SEIKAT VS SEBATANG



Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 27 Juni 2016 dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

SETIAP produk yang anda jual, tentunya diharapkan memberikan kontribusi keuntungan yang sudah anda tetapkan. Sebutlah anda memiliki 10 produk, maka idealnya kesepuluh produk ini terjual semuanya dengan harga maksimal dari masing-masing produk tersebut.
Dalam teorinya, seorang pembeli akan membeli sesuai kebutuhannya, satu persatu dari produk anda dan anda akan mendapatkan penjualan dari harga maksimal yang anda tetapkan. Dalam prakteknya, bisa jadi seorang pembeli akan membeli dalam jumlah yang besar sekaligus. Karena ia merasa membeli dalam jumlah yang banyak, maka ia akan meminta keistimewaan. Lumrah kan? Pertanyaannya adalah, apakah anda akan berikan permintaan itu?
Untuk memberikan gambaran yang lebih dalam, sebutlah anda mengoperasikan restoran. Anda memiliki 10 menu makanan yang biasanya orang rata-rata akan membeli satu porsi makanan menu makanan dan satu porsi menu minuman. Sebutlah misalnya masing-masing menu tersebut berharga Rp.30.000,-. Pertanyaannya adalah, apakah anda akan berikan, jika si pembeli meminta pengurangan harga menjadi Rp.25.000,- karena ia membeli sekaligus sebanyak 200 porsi dalam sekali pesan?

SEIKAT VS SEBATANG
          Inilah yang saya maksud perbedaan transaksi seikat atau sebatang. Transaksi yang sekaligus banyak (seikat) sering berhubungan dengan anggaran si pembeli yang sedikit terbatas, sehingga mereka meminta pengurangan.
            Jikapun anda menyetujui permintaan diskon tersebut, setidaknya inilah beberapa alasannya. Pertama; hitungan bisnis tidak sekadar secara individu (sebatang) masing-masing produk dihitung, karena transaksi yang banyak itu (seikat) memberikan keuntungan yang tiada sedikit dan terjadi pada waktu yang relatif cepat.
          Sebutlah untuk mendapatkan transaksi dalam jumlah 200 porsi, semestinya anda dapatkan dari 200 tamu yang berbeda-beda. Kali ini anda hanya berhubungan dengan satu pembeli yang membeli 200 porsi pada waktu yang sama.
          Hitungan volume bisnis dan keuntungannya adalah dari keseluruhan transaksi. Karena bahkan pembelian bahan baku dan proses pengerjaannya juga pasti akan memberikan kemudahan dan kentungan tersendiri.
          Benar bahwa jika 200 porsi dikalikan dengan Rp.30.000 lebih menguntungkan, tetapi bisa jadi orang akan pindah ke pesaing anda, jika anda tidak menyetujui pemberian diskon tersebut.
Kedua; proses produksi untuk sekaligus 200 porsi relatif lebih sama dan tidak merepotkan.
Ketiga; transaksi tersebut terjadi sekaligus dan memberikan jaminan penjualan yang singkat tetapi besar. Ingat, anda akan menghitung bisnis anda bukan sekedar harian dan satuan produk, tetapi akumulasi mingguan atau bulanan bahkan tahunan. Anda tetap beruntung dalam kalkulasi waktu.

BUNDLING
            Bisa jadi dari ke-10 produk yang anda jual ada diantaranya yang tidak memberikan kontribusi keutungan secara langsung, tetapi dengan pembelian dalam satu paket, bisa jadi boleh anda pertimbangkan untuk mendapat keuntungan dari beberapa produk yang lain.
      Dalam bisnis makanan tadi, sebutlah anda tetap menjual dengan harga Rp.30.000,- tetapi anda memberikan bonus berupa 1 tambahan menu pendamping yang harganya sudah anda taksir bisa masuk dan tidak rugi. Sebutlah paket Rp.30.000,- tersebut anda tambahkan 1 menu penutup yang modalnya kurang dari Rp.5.000,-,
       Si pembeli merasa tetap diuntungkan dan si pembeli tidak tahu kalkulasi modal anda dan anda mendapatkan penjualan yang lebih pada saat yang bersamaan.
           Atau anda menawarkan ruang pertemuan dengan paket hiburannya sekaligus. Atau anda menawarkan jasa transportasi penjemputan para pesertanya. Setiap penambahan bisnis yang terjadi, sebenarnya anda sedang membuat paket yang lebih menguntungkan.

                                                                 Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »