Lebih Cepat 1 detik, Lebih Maju 1 Jengkal

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 6 Juni 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya
                LOMBA lari cepat dan balap renang selalu mengasyikkan untuk ditonton. Sederet peserta memacu kecepatan maksimal mereka. fokus kepada satu titik dan bergerak dengan sungguh. Lalu pada titik akhir akan ada seorang pemenangnya.
                Coba lihat, hampir semua perlombaan itu menunjukkan kesamaan. Pemenang pertama dan pemenang berikutnya selalu dalam posisi yang hampir sama. mereka hanya berbeda sekitar 1 detik atau lebih maju di depan hanya sekitar 1 jengkal.
                Perbedaan sekejap dan sedempet itu sajalah yang membedakan antara pemenang dan yang kalah. Perbedaan yang tiada mencolok, tidak jauh, bahkan kadang tidak kentara. Dan bagi mereka yang berusaha untuk selalu berbeda sedikit dari yang lain, maka mereka akan selalu manjadi pemenang.

PEMENANG
                Kaidah bisnis sejatinya hanya seperti perlombaan itu. Para pebisnis akan selalu menciptakan perbedaan itu dan mereka layak berdiri di panggung kehormatan, mendapatkan piala dan hadiah.
                Bisnis dalam tataran yang paling sederhana hingga yang komplek sekalipun sejatinya hanya perihal keberanian seorang pebisnis bekerja lebih awal dan lebih cepat dari orang kebanyakan. Itu saja.
                Ketika orang kebanyakan sedang tertidur lelap, ada segilintir orang terjaga membeli sayuran di pusat pasar, berebut dengan pembeli yang lain untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan kualitas sayur yang lebih baik. Mereka lebih cepat dan lebih dahulu dari kebanyakan orang. Mereka mandapatkan uang dan keuntungan dari kebanyakan orang yang kala itu masih terlelap dalam tidurnya.
                Ketika orang kebanyakan ingin mudah dan tidak repot untuk makan sarapan pada pagi hari, ada beberapa orang saja yang terjaga semalam sebelumnya memasak lontong dan makanan sarapan lainnya. Mereka mendapat uang dan keuntungan dari mereka yang tak mau repot dan susah.
                Ketika orang kebanyakan malas berjalan jauh ke pasar, ada segelintir orang yang bersusah payah kulakan ke pasar lalu menyediakan di kedai yang dekat kepada para pemalas itu. Si pedang berjalan lebih didepan untuk mendapatkan uang dan keuntungan dari mereka yang sedikit mala situ.
                Ketika banyak orang membutuhkan transportasi, ada segelintir orang yang berpacu berhemat untuk mendapatkan kendaraan untuk disewakan kepada masyarakat yang membutuhkan transportasi tersebut. Segelintir orang itu akan mendapatkan uang dan keutungan dari masyarakat kebanyakan.

TIPIS
                Batas antara yang segelintir dengan yang kebanyakan sebenarnya sangat tipis. Orang kebanyakan seperti kita sebenarnya tahu rahasia kemenangan si segelintir orang itu. Tapi tak serta merta si kebanyakan bisa otomatis bisa di depan dan memang seperti yang segelintir itu.
                Orang kebanyakan itu malah kadang mencibir dan menggampangkan pekerjaan si segelintir orang itu. Mereka yang kebanyakan suka menganggap remeh pekerjaan yang segelintir itu. Hingga ketika melihat orang yang segelintir itu naik ke panggung kemakmuran, barulah si kebanyakan akan menganalisa dan berkomentar bahwa mereka pun bisa jika hanya melakukan hal sederhana seperti yang dilakukan oleh si segelintir.
                Si kebanyakan menciptakan berbagai macam alasan yang hanya untuk menenangkan perasaan mereka bahwa mereka tidak kalah, tetapi sesungguhnya mereka benar tidak menang.

PUASA
                Persis seperti Puasa Ramadhan. Hanya yang puasa dan Tuhan yang tahu siapa yang jujur atau menipu. Demikian juga dengan pemilihan diri untuk menjadi pemenang atau yang kalah.
                Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramdhan. Insyaallah kita akan menjadi pemenang yang sebenarnya.

                                                                           Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »