TIDAK BERUBAH = MELAWAN HUKUM TUHAN


                ZONA nyaman adalah suatu keadaan dimana seseorang menikmati kenyamanan dan ‘merasa’ pada posisi yang paling ideal. Tidak ada ancaman bahaya. diluar zona itu dianggap berbahaya dan tidak nyaman. Alhasil, seseorang akan cenderung memilih untuk tetap pada zona itu dan tidak ingin keluar darinya.
                Jebakan zona nyaman yang pertama adalah mengenai ‘perasaan’, kenyamanan itu relatif hanya sebuah perasaan, bukan fakta yang sebenarnya. Menilai zona tidak nyaman juga relatif berdasar perasaan juga.
                Kedua, zona nyaman yang menjebak itu, bisa jadi hanya sebuah cara proteksi diri atas kekhawatiran yang berlebihan, sehingga jiwa dan pikiran seseorang me-nyaman-nyaman-kan diri atas semua ketidaknyamanan yang dialaminya. Pikiran yang Timbul adalah bahwa benar dizona sekarang ada tidak nyamannya, tetapi bisa jadi diluar sana akan jauh lebih banyak lagi ketidaknyamannyan.
                Siapapun Anda. Mau anda pengusaha atau pekerja, bawahan maupun atasan; Terlalu lama dan terjebak dalam zona nyaman akan mengakibatkan ketidaknyamanan serius. Sangat berbahaya. Jika terus anda lanjutkan dalam zona tersebut, maka anda akan menjadi mayat hidup. Tiada berarti.  

INDIKATOR
                Secara sederana, inilah Indikator bahwa Anda sudah tekena penyakit di zona nyaman yang mulai memasuki tahap bahaya;
Pertama; Anda tak bahagia tapi tak tahu sebabnya. Mungkin segala kebutuhan anda sudah terpenuhi, tapi anda tetap saja tak merasa bahagia. Lalu anda menyadari bahwa Anda tidak lagi menemukan alasan mengapa anda bisa tak bahagia.
Kedua; Kehilangan Kreatifitas. Otak Anda merasa tumpul, tidak lagi bisa menciptakan ide-ide baru, sementara kompetisi hidup memerlukan strategi yang kreatif. Bahkan anda lupa kapan terakhir kali anda melakukan hal-hal baru.
Ketiga; Anda mulai ragu-ragu, diposisi mana anda saat ini. seberapa baik atau seberapa mampu?. Keraguan itu membawa anda menjadi sering berfikir negative.
Keempat; Anda merasa berada di suatu kondisi yang beku dan stagnan. Anda merasa tidak bisa belajar dan bertumbuh dengan baik.  
Kelima; penambahan jumlah teman anda semakin hari semakin melambat. Jumlah kontak di HP anda tidak juga bertambah pesat. Anda tidak menemukan saluran ekspresi diri.
                Keenam; anda menolak melakukan perubahan atau hal baru yang tidak nyaman. Semua hal baru terlihat beresiko dan terlihat negatif. Anda lebih suka mendelegasikan pekerjaan atau hal beresiko itu kepada orang lain. Atau anda lebih sering merespon segala sesuatu dengan kata “sepertinya sulit”, “Tidak bisa” atau “tidak mungkin”
                Ketujuh; Anda suka menunda. Baik karena malas atau anda merasa harus menunggu segala sesuatunya sempurna.

TIDAK BERIMAN
                Menjebakkan diri dalam zona nyaman berpotensi menciptakan diri tidak beriman. Karena tidak ada yang tidak berubah di dunia ini. semua lahir, besar, lalu kemudian sakit /rusah dan mati. Jika anda tidak mau berubah, anda melawan aturan Tuhan.
                Penting keluar dari zona nyaman karena tidak ada hasil yang berbeda untuk cara yang sama. cara masa lalu tidak bisa digunakan untuk menangani masa depan.
                Tantangan keluar dari zona nyaman hanyalah perjuangan melawan diri atas perasaan khawatir dan kecemasan. Ketika anda melakukan hal atau pola pikir yang baru, otak anda akan membentuk sambungan antar sel yang baru. Jika dilanjutkan, maka sambungan itu semakin komplek dan kuat. Dari situ anda memiliki kebiasaan baru.    
                Anda tidak harus menyukai perubahan, anda hanya harus melakukannya.
Artikel ini sudah diterbitkan diharian Medan Bisnis pada tanggal 15 Mei 2017 dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.



Coaching & Training; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »