Ketika Manager Tidak Tahu Mau Kerja Apa

         SUNGGUH aneh ketika seorang manager masuk kantor dan dia tidak tahu apa yang akan dia kerjakan hari itu. Sepertinya tidak mungkin, tetapi sesungguhnya ini banyak terjadi. Banyak sekali pimpinan atau manager yang memulai hari dengan bengong dan tidak tahu mau mengerjakan apa.
        Sialnya, ketika seorang manajer tidak memiliki daftar kerja, mereka akan mencari-cari pekerjaan dengan cara-cara yang tidak positif. Salah satunya, mereka lebih memilih untuk mencari-cari kesalahan bawahan sebagai bentuk upaya menunjukkan bahwa mereka bekerja.
Saya tidak berkomentar tentang kompetensi mereka untuk menjadi seorang manager, tetapi saya yakin mereka sudah mencapai level rutinitas yang memperbodoh diri mereka sendiri. Mereka terjebak dalam kebiasaan yang merugikan.

JEBAKAN KONTROL
          Kontrol dan pengawasan adalah hal wajib yang harus selalu ada. Tetapi kontrol yang salah akan menjadi bumerang yang berpotensi memperlambat proses bisnis dan akhirnya melembatkan perkembangan bisnis itu sendiri, bahkan bisa membuat bisnis sama sekali tidak berkembang.
         Saya meyakini bahwa Ketika fungsi kontrol dipegang langsung dan tunggal oleh atasan, maka bawahan akan serta merta menyerahkan semua tanggungjawabnya kepada atasan tersebut.
         Atasan memonopoli fungsi kontrol sering terjadi karena si atasan tersebut tidak tahu mau kerja apa. Sehingga satu-satunya pekerjaan yang bisa dia lakukan adalah dengan mengontrol dan mencari-cari kesalahan bawahannya.
        Saya meyakini, dalam sebuah proses bisnis yang benar, mestinya fungsi kontrol harusnya dilakukan oleh masing-masing pihak di masing-masing tahapan proses. Pekerja harus memiliki standard, baik dan buruknya pekerjaan yang dikerjakannya, sehingga setiap pekerja tidak menyerahkan atau menstranfer hasil kerja yang cacat kepada pihak lain.
           Nah, ketika fungsi kontrol hanya dilakukan oleh pemimpin, lama-lama bawahan akan malas dan bekerja tanpa mempertimbangkan kualitas, efiensi dan efektifitasnya, karena mereka meyakini bahwa nanti pasti akan ada teguran dan kontrol dari atasannya.
        Dalam situasi ini, si atasan merasa senang karena selalu merasa hebat dengan ketrampilannya melihat cacat dan kesalahan pekerjaan bawahannya. Sayangnya kedua belah pihak sama-sama tidak menyadari bahwa mereka sedang bersepakat memperbodoh diri sendiri.
      Dalam situasi ini, terjadilah kisah seorang manajer yang membayar bawahan agar si bawahan menyuruh-nyuruh si manajer untuk mengontrol dan mengoreksi pekerjaan bawahannya setiap hari. Padahal, semestinya si manajer membayar bawahan untuk memudahkan pekerjaan si manajer.

DAFTAR PEKERJAAN 
        Jika situasi diatas tidak ingin terus terjadi, bagi manajer, segeralah memperbaiki diri dengan membuat daftar pekerjaannya. Berlatihlah membuat rencana kerjaan mingguan sebanyak 40 pekerjaan. Sehinga bila dibagi 6 hari kerja, maka setiap hari setidaknya akan ada 7 buah pekerjaan yang harus diselesaikan.
        Jika sudah bisa, tandai daftar pekerjaan itu, mana saja yang bisa didelegasikan. Intinya adalah bahwa, semua pekerjaan rutin pasti bisa didelegasikan. Kemudian, buatlah skala prioritas. Mana yang harus didahulukan. Gantilah daftar pekerjaan yang bisa didelegasikan dengan daftar yang baru.
           Pada tahap itu, manajer akan terpaksa melatih membuat rencana. Lalu si manajer akan belajar delegasi dan kemudian ia akan belajar dan terpaksa untuk mengerjakan hal-hal baru sebagai bentuk terobosan-terobosan bisnis untuk kemajuan bisnisnya.
       Bersamaan dengan itu, pastikan bawahan mengerjakan yang didelegasikan dengan panduan dan standard. Pastikan mereka sendiri tahu standard yang benar dan yang salah. Pastikan mereka patuh terhadap standard yang ditetapkan. Sehingga tak harus si manajer terlibat jauh mencampuri pekerjaan bawahan.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 20 November 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

       

                        Business Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »