MEMBUAT RENCANA BISNIS


                  TERIMAKASIH atas respon positif dalam rentetan artikel saya tentang perencanaan. Sekaligus menjawab beberapa pertanyaan, berikut saya sampaikan teknik membuat rencana. Hal sederhana yang sering diabaikan oleh praktisi dan operator bisnis, bahkan pemiliknya.

BUKAN KHAYALAN
                Sekali lagi, rencana bukanlah khayalan. Jadi rencana tidak hanya menceritakan “POKOKNYA”. Semua harus terperinci, jelas, lugas, tidak multi tafsir apalagi tidak bisa dipahami, terukur, terjangkau, logis, dan dalam hitungan waktu yang jelas.
                Dalam perencanaan ada faktor Proyeksi, sebuah perkiraan berdasarkan catatan masa lalu. Sebutlah, setiap menjelang hari raya, penjualan akan naik 500 %, maka selanjutnya target dipatok minimal naik 500 %. Itu proyeksi.
                Ada juga faktor Prediksi, ini adalah perkiraan berdasarkan teori. Sebutlah proyeksi tahunan moneter dari  bank sentral dll. Dan yang terakhir adalah Estimasi, sebuah perkiaraan berdasarkan keahlian. Misalnya prakiraan cuaca dari badan meteorolgi dan geofisika milik pemerintah. Manajer Pemasaran yang sudah ahli akan mampu memprediksi potensi penjualan menggunakan alat-alat ukur yang biasa digunakannya.

PERENCANAAN
                Sejatinya perencanaan selalu didahului dengan mengeset target/goal secara gamblang, detail dan spesifik dalam waktu yang jelas. Dalam tahap ini pastikan anda ingin apa? Berapa? Kapan? Jangan ada kata-kata yang tidak spesifik seperti “yang lebih baik”, karena lebih baik tidak bisa diukur.  Kata ‘lebih baik’ diganti, --mungkin—dengan ‘naik 10%’, ‘tambah 100 unit’ atau ‘hemat 35%”.
Dalam hal ini anda boleh menggunakan metoda proyeksi, prediksi  atau estimasi.  Pertanyaan yang harus dijawab adalah, apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang dengan ke tiga metode tersebut . Sehingga anda bisa mengantisipasinya dengan lebih baik.  Gunakan data dan angka untuk mengukurnya. Semua hal yang tidak bisa diukur sudah pasti tidak bisa diatur.
                Selanjutnya tentukan bentuk penugasan, dalam tahap ini anda harus menjelaskan apa saja bentuk tugas yang diberikan kepada siapa dalam tanggungjawan apa. Anda harus membuatnya secara rinci dan jelas pada setiap tahap-tahapannya. Pembagian tugas dan tanggungjawab yang jelas akan memudahkan pencapaian target/goal yang sudah di tetapkan diatas. Tidak boleh tahapan dibuat dengan ‘asumsi’ bahwa semua orang akan otomatis mengetahuinya.
                Pastikan anda menentukan strategi  dan pendekatan yang akan dilakukan atas penugasan tersebut.  Buat peta strategi dan taktiknya.  Komponen waktu harus menyertai semua langkah-langkah strategi yang di tetapkan. Jawab pertanyaan kapan? Apa urutan pekerjaannya dan berapa lama durasinya.
                Alokasikan sumberdaya yang anda miliki dan harus anda miliki, berapa banyak dan biaya apa saja yang harus ditanggung. Perencanaan pembiayaan yang detail dan terperinci menghindarkan anda dari kecerobohan penentuan keuntungan.
                Setelah itu, pastikan kebijakan apa yang harus anda putuskan sehubungan dengan semua hal diatas. Keputusan tersebut harus berorientasi kepada penyelesaian masalah, bukan menciptakan masalah baru.
                Daftar pekerjaan dan urutannya, pembagian waktu, dan penentuan siapa saja yang mengerjakannya membimbing anda menuju kepada standard prosedur yang bisa dilakukan oleh siapapun orangnya, biarpun pekerjanya berganti-ganti.
                Perencanaan ini berlaku untuk jangka waktu pendek, menengah maupun jangka panjang. Jadikan perencanaan ini peta anda menuju harta karun yang anda kehendaki. Perencanaan yang matang adalah 50% keberhasilan eksekusi bisnis anda.
                Beri  ruang untuk mengevaluasi strategi dan teknik dimasa yang akan datang. Jke perlu, sesuaikan dengan kondisinya. Tetapi ingat anda hanya boleh merubah strategi, bukan merubah target/goal yang sudah disepakati.  
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 2 April 2018, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

               
Business Coaching & Training; tj@cahyopramono.com

Previous
Next Post »