it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

12.4.08

TAIKO, EIJI YOSHIKAWA

Kepencut dengan Miyamoto Mushashi, trus tertarik nyoba ngebaca TAIKO dari pengarang yang sama. ini novel tentang perang dan kemenangan pada zaman feodal di Jepang. ternyata cukup laku, buku yang saya beli kemaren adalah buku cetakan ke 5 versi bahasa Indonesia. Eiji Yoshikawa yang lahir pada tahun 1892 di Kanagawa Jepang, memulai hidupnya dengan berbagai kesengsaraan. hingga akhirnya dia mendapatkan tanda jasa kebudayaan yang bergengsi dan Mainichi Art Award pada tahun 1962. Eiji meninggal karena kangker pada tahun 1962, meninggalkan karya besar= 1. Shinran 1934 2. Miyamoto Musashi 1935 3. Shinsho taikoki 1937 (diterjemahkan menjadi Taiko pada tahun 1992) 4. Shin Heike Nomogatari 1950 mencatut review orang lain (sumber tidak diketahui)= Edisi hard cover dari terbitan lama yang dicetak dalam versi 10 jilid buku. Menceritakan sebuah epik perjalanan hidup sang taiko, penguasa Jepang pada abad 17, Toyotomi Hideyoshi. Novel ini berlatar belakang sejarah carut marut Jepang. Kisah perang antar tuan tanah [daimyo] berkecamuk selama bertahun-tahun. Ada tiga tokoh penting yang diceritakan dalam novel ini, yaitu Oda nobunaga, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu. Mereka bertiga berusaha keras mempersatukan jepang yang kacau pada saat itu. Namun setting utamanya adalah perjuangan Hiyoshi [nama kecil Toyotomi Hideyoshi] untuk menjadi penguasa tertinggi di kekaisaran jepang, taiko. Hideyoshi adalah anak petani miskin dan tidak bisa memegang gelar shogun dikarenakan bukan keturunan samurai. Ia memulai karirnya dengan mengabdi pada Oda Nobunaga, salah satu daimyo [tuan tanah] yang berkuasa saat itu. Hideyoshi kemudian diangkat menjadi jendral kepercayaan Nobunaga. Nobunaga sendiri akhirnya tewas bunuh diri setelah mengalami pemberontakan dari salah satu pengikut kepercayaannya, Akechi Mitsuhide. Matinya Nobunaga menuntut pembalasan dari Hideyoshi dan anak buahnya. Mitsuhide akhirnya memilih bunuh diri setelah dikejar-kejar oleh para pengikut setia Nobunaga. Hideyoshi kemudian melanjutkan cita-cita junjungannya yang tewas itu untuk mempersatukan Jepang. Dalam usahanya ini Hideyoshi bersaing keras dengan Tokugawa Ieyasu. Novel klasik ini merupakan karya pengarang terkenal asal Jepang, Eiji Yoshikawa, yang juga mengarang Musashi. Yoshikawa sangat pintar menceritakan intrik-intrik penguasa kelas atas, strategi perang, serta intrik politik yang mengagumkan. Semua ilmu perang dan strategi militer ala Sun Tzu ada di sini. Sejarah dan suasana yang dibangun juga sangat detail, serta mendekati fakta. Novel ini juga dibumbui kisah roman dan persahabatan, juga sisi manuasiawi dari Hideyoshi - di mana seorang manusia juga memiliki berbagai kelemahan. Klasik dan esensial!... YANG PENTING diawal bukunya adalah CATATAN UNTUK PEMBACA yang menuliskan sajak anak-anak sekolah yang konon terkenal di Jepang= "Bagaimana jike seekor burung tidak mau berkicau?" Nobunaga menjawab, "Bunuh saja!" Hideyosi menjawab, "Buat burung itu ingin berkicau." Ieyasu menjawab, "Tunggu."
Share:

3 Comments:

  1. Taiko adalah salah satu buku favorit saya, Hmm... ternyata untuk membuat perubahan besar pada suatu negri dibutuhkan figur yang berkepribadian kuat ya. Akankah muncul di Indonesia?

    ReplyDelete
  2. dulu pernah muncul bernama ir. soekarno .kalau sekarang....,

    ReplyDelete
  3. untuk beberapa puluh tahun ke depan, seperti nya masih cuma mimpi untuk punya orang seperti itu di indonesia..
    soekarno juga ga terlalu bagus kok.. bagiku dia itu cuma seorang ambisius yang tak terlalu memperhatikan nasib warganya..

    ReplyDelete

Blog Archive