Meraup Rezeki Pada Impian “Orang Gila”

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 21 Maret 2016, dihalaman 7. Diperbolehkn mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

            TULISAN ini saya dedikasikan kepada beberapa calon pebisnis yang masih ragu dalam menentukan bentuk bisnis apa yang harus mereka pilih.
            Pada akhir dari pesan ini adalah bahwa kita tidak harus meragukan janji Tuhan untuk menghidupi kita. Rezeki tidak tertukar. Kita hanya perlu merubah tahap ‘percaya' menjadi ‘yakin'.
            Jangan terlalu banyak berfikir hingga tidak segera bergerak mulai. Jangan terlalu terganggu dengan konsep ‘kerja mudah, murah tapi keutungan tinggi’. Karena konsep itu tiada pernah terjadi kepada pemula. Konsep itu hanya akan terjadi ketika anda sudah sampai tahap fast track, tahap ketika uang bekerja untuk anda, bukan seperti saat memulai bisnis, andalah yang harus bekerja untuk uang.
            Artinya, jangan terlalu membatasi kecepatan diri dengan terlalu lama memilih bentuk bisnis apa yang harus anda pilih, karena bisnis apapun sebenarnya baik dan berpotensi menguntungkan. Bahkan bisnis melayani impian ‘orang-orang gila’  pun tetap menguntungkan.

Indonesia Expedition
            Ini adalah nama sebuah perusahaan yang produk layanannya adalah membantu ‘orang-orang gila’ mencapai impiannya. Mereka adalah orang-orang yang ingin mencapai 7 puncak tertinggi di dunia. Puncak Karten di Papua, Indonesia; Kilimanjaro di tanzania, Afrika; Everest di Himalaya; Aconcagua di Argentina; McKinley, Denali; Vinson Massif di antartika yang beku; Elbrus di Rusia.
            Saya pikir, ini adalah satu-satunya perusahaan dengan layanan petualangan gunung tinggi di Indonesia saat ini yang dengan jeli membidik pangsa pasar yang sangat sedikit jumlahnya di banding dengan jumlah penduduk di Indonesia.
            Walau dibilang sedikit, jadwal perjalanan Inex (Indonesia Expedition) ini tidak perah kosong setiap bulannya sepanjang tahun. Konon menurut salah satu pendirinya, dari tahun ke tahun bahkan peminat dan pelanggannya bertambah pesat.

TIDAK DILIRIK
            Yang dikerjakan Inex adalah bisnis yang tidak dilirik oleh banyak pebisnis lainnya. Bukan sedikit operator petualangan alam liar yang ada di Indonesia, tetapi umumnya mereka hanya sampai ketinggian terbatas, mulai dari arung jeram, terjun payung, jungle trek, off orad, menyelam, dll.
            Inex dengan cerdas membidik pasar yang tidak dilirik orang lain. Memang, orang lain kurang berani meliriknya karena berbagai alasan, dan alasan yang terbesar adalah pemikiran bahwa pasarnya sangat terbatas dan kurang prospek. Dan itu adalah alasan yang terbukti kini salah.
           
SPESIALIS
            Konsekuensi logis dari pemilihan pasar yang terbatas adalah spesialisasi. Dalam hal ini, inex mengkususkan diri pada paket-paket perjalanan untuk para pendaki yang memiliki impian untuk mencapai puncak-puncak tertinggi di dunia.
            Dengan tingkat resiko dan tantangan yang tinggi, Inex diuntungkan karena para pendirinya sudah terlebih dahulu sukses mencapai ke-7 puncak tertinggi didunia tersebut. Lalu mereka memiliki akses dengan operator-operator lokal di masing-masing lokasi.
            Pengalaman yang berharga itu kini jadi senjata untuk memastikan rating tingkat sukses pencapaian puncak yang semakin tinggi.

TANTANGAN
            Pasarnya bukan pemula, cukup berdaya beli dan memiliki waktu —baik untuk persiapan hingga pelaksanaan pendakian—.
            Selain itu, operasionalnya relatif lebih berat dibanding kegiatan petualangan populer lainnya. Melibatkan banyak pihak dan kemampuan memotivasi peserta untuk sanggup berjuang demi impiannya.
            Dan pasar yang terbatas ini justru menjadi peluang bisnis bagi Inex. Dan menguntungkan. Segera jatuhkan pilihan, tak usah ditunda membuka bisnis. Bahkan untuk produk yang tidak dilirik oleh orang lain sekalipun
                                                                                   
                                                                                   
                                                                         Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com


Previous
Next Post »