TAK ADA COBA-COBA DALAM BISNIS

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 11 Januari 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan  menyebarkan dengan selalu mennyebutkan sumbernya

                KITA terbiasa dengan pengulangan yang kita pikir tidak masalah. Kita pikir hari senin ini sama dengan hari senin minggu lalu dan hari senin minggu depan. oleh karenanya kita bisa bilang,”masih ada senin depan”.
kita pikir jika tidak naik kelas, kita bisa mengulang tahun depan. kita pikir jika tidak cocok dengan pasangan kita, kita bisa cerai dan lalu pilih pasangan lain. Kita terbiasa dengan mencipipi masakan dengan hanya memakannya sedikit dan bisa menentukan untuk memakannya atau tidak.
Dalam keseharian, Kita boleh memilih untuk mengulang dan mencoba yang lain lagi. Bahkan ketika kita membuat kesalahan, teguran yang selalu muncul adalah, “Lain kali jangan ya!”
Tetapi sejatinya hidup tiadalah seperti memilih baju, dicoba dulu baru dibeli. Seperti bisnis. Coba dulu lalu dikembangkan.
Setelah saya amati dalam 15 tahun terakhir, ternyata Inilah yang menyebabkan banyak pemula dalam bisnis yang gagal. Jumlah yang gagal jauh lebih banyak daripada yang berhasil. Kegagalan yang saya lihat penyebabnya karena niat awalnya yang hanya coba-coba.

COBA-COBA
                Apapun yang namanya coba-coba pasti tidak serius. Tidak melibatkan semua sumber daya dan semua daya upaya. Sebutlah mencoba masakan, anda hanya perlu mengambilnya sejumput atau bahkan setetes kuahnya saja. Anda tidak memakan dan merasakan semua unsur dalam makanan tersebut.
Ketika anda mencoba kedalaman parit, anda hanya menggunakan sebelah kaki dan tidak menggunakan seluruh badan. Bahkan mencoba mobil baru pun anda hanya menyetirnya di parkiran atau di jalan lurus. Tidak mencobanya di jalur-jalur nyata yang anda lalui sepanjang hari dalam kehidupan nyata anda.
                Sekali lagi, yang namanya mencoba, pasti tidak serius, tidak menyeluruh dan tidak mempertaruhkan semua konsekuensi. Jadi jika bisnis yang anda impikan juga dimulai dengan coba-coba, pastilah anda tidak serius. Bisnis kok coba-coba! Tidak serius.

ALL OUT
                Seorang pekerja ingin berbisnis ternak lebah madu. Ia dengan tidak serius mencobanya dengan satu koloni (satu kotak) saja. Ia pikir bisa seperti memelihara ayam di rumah, cukup satu dua ekor saja. Sementara ianya tahu bahwa satu kotak lebah madu tidaklah memenuhi standard keekonomian. Ia tahu bahwa minimal 40 kotak baru bisa masuk dalam hituungan minimal.
                Memelihara 1 kotak dan 40 kotak sebenarnya tidaklah jauh berbeda. karena rutinitas yang dikerjakan juga sama. permasalahan yang muncul juga tidak berbeda. artinya mencoba 1 kotak adalah kesia-siaan saja. Entah kalau yang dia maksud bukan untuk berbisnis tetapi jadi piaraan seperti kucing atau anjing di rumah.
                Mencoba dengan cara yang demikian tidak mengikat kita sebagai pengusaha. Kita menganggapnya sebagai sampingan. Dan percayalah, bahwa semua sampingan tidaklah akan menghasilkan keutamaan. Sampingan akan tetap jadi sampingan dan itu membuat kita tidak fokus, tidak serius dan jika sekali gagal, kita melepaskan begitu saja tanpa berjuang dengan sepenuh hati memperbaikinya. Namanya juga sampingan.
Dan ketika sampingan itu gagal, kita tidak merasa rugi. Rasa tidak rugi itulah yang memotivasi kita untuk tidak berjuang lebih serius. Dan tiada sukses  yang dikerjakan dengan tidak serius.
Jika anda hadirkan seluruh pikiran dan batin dengan serius terhadap bisnis yang anda rintis, anda akan mendapatkan banyak cobaan dan pelajaran. Dan dengan keterlibatan yang All-out , anda memiliki banyak energy untuk mengerjakannya. Dan semakin banyak yang anda pertaruhkan, anda semakin terpacu untuk menanganinya hingga tidak terjadi kegagalan.

                                                            Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »