Bersaing Di Ranah Tanpa Persaingan (Strategi Lautan Biru)

        SAYA ingin menjawab pertanyaan tentang bagaimana memilih segmen pasar dan bagaimana cara memenangkan persaingan.
        Secara sederhana anda boleh memilih bermain di zona yang penuh dengan pesaing atau bermain di zona bebas yang tidak atau belum dikuasai oleh pesaing lainnya.
        Bermain di zona pasar yang ada bersama pesaing lainnya adalah permainan dengan strategi Laut Merah – bisa berdarah-darah--. Sebutlah anda membuka toko bunga disekitar toko bunga lainnya. Atau anda membuka bengkel di jalur jalan yang sudah penuh dengan bengkel. Benar bahwa dalam hal promosi akan lebih mudah, karena pasar akan mengunjungi zona bisnis anda dengan sedikit nyaman karena ada perasaan terjamin pasti menemukan bengkel yang cocok.
        Disamping kemudahan promosi itu, anda terpakasa harus menghadapi pesaing dengan secara langsung. Orang medan menyebutnya “laga kambing”, kepala beremu kepala. Dalam kondisi ini, anda terpaksa harus menjalankan strategi perang harga dan mencari perbedaan yang pasti sulit karena dari luar, anda dan pesaing terlihat seperti sama.
        Anda berebut pasar yang sudah ada. Anda bergantung kepada pasar yang mungkin kesasar atau kasihan kepada anda atau jika anda memiliki kelebihan yang sangat khas dan berbeda.
       
LAUTAN BIRU
        Ini alat manajemen bisnis yang ditemukan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne. Alat bantu manajemen ini menggambarkan bahwa ketika persaingan sudah sampai titik jenuh, sebelum saling membunuh dan saling kalah, ada baiknya pengusaha melirik pasar lain yang tidak atau belum ditangkap oleh pesaing lainnya.
        Blue Ocean Strategy Stretegi Lautan Biruadalah alternatif dengan membuka peluang pasar baru tanpa pesaing dan menjadikan persaingan tak relevan sebagai cara untuk mencapai pertumbuhan dan prospek laba yang superior. Kata kunci dari strategi ini adalah bahwa persaingan menjadi tidak relevan, tidak nyambung dan tidak berlaku, karena memang disana hampir tidak ada persaingan.
Strategi Lautan Biru menuntut kejelian untuk melihat peluang pada sesuatu atau situasi yang diabaikan oleh pesaing. Pada praktiknya, bisa saja berupa produk yang berbeda dan baru, fitur produk yang inovatif dan radikal, atau pengelolaan pasar yang tidak dijamah oleh pesaing.
Mungkin kita bisa menggunakan contoh perusahaan Go-Jek yang mendadak muncul membesar dan mengagetkan semua orang. Go-Jek hadir dizona yang diabaikan semua orang. Konsepnya baru, pasarnya baru, produknya baru dengan pendekatan baru, semuanya baru. Karena baru itulah maka pesaing kelabakan.
Belakangan para pesaing menjadi tersadar dan terbata-bata ketika bisnisnya terhimpit habis. Bahkan demonstrasi dengan kekuatan kekerasan pun tidak membuat pasar berpaling. Pasar menyukai dan tetap menggunakannya. Disini pasar yang memutuskan.

SASARAN & PENEMPATAN
Kunci lain dalam strategi Laut Biru ini adalah membidik pasar secara tepat –targeting--.  Tentukan segmen-segmen pasar yang potensial, tepat dan yang pasti adalah yang diabaikan oleh pesaing lainnya.
Selain targeting, juga perlu melakukan positioning/Penempatan, yang menurut Kotler; tindakan merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati posisi yang khas (dibandingkan dengan para kompetitor) di dalam benak pasar.
Tujuan penempatan ini adalah mengendalikan pikiran konsumen. Sebut saja, ketika anda haus dan ingin minum air putih, anda ingin beli apa? Brand yang ada dipikiran anda adalah indicator keberhasilan positioning merek tersebut.
Positioning brand yang benar, akan mengklarifikasi esensi merek, tujuan dan menuntun perilaku pasar atas merek yang diperkenalkan.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 8 mei 2017, diperbolehkan mengcopy dan menyebarkannya dengan selalu menyebutkan sumbernya.


                 Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »