Bawah - Menengah – Atas


Saya bertemu dan berkenalan dengan seorang Business Coach asal Kota Pematang Siantar, beliau adalah Muhammad Al Haris yang juga memimpin sebuah usaha bernama Haritsa.
Setelah melakoni serentet usaha dan tahunan berbisnis, beliau memindai permasalahan permasalahan yang menjadi sebab musabab terjadinya kebangkrutan usaha.
Secara sederhana beliau menyimpulkan ada 3 virus penyebab sebuah usaha menjadi bangkrut. Berikut pamikirannya;

OVER SPENDING
Virus pertama penyebab kebangkrutan adalah "over spending" alias “lebih besar pasak daripada tiang”. Harus disadari bahwa berapapun penghasilan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi tidak akan cukup untuk memenuhi gaya hidup.
Pesan mendasar dari pandangan ini adalah “hiduplah dengan gaya hidup biaya rendah --Low Cost--  karena gengsi tidak akan membuat seseorang menjadi kaya”. Fakta yang ada adalah ketika anda sudah benar kaya, pasti anda akan menjadi bergengsi!”.
Beriktunya, solusi  agar tidak terjebak dalam gaya hidup “over spending” adalah dengan cara mengalokasikan penghasilan anda dengan pembagian utama pertama untuk survival (kebutuhan hidup), kedua untuk Getting More Money (investasi) dan yang terakhir adalah untuk  Growth (bertumbuh secara personal, relationship, spiritual).

UNDER INCOME
JIka anda sudah berupaya mengalokasikan penghasilan anda sehemat dan seefesien mungkin, namun tetap saja penghasilan gak bisa ditabung. Dalam hal ini bisa jadi virusnya adalah income/pendapatan anda yang terlalu kecil. Kalau faktanya seperti itu maka solusi paling jitu adalah memiliki tambahan PIPA REZEKI dengan jalan membangun bisnis. Bagi umat Islam, Rasulluah SAW bersabda “9 dari 10 pintu rezeki dari perniagaan/berbisnis”.
Jika anda sudah berbisnis tetapi, tetap saja pendapatannya seret. Mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam proses perjalanan bisnis anda tersebut. Bisa jadi saat inilah waktu yang tepat bagi anda untuk mengevalusi bisnis anda.
Coba tanyakan kepada diri anda selaku pengusaha, dimana posisi bisnis anda dalam kerangka pandangn value, channel dan marketserta tahapan membangun bisnis dari Starting, Running dan Growing.

UNEXPECTED EVENT
Jika anda sudah hidup hemat, income anda sudah naik berkali-kali lipat, tapi bukan berarti anda terbebas dari kebangkrutan. Karena pada saat anda punya banyak uang, selalu ada orang yang ingin “mengambil” uang dari kantong anda dengan berbagai trik bujuk rayu gombal, menurut Harist, virus inilah yang paling mengerikan!.
Anda bisa saja terayu oleh bujukan popularitas untuk menjadi anggota DPR. Bisa jadi anda terbujuk untuk investasi tambahan dalam pola investasi yang tidak anda kuasasi. Bisa jadi anda terlena mengikuti gaya hobby yang berbiaya tinggi.
Bukankah sudah banyak contoh di sekitar kita orang yang kaya raya, dalam sekejap mata bisa bangkrut bahkan terlilit hutang. Hal-hal tersebut terjadi karena kejadian yang tidak disangka alias “unexpected event” yang disebabkan oleh keserakahan dan kebodohan.

POLA
Menjadi Kaya itu berpola dan bangkrut itu juga berpola. Ada pola-pola yang sudah dipelajari oleh para pendahulu yang sudah sukses. Diperlukan keberanian dan sikap fokus untuk belajar dan mempelajari pola-pola tersebut. Karena pola dan trend itu sejatinya berulang.
Mencari pendamping / coach dan mentor bisnis sangat penting. Jika anda belum mendapatkannya, anda bisa memulai dengan berkumpul dengan orang-orang yang juga menggeluti bisnis. Berkumpul dengan sesama pebisnis akan mengarahkan pikiran dan wawasan yang bernuansa bisnis. Berkumpul dengan sesama pebisnis akan menularkan jiwa bisnis kepada anda.

Previous
Next Post »