Komentar tentang logo Sahabat Tour & Travel


Komentar tentang logo Sahabat Tour & Travel


Atas permintaan mba Dhila the spiritual traveler, berikut saya memberikan komentarnya.

  1. Nama
    Nama SAHABAT memang menawarkan persahabatan/persaudaraan tetapi nama tersebut sangat lokal. Nama tersebut hanya mudah disasarkan kepada pasar lokal yang mengenal bahasa tersebut.
    Artinya, suatu saat nama ini justru akan menjadi hambatan ketika akan mengglobal.
    Apalagi jika produk yang dipasarkan adalah produk umroh yang nota-bene akan banyak di mekah dan madinah dimana ada banyak perusahaan rekanan seperti agent lokal, transport, catering dan hotel yang bukan Cuma dioperasikan oleh orang Indonesia.
    Coba uji, apakah semua suku bangsa (global) mampu menyebutkan nama ini dengan benar? Karena jangan seperti kratingdaeng yang selalu gagal mengajari orang Indonesia untuk membaca merek mereka dengan benar.

    Kemudian, ini bukan nama generic yang membuat orang tahu bahwa ini adalah produk tour dan travel tanpa kata “tour & travel” dibelakangnya.
    Contoh Aqua, orang sudah tahu bahwa itu adalah air.

    Jumlah suku kata cukup baik karena masih dibawah 4 suku kata. Tetapi jika jika ditambah tour & travel, jumlahnya menjadi 7 suku kata, terlalu panjang.
    Entah, jika anda perkenalkan dengan hanya ‘SAHABAT TOUR” saja (4 suku kata).
    Ingat, merek2 besar jarang yang lebih dari 4 suku kata.

  2. Logo
    1. Jika memang berfokus kepada produk umroh dan haji, maka yang paling kena ilustrasinya adalah nomor 1, 9 dan 10. Disana ada lambing ka’bah yang membuat orang langsung tahu walau tanpa membaca detail.
      Ini yang disebut efektif illustration.
    2. Opsi logo no 2,3,4 dan 6 lebih berkarakter produk yang berbentuk seperti hotel dan resort. Khsusnya no 4, imaginasi pertama yang muncul adalah BALI, RESORT, TOUR.
    3. NO 5 agak memerlukan waktu untuk menikmatinya.
    4. No 8, bagus secara grafik, tetapi memerlukan kejelian untuk menangkap maknanya. Dan yg ini cukup repot dalam penerapannya.

  3. Perhitungkan media yang mungkin akan digunakan untuk penayangan logo tersebut, bukan sekadar kop surat dan anvelop. Pikirkan juga tampilan seperti di kartu nama, pin, banner, baligho. Apakah ukuran kecil dan besar tidak membedakan makna? Apakah cukup proporsional dan wajar pada ukuran kecil dan besar?
    Contoh lain, bayangkan anda mensponsori sebuah even lalu semua logo sponsor di cetak pada ukuran yang sama, pertanyaannya adalah, apakah logo anda akan terlihat?

  4. Perhitungkan juga dengan alat cetak yang akan dipakai dalam media tesebut. Misal sablom, offset, bordir, carfing dll. Apa mampu teknologi tersebut membuat kompleksitas warna dan komposisinya. Jangan Cuma indah di layar computer.

  5. Terlepas dari bahasa psikologi warna, saya mengkerucutkan pandangan ke pilihan no 4, 7 dan 10.

  6. Untuk pasar yang tidak khusus muslim dan umrah/haji, mungkin boleh no 4,khususnya pasar umum yang kita janjikan tentang perjalanan budaya asia. No 7, bisa untuk semua. Dan no 10 jika khusus untuk umrah dan haji.


    Semoga bermanfaat.
    Salam

Previous
Next Post »