggap bahwa bisnisnya belum melewati masa uji dasar. Masa itu adalah 2 tahun pertama semenjak bisnis dimulai.
                Sebuah bisnis yang belum terbukti mampu melewati masa kritis 2 tahun, bisa saja terjadi karena faktor kelihaian pengusahanya atau mungkin besar kemungkinan karena faktor “beginner luck” (keberuntungan si pemula). Dalam kaedah manajemen bisnis modern, kata keberutungan adalah hal baik yang tidak bisa dipakai untuk dijadikan standard penilaian.
               2 tahun pertama banyak digunakan oleh para penilai untuk memastikan kondisi sebuah bisnis. Pihak perbankan, lembaga studi, lembaga bantuan dan banyak lagi yang kadang mempersyaratkan sebuah usaha bisnis harus sudah melewati masa 2 tahun tersebut untuk bisa terjalinnya kerjasama dengan mereka.

MENGAPA 2 TAHUN?
             Tentu saja, jika sebuah usaha bisnis lebih dari 2 tahun, maka penilaiannya akan lebih bagus dan lebih tegas. Tetapi setidaknya, 2 tahun adalah masa dasar wajib yang harus dilewati seorang pebisnis dan usaha bisnisnya untuk bisa “dianggap”. Inilah alasannya;
             Pertama, setidaknya sudah melewati 2 kali masa tutup buku. Sudah 2 kali masa perputaran uang panjang. Itu berarti sudah 24 kali putaran bulanan dan 104 putaran mingguan. Sudah melewati 2 tahun proses pengeloaan uang. Mulai dari pembelian, pembayaran, penerimaan dan pemanfaatan uang bisnis. Dianggap sudah mulai menemukan pola yang cocok untuk manajemen keuangannya.
           Untuk pemula yang kurang pengalaman, biasanya akan kandas di tahun pertama. Atau terseok-seok pada tahun pertama dan akan jatuh terkapar pada tahun kedua. Itulah mengapa banyak pemodal yang lebih senang menanamkan modal kepada pengusaha bukan pemula.
Kedua; Sudah melewati 2 kali rentetan musim. Setiap hari memberikan fenomena bisnis yang berbeda-beda. Hari senin dan sabtu memberikan indikator bisnis yang berbeda. untuk usaha Resort, Hiburan dan Kuliner, akhir pekan adalah hari bisnis.
Putaran bisnis pada hari sabtu pada awal bulan akan berbeda dengan hari sabtu pada menjelang akhir bulan. Karena menjelang akhir bulan, daya beli pasar berkurang, karena pasar terbesar adalah pegawai dengan gaji bulanan.
Musim bulanan juga berbeda-beda. Januari hingga februari adalah masa bisnis umumnya melemah, karena semua orang baru saja terobsesi dengan liburan akhir tahun lalu masih malas memulai tahun yang baru. Untuk bisnis tertentu, akan menemui masalah pada bulan-bulan kenaikan kelas dan pendaftaran murid baru, karena daya beli pasar berkurang.
Ketiga; 2 tahun pertama adalah masa fondasi untuk penentuan gaya operasional. Pada masa ini aturan dan ketentuan operasional sudah mulai berbentuk dan bisa dijalankan dengan konsisten oleh para pekerja dan pihak manajemen. Pada masa 2 tahun awal ini, akan terjadi perputaran pegawai yang cukup tinggi. Pegawai datang dan pergi hingga akan tertinggal pegawai-pegawai yang cocok. Dan setelah 2 tahun, pegawai yang ada akan dianggap cukup handal dan cocok dengan karakter operasional usaha bisnis tersebut.
               Yang terakhir, bagi para pengusaha; 2 tahun awal adalah target pertama yang harus anda perjuangkan. Sesudahnya karakter usaha bisnis anda sedang terbentuk dan anda tinggal mempertahankan lalu mengembangkannya.
             Tentu anda akan menghadapi permasalahan lain sesudahnya, tetapi setidaknya anda sudah belajar dari 2 tahun awal sebelumnya.

                                                                                   Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »