SERTIFIKAT

                ADA semacam candaan oleh segelintir kecil umat muslim. Dalam candaan itu tersebut bahwa banyak kaum muslim yang tidak takut kepada Tuhan setakut mereka kepada Babi. Separah-parahnya moralitas seseorang bahkan sekelas penjahat, maling atau penjudi, mereka tidak akan mau makan babi. Bahkan konon dalam candaan itu, pemabuk pun jadi mendadak sadar ketika sedang mabuk dan disajikan daging babi didepannya.
Bagi umat muslim, membeli makanan di gerai yang halal merupakan pilihan utama. Dalam beberapa situasi sering kali tanda Halal itu hanya berupa pengakuan dari penjualnya saja. Si penjual menuliskan kata-kata dalam bahasa arab, ada yang bermakna Allah, Atau Kata-kata Bismillah. Atau Menggantungkan gambar Ka’bah atau foto-foto pemiliknya yang menggunakan atribut agama islam. Yang luar biasa adalah bahwa hanya atribut begitu sajapun sudah merubah perilaku konsumen. Tingkat kepercayaan meningkat tinggi.
Coba bayangkan, jika ada semacam sertifikat halal yang dikeluarkan oleh lembaga yang dipercaya dan legal yang kemmudian di tempel di lokasi usaha makanan itu, Pasti tingkat kepercayaan konsumen akan meningkat jauh lebih banyak lagi.
Dalam sebuah obrolan dengan Pak Bisma --salah seorang praktisi Sertifikasi Halal—terbongkarlah banyak hal baik jika standar halal di aplikasinyaa. Kebaikan itu bermula dari asal bahan makanan yang kita pakai, proses cara memasak dan proses cara menyajikannya dan banyak lagi atuan-aturanlainnya.
Tidak heran, jika melihat label halal yang formal, serta-merta kepercayaan kita meningkat tajam. Ada semacam jaminan bahwa pemilik label halal itu sudah diuji seluruh matarantai sumber bahan baku hingga proses pembuatannya.

SERTIFIKAT
SERTIFIKAT/ser·ti·fi·kat/ /sértifikat/ n tanda atau surat keterangan (pernyataan) tertulis atau tercetak dari orang yang berwenang yang dapat digunakan sebagai bukti pemilikan atau suatu kejadian. Begitu disebut di Kamus Besar Bahasa Indonesia.
                Ketika anda memiliki sertifikat kelulusan sekolah menengah atas, maka anda secara resmi diakui oleh pihak lain --yang bahkan mungkin tidak mengenal anda—bahwa anda adalah lulusan SMA. Ketika anda memiliki SIM, anda diakui bisa dan diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor.
                Dengan sertifikat, konsumen anda tidak harus hadir memeriksa anda. Dengan sertifikat konsumen anda otomatis akan percaya tanpa harus membuktikan. Karena sertifikat mestinya dikeluarkan oleh pihak ke-3 yang sangat berkompeten dan diakui yang sudah melakukan semua audit yang diperlukan untuk menyatakan seseorang atau sesuatu sudah mencapai standar tertentu yang ditetapkan.
                Untuk sukses menyampaikan standar kualitas kita kepada konsumen, banyak sertifikat yang bisa anda pilih. Sertifikat itu bisa bernilai kelas nasional maupun internasional. Sertifikat itu bisa merupakan standar produk, standard proses produksi, standard kapasitas pegawai, atau standard kapasitas manajerial  dll.
               
SERTIFIKASI
                Gambaran tingkat kepercayaan konsumen yang begitu tinggi kepada produk dengan label halal yang dikeluarkan oleh lembaga yang kredibel dan resmi, bisa menjadi contoh bahwa konsumen memerlukan semacam jamiman sejak awal.
                Produk anda akan lebih dipercaya ketika anda bisa memamerkan Sertifikat Kompetensi Pekerja anda. Sertifikat itu menjadi semacam jamiman bahwa pekerja anda benar-benar professional dibidangnya.
                Ada banyak sertifikat, seperti ISO, SNI, dll. Apapun itu, kini para produsen dan pebinis harus bersungguh untuk mendapatkan Sertifikat ini.  Proses mendapatkan sertifikat ini / Sertifikasi menjadi keharusan saat ini. Pebisnis sekarang dihadapkan oleh dua desakan. Pertama oleh konsumen yang menginginkan jamiman dan kedua oleh undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 19 Juni 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
               

                                                                           Coaching & Pelatihan ; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »