it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

16.6.08

Sukses; menuju, menjaga dan meningkatkannya



tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada, pada halaman ekonomi dan bisnis, terbitan tgl 16 juni 2008
(studi kasus Nokia)

Di atas gunung ada awan...
Di atas awan ada langit...
Di atas langit masih ada langit yang lain...

PUNCAK adalah impian kesempurnaan. Karena di puncak bisa melihat kebawah dengan lebih lapang dan sudut pandang yang luas. Berada diatas adalah keunggulan. Naik ke puncak gunung, terbang keatas awan, menguasai langit dan naik hingga langit tertinggi adalah sebuah kenikmatan.
Perlombaan untuk naik keatas adalah kompetisi yang sudah menjadi kodrat keberadaan manusia. Proses pemilihan dan dipilih untuk bisa bertahan atau kalah sudah terjadi jauh hari sebelum manusia dilahirkan. Ada yang berjalan didepan. Selalu saja ada yang mendahahuli.
Kompetisi ini berlaku juga untuk pada lembaga bisnis maupun produknya. Siapa saja yang lengah, siapa saja yang istirahat terlalu lama, maka orang atau produk lain akan melesat naik dan menggantikannya.
Kejayaan Nokia –merek handphone-- selama 10 tahun terakhir menyentuh indra pengamatan saya. Ia begitu mempesona, sederhana, ramah pemakaiannya, memiliki banyak pilihan dan bahkan muncul menjadi Standard gengsi bagi pemakainya. Bagaimana ia bisa melesat jauh keatas dan tetap mapan bertahan diantara gempuran-gempuran kencang dari para pesaingnya?
Dalam sebuah presentasi yang memukau Keith Pardy & Alastair Curtis menggambarkan bagaimana merek tersebut diatas selalu berusaha berinovasi dan berusaha untuk menguasai masa depan. Bagi merek ini, masa depan adalah sesuatu yang harus diperhatikan karena mereka menyadari bahwa mereka akan menbuang sebagian hidupnya dimasa itu.
Bagaimana Nokia bisa melesat naik dan bertahan sejauh ini?

The uncomplicated desire to connect
Yup... bukankah itu yang semua orang mau? Berhubungan dan saling berkomunikasi dengan cara yang sederhana dan tidak ruet? Apalah arti tehnologi canggih tapi tidak mudah dimanfaatkan? Lihatlah betapa produk dari merek ini benar-benar sederhana, mudah dioperasikan bahkan oleh orang-orang yang tidak menguasai bahasa petunjuk yang ada.
Itulah awal dari terobosan sukses Nokia. Saya ingat di tahun 2006 Nokia menduduki peringkat ke 6 dalam urutan Best Global Brand 2006 versi Business Week. Sebuah penilain rangking dari nilai merek. Dibawah Coca Cola, IBM, GE microsoft, dan Intel.
Memang Nokia menduduki urutan ke 6, tetapi nilai merek Nokia naik 14% jauh melesat diatas yang lain, termasuk Coca-Cola yang terjerembab turun -1%.
Saya pernah membahas sudut ini. Bahwa sangat penting untuk menciptakan produk tetapi tetap ramah dengan pengguna-nya. Manusia modern adalah manusia pemalas. Mau sederhana dan sedikit berfikir, sedikit bergerak, dan serba sedikit mengeluarkan energi.

Observasi dan mendesign
Itulah langkah strategi sederhana yang diakui oleh Nokia. Memang terdengar sederhana, tetapi jelas melaksanakannya memerlukan keseriusan dan konsistensi. Mereka secara tegas selalu ingin mengetahui apa-apa saja yang bernilai dan penting dalam kehidupan manusia, maka observasi adalah langkah bijak untuk mencapainya.
Observasi dan mendesign, begitulah seterusnya tanpa henti. Lihatlah bahwa Nokia memiliki banyak sekali versi produk dengan berbagai seri untuk membedakannya. Kini orang-orang langsung dengan mudah memilih sesuai dengan kebutuhannya sesuai seri yang dikeluarkannya.
Observasi yang dilakukan sangat intens. Menyangkut kebiasaan, gaya hidup bahkan sampai ukuran rata-rata jari-jari manusia juga tidak luput dari perhatiannya. Tidak salah jika Nokia memenangkan perhatian banyak orang. Konon ada studi yang menyatakan bahwa Nokia mendapatkan simpati positif sebanyak 4 banding 1. Artinya dari 5 orang akan ada 4 orang yang menyenanginya. (Global Brand Tracking, di Korea dan Jepang).

Goal yang jelas
Sukses Nokia, jelas bermula dari penetapan tujuan yang jelas. Mereka selalu ingin menciptakan produk yang bisa membuat orang jatuh cinta. Ini membuat design Nokia selalu menjadi jawara kelas dunia dalam inovasi rancang bangun, kreativitas dan budaya-nya. Mereka membekali dirinya dengan orang-orang kreatif dari berbagai latar belakang, menciptakan suasana kreatif dan dinamis di lingkungan kerjanya.
Ini mengingatkan saya akan sebuah kata-kata bijak dari Seneca If one does not know to which port one is sailing, no wind is favourable.

Kaidah inovasi Nokia
Observasi yang tiada henti mengantarkan Nokia kepada konsep pembaharuan yang tiada henti. Kadang kita kaget, betapa cepat mereka berubah dan meluncurkan produk-produk selalu baru dan inovatif.
Dalam berinovasi, ada beberapa kaidah yang mereka percayai; pertama Never Stop Exploring, penggalian yang tiada henti. Lalu Dare Tobe Different, berani untuk menjadi berbeda. Berikutnya Take More Risk, tantang lebih banyak resiko dan Rapid Prototyping, menciptakan rancang bangun yang meluncur deras, cepat berganti lalu diakhiri dengan become a champion, menjadi juara.

Manjaga Posisi
Setiap hari kita mencapai puncak-puncak capaian hidup. Produk dan bisnis kita juga menapaki tahap-tahap sukses itu. Lalu bagaimana kita bisa menjaga sukses itu dan meningkatkannya hingga mencapai puncak sukses lain diatasnya?
Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, "Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today's rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail." (Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal).
Nokia bertahan dan terus Berjaya karena mereka mendengar, melihat dan merasakan dengan observasi yang tiada henti. Observasi dan mendesign, seterusnya tanpa henti.

Di atas gunung ada awan...
Di atas awan ada langit...
Di atas langit masih ada langit yang lain...
Naiklah ke puncak gunung, terbanglah keatas awan, kuasailah langit dan lompatlah hingga langit tertinggi karena itu adalah sebuah kenikmatan. Teruslah berjalan hingga menguasai langit-langitmu sendiri
Share:

REUNI DEPOTER'90

Temen-temen, 18 tahun nggak ketemuan....! bayangin deh....
Share:

12.6.08

Bilakah Giliran Kita?

tulisan ini sudah diterbitkan diharian waspada, pada tgl 09 juni 2008, di halaman bisnis dan ekonomi

BILAKAH giliran kita? Bilakah perusahaan-perusahaan negeri ini mencuat dan bertengger di papan atas dunia bisnis di planet ini. Ijinkah saya melontarkan pertanyaan ini agar menjadi sebuah ajakan untuk menghayal. Biarlah khayalan ini akan membentuk pondasi mimpi. Biarlah mimpi itu akan bermetafora menjadi cita-cita. Biarlah cita-cita itu akan menjadi suatu kenyataan. Suatu saat nanti, Insyaallah...
Adalah sebuah media internasional majalah Business Week yang tiap tahun melakukan survei ekstensif kepada ribuan eksekutif di seluruh dunia. Kepada mereka ditanyakan “Perusahaan apa saja yang paling inovatif di dunia?”
Tahun 2008 ini tercatat ada 10 perusahaan dunia yang dianggap paling inovatif berdasar persepsi ribuan eksekutif diseluruh dunia. Berikut daftarnya berdasarkan ranking;
1. Apple
2. Google
3. Toyota Motor
4. General Electric
5. Microsoft
6. Tata Group
7. Nintendo
8. Procter and Gamble
9. Sony
10. Nokia

Inovasi
Seorang Peter Drucker mengatakan bahwa setiap organisasi harus siap sedia meninggalkan segala sesuatu yang tengah dilakukannya untuk tetap bertahan hidup dimasa mendatang.
Inovasi adalah sepotong kata kunci yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan ketika hendak menjadi pemenang dalam arena persaingan bisnis yang kian brutal dan menggila. Tanpa kepiawaian merajut proses inovasi secara konstan, sebuah organisasi bisnis bisa tewas terkapar dalam dinamika perubahan yang bergerak dengan cepat. Innovate or die.
Inovasi akan menjamin usia produk atau proses produksi tetap awet muda. Inovasi menjadi penting ketika pasar menuntut perubahan-perubahan sesuai perkembangan jaman. Inovasi memastikan usia hidup bisnis lebih panjang dan bukan sekadar bertahan, tetapi juga berkembang, sejahtera dan sentosa.
Kemampuan sebuah produk untuk bertahan dan menyesuakan dengan tuntutan pasar tidaklah cukup. Harus ada kecerdasan untuk bisa maju diatas rata-rata dan menonjol menuju yang terbaik. Kemampuan ini dapat dilakoni dengan baik jika lembaga itu memiliki kemampuan untuk berubah dan terus berubah. Inovasi menjadi sangat penting karena itu adalah produk dari kemampuan daya pikir dan daya juang untuk selalu berubah.

Perusahaan inovatif
Daftar 3 pemenang teratas, seperti Anda lihat diatas, jawara nomer satu perusahaan paling inovatif di dunia adalah Apple. Sungguh, melalui parade produk-produknya yang merupakan perpaduan sempurna antara teknologi dan seni (the art of technology), Apple memang amat layak untuk duduk dalam singgasana kemenangan. Karya-karya Apple seperti iPod, iPhone dan MacBook Air memang sebuah karya teknologi yang elegan, artistik dan menggoda. Melalui deretan produk ini, Apple juga telah memberikan pelajaran yang amat berharga kepada dunia tentang apa itu makna inovasi sejati.
Pemenang kedua dalam ranking itu adalah Google. Siapa yang tak kenal dengan Google, Sang Dewa Internet Dunia. Instrumen search engine yang dirancang oleh dua pendiri Google, Sergei Brin dan Larry Page, merupakan salah satu inovasi yang paling brilian dalam jagat dunia maya yang bergerak dengan cepat. Melalui rangkaian algoritme yang rumit dan kompleks, mesin pencari Google tak pelak telah menjadi sahabat setia bagi ratusan juta peselancar dalam petualangan di dunia maya tanpa batas. Mesin pencari yang bisa kita ibaratkan “lampu aladin” itu, Google dengan cepat menaklukan jagat online – memukul telak Yahoo dan Microsoft.
Pemenang ketiga dalam parade inovasi ini adalah Toyota. Kemenangan Toyota ini boleh jadi dipicu oleh dua faktor. Faktor yang pertama adalah kehebatan perusahaan ini dalam melakukan inovasi pada aspek proses manufaktur mobil – jadi bukan semata inovasi dalam aspek produk. Selama ini, Toyota memang amat dikenal melalaui beragam inovasinya dalam aspek proses pembuatan mobil, dan dari merekalah lahir beragam pendekatan inovatif seperti konsep lean production system, zero inventory, ataupun konsep kaizen (continuous improvement). Faktor kedua yang juga membuat Toyota menjadi pemenang adalah kisah kegemilangan mereka dalam memproduksi mobil hybrid (mobil dengan energi campuran antara bensin dan tenaga listrik) pertama didunia dan kebetulan laku keras, yakni mobil Toyota Prius. Inovasi dalam memproduksi green car ini tak pelak telah melentingkan reputasi Toyota – terlebih saat ini ketika isu global warming telah menjadi perbincangan hangat dimana-mana.

Kebangkitan Asia
Catatan tentang lokasi geografis dari para pemenang inovasi menunjukkan bahwa dari 10 daftar diatas, Amerika diwakili oleh 5 perusahaan (yakni Apple, Google, GE, Microsoft dan P&G), sedangkan Asia diwakili oleh 4 perusahaan (tiga dari Jepang yakni Toyota, Sony dan Nintendo), lalu satu dari India (Tata Group). Sedangkan dari Eropa hanya diwakili satu perusahaan dari Finlandia yakni (Nokia).
Apa artinya ini? Dalam aspek inovasi, ternyata perusahaan-perusahaan dari Asia lebih unggul dibanding Eropa. Saya sendiri berharap dalam dekade mendatang, perusahaan-perusahaan dari Asia bisa kian unggul dalam aspek inovasi ini. Sudah jelas terlihat produk-produk Jepang yang secara cepat berubah-ubah, menjadi contoh bagai produk Eropa untuk ikut mendandani dirinya, lebih modis dan lebih bertumbuh.
Mungkin saat inilah momentum kebangkitan Asia, sebuah momentum positif untuk merobohkan dominasi Eropa. Ratusan tahun silam, negara-negara Eropa melakukan penjajahan terhadap Benua Asia. Kini saatnyalah melakukan “serangan balik”. Dan hasil ranking inovasi diatas dengan jelas menunjukkan, Asia memiliki modal yang amat kokoh untuk benar-benar menaklukkan Eropa dalam perang ekonomi global.

Kebangkitan Indonesia
Dinamika bisnis global terus berjalan, dan karnaval inovasi pasti akan terus dibentangkan. Melalui caranya masing-masing, ke-10 perusahaan inovatif ini telah memberikan warna yang semarak dalam perjalanan sejarah inovasi dunia.
Bilakah giliran kita? Ijinkah saya melontarkan pertanyaan ini sekali lagi agar menjadi sebuah ajakan untuk menghayal. Biarlah khayalan ini akan membentuk pondasi mimpi. Biarlah mimpi itu akan bermetafora menjadi cita-cita. Biarlah cita-cita itu akan menjadi suatu kenyataan. Suatu saat nanti, Insyaallah...
Share:

7.6.08

Kepercayaan sebagai modal bisnis

TAK ada orang yang mau ditipu. Tak ada orang yang mau merasa bodoh dan dibodohin orang lain. Bukankah begitu?
Begitu juga dalam bisnis. Selalu saja setiap kita mendengar pengalaman para pengusaha sukses, mereka berani menyimpulkan, modal keberhasilannya adalah kepercayaan. Mereka mengaku mendapatkan uang dari orang lain yang percaya kepadanya. Lalu mereka mendapatkan produk juga dari orang lain yang percaya kepadanya. Dari modal dan produk itulah mereka mengolahnya dengan proses-proses yang terpercaya lalu lahirlah transaksi yang menguntungkan. Setelah menajadi pengusaha sukses, mereka juga memilih suplier, rekanan dan pengutang yang bisa ia percayai.
Begitu pentingnya kepercayaan itu dalam bisnis, sampai-sampai ada yang mengatakan begini: “Jika orang itu suka kamu, ia akan mendengarkanmu, tetapi jika orang itu mempercayaimu, ia akan melakukan bisnis denganmu.” Mungkin atas dasar inilah George MacDonald pernah mengatakan: “Dipercaya itu nilainya lebih besar ketimbang dicintai.”
Konsep NLP –Neuro Linguistic Programming—juga meyakini bahwa kepercayaan adalah langkah penting untuk membangun keyakinan yang pada gilirinnya akan membawa kepada proses kesepakatan transaksi. Baik transaksi dalam bentuk bisnis ataupun kesepakatan seseorang menjalankan permintaan, perintah atau himbauan pihak lain.
Jadi mustahil ada transaksi jika rasa percaya tidak terbangun diantara pihak-pihak yang terlibat. Kepercayaan itu bukan bawaan lahir tetapi hasil dari pemberdayaan atau usaha, kepercayaan itu bukan pemberian tetapi balasan, kepercayaan itu bukan kumpulan pernyataan/pengakuan, tetapi kumpulan dari pembuktian.
Kepercayaan itu datangnya dari orang lain tetapi alasannya mucul dari kita. Artinya, harus ada usaha aktif dari kita agar pihak-pihal lain menjadi terpengaruh untuk mempercayai diri kita.

