MELIHAT PELUANG

                KETIKA melihat saja tidak bisa, bagaimana mungkin seseorang akan mendapatkan hasil dan manfaat yang lebih besar? jika hanya melihat yang nampak, bagaimana mungkin seseorang bisa menciptakan hal baru dan menuai kebaikan yang jauh lebih besar dari yang tidak nampak itu?
               Dalam satu sesi mentoring yang saya lakukan akhir minggu lalu, saya meminta kepada mentee –yang saya beri mentoring-- saya untuk melihat melalui jendela kaca dan meminta melihat apa saja yang bisa dijadikan uang dari apa yang dia lihat.
                Mentee saya adalah seorang yang baru saja lulus dari perguruan tinggi. Setelah berfikir sejenak, ia menyebut bahwa yang ia lihat hanyalah pohon di pinggir jalan yang bisa dia tebang, lalu dijadikan arang dan dijual. Dari situlah ia mendapatkan uang. Itu saja.
                Saya bilang itu boleh, tapi menebang sembarangan pohon di pinggir jalan adalah tindakan melawan peraturan daerah dan berpotensi dihukum. Lama setelah ia diam, saya merubah pertanyaan kepadanya; sekarang apa saja yang kamu lihat. Ia menjawab “Cuma bunga dan pot saja… tidak ada yang istimewa”.
                Sesungguhnya saat itu, kami berada disebuah restoran disamping kolam renang sebuah hotel di kota Medan. Yang terlihat dari jendela restoran adalah sebentuk kolam renang, beberapa pot bunga yang sudah mulai usang, jajaran bunga yang tidak rata, pohon palem yang sudah malas tumbuh, meja-meja plastik tanpa hiasan, lalu pucuk pohon jalanan.
                Saya coba jelaskan bahwa, kolam renang ini memerlukan perawatan, artinya kita bisa membuat bisnis jasa perawatan kolam. Itu sumber uang yang pertama. Yang kedua; bunga-bunga yang kurang indah itu adalah pintu rejeki, kita bisa menjual bunga kepada pemilik hotel ini. yang ketiga; bisa menjual atau menyewakan pohon dan bunga untuk hiasan. Yang keempat bisa menjual atau menyewakan bunga dalam vas untuk hiasan meja. Yang kelima; kita bisa bekerjasama dengan pihak hotel untuk membuka kursus berenang. Yang ke-enam kita bisa menjadikan kolam renang ini untuk acara pesta ulang tahun atau hiburan lainnya yang juga mendatangkan uang. Yang ketujuh, kita bisa mengorganisir fotografer untuk menjadikan kolam renang ini sebagai tempat untuk foto pra-wedding dan seterusnya.
               Lihatlah, banyak sekali potensi yang bisa menghasilkan uang dari sekedar melihat dari balik jendela restoran itu. Lalu mengapa banyak orang yang tidak juga mampu melihat potensi terselubung itu?

WAWASAN
                Wawasan yang luas ditambah orientasi bisnis, akan menjadikan mata pebisnis setajam elang. Semua yang telihat selalu berpotensi menghasilkan uang. Semuanya bisa dijadikan uang. Suksesmu tergantung seberapa banyak orang yang kamu temui, seberapa banyak referensi yang kamu baca dan seberapa banyak tempat baru yang engkau kunjungi. Inilah pembuka wawasan. Inilah pintu untuk melihat yang tidak banyak orang lihat. Inilah gerbang mendapatkan peluang bisnis.
                Potensi-potensi itu tidak akan terbongkar jika kita tidak memiliki pengetahuan luas tentang apa yang kita lihat. Tapi jangan khawatir, ini bisa diselesaikan dengan banyak membaca, melihat dan mendengar.  Peluang bisnis semakin jelas, ketika kita memiliki jaringan perkawanan pendukung, mulai dari permodalan, tenaga ahli, sarana pendukung hingga  pemasarannya. Untuk mengembangkannya kita perlu referensi dengan studi banding - mengunjugi banyak tempat baru.
                Kemampuan cara melihat peluang inilah yang membedakan antara orang biasa dengan orang yang istimewa. Dan pebisnis bukanlah orang yang biasa.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 6 Maret 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan mmenyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


                                                                Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »