PROMOSI DENGAN BERTANYA

ANAK saya ingin mengembangkan bisnisnya dengan membuat bidang usaha yang lebih khusus dari produk yang dia kelola. Timbul pertanyaan bagaimana cara promosinya. Selain cara-cara klasik yang sudah biasa perlu tetap dilakukan, sesungguhnya berpormosi sebelum produk diluncurkan, bisa menjadi sebuah kebaikan.  Setidaknya pasar sudah tahu lebih dahulu bahwa akan ada produk yang akan hadir.
Saya menyarankan agar pasar ikut dalam proses lahirnya produk itu. Sangat bagus jika semua proses itu dikabarkan kepada publik dengan apik dan santun. Tidak berkesan promosi dan yang penting adalah menjadikan publik terlibat seolah-olah menjadi bidan dari produk tersebut.
Seperti sebuah kisah di televisi yang diikuti terus oleh pemirsanya. Jadi, pemirsa sudah merasakan kehadiran produk itu jauh sebelum produknya tercipta atau beredar di pasaran.
Keterlibatan publik akan lebih kena jika mereka dilibatkan secara emosional. Ingat kata kuncinya adalah dengan melibatkan. Jadikan mereka seolah-olah menjadi bidan atas lahirnya bisnis itu.
Bagaimana caranya?

BERTANYA
            Melibatkan seseorang secara mudah adalah dengan bertanya. Ketika orang itu menjawab, maka ia sudah secara otomatis menyerap pesan kita. Karena dengan menjawab pertanyaan, ia sudah melewati beberapa langkah dasar.
            Pertama, ia sudah meluangkan waktu untuk mendengar. Kedua ia sudah memperhatikan, ketiga ia sudah berfikir dan keempat ia mengeluarkan energy untuk merespon pertanyaan kita.
            Keempat langkah itulah yang membuat pesan kita semakin dalam direkam dalam alam bawah sadar mereka. Menjadikan seseorang rela melewati keempat langkah itu, jelas sesuatu yang sangat berarti dan mereka yang berkenan melakukannya layak diberikan apresiasi.
            Secara sederhana, waktu itu saya minta anak saya untuk membuat desain logo usahanya. Setelah jadi, selanjutnya langkah promosi dengan bertanya sudah bisa dilakukan.
            Pada kontek bisnis anak saya, kami menyebar pertanyaan melalui media sosial yang isinya meminta pendapat khalayak ramai dan memilih salah satu dari beberapa opsi logo yang akan kami pakai.
            Publik merespon pertanyaan kami dengan berbagai macam unpan balik. Ada yang langsung memilih salah satu dari dfrat logo yang ditawarkan, lalu ada yang berkomentar dan memberi masukan. Bahkan ada yang tidak memilih tapi menyarankan hal-hal positif lainnya.
            Dalam posisi ini, kami sebenarnya sedang melalukan semacam uji sederhana atas respon publik. Kami jadi tahu sudut pandang publik atas logo yang kami ujicobakan itu. Dan yang paling penting adalah bahwa selama proses itu, publik jadi tahu bahwa akan ada bisnis seperti itu dengan logo seperti itu akan muncul kemudian hari.
            Pada saat itulah sebenarnya promosi sudah berjalan walaupun produk belum jadi. Dalam situasi anak saya, ia sudah memberitahu publik atas rencana bisnisnya. Publik sudah mulai tahu nama usaha dan jenis produknya, walau bisnis itu belum berjalan.

BERSAMBUNG
            Kisah pelibatan publik itu harus berkelanjutan. Sangat banyak pertanyaan-pertanyaan yang memungkinkan publik menjawab dan tanpa mereka sadari, mereka sudah terbidik dan mengenal bisnis anda.
            Dalam case anak saya, kami menggunakan banyak pertanyaan yang dikirimkan ke media sosial secara bertahap dan berkelanjutan. Tak cuma bertanya tentang draft logo, tetapi bisa saja bertanya tentang dimana mesin dan bahan bisa dibeli, harga serta rekomendasi mereka yang sudah berpengalaman.
            Proses Tanya jawab itu terkesan seperti sebuah forum Tanya jawab yang tidak komersial, tetapi sebenarnya proses komersial sudah berjalan.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 7 Mei 2018, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya




                                                   Business Coaching & Training : tj@cahyopramono.com
Latest
Previous
Next Post »