PENGUNGKIT BISNIS


            PAGI itu dalam sebuah kedai kopi terasa lengang. Saya duduk menunggu pemiliknya untuk sebuah konsultasi. Lima menit berikutnya datang satu orang mahasiswa yang berikutnya disusul satu persatu oleh kawan-kawannya. Mahasiswa yang datang pertama itu telihat menelpon beberapa orang dan dalam hitungan menit 6 orang mahasiswa kawannya datang bergabung bersamanya.
Sementara rombongan pertama terlihat serius tapi santai dalam berdiskusi, datanglah seorang mahasiswa yang lain dan dalam sekejab bergabunglah 4 orang lainnya. Dalam 1 jam itu saya melihat 4 orang yang seperti pemimpin organisasi mahasiwa yang membawa anggotanya berkumpul.
Peran ke 4 orang itu begitu besar, sehingga tanpa mereka sadari, kedai kopi itu terlihat penuh dengan banyaknya mahasiswa yang berdatangan. Pelayan terlihat sibuk melayani satu persatu pesanan tamu-tamu rombongan itu ditambah beberapa tamu yang terlihat bukan merupakan bagian dari rombongan.

PENGUNGKIT
 Ketika akhirnya saya bertemu dengan pemilik kedai kopi ini – yang ternyata juga mahasiswa--, saya bertanya, siapa ke 4 orang yang saya sebut diatas. Ke empat orang mahasiswa tersebut ternyata adalah ketua-ketua pada organisasi kemahasiswaan.
Yang menarik adalah bahwa ternyata ke 4 ketua tersebut adalah kawan-kawan dari si pemilik bisnis ini. Mereka secara terpisah sudah dihubungi si pemilik kedai dan diberikan fasilitas minum kopi gratis selama 40 hari penuh. Kapanpun mau datang, kopi diberikan gratis untuk mereka.
Para ketua itu hanya tahu bahwa fasilitas itu adalah sebagai bentuk penghormatan dan perkenalan dari si pemilik kedai. Tetapi bagi si pemilik kedai, ke 4 ketua tersebut adalah sebuah alat pengungkit agar bisnisnya segera terkenal dan banyak pengunjungnya.
Para ketua itu selalu diikuti pengikut-pengikutnya. Artinya, ketika sang ketua minum kopi di kedai itu, tidak lama berikutnya akan disusul oleh pengikutnya. Pada poin itulah si pemilik kedai menembakkan sasaran.
Pada tahap ini saya yakin anda mulai memahami bahwa pengungkit menjadi penting untuk meningkatkan omzet. Pengungkit bisnis yang tepat akan meningkatkan volume bisnis dalam lompatan volume yang tinggi.

            Pengungkit bisnis bisa berupa orang seperti membuat acara untuk anak-anak taman kanak-kanak untuk menyasar orang tuanya. Atau tokoh publik seperti pejabat, artis dan tokoh agama yang bisa membawa pesan yang kita kirimkan.
            Point penting pada pemilihan tokoh pengungkit adalah kecocokan peran dan sikap tokoh terhadap produk kita. Amatilah, mengapa produk-produk untuk menjangkau pasar menengah kebawah lebih banyak menggunakan artis pelawak daripada tokoh yang serius dan kharismatik.
Pengungkit bisnis yang lain bisa juga berupa media promosi. Media promosi adalah sarana untuk meningkatkan pemahaman pasar terhadap bisnis kita dan pada ujungnya meningkatkan omzet.
            Dalam kontek promosi, media sangat penting. Tanpa media promosi, bisnis anda mungkin saja akan dikenal oleh masyarakat luas, tetapi mungkin setelah berjalan 5 tahun. Pertanyaannya adalah, apakah anda punya cukup waktu untuk menunggu hingga 5 tahun? Apakah anda punya cukup energi untuk menunggu selama itu?
            Media promosi yang tepat adalah salah satu pengungkit untuk percepatan. Ada banyak media untuk promosi, dari billboard, poster, iklan radio, iklan tv hingga Koran.
            Benar, bahwa berpromosi memakan biaya. Tetapi biaya promosi itu laksana umpan untuk memancing ikan yang lebih besar. Seperti umpan kopi gratis untuk para ketua organisasi kemahasiswaan diatas. Hasilnya sepadan dengan energi dan biaya  yang dikeluarkan.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 5 Desember 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.


                                                    Coaching  &  Pelatihan Binsis; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »