FISIK VS MENTAL ( Manajemen Stress Untuk Pemilik / Manajer Bisnis )


            STRESS adalah konsekuensi logis dari berbisnis atau mengoperasikan bisnis. Semakin tinggi posisi seseorang, mestinya tekanan mental semakin menjadi. Ada banyak referensi tentang teknik menghadapi dan menyelesaikan tekanan mental tersebut. Saya menemukan sebuah formula yang cukup efektif untuk saya. Semoga bermanfaat juga untuk anda.

PSIKOMATIK
            Psikosomatik adalah Kecemasan Berlebihan Terhadap Kondisi Tubuh. Gangguan psikosomatik  merupakan gangguan psikis dan emosional yang melibatkan pikiran dan tubuh, sehingga menyebabkan gangguan fisik. Gangguan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalaminya. Konon 75% penyakit manusia adalah karena faktor ini.
            Seorang yang dikejar pekerjaan dan lupa makan dengan teratur lalu ditambah beban pikiran yang berlebihan tanpa kemampuan mengendalikannya, akan terkena keluhan lambung dalam bentuk maag atau asam lambung.
Seorang yang sakit gigi misalnya, dapat menjadi pendiam atau bahkan beringas jika ada sesuatu yang menggangunya. Selanjutnya jika tidak dikendalikan akan mengakibatkan tekanan darah tinggi dan gangguan pernafasan.

SOMATOFORM
Gangguan somatoform adalah suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik (sebagai contohnya, nyeri, mual, dan pusing) di mana tidak dapat ditemukan penjelasan medis yang akurat.  Kasus ini banyak sekali dialami pengusaha atau manajer yang tidak memiliki kemampuan tangkal dan kelola stress. Gangguan mental sungguh bisa mempengaruhi keadaan fisik.
Orang yang mengalami gangguan somatorm ini meyakini bahwa dirinya mengidap sebuah penyakit fisik yang kronis dan tanpa menyadari dan mengakui bahwa penyakit itu terjadi karena salah kelola tekanan mental.

MENTAL VS FISIK
Dalam keyakinan saya, ada korelasi yang kuat antara fisik dan mental. Kesehatan masing-masingnya sangat berkaitan. Sikap mental yang salah berakibat stress yang tidak terkendali. Stress yang tidak terkendali akan mengakibatkan penyakit-penyakit fisik. Demikian juga dengan sikap fisik yang tidak benar akan menghasilkan sikap mental yang negative.
Cobalah anda sering-sering menunduk dan mengecilkan dada, apa yang anda rasakan? Pasti perasaan yang sempit dan sulit. Jika dilakukan secara jangka panjang, maka anda akan mengalami depresi tanpa anda sadari.
Sekarang cobalah merengut terus menerus, lama-lama anda akan merasakan kesedihan dan kemarahan yang tidak anda sadari.
Nah, dalam praktekya, saya mendapai bahwa permasalahan diantaranya bisa diselesaikan dengan bersikap benar pada posisi yang berlawanannya. Jadi, jika kita punya masalah mental, bisa kita lawan dengan sikap fisik yang benar. Demikian juga jika kita memiliki masalah fisik, memperbaikinya harus dengan sikap mental yang benar juga.
Memang jika terlatih secara fisik dan mental, kita akan lebih tahan terhadap tekanan fisik dan mental. Tetapi faktanya banyak dari para pelaku bisnis, tidak dalam posisi itu.
Misalnya ketika kita dituntut untuk bekerja secara fisik yang sepertinya diatas kapasitas fisik kita, yang harus dilakukan adalah memenangkan cara berfikir dan menguatkan mental kita. Ada banyak cara yang bisa dilakukan seperti yang disebu oleh para motivator. Bagi saya, keyakinan dan alasan untuk hiduplah yang bisa membuat saya bertahan secara fisik. Percaya bahwa semua akan selesai jika dikerjakan secara beratahap dan menghilangkan pikiran-pikiran pengganggu.
Ketika kita sedang dalam keadaan lemah semangat, malas dan sedih. Saya memaksa diri melakukan pergerakan fisik. Mulai dari bergeser tempat duduk berjalan dan jika perlu lari secara fisik atau berjoget mengikuti musik. Alhamdulillah bisa berhasil.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggan 26 Februari 2018, di Halaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


Business Coaching & Training tj@cahyopramono.com

Previous
Next Post »