KENALI PESAINGMU


                PERSAINGAN adalah hal yang wajar dalam bisnis bahkan dalam kehidupan itu sendiri. Pesaing sejatinya hadir untuk memacu kita lebih baik dan lebih cepat berkembang.
                Benar bahwa kunci utama dalam menangani persaingan adalah keyakinan bahwa rejeki tidak tertukar serta semua orang punya ukuran masing-masing. Dengan berfikir positif, perlu kita pahami pesaing dan bentuk persaingannya, sehingga setidaknya rejeki kita tidak begitu saja pindah kepada pesaing..
                Mari kita kelompokkan mereka kepada 7 tipe pesaing yang nantinya akan memudahkan kita mengambil langkah yang perlu untuk menghadapi persaingan itu sendiri.

Pesaing Terdekat
                Ada sisi baik berkumpul usaha sejenis pada satu lokasi. Pasar akan mudah mencari tahu dan menuju lokasi tersebut, selanjutnya tinggal bagaimana caranya agar pasar menghampiri anda dan memilih anda.
                Tantangannya adalah, persaingan menjadi terbuka dan relatif keras. Pada posisi produk dan pasar yang sama akan mengakibatkan potensi perang harga dan adu pelayanan.            Kenalilah mereka. pelajari kelebihan dan kekurangannya. Jika perlu ajak berkawan dan beraliansi.

Pesaing Terlama
                Cari tahu siapa pesaing anda yang terlama. Kenali dan cari tahu, bagaimana mereka bisa bertahan sekian lama. Pelajaran paling berharga dari mereka adalah bagaimana mereka melalui tahapan-tahapan penting dalam pertubuhan bisnisnya. Bagaimana mereka menghadapi krisis. Bagaimana mereka melayani pasar dengan perubahan-perubahan waktu serta tuntutan pasar yang semakin komplek.
                Bagaimana mereka menjaga pasarnya. Jangan lupa kenali karakter orang-orang yang mengendalikan bisnis lama tersebut. Jika usianya sudah puluhan atau ratusan tahun, coba pahami bagaimana mereka menjaga proses pergantian generasi pengelolanya.

Pesaing Terbesar
                Tidak ada sesuatu yang lahir langsung besar. Termasuk pesaing anda yang paling besar. Pasti mereka pernah kecil, lalu bertumbuh, berkembang dan membesar. Pada poin inilah kita harus berkonsentrasi.
                Sebelum tahu rahasianya. Setidaknya anda tahu ukuran besarnya. Mungkin jumlah produksi, luas areal pasarnya, dan besarnya organisasi pelaksananya. Kenali dengan lebih spesifik. Misalnya jumlah armada distribusi, jaringan distribusi, jumlah kantor atau outlet cabang.
                Selanjutnya pelajari pengaruhnya terhadap pelanggan atau pendukungnya seperti supplier, otoritas dan lembaga keuangan pendukungnya. Bagaimana mereka mengendalikan semua itu. Yang jangan lupa bagaimana cara mereka mengendalikan biaya, waktu dan pengelolaan sumberdaya termasuk tenaga kerja yang semakin banyak dan sistem yang mungkin lebih rumit.

Pesaing Terunik
                Pasti ada pesaing yang memiliki keunikan tertentu, baik dalam proses bisnis maupun produk dan jasa yang mereka jual.
                Keunikan itu menjadikan mereka berbeda dari pesaing lainnya. Dan apa rahasia dibalik keunikan tersebut. Karena unik adalah salah satu cara bertahan dan tetap diburu pasar.
                Keunikan adalah hasil sebuah pikiran dan aksi yang unik. Artinya ada orang-orang yang cerdas dan jeli dibaliknya yang sanggup menciptakannya. Kenalilah lebih dalam dan pelajari apa yang bisa anda manfaatkan.

Pesaing Terbaru
                Mencontek adalah pekerjaan yang termudah. Mereka melihat bisnis seperti anda dan menconteknya. Sungguh mereka akan menjadi ancaman yang bisa serius, setidaknya akan menjadi gangguan.
                Jangan kaget, jika mendadak anda memiliki pesaing-pesaing yang bermunculan. Jangan anggap enteng, karena karakter pasar asia adalah menyukai hal baru, yang tetap unik dan muda. Ketika ada pesaing baru, umumnya pasar kita akan mencoba. Diantara yang mencoba pasti akan ada yang secara permanen pindah.
                Yang terakhir; Ingatlah, pesaing bukan musuh. Kesalahan cara pandang akan mengakibatkan sikap emosional dan strategi yang gegabah.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 8 Januari 2018, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Previous
Next Post »