7 JUTA ALASAN LOGIS AGAR ANDA TIDAK MAJU

                Mengapa anda tidak segera merealisasikan keinginan untuk memiliki bisnis sendiri? mengapa anda tidak mencapai jumlah target yang anda inginkan? Mengapa tim sales anda tidak mengerjakan yang menjadi kesepakatan bersama? Mengapa anda belum juga memiliki rumah yang anda idamkan? Mengapa anda tidak segera mendaftar kuliah yang anda kehendaki? Mengapa anda belum jadi berangkat umrah atau naik haji?
                Jika pertanyaan itu mengena dengan diri anda, saya yakin anda akan segera memiliki alasan-alasan yang membenarkan kegagalan tersebut. Seiring berjalannya waktu, anda akan semakin banyak menghasilkan kreasi alasan-alasan untuk menengkan perasan anda sendiri atas kegagalan itu.
   Anda dan semua orang bermimpi, membayangkan, mengharapkan dan berdoa untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Sayangnya tidak semua orang berhasil menggapainya.

TIRANI 7 JUTA ALASAN
               Saya dan anda bisa sekali untuk bersama-sama menciptakan tambahan alasan-alasan logis yang membuat kita tidak segera bergerak merealisasikan apapun yang kita mau. Semua alasan itu terdengar sangat logis, sangat masuk akal.
              Dan sepertinya kita sejak kecil terdidik dan terbiasa untuk mencari alasan sebagai kambing hitam akan busuknya pikiran kita sendiri. Alasan-alasan produk kreasi pikiran kita terasa sangat benar dan bisa terkesan seperti fakta.
            Kita dengan sangat cerdas merekayasa sesuatu hanya untuk menenangkan perasaan. Hanya untuk menenangkan dan menjajah batin kecil yang terus saja dengan merdeka mengkritik dan mengingatkan kita.
           Kecerdasan merekayasa alasan adalah hasil dari tunduknya pikiran dan diri kita terhadap penjajah/tirani yang kejam yang sejatinya muncul dari dalam diri kita sendiri. Kita sudah menjadi jajahan atas pikiran kita sendiri.
Jika kita ingin berhasil. Kita harus bangun dan jejakkan kaki kembali ke bumi. Balikkan kepada kehidupan yang nyata dan fakta. Kita harus punya 10 juta keyakinan untuk tidak menerima alasan-alasan apapu itu. Kita harus merdeka. Kita harus menjadi raja atas diri kita sendiri.

MENURUNKAN TARGET
                Efek domino dari kuatnya sikap malas dan godaan tirani diri itu adalah tidak tercapainya cita-cita atau tujuan yang diharapkan. Ketika itu terjadi, lalu banyak dari kita yang mengkoreksi titik tujuan atau cita-cita yang kita kehendaki. Sebutlah tadinya berharap 10 juta dalam satu bulan dan karena tidak juga segera tercapai, maka kita turunkan menjadi 5 juta atau kita tunda target itu menjadi tahun depan.
             Menurunkan target adalah kebodohan yang kadang kita restui. Untuk melawan kebodohan ini, kita harus menentukan target dalam hitungan yang memaksa. Buat target-target diatas terget kelas biasa. Target yang biasa-biasa tidak akan membuat anda tertantang untuk berjuang.
              Dengan target yang memaksa, kita terpaksa harus melakukan tindakan-tindakan yang tidak biasa. Tindakan-tindakan yang berani dan menantang. Tindakan yang terpaksa harus dikerjakan dengan kesungguhan tingkat dewa.
               
TAGIH DENGAN BRUTAL
                Hanya satu cara untuk mematahkan kreatifitas penciptaan alasan untuk tidak berprestasi adalah konsep menagih atas apa yang kita canangkan dengan cara yang brutal. Menagih tanpa ampun. Menagih dengan keras dan tegas. Tagih bahkan ketika jatuh temponya belum terjadi. Tagih dengan kesungguhan.
                Ketika anda bisa menagih janji diri anda sendiri dengan cara yang brutal, maka anda akan dengan mudah melakukan hal yang sama terhadap tim kerja anda. Anda dan tim kerja anda sering melakukan kebodohan beregu. Bersama-sama sepakat untuk menciptakan 7 juta alasan agar batin-batin anda tenang atas tidak tercapainya kesepakatan bersama.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 19 September 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya              


                                                                                 Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »