PESTA SUDAH USAI, PERANG BARU MENUNGGU DIMENANGKAN

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 4 Januari 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya
SELAMAT pagi para pembaca yang budiman. Hari ini adalah hari senin, hari yang namanya sama seperti minggu yang lalu. Hari ini kita berada di bulan Januari. Nama Bulan yang sama seperti tahun yang lalu.
Benar bahwa hari dan bulan yang kita lalui sama seperti waktu yang sudah berlalu, tetapi sejatinya kita sudah memasuki waktu yang berbeda. Hari ini kita memasuki tahun yang baru. Situasi yang berbeda dan hidup yang pasti berbeda pula.
Sebutlah perjalanan bisnis anda pada tahun yang lalu dengan tanda penyebutan apapun; berhasil, sukses, gagal atau kandas. Biarlah itu jadi penyebutan. Biarlah itu berlalu seperti hingar bungar pesta malam tahun baru yang sudah usai. Yang sudah berlalu hanyalah sebuah sejarah. Anda tidak akan mampu mengubah sejarah yang sudah lewat. Menyesal hingga nangis darah sekalipun tak ada gunanya. Atau membanggakan keberhasilan sejarah hingga lupa diri juga tidak akan membantu apapun.
Kini, hari ini adalah realita yang masih bisa kita kendalikan. Kita memiliki hak dan kuasa untuk menciptakan apapun pada hari ini untuk kebaikan hari ini dan esok hari.

KESALAHAN
                Biasanya geliat ekonomi dan semua kehidupan akan mengendor setiap menjelang hari libur dan beberapa saat sesudahnya. Para pengusaha, pekerja dan semua orang merasa masih dalam alam mimpi dan tidak rela untuk ‘bangun’ dan merasakan realita perubahan yang terjadi.
                Bangunlah. Mumpung pesaing anda masih tertidur pulas. Bergeraklah. Mumpung semua orang masih terhanyut dalam mimpi pestanya. Semua orang tahu, sukses bisnis sering kali hanya perihal siapa yang bergerak terlebih dahulu.
                Kata-kata “Nantilah dulu”, “Sebentarlah”, “Cuma setahun sekali pun” dan banyak lagi alasan-alasan lain adalah dibisikkan setan agar kita terus bermalas-malasan.
                Jangan sampai anda menyesal, ketika terbangun nanti, pesaing sudah beberapa langkah di depan. Jangan sampai anda menyesal, ketika terbangun nanti, anda sudah merugi banyak sekali.
                Bangunlah.

KEBAIKAN
                ‘Bangun’ dari pesta memang sebuah perjuangan yang tidak sederhana. Semua bermula dari motivasi diri. Tak usah lagi mencari alasan-alasan untuk menghalalkan diri ‘bangun’ lebih terlambat dari yang seharusnya.
                Sekadar mengingatkan, bukankah dalam bisnis yang kita perjuangkan ada pesta-pesta yang lebih meriah? Pesta mencari order, pesta melayani pelanggan, pesta mengoperasionalkan bisnis dan pesta bersama seluruh pegawai serta yang pasti adalah pesta pengabdian sebagai mahluk tuhan yang sedang beribadah.
                Kembalinya anda kepada ‘pesta’ bisnis yang sebenarnya akan membawa anda kepada cara berfikir dan bertidak dengan cara yang baru.
                Mulailah dari hal-hal sederhana, mulailah dari hal-hal yang terlihat. Kebersihan kantor, kerapihan toko, tampilan lokasi usaha, kebersihan perlengkapan kerja dan seragam pegawai. Lihatlah bahwa bisa jadi setahun lalu anda terlalu sibuk hingga melupakan hal-hal tampilan yang sederhana  tetapi penting.
                Secara parallel, lihatlah apakah anda sudah memiliki target tahun ini. Jika belum, anda belum terlambat untuk membuatnya. Setelah itu, segeralah memastikan apa saja yang harus anda kerjakan dengan target tersebut. Cicilah satu per satu. Gunung setinggi apapun pasti akan terlampaui jika segera melangkah satu per satu.
                Dan yang tidak kalah penting adalah menabuh gendering perang untuk ‘membangunkan’ pasukan anda yang sudah pasti masih ‘tertidur’ dalam pesta akhir tahun lalu.
                Yakinlah bahwa menjalankan bisnis, melayani pelanggan dan melawan pesaing adalah pesta yang sebenarnya.

                                                            Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »