Karakter Pesaing


 
                Setelah membedakan 5 kategori  pesaing (Pesaing Yang Terdekat, Yang Terlama, Yang Terbesar, Yang Terunik dan Yang Terbaru), mari kita lihat karakter mereka. Memahami karakter pesaing akan memudahkan kita mengantisipasi bentuk persaingan yang akan terjadi.
                Karakter pesaing ini lebih cenderung diwarnai oleh pemilik dan pengelolanya. Maka, mengenal siapa pengelola atau pemilik bisnis yang menjadi pesaing kita akan lebih mudah memahami pola persaingan yang akan diperankannya.
                Saya mencatat ada 3 tipe karakter pesaing. Mari kita bahas satu per satu.

JAGO MENGEKOR
                Pesaing ini seperti bayang-bayang tubuh kita yang selalu menempel kemanapun kita pergi. Mereka selalu saja menjiplak strategi kita dan apapun yang kita lakukan. Sialnya adalah karena mereka cukup waktu dan energy, mereka tidak saja hanya menjiplak tetapi sekaligus membuatnya sedikit lebih baik.
                Kelemahan mereka hanya karena mereka bukan sebagai pencipta ide, jadi mereka relatif hanya rugi waktu. Kita pasti lebih bisa hadir duluan. Jika mereka tidak punya mata yang di tanam di perusahaan kita, maka strategy yang mungkin dilakukan adalah permaianan gunung es. Bahwa yang terlihat dipermukaan sebenarnya bukan yang seluruhnya, ada lebih banyak bagian lain yang tersimpan dibalik permukaan.
                Tekniknya adalah dengan membuat produk-produk yang penyusunan komposisinya sulit ditaksir ditambah dengan strategi penyampaian kepada pasar yang tidak bisa serta-merta dicontek oleh pesaing ini.

MEMATIKAN
                Ada yang memiliki keyakinan bahwa lebih baik tanpa pesaing. Artinya mereka akan berusaha agar tidak ada pesaing dan menjadi monopoli. Mereka akan melakukan semua cara agar pesaing-pesaingnya mati dan sirnah.
                Mereka akan berusaha menguasai pasokan, menguasai teknologi untuk menang secara produksi dan mereka akan melakukan semua maneuver termasuk maneuver politik agar segala ketentuan perundangan berpihak kepada mereka dan menjegal pesaing-pesaingnya.
                Permainan kotor mereka dipoles dengan legalitas. Biasanya mereka mencari celah dalam perundang-undangan yang berlaku atau bahkan mereka mendesign perundangan baru yang pro dengan mereka.
                Mereka yang mematikan ini biasanya memiliki sumberdaya yang sangat kuat dan memiliki sumberdaya manusia yang cerdik. Tapi ingat, mereka tidak akan jatuh terpeleset oleh batu sebesar gunung, tetapi mereka akan terpeleset oleh batu sebesar kerikil.
                Teknik berkompetisi dengan tipe ini mungkin bisa mencontoh metode perang gerilya. Pertempuran tidak secara langsung, terbuka dan dalam waktu yang lama. Atau kita harus mendesign situasi bahwa kita bukanlah pesaing yang berarti untuk mereka.
                 
KOOPERTIF
                Saya tidak membahas pesaing yang tidak melakukan apapun, atau pesaing yang tidak cukup memiliki kekuatan untuk mematikan anda.
                Yang terakhir adalah pesaing yang mau bekerjasama. Karakter pesaing ini relatif bijaksana dan menyadari bahwa rejeki tidak tertukar. Setidaknya pesaing ini tidak menghendaki kematian anda.
                Mereka sadar bahwa tanpa pesaing justru akan merepotkan dirinya sendiri. Saat ini konon salah satu Koran ternama di Indonesia sedang mengalami kesulitan menangani pasar karena selama ini mereka berusaha mematikan pesaing, sehingga dalan krisis media cetak saat ini, tidak banyak yang terlibat dalam mengedukasi pasar. Ketika Nokia tumbang, perusahaan pembuat HP dari Korea yang selama ini menjadi pesaingnya medadak kewalahan mengelola pasar. Tidak lagi mereka bisa mengeluarkan berseri-seri produknya dengan segera, karena tiadanya persaingan di pasar.
Coba kombinasikan pemetaan anda terhadap pesaing dari 5 kategori dan 3 karakternya. Kini anda bisa melihatnya sedikit lebih jelas siapa sebenarnya pesaing anda.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 15 Januari 2018, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Previous
Next Post »