PENYELESAI MASALAH

            MASIH saja saya menemukan pertanyaan yang sangat mendasar dari para calon pebisnis. “Bisnis apakah yang paling baik?”. Sebuah pertanyaan yang selama ini sering saya jawab dengan kalimat sederhana, “Semua bisnis baik-baik saja. Yang tidak baik itu jika tidak segera dilaksanakan”.
            Hingga saya dipaksa oleh beberapa junior untuk memperjelas jawaban diatas. Saya akan coba tuliskan jawaban saya dengan mengesampingkan faktor penting berupa bisnis sejatinya adalah karakter kepribadian yang bisa dibangun dan ditumbuhkan. Apapun jawaban saya, tetap saja tidak akan bernilai apapun jika tidak segera dieksekusi.

KEBUTUHAN
            Asal-muasal bisnis adalah sebuah proses pemenuhan kebutuhan manusia. Bagi mereka yang bisa memberikan solusi atau membantu memenuhi kebutuhan seseorang atau banyak orang, maka mereka akan mendapatkan imbal balik. Pada skala tertentu, imbal balik sebagai bayaran tersebut nilainya melebihi harga modal yang diperlukan, disanalah ada istilah untung.
            Kembali kepada topik pemenuhan kebutuhan. Semestinya semua bisnis adalah sebuah upaya membantu orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Artinya, kata ‘membantu’ menjadi penting.
            Ketika seorang pemilik usaha bakso mengatakan bahwa bisnisnya adalah jualan bakso, selayaknya perlu dikoreksi. Pemilik usaha itu sebenarnya berbisnis sebuah usaha membantu orang banyak dalam pemenuhan kebutuhan makanan dan minuman. Nah, kebetulan produk yang dipilihnya adalah bakso.
            Bakso diatas adalah salah satu produk dari bisnisnya. Lalu, dengan cara pandang yang demikian, si pemilik usaha akan memiliki rentang produk usaha yang sangat luas tidak terpaku pada satu produk berupa bakso saja.

SOLUSI
            Kaidah dasar bisnis adalah penyelesain masalah yang dihadapi konsumen. Kita sebagai pebisnis selayaknya menciptakan produk yang berorientasi kepada penyelesaian masalah yang dihadapi konsumen.
            Konsumen akan selalu menyambut positif produk dan bisnis kita, ketika kedatangannya memberikan solusi dan kemudahan-kemudahan.
            Artinya, ketika menciptakan produk, pastikan produk anda adalah penyelesai atas masalah konsumen anda. Bukan karena anda menyukai sesuatu atau ahli dalam hal tertentu lalu anda buat sebuah produk.
            Jika anda seorang ahli membuat rambut keriting, anda menyukainya dan seluruh teman anda mengakui kehebatan anda. Apakah anda akan sukses membuka salon keriting rambut, jika anda tinggal di Papua?

SOLUTIVE SELLING
            Sebagaimana filosofi dasar bisnis yang kita bahas diatas, bahwa bisnis adalah upaya kita membantu banyak orang untuk menyelesaikan masalahnya dalam hal tertentu, maka cara dan strategi menjualnya pun sangat mungkin dengan pendekatan yang sama. 
            Konsep cara jual ini adalah memberikan solusi kepada pembeli. Orientasi gaya menjualnya tidak pada sekadar menjelaskan keunggulan produk, harga yang bersaing dan berbagai bonusnya, tetapi terjadi dengan pendekatan seni bertanya.
            Bertanyalah, maka anda akan tahu apa kebutuhan si pembeli. Jangan sok jago dengan keyakinan buta bahwa dengan banyak bicara dan penjelasan yang detail, maka anda akan sanggup menjual produk anda.
            Saya pernah melihat seorang petugas promosi-penjualan dari salah satu produk rokok. Dengan gegap gempita dan semangat penuh mendekati meja disebelah saya. Kepada seorang pria yang duduk disitu, ia memperkenalkan produk rokok baru yang ia bawa. Dengan sangat semangat ia menjelaskan semua bentuk kelebihannya. Sangat bersemagat sampai tak mungkin ada kesempatan bagi si pria untuk menyela.
            Singkat cerita, setelah habis semua kamus si petugas dan dengan kelelahan ia meminta si pria membeli, si pria berkata, “Mba, saya tidak merokok dan saya punya sakit paru”.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 28 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
  

Coaching & Training; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »