YANG TERSELUBUNG DALAM TEAM WORK

            BAGI anda yang masih belum mendapatkan manfaat maksimal dari tim kerja yang anda miliki. Atau yang sering merasa gagal atas target-target kerja yang sudah disepakati bersama. Andaipun ada pencapaian prestasi, biasanya tidak bertahan lama. Atau kerjakeras bersama tidak juga menghasilkan keuntungan yang optimal. Atau seringnya muncul permasalahan-permasalahan yang tidak penting. Cobalah petimbangkan faktor yang tidak terlihat dalam kerjasama tim kerja.
Walaupun tim kerja terkumpul dalam satu organisasi, satu bangunan, satu kantor, bahkan kadang satu ruangan kerja, tetapi bisa saja semuanya terasa hambar, kering dan panas. Acapkali ada hal-hal terselubung yang tidak kasat mata yang berpotensi menjadi hambatan besar didalamnya.

PERANG IMPIAN
            Tim kerja yang beranggotakan banyak orang, masing-masing memiliki impian personal. Tetapi bukan berarti tidak ada kesepakatan menuju impian bersama. Impian bersama menjadi sangat penting, karena sangat mungkin impian-impian pribadi itu terjadi atau terwujud jika impian bersama bisa juga terwujud.
            Perang impian terjadi ketika masing-masing individu tidak memiliki impian bersama. Atau impian bersama tidak disadari dan diyakini oleh masing-masing individu.
            Perang impian terjadi ketika masing-masing individu –sesuai fitrahnya—menjadi egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Indikator dari menguatnya impian individu dan melupakan impian bersama adalah ketika banyak individu yang berhitungatas kontribusinya kepada terwujudnya impian bersama.  Mereka menghitung jam lembur dengan hitungan kerugian yang besar. Berusaha menghindar untuk bekerja lebih dan mereka hanya memilih bekerja untuk bagiannya saja dan jika mungkin agar orang lain saja yang bekerja untuk dirinya sendiri.
            Perang ini terjadi ketika individu bekerja seadanya saja, sekadar terlihat bekerja. Tentang kualitas dan hasil kerja, itu tidak menjadi penting. Perang ini semakin membesar ketika para individu saling curiga dan cemburu atas rezeki dan fasilitas yang didapat pihak lain tanpa berfikir kintribusi apa yang diberikannya.
            Perang impian semakin berbahaya ketika para individu hanya saling menilai pekerjaan orang lain tetapi tidak melihat pekerjaannya sendiri.
            Perang impian ini saling menyabot. Saling menjegal dan saling membunuh. Perang ini datang dari batin-batin yang miskin. Batin-batin yang kelaparan. Mereka adalah orang-orang yang sedang sakit. Mereka meminum racun tetapi berharap orang lain yang mati.

PERANG DOA
            Dalam tataran doa yang paling sederhana saja, para individu yang sedang berperang tadi, bahkan hanya berdoa untuk dirinya sendiri. mereka tidak pernah terfikir bahwa berdoa untuk kepentingan bersama juga penting. Bukankah saling mendoa-kan adalah perilaku mulia yang akan membawa kepada kedamaian dan kemajuan bersama.
Berdoa meminta dukungan dari Yang Maha Kuasa adalah refleksi batin dan pikiran manusia. Bahkan orang-orang bijak percaya, apapun kata-kata dalam batin dan yang tersuarakan dari mulut adalah doa.
            Perang doa terjadi ketika tidak ada kesepemahaman antar individu. Masing-masing hanya sibuk dengan permintaannya masing-masing. Perang doa lebih berbahaya, ketika ada rasa sakit hati dan berharap agar Yang Maha Kuasa membalaskan untuk dirinya.
            Mestinya, semua pihak dalam tim harus saling menguatkan dan bekerjasama dimulai dari tataran doa. Mestinya doa-doa yang terpanjatkan adalah doa-doa yang saling menguatkan.
            Doa-doa yang terpasangkan dan doa-doa yang saling menguatkan akan menghasilkan energy besar. Energy terselubung yang sangat penting untuk kemajuan, kedamaian, keselamatan dan tercapainya tujuan bersama. Silahkan buktikan.
Artikel ni sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 13 Februari 2017 dihalaman 7. Diperbolehkan megcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »