MULTI BRAND ALA TANZANIA

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 14 Maret 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

            TERNYATA, ada 6000-an tour operator yang menangani perjalanan wisata safari di Tanzania. Bisa anda bayangkan, bagaimana hebohnya dunia pariwisata melihat hewan liar disana. tetapi ternyata, satu pemilik bisa memiliki 2 hingga 4 nama travel agent di dalamnya.
            Awalnya saya berfikir mengapa mesti seorang memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan yang sama. Anda bisa bayangkan, mengembangkan 1 usaha saja sudah repot apalagi memiliki banyak usaha.

MULTI MARKET
         Memiliki beberapa merek pada jenis produk yang sama adalah cara sederhana ketika mendekati jenis pasar yang berbeda-beda. Ini menjadi penting, karena pasar sekarang lebih  menyukai spesialisasi. Misalnya untuk pasar khusus para pensiunan, khusus para peneliti, khusus para pelajar, atau petualangan berkeluarga.
            Jadi, dengan memiliki banyak merek, mereka mengkhususkan masing-masing merek untuk jenis atau kelompok pasar tertentu. Bahkan, nama-nama yang dibuat disesuaikan dengan asal negara masing-masing pasar yang akan dituju. Dengan penamaan produk yang mendekati bahasa asal turis, mereka meyakini akan mendapat respons yang positif dan mudah.
            Dibawah nama-nama itu, mereka menjelaskan bahwa mereka spesialis menangani masing-masing segmen sesuai dengan targetnya.
           
MULTI PRICE
         Dengan memiliki beberapa nama produk yang berbeda-beda. Mereka meyakini bisa menciptakan paket-paket tour dengan harga yang berbeda-beda. Artinya, mereka sudah mendesain mana nama produk untuk yang harus berharga mahal dan mana yang bisa membantai habis harga jualnya.
            Perbedaan harga tersebut sangat mencolok, walau produknya relatif sama. Intinya mereka menjual pemandangan dan satwa liar yang tidak bisa dijanjikan. Para pemandu wisatanya, tidak ada satupun yang menjamin akan bisa melihat satwa apa saja hari ini, karena satwanya liar dan sering bermigrasi. Untung saja jumlah satwanya cukup banyak, jadi selalu saja ada peluang untuk melihat satwa-satwa liar disana.
            Yang membedakan hanya sedikit saja, mulai dari penginapan dalam bentuk tenda atau di hotel mewah. Selebihnya relatif sama. Artinya bisa saya pemilik usaha travel tersebut memiliki 3 travel dengan 3 potensi perbedaan harga jualnya. Saya jadi ingat, bahwa kita kitak pernah bertanya atau berkunjung ke kantor travel agent di kota yang kita kunjungi, selain hanya melihat halaman situs webnya.

MULTI EXCUSE
            Siapa yang benar-benar sanggup memuaskan perasaaan banyak orang tanpa cedera? saya rasa tidak ada. Ini fakta yang disadari para pengusaha perjalanan wisata di Tanzania. Sudah menjadi budaya pembeli, jika tak suka maka akan pindah ke pemberi layanan yang lain.
            Yang saya maksud dengan Multi Excuse (Alasan/maaf) adalah bahwa bisa saja seseorang tak suka dengan satu travel agent yang pernah dia pakai, dan dia akan pindah ke agent lain. Nah disinilah kecerdasan mereka. Mengantisipasi (atau karena pengalaman selama ini), jika ternyata harus pindah ke travel lain silahkan saja, tapi tetap saja pemiliknya sama saja.
            Jangan heran, ketika anda naik mobil safari yang stikernya masih terlihat baru dibanding mobilnya. atau stikernya telihat asal tempel, miring dan tidak rapih. Bisa jadi itu mobil yang bisa berganti-ganti mereknya.
            Tetapi, mau pakai perusahaan manapun, sepertinya usaha keras para pengusaha dan para pemandu wisatanya plus pemerintahnya benar-benar serius menangani pasarnya. Mereka sudah menjadikan wisata sebagai salah satu pendapatan utama bagi negara dan masyarakatnya. Jadi potensi keluhan tetap minimal.

                                                                     Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »