PROMOSI VS WAKTU

                SATU bulan menjelang ramadhan, Coachee saya pada akhirnya meyakini bahwa bulan Ramadhan ini adalah bulan penuh prospek dan waktu yang tepat untuk mendongkrak penjualannya. Yang diperlukan hanyalah satu aksi promosi yang menantang.
Ia mengaku hanya perlu membuat paket penjualan yang menarik. Kemudian, paket itu di tulis dalam sebuah brosur.  Dan dia akan menikmati penjualan yang meningkat.
                Seminggu berikutnya saya bertemu beliau masih tetap saja optimis. Tapi belum selesai juga paket promosi penjualannya. Ia masih sibuk dengan urusan rutin.
                2 minggu berikutnya, ketika kami bertemu, ia terpaksa segera menyelesaikan draft paket promosinya, mungkin karena segan kepada saya, padahal saya hanya bertanya tanpa memberikan paksaan apapun.
                Minggu ketiga, design brosur belum selesai. Produk yang akan dijual belum dipersiapkan. Perlengkapan kebutuhan penjualan  belum juga siap.
2 hari menjelang ramadhan, baru tahap persetujuan design brosur. Akhirnya tercetak di 1 hari menjelang hari H. diterima dari percetakan jam 21.00 WIB yang artinya dianggap selesai pada hari H.
Satu hari menjelang ramadhan, atas nama adat kebiasaan, pegawai yang muslim memilih pulang lebih awal, koordinasi terganggu. Pada hari H, pegawai yang muslim dengan alasan berpuasa, datang lebih lambat dan koordinasi belum juga dilakukan. Coachee saya sudah kehilangan kesempatan 1 hari.
Merasa masih ada 29 hari lainnya, ia membiarkan siatuasi itu, menunggu besoknya untuk koordinasi. Dan kemudian ia membutuhkan waktu 4 hari untuk melakukan persiapan-persiapan sebelum benar promosi berjalan.
Hari ke 5, mulailah selebaran di edarkan ke rumah-rumah dalam komplek yang ia target, niatnya, satu hari terkirim 50 lembar dan dijadwalkan penyebaran brosur akan selesai dalam 10 hari.
Secara singkat, saya katankan bahwa Coachee saya tersebut pada akhirnya tidak senang dengan hasil promosiya. Ia merasa tidak sukses.

Durasi Promosi
                Target mendapat respon postif pada bulan ramadhan, mestinya di promosikan pada waktu sebelum bulan ramadhan. Dalam kasus diatas, hampir setengah bulan sendiri untuk tahapan pertama promosi. Tahap memberitahukan kepada target yang dikehendaki diatas semestinya sudah selesai sebelum waktu yang ditetapkan.
                Jika pun masih ada kabar diberikan kepada target pada bulan berjalan yang dimaksud dalam hal ini ramadhan, kabar itu bukan lagi bersifat memberitahukan pada tingkat awal, tetapi lebih bersifat mengingatkan kembali. Bukan pemberitahuan tetapi pengingat.
                Atas nama apapun ketika pemberitahuan dan pengingat tidak dilakukan pada waktu yang tepat, yang terjadi lebih banyak berupa kesia-siaan. Orang tidak tahu atau terlambat tahu.

Target Pencapaian
                Target aksi promosi penjualan, dapat diukur dari impak promosi terhadap penjualan yang terjadi.  Sayangnya, banyak orang mencoba menenangkan perasaan dengan mengatakan rugi juga gak apa, namanya juga promosi.
                Promosi yang tidak bisa diukur, pasti lebih cenderung membuang-buang energi dan biaya. Promosi harus jelas targetnya, jelas prosesnya, jelas caranya, jelas biayanya dan jelas hasilnya.
                Ketika target tidak jelas, upaya yang dilakukan juga tidak maksimal, batin pun tidak hadir.
                Lihatlah, sering kali dalam mengeksekusi rencana promosi tidak dilakukan dengan serius. Seolah-olah promosi itu bisa disisihkan untuk yang berikutnya. Sementara semua pihak setuju, tanpa promosi bagaimana bisa meningkatkan penjualan.
                Pengabaian tenggat waktu untuk mengeksekusi promosi sering sekali saya dapati di perusahaan-perusahaan yang saya ikuti prosesnya. Apapun alasan yang dibuat, tetap saja mereka sebenarnya sudah kalah. Kalah melawan diri sendiri.
Artikel ini sudahditerbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 5 Juni 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                                   
                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »