KREATIF MEMANFAATKAN FACEBOOK

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 11 April 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

            “BAPAK ke Belanda kok gak kasih kabar? kapan singgah ke Leiden? Kami tunggu”.
            “Mas, Singgah ke Den Haag ya, saya tunggu".
            “Mas, kita mungkin satu pesawat nih, kok gak jumpa ya?, saya baru keluar dari Schiphol,            kabari jika sempat ngopi sama di Amsterdam”.
            “Bro, ketemu dong, saya tunggu di Scheveningen, saya masih tinggal di flat dekat kampus          Bro dulu”.
            “Broer, jangan lupa oleh-olehnya ya. bawakan DelfBlau dong, ukuran kecil saja”.
            “Mas-bro, kawan-kawan di Hilversum tinggal 5 orang saja, yang lain sudah pergi, singgah            ya, kami sudah rindu lama tak bertemu”.
            “Tj, kita akan ada Surabayan Party at Zoetermeer next week, please joint us”.

            Begitulah beberapa respons dari kawan-kawan saya ketika saya dengan iseng membuat status lokasi saya di Facebook dengan menyebutkan lokasi saya sedang di Bandara Internasional Schiphol Belanda. Padahal saya sedang berada di Kota Medan.
            Saya menyesal sudah membuat status lokasi palsu. Melalui tulisan ini saya memohon maaf bagi mereka yang ‘tertipu’. Saya terpaksa kerepotan memberikan penjelasan melalui kotak pesan personal kepada kawan-kawan di Belanda satu per satu, agar mereka tidak kecewa karena saya tidak bisa mengunjungi mereka.
            Mungkin karena saya hampir tidak pernah membuat status yang menyebutkan lokasi yang saya kunjungi, sehingga sekali muncul, reaksi yang saya dapat sedemikian besar dengan keyakinan bahwa saya benar-benar sedang berada di Belanda.

CELAH
            Dari pengalaman iseng saya, ternyata ada manfaatnya. Sistem di Facebook hingga tulisan ini saya turunkan, masih belum berubah. Sistem itu memungkinkan kita membuat status check-in dimanapun kita mau tanpa harus berada lagsung di lokasi tersebut.
            Lalu saya mencoba meminta beberapa kawan untuk memanfaatkanya demi kepentingan promosi bagi usahanya. Tekniknya sangat sederhana. Mereka meminta kawan-kawan dalam jaringan perkawanannya di Facebook untuk membuat status check-in di lokasi usahanya.
            Permohonan itu harus dengan penjelasan agar tidak menimbulkan permasalahan. Lalu di gilir dalam satu hari cukup 10 hingga 20 orang saja yang up-date status check-in. Artinya, dalam satu bulan akan ada 300 hingga 600 orang yang menyebutkan lokasi usaha kita. Sebuah promosi yang menarik.

PESAN BERANTAI
            Celah lain yang bisa dilakukan adalah meminta tolong kepada jaringan pertemanan untuk mengunggah foto atau materi promosi ke halaman mereka masing-masing. Sebutlah anda sudah punya brosur digital atau foto mengenai produk anda, selain anda unggah di halaman/dinding facebook sendiri, anda bisa meminta tolong kawan-kawan anda untuk melakukan hal yang sama. bukan cuma share, tetapi kirimkan materi/foto promosi anda ke kotak pesan pribadi dan meminta mereka mengunggahnya di halaman/dinding mereka sendiri.
            Jika anda memiliki 1000 teman, berarti anda sudah mengirimkan pesan kepada 1000 orang tersebut. Lalu jika anda meminta tolong kepada 10 orang yang masing-masing memiliki 1000 orang, artinya anda sudah mengirimkan pesan kepada 10.000 orang. jumlah yang fantastis.

ETIS
            Pertama, jika anda hanya promosi terus menerus, maka orang lain akan bosan dan tak tertarik membaca status-status anda.
            Yang kedua, pastikan teman yang anda minta membuat status check-in benar-benar pernah atau tahu lokasi usaha anda, sehingga mereka bisa menjawab dengan benar apapun pertanyaan yang datang kepada mereka.
            Selamat mencoba.


                                                                   Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »