it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

14.12.06

Lelaki Korban Sinetron




oleh Cahyo Pramono

Adalah si Enjong –lelaki 29 th, eksekutif muda di perusahaan lokal-- yang menjadi korban dari bisa beracun yang muncul dari dalam kotak ajaib bernama TV itu. Bisa beracun itu bernama Sinetron.

Yang lebih meyakitkan adalah bahwa si Enjong adalah orang yang tidak suka melihat sinetron dan hampir tidak punya waktu untuk melihatnya. Aneh bukan?
...
TELEVISI sejak kemunculannya hingga kini sudah duduk bersandar permanen disetiap penghuni rumah. Ia ‘nggondelin’ alam pikiran kita.  Kita terus terpanggil untuk selalu segera memencet tombol remot dan memilih siaran-siaranya. dan kita merelakan diri untuk mempercayainya dengan sepenuh hati.

Kehebatan siaran TV benar-benar sulit ditandingi. Seperti ‘korban-korban’ Rommy Rafael yang kena hipnosys, mereka dengan senang hati memelototi layar kaca sebidang itu, dari pagi hingga pagi berikutnya.

Hanya segelintir orang saja yang masih berani menghindarinya dengan berjalan sore di taman atau bersepeda sekedar untuk mencari tetesan keringat. Itupun lebih karena disebabkan oleh ancaman kolesterol, asam urat dan gula darah yang tinggi.
...
Sudah belasan purnama si Enjong nembak telak si Eba –perempuan centil 27 th, manajer bagian di perusahaan swata nasional— yang hingga kini ia proklamirkan sebagai gebetannya.

Sayangnya, dua bulan ini dada Enjong yang tidak bisa disebut bidang itu sekarang sudah berubah fungsi. Di awal-awal percintaannya, dada itu sering menjadi tempat bersandar dan berbagi kehangatan. Sekarang dada itu lebih cocok menjadi sasaran pukul Eba jika sedang berantem dan menjadi landasan bagi telapak tangan Enjong sendiri ketika berusaha bersabar dengan mengelusnya pelan-pelan.

Si Eba tidak pernah merasa puas dengan layanan si Enjong. Perlu kita tahu, kalau si Enjong adalah lelaki pada urutan ke 7 dalam lembaran cinta yang dimiliki si Eba.

Kini, kata-kata yang bermakna keluhan cenderung diterima Enjong tiap hari, bahkan ia selalu was-was tatkala menerima sms/wa, ia selalu khawatir kalau-kalau isi-nya lagi-lagi berisi repetan dan keluh kesah seperti biasanya.

Setiap nama Eba muncul di layar Hp-nya, ia lagsung tegang, panik dan segera harus bersiap-siap untuk menerima caci-maki berikutnya.

Apa pasal?

Eba selalu mengeluh dan mempertanyakan kenapa Enjong tidak gentle, sayang, penuh perhatian, siap berkorban kapan saja, romantis, komunikatif dan tidak egois!

Entah mengapa Eba kini menjadi demanding. Hampir tidak ada lagi kesempurnaan yang dimiliki si Enjong. Setiap Enjong bertanya, Eba selalu bersikap yang sama. Ia berharap agar Enjong memiliki kemampuan magis yang selalu paham dengan kehendaknya walaupun tidak ia ucapkan.

Sekali waktu, terbongkarlah secelah informasi, ternyata si Eba adalah penggemar berat berbagai sinetron. Dari ceria lokal, asia hingga amerika latin. Ia bisa mengabaikan makan, tidur, jadwal kencan bahkan pekerjaan jika berhadapan dengan menonton sinetron kesukaannya.

Sekedar menonton mungkin bukan sesuatu yang aneh, tetapi Eba cenderung melibatkan seluruh jiwa dan raganya saat menonton sinetron-sinetron itu. Ia bisa tertawa terbahak-bahak, bisa nangis sejadi-jadinya, bahkan ikut membenci tokoh antagonis dalam peran-peran itu.

Pemberitahuan diawal cerita sinetron bahwa ini adalah kisah rekaan belaka, tidak menjadi Eba berpikir logis. Pemberitahuan itu sama seperti peringatan pemerintah di kotak rokok. Semua perokok mengabaikannya!

Tanpa Eba sadari, otak bawah sadar Eba sudah diprogram oleh kisah-kisah sinetron yang ia konsumsi.

Yang ia tahu dan harapkan dari seorang laki-laki pasangannya adalah segala kelebihan dan keunggulan tokoh laki-laki dalam sinetron tu…..! Aalaa mak….!

Apeslah nasib si Enjong. Ia dituntut untuk menjadi tokoh idaman versi khayalan sinetron, yang penuh kasih, penuh perhatian, kaya, banyak uang, sering kasih bunga, sering kasih hadian, sering telepon sekedar nanya sudah makan apa belum, ganteng, jujur, sabar dan seabrek sisi positif lelaki sinetron.

Enjong lelaki pas-pasan, yang hanya bisa mejadi pegawai teladan jelas kelabakan dengan segala tuntutan itu. Trus cemana dong? Ada pendapat kalian?

Iklan

Sebegitu dasyatnya TV, sampai saat ini pengaruh iklan di Tv masih belum terkalahkan oleh media-media yang lain.

ketika koran, radio dan yang lainnya meredup, tv masih tetap unggul dalam hal mempengarhui alam pikiran pemirsanya.

Bahkan kini TV di internet seperti youtube sudah menjadi tontonan wajib untuk jutaan orang dipermukaan bumi ini.
bukan cuma untuk hiburan, tetapi kini youtube bahkan menjadi broswer yang dituju banyak orang untuk mencari informasi.
tak heran jika iklan di youtube sangat tinggi dan relatif efektif.








Share:
Kongsi bisnis dan konsekuensinya

Alkisah ada sebuah kampung yang dihuni oleh para pensiunan. Mereka mereka mengisi hari tuanya di perkampungan itu dengan bertani. Untuk melepas lelah, biasanya mereka berkumpul dan bersendagurau pada sore hari sambil sebagiannya memainkan alat musik. Mereka benar-benar menikmati kehidupannya, bertani dan bermain musik, tidak jarang mereka melewatkan permainan musiknya hingga larut malam.
Permainan musik mereka semakin bagus dan dengan bermain bersama-sama seperti orkestra dengan puluhan pemain, mereka selalu menjadi bintang pada pesta-pesta yang dikampung itu. Hingga pada perayaan hari ulang tahun kemerdekaan negera mereka, ada sebuah perlombaan musik antar distrik dan mereka memenangkan perlombaan itu. Dengan semangat menjadi juara, sebagain dari mereka terfikir untuk meningkatkan kualitas permainan mereka dengan menyewa pelatih proffesional dari kota besar.
Benar saja, kedatangan pelatih yang sekaligus konduktor profesional itu benar-benar membawa banyak perubahan. Perubahan itu dimulai dari seleksi anggota orkestra tersebut, tentu tidak semuanya piaway dan layak masuk ke dalam group yang sedang bergerak menuju profesional itu. Mulailah tersingkirkan beberapa anggota mereka dan selanjutnya terjadi perubahan dalam pelatihannya. Pelatih amat menekanan disiplin yang tinggi, tepat waktu dan tidak main-main.
Group orkestra ini dibawa dengan gaya pelatih profesional itu. Mereka berhasil keliling propinsi untuk pertunjukkan-pertunjukkan dengan jadwal yang ketat. Nama mereka semakin terkenal sebagai group orkestra veteran yang disiplin dan profesional.
Apa yang diinginkan oleh sebagian anggota orkestra tersebut benar-benar tercapai. Tetapi banyak yang hilang. Sejak pemilihan anggota, sudah mulai hilang senyum dan tawa mereka. Sejak awal itu pula, mulai ada pengelompokan sosial, yang bagus menjadi merasa layak serta yang tidak bagus merasa tidak layak dan berbeda. Sejak itu suasana desa tidak lagi satu dan menyenangkan.
Disiplin yang diterapkan pelatih membuat mereka tidak lagi bisa tertawa dan bercanda. Saat ini mereka menerima banyak pujian dan tepuk tangan, tetapi hati mereka menangis, rindu keluarga yang ditinggalkan dan rindu suasana kampung yang tenang, damai, tidak kaku, banyak canda dan tawa. Mereka merindukan masa lalu, yang santai, nikmat dan bersahaja. Sebenarnya apakah yang mereka cari?

Kongsi bisnis
Kisah diatas adalah contoh yang tidak banyak disadari oleh orang-orang yang ingin merubah nasib dirinya dengan bergabung dalam perkongsian bisnis. Kongsi bisnis dilandasi oleh sebuah keyakinan mendasar adalah bahwa dengan menggabungkan beberapa potensi tentu akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan lebih besar. Tetapi keyakinan teoritis itu memerlukan tindakan-tindakan dewasa yang positif agar bisa terwujud sesuai harapan.
Tidak sedikit kisah-kisah duka perkongsian bisnis yang berakhir dengan pertikaian serta permusuhan. Yang pasti perkongsian bisnis membawa kita kepada konsekuensi bisnis yang tajam dan formal.
Kesadaran yang paling mendasar diperlukan sebelum berkongsi adalah pemahaman dan kesadaran akan konsekuensi logis penyatuan berbagai keinginan dan latar belakang yang berbeda-beda. Seluruh peserta kongsi selayaknya menyadari hal tersebut. Apalagi, umumnya perkonsian itu terjadi dengan awal pertemanan.
Pertemanan dan kongsi bisnis memiliki karakter yang amat berbeda. Pertemanan cenderung pro hubungan baik tanpa memikirkan material. Sedangkan kongsi bisnis akan menuntut komitmen material yang formal dan sesekali tidak memandang hubungan pertemanan.
Untuk itu, belajar dari kisah diatas, selayaknyalah kita menyadari konsekuensi-konsekuensi tersebut. Idealnya, kongsi bisnis adalah ajang untuk mengeratkan pertemanan. Sayangnya hal ideal itu jarang bisa terjadi jika kesemua pihak yang terlibat tidak mendukungnya. Jika memang tidak ingin kecewa di kemudian hari, maka pastikan kita memilih dengan bijak, berkongsi bisnis atau bersahabat saja.

Aturan main
Kesepakatan aturan main adalah landasan yang wajib ditempuh oleh semua pihak yang terlibat dalam kongsi bisnis apapun. Catatan yang saya uraikan berikut ini adalah situasi penting dalam memulai perkongsian bisnis oleh para pemula. Bagi mereka-mereka yang sudah lama berbisnis, hal-hal tersebut tidak terlalu mengganggu dan mereka cenderung paham bagaimana menyikapinya.
Ada beberapa hal yang mesti disepakati bersama. Diantaranya adalah ketegasan pembagian kewajiban dan hak seluruh anggota kongsi. Sekarang jauh lebih mudah karena hukum negara memberikan batasan-batasan yang jelas dalam berkongsi bisnis. Sistem kesepakatan hukuman dan imbalan atas pelaksanaan kewajiban dan hal juga sangat penting disepakati.
Pembagian tugas adalah bagian yang tidak kalah pentingnya. Tidak semua kawan yang kita miliki memiliki kapasitas yang cukup untuk duduk menjalankan bisnis. Tak usah memaksakan diri menyerahkan tugas hanya karena seseorang adalah kawan. Ingatlah bahwa mentolerir kekurangan anggota kongsi bisa berakibat kepada kerugian perkongsian itu sendiri.
Yang berikutnya adalah kejelasan cara komunikasi antar anggotanya. Ini sering terabaikan. Bila saatnya tiba, maka akan terjadi benturan kepentingan dari semua pihak. Ada yang memuntut waktu, materi, pemikiran dan lain sebagainya. Jika tuntutan-tunututan itu tidak terpenuhi, maka kegagalan adalah hadiah pertama yang akan diterima oleh semua pihak.
Idealnya ada forum-forum yang bisa menyelesaikan perbedaan pendapat dengan mudah. Lalu yang terakhir adalah kekuatan bersama untuk mengeksekusi kesepakatan yang dipilih. Jika dalam forum sudah disepakati hal tertentu, mestinya semua pihak menghormati dan mentaati aturan tersebut. Keengganan perkawanan selayaknya dibuang jauh-jauh sehingga tidak merugikan anggota kongsi.
Dalam pengalaman berkongsi, saya mencatat hal yang sangat penting bahwa perkawanan akan tetap terjaga walaupun perbedaan-perbedaan akan muncul dalam praktikal perkongsian bisnis, asal saja semua pihak tetap melihat dengan positif dan menganggap bahwa berlomba-lomba menyenangkan pihak lain lebih baik dari pada berlomba-lomba menyakiti hati pihak lain.
Share:

romah bolon, raya, kab simalungun

Share:

12.12.06

Share:

air

Tak usah terganggu dengan sisi agama si penulis…


Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30)

Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)"
di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah... Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bias merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bias menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.

Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon dirumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas. Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan
kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah ... Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.

Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.


Wallahu a'lam ...
Share:

hotel niagara parapat

di sinilah ane bekerja sejak pertengahan tahun 2000
Share:

Blog Archive