5 SIKLUS MELEDAKKAN PENJUALAN

Bisnis apapun harus berorientasi kepada penjualan yang muaranya adalah keuntungan. Oleh karenanya, penjualan adalah pintu penting yang harus diperhatikan dengan serius dengan konsekuensi logis apapun. Adalah 5 langkah wajib untuk meledakkan penjualan.

JARING PEMBELI BARU
        Ini langkah pertama yang penting. Ketika anda sudah memiliki pelanggan tetap. Jangan pernah berhenti untuk menjaring, menjala, atau apapun istilahnya untuk mendapatkan pembeli baru.
          Dalam tahap ini, upaya wajibnya adalah mengundang pembeli baru untuk mengenal bisnis anda lalu datang, melihat dan bertransaksi.
Bagi perhatian anda kepada 3 segmen pasar, Pasar pertama yang sudah mengenal anda dan sudah menjadi pelanggan, pasar kedua yang sudah mengenal anda tetapi belum menjadi pelanggan dan pasar ketiga adalah mereka yang belum kenal dan belum menjadi pelanggan.
Dalam tahap meledakan penjualan ini, maka perhatian anda kepada pasar yang pertama harus setidaknya 45 % dari kekuatan anda. Lalu 30 % energy anda difokuskan kepada pasar yang kedua dan sisa energy anda sebesar 25% silahkan fokuskan kepada pasar anda yang ketiga.
            Energy anda yang besar itu dibagi dalam berbagai strategi apapun mulai dari promosi hingga upaya-upaya mendapatkan pembeli baru.

UBAH JADI PELANGGAN SETIA
          Sekali pembeli baru masuk kedalam zona kekuasaan anda, ke gerai anda, ke bisnis anda, haram hukumnya jika mereka kecewa dan berpaling kepada yang lain.
          Jangan serakah dengan pendekatan bisnis sekali tembak. Jangan berfikir bahwa kesempatan anda hanya ada pada hari ini saja. Masih ada hari esok. Berinvestasilah kepada pelanggan. Buat mereka nyaman, buat mereka senang dan yang penting yakin bahwa anda dan bisnis anda serius menjamin kenyamanannya.
 
BUAT MEREKA DATANG LEBIH SERING
                Perubahan pembeli menjadi pelanggan adalah unsur frekuensi transaksinya. Seseorang disebut pelanggan jika ia sudah berkali-kali datang dan bertransaksi. Jangan terganggu dengan pernyataan pembeli yang minta kemudahan-kemudahan pada transaksi pertama dengan mengaku akan menjadi pelanggan.
                Cari penyebab dan alasan bagaimana pembeli datang dan bertransaksi lebih sering. Buat strategi apapun yang bisa jadi alasan untuk mengundang dan mengingatkan mereka. Anda bisa membuat program reward atau semacam kupon diskon yang hanya bisa dipakai pada kunjungan berikutnya (jangan lupa batasi tanggal berlakunya).

BUAT TRANSAKSINYA LEBIH BANYAK
                Ketika pelanggan yang tepat (daya belinya) merasa nyaman dan anda menginspirasikan manfaat-manfaat produk anda, adalah sebuah keniscayaan jika mereka terus akan memperbanyak transkasinya.
                Anda bisa saja menawarkan produk rentetan dari barang/jasa yang dibelinya. Sebutlah seseorang membeli rokok, anda bisa menawarkan koreknya, permen dan mungkin produk pembungkus kemasan rokok.

JADIKAN CORONG PEMASARAN
               Pelanggan yang kecewa akan bicara kepada siapa saja tentang keluhannya dan itu berakibat buruk untuk bisnis anda. Pada sisi lain, pelanggan yang senang dan puas tidak akan menutup kemungkinan akan menjadi corong untuk mempromosikan kebaikan dan keunggualan bisnis anda.
                Kunci dari strategi ini adalah menjadikan pelanggan “merasa” istimewa. Ketika mereka merasa istimewa mereka akan dengan senang hati pamer kepada kawan dan kerabatnya. Dan semua aksi pamer biasanya ada unsur penambahan bumbu-bumbu penyedap yang diciptakan oleh si pelaku pamer.
                Kredibilitas anda akan lebih ‘nyaman’ terdengar kalau itu disampaikan orang lain, bukan sekadar pengakuan anda. Oleh karenanya, menggunakan mulut orang lain adalah langkah paling bijak untuk memamerkan kelebihan dan keunggulan anda dan bisnis anda.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 7 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
               

                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »