Omset, Profit, Cash atau Free Cash?

     BISNIS tidak lain kecuali mencari keuntungan”. Begitu secara teori atau sebagian banyak dari kita meyakininya. Pertanyaannya adalah, apakah keutungan bisnis otomatis sudah bisa kita nikmati? Belum tentu.
        Omset bisnis juga tidak serta merta menjadi acuan untuk melihat berapa keuntungan yang bisa didapat dari bisnis tersebut. Bahkan cash saja bukan berarti langsung bisa kita nikmati. Mari kita bahas satu persatu.

OMSET
         Dalam bahasa sederhana, menurut saya; Omzet adalah semua jumlah uang masuk yang yang kita hasilkan dari penjualan dalam jangka waktu tertentu. Semua tanpa terkecuali dan jumlah uang tersebut belum Anda kurangi dengan biaya-biaya-pengeluaran apapun.
    Catatan jumlah uang pemasukan tesebut mungkin bisa menggambarkan volume usaha anda, tetapi tidak bisa melihat berapa besar keuntungannya. artinya, kita harus punya alat lain untuk mengetahui keuntungan hingga cash yang bisa dinikmati kemudian.
        Sebutlah sebuah usaha penjualan pulsa; untuk pulsa dengan harga jual Rp.20.000,- si penjual mendapat keuntungan Rp.1.000,-, dalam hal ini omzet/uang masuk yang besar ketika terjual sebenarnya didominasi oleh modal/biaya yang sangat besar presentasenya.
 Jangan langsung takjub atau heran dengan volume usaha yang omzetnya tercatat besar.

PROFIT
          Omzet yang merupakan semua jumlah uang masuk selanjutnya harus dikurangi dengan HPP/Harga Pokok Penjualan dan Expense/biaya-biaya lain. Rumus sederhana untuk mengetahui profit/keuntungan adalah; Profit = Hasil Penjualan – (HPP + Expense).
         Harga pokok penjualan mungkin sering orang sebut dengan biaya modal. Biaya langsung apapun yang termasuk dalam produksi/proses penjualan. Sedang expense/biaya-biaya lain adalah yang tidak langsung dalam produksi tetapi tetap dikeluarkan sebagai pendukungnya, sebutlah gaji pegawai, tagihan listrik, biaya pasang iklan, beli perlengkapan kantor dan sebagainya.
         Dan profit ini kadang dihitung secara kotor sebelum pembayaran pajak dan secara bersih setelah pajak dan konsekuensi lainnya.
       Artinya, apakah keuntungan/prift sudah otomatis dapat kita nikmati? Jelas tidak. Karena profit ini masih dalam kertas, masih hanya dalam bentuk laporan keuangan saja.

CASH
          Semua laporan pendapatan dan biaya diatas belum menunjukkan posisi uang cash yang masuk ke rekening kita. karena bisa saja diantara laporan penjualan tersebut masih bersifat kredit, artinya uang kita masih di tangan orang lain. Atau bisa jadi laporan omzet juga mencantumkan pembayaran panjar kepada kita yang kita belum mengeluarkan biaya apapun.
        Cash yang ada di rekening kita juga bukan berarti bisa kita gunakan sesuka hati, karena dalam cash itu ada 2 bagian yang pertama; cash berstatus modal yang harus kita putar lagi dalam siklus bisnis. Dan yang kedua adalah FREE CASH yang saya sebut dengan cash halal. Cash yang bisa dinikmati dengan bebas tanpa mengganggu rotasi bisnis selanjutnya.

FREE CASH
        Free cash adalah keuntungan yang paling bersih yang bisa kita manfaatkan. Jadi, semestinya free cash adalah tujuan utama dari bisnis kita.
        Apalah artinya jika omset besar, cash banyak tetapi tidak ada free cash halal yang bisa kita nikmati untuk biaya hidup dan kesejahteraan kita.
        Pada tulisan berikutnya, akan kita bahas besaran free cash yang ideal dan cara mencapainya. Tetapi saat ini, cobalah perhatikan, apakah anda sudah berorientasi kepada free cash? Apakah anda pemilik bisnis yang menderita karena bisnis berjalan, pegawai bergaji tetapi anda lebih banyak berpuasa?
        Atau bahkan anda tidak pernah tahu, seberapa free cash anda?
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 14 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »