“Mahal Kali Bah!”

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 30 November 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                TAK perduli produk apapun yang anda jual, dengan harga seberapapun, mulai dari harga jual Seribuan Rupiah hingga Ratusan Juta Rupiah, biasanya reaksi pertama para pembeli akan sama. Hampir semuanya langsung latah dan mengatakan bahwa harganya mahal.
                Reaksi latah itu sepertinya sudah menular dan menurun. Sehingga bentuk reaksi tersebut mestinya tidak usah dijadikan beban untuk menjual apapun pada harga seberapapun.
                Benar bahwa faktor harga menjadi salah satu komponen suksesnya proses penjualan. Tetapi harus juga diingat bahwa ‘mahal’ adalah sebuah relatifitas.
                Artinya, kata mahal bagi seseorang sangat relatif. Tetapi, biasanya nilai/value produk tersebut menjadi lebih penting dibanding nilai harganya. Untuk menjamin sebuah kenyamanan berkendara, produk mobil import dari Eropa biasanya lebih nyaman dan teruji keamanannya. Dan harga mobil itu cenderung mahal. Biarpun mahal, orang masih saja mau membelinya. 
                Jangan heran ketika ada pembeli yang sengaja membeli segala sesuatu dengan memilih produk yang mahal. karena keyakinannya bahwa mahal adalah jaminan kualitas.
               
BUKA SAJA
                Ini saran saya. Buka saja harga anda. Berapapun itu. Tak usah segan atau khawatir. Karena jika ada respon mahal, itu hanyalah sebuah kelatahan yang kadang tak perlu kita khawatirkan.
                Anda akan segera tahu apakah memang si calon pembeli adalah target anda. Jika memang mereka bukan target anda, maka mereka akan segera pergi, dan anda tidak semestinya membuang energi mengurus yang bukan target pasar anda.
                Tentu anda mematok harga jual dengan berbagai pertimbangan diluar keuntungan. Misalnya karena keyakinan nilai produk dan kualitasnya. Artinya, anda sangat boleh menjual kualitas, bukan sekadar harga murah.

BERSAING
                Ketika anda menjual produk yang bersifat masal. Anda tentu memiliki banyak pesaing. Situasi ini memaksa anda harus jeli menentukan harga jual. jika terlalu mahal anda akan kalah bersaing dan jika terlalu murah, anda akan mendapat keuntungan yang tipis.
                Disini anda dituntut untuk berani bersikap. Tentukan harga jual anda setelah melalui proses studi lapangan dan pertimbangan lainnya. Ketika anda memutuskan harga yang berbeda-bedda tergantung masing-masing konsumen, anda akan terombang-ambing dalam keragu-raguan.
                Jika produk anda bukanlan produk masal. Mestinya anda akan lebih berani menentukan harga jual. buatlah harga pas yang tidak perlu ada negosiasi. Jika perlu sesekali buat promo harga murah.

SALAH NILAI
Bijaksanalah, Jangan melihat seseorang dari penampilannya semata. Karena pernah datang seorang paruh baya yang bergaya udik dan membawa tas lecek yang terlihat penuh barang sepele ke sebuah show room mobil dan bertanya berapa harga sebuah mobil. Ketika itu petugas yang bekerja merasa bahwa Pak Tua ini bukanlah target mereka, lalu menjawab dengan tidak menyebut harga, tetapi mengatakan, “Mobil ini mahal sekali Pak” dengan menunjukkan raut wajah yang masam. Pak Tua merasa tersinggung, lalu ia membuka tas dan menumpahkan semua isinya ke atas meja dihadapan si petugas. Ternyata isi tas itu adalah uang tunai dengan jumlah sangat banyak. Pak tua bilang, “Coba kamu hitung, dapat berapa mobil itu dengan uang ini”. Dengan tergagap si petugas menghitun uang itu dan ternyata masih cukup untuk membeli 3 mobil dan masih ada sisanya.
                Ketika pulang Pak Tua membawa 1 mobil yang dibelinya dan membiarkan 2 mobil yang lain teronggok di showroom lebih dari 1 tahun.


Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »