OTOMATISASI, MENGAPA TIDAK?

           KAMI membuat kompetisi antar beberapa captain/head waiter rumah makan minang. Bentuk kompetisinya adalah menghitung dan membuat tagihan dengan cepat serta tepat.
   Banyak yang sanggup mencatat dan menghitung dalam waktu kurang dari 4 menit. Tetapi hanya 3 persen yang menghitung dengan tepat. Kemudian, kami bekali mereka dengan kalkulator. Yang terjadi lebih menyenangkan, hampir seluruhnya bisa menghitung dalam waktu kurang dari 2 menit dan tepat.
           Pada kesempatan terpisah, kami bertamu di restoran yang pelayannya menggunakan teknologi tanpa kabel, dimana pesanan-pesanan kami langsung dimasukkan dalam mesin di tangannya yang hanya sebesar telepon pintar. Ketika kami minta dibuatkan tahigan, kami mencatat rata-rata mereka menyelesaikan penghitungan dan pencatatan lengkap dalam waktu kurang dari 1 menit.
           Memang, jika sekilas dilihat, untuk satu transaksi jikapun lebih dari 3 menit, pelanggan masih maklum. Tetapi jika sudah banyak transaksi, tidak jarang untuk membayar saja, pelanggan memerlukan waktu yang panjang dan membuat mereka mengeluh.
        Pada kasus rumah makan minang, keluhan jarang terjadi karena memang harga-harga tidak tercantum dalam buku menu yang terlihat langsung oleh pelanggan, sehingga potensi salah hitung oleh petugas tetap tidak direspon dengan keluhan pelanggan.
          Tetapi kesalahan hitung itu pasti merugikan semua pihak. Jika kurang dari harga, rumah makan akan rugi, jika kelebihan hitung, pelanggan rugi.

OTOMATISASI
        Kalkulator diatas membuktikan ketepatan dan kecepatan pekerjaan. Alat bantu kerja yang otomatis pasti akan meringankan pekerjaan dan pasti akan meningkatkan produktifitas. Alasan lain mengapa otomatisasi dalam operasional perusahaan menjadi penting adalah;
        Akibat efisiensi prosedur kerja, maka besaran output per jam kerja meningkat. Pada skala tertentu, perusahaan tidak terpaksa harus mempekerjakan banyak orang karena tingginya biaya tenaga kerja. Pada sisi lain, ketika produktifitas tinggi, biaya produksi bisa ditekan dan harga jual akan lebih bersaing.
Kini tenaga kerja dengan kemampuan tertentu semakin sulit didapat dan harganya mahal. pekerja kini lebih senang berada di industri pelayanan, sehingga semakin sulit mendapatkan tenaga kerja dengan skill tertentu.
Karena otomatisasi menggunakan alat, maka proses kerja akan lebih aman dan sehat. Unsure kelalaian kerja bisa ditekan. Artinya kecelakaan kerja bisa lebih ditekan.
Otomatisasi menghasilan out put yang tepat dan ajeg. Artinya, sekali standard baku mutu di tetapkan, maka begitu terjadi seterusnya. Pada ujungnya kualitas produk tetap terjaga yang dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih besar. konsekuensi logisnya adalah waktu jeda dalam proses produksi bisa lebih diperpendek bahkan bisa dihilangkan.

TAK CUMA KALKULATOR
                Mengakhiri tulisan ini, saya ingat operasi binis sahabat saya yang harus melakukan proses angkat barang dari lantai 1 hingga lantai 3 tiap hari dengan hitungan hingga 45 kali, dan itu dilakukan dengan manual, digotong. Dan itu berjalan bertahun. Anda bisa bayangkan pekerja seperti apa yang harus dia sediakan. Berapa waktu yang terbuang, biaya yang bisa di hemat dan waktu proses kerja yang sia-sia.
                Ada juga bisnis sahabat lain yang memproduksi batu bata. Bertahun ia menggunakan 4 pasang kaki pegawainya untuk menginjak dan mengolah tanah liat sebelum dicetak. Proses berjam-jam dan berbiaya tinggi. Padahal ada mesin olah tanah yang sederhana dengan kemampuan produksi sama dengan 30 pasang kaki pegawai dengan waktu yang lebih singkat.
                Alat bantu kerja sangat banyak, cobalah.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 13 November 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


Business Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Previous
Next Post »