Membangun kepercayaan
Merangkai pengalaman-pengalaman para praktisi senior yang mendapatkan pelajaran dalam berinteraksi dan konsep NLP, saya mencatat ada beberapa hal penting ketika berbicara kepercayaan yaitu;
Pada saat membangun komunikasi awal, pertama kali harus terbangun persamaan. karena apapun yang bersifat kontra adalah awal dari sebuah penolakan. Persamaan akan memberikan pancingan terhadap kedekatan dan kemudahan-kemudahan lain.
Persamaan perlu dibangun dari hal-hal sederhana, mulai dari topik pembicaraan, intonasi suara dan pemilihan kata-kata, gerakan dan posisi badan pada saat berbicara, dan memahami cara-cara pemahaman dari lawan bicara.
Jika kita sangat suka dunia sepak bola dan lawan bicara kita tidak menyukainya, tetapi lebih suka perihal makanan, cobalah hindari terjadinya perbedaan dengan memaksanya berbicara dunia sepak bola yang kita senangi itu. Pemaksaan-pemaksaan yang seperti itu berakibat terhadap menajamnya perbedaan dan akan menunai penolakan.
Persamaan dalam kontek intonasi; upayakan kita berbicara sesuai dengan intonasi yang disuarakan oleh lawan bicara kita. Berbeda nada dan intonasi, juga memberikan perasaan-perasaan berbeda yang akan memicu perbedaan lanjutan.
Persamaan dari bahasa tubuh sudah sering dibahas dalam berbagai media, tetapi pantas untuk diingat bahwa posisi berbicara layaknya sama tingginya dan sama aksesnya, sehingga sensor syaraf memudahkan lancarnya komunikasi.
Kepercayaan juga bisa terstimulasi karena persamaan-persamaan yang bermula dari kedekatan . yang pertama adalah KEDEKATAN FISIK. Ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kita sering bertemu, maka kita akan lebih mudah jatuh cinta. Ini juga berlaku dalam membangun kepercayaan. Kita cenderung lebih percaya pada orang yang secara fisik bisa kita lihat (dibandingkan dengan orang yang belum pernah kita kenal sama sekali). Membangun kedekatan fisik membutuhkan komitmen yang cukup tinggi untuk sering bertemu, dan berkomunikasi. (asalkan reaksi awalnya tidak negatif).
Jadi, memang tidak salah jika dikatakan ”Dekat di mata, dekat di hati”. Fenomena ini juga banyak dimanfaatkan oleh para tenaga pemasar dalam memasarkan produk mereka. Frekuensi kemunculan iklan yang tinggi untuk suatu produk dapat menyebabkan produk tersebut lebih dekat di hati konsumen.
Kedua adalah KEDEKATAN INTELEKTUAL. Kedekatan intelektual perlu diterapkan juga agar kepercayaan tidak hanya pada permukaan saja, tapi juga bisa meraih ke pikiran. Yang dibidik dari kedekatan intelektual adalah keinginan untuk dimengerti. Jika kondisi saling mengerti bisa diciptakan maka kepercayaan pun lebih mudah untuk dibangun antara kedua belah pihak. Kedekatan intelektual bisa dikembangkan dengan mencari kesamaan pengalaman dan kesamaan bahasa yang digunakan.
Yang ketiga adalah KEDEKATAN EMOSIONAL. Kedekatan emosional inilah yang membuka kunci ”kepercayaan” orang lain akan diri kita. Tanpa adanya kedekatan ”emosional”, rasa percaya tidak akan pernah ada. Kedekatan emosional bisa muncul jika ada rasa saling menyukai, keinginan untuk saling membantu, dan ketulusan untuk saling menghargai.

Merusak kepercayaan
Kebanyakan orang sudah mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk membangun kepercayaan dan mengetahui apa saja yang perlu dihindari karena akan merusak kepercayaan orang. Tetapi sayangnya hanya sedikit orang yang mau dan mampu melakukannya. Padahal, pada akhirnya kepercayaan itu butuh pembuktian, bukan pernyataan.
Berikut sekadar mengingat, ada tiga hal yang kerap menjadi perusak kepercayaan. Pertama rasa dan sikap malas, tidak serius dan kerja tanggung. Kedua Keahlian atau kapasitas yang tidak memadai. Pengakuan yang berlebihan tanpa menyadari kemampuan yang sebenarnya adalah titian yang rawan menuju kehancuran kepercayaan. Di sini yang diperlukan adalah kemampuan mengukur kadar diri (self-understanding), pengetahuan-diri (self knowledge) atau kemampuan membuat keputusan yang bagus (the right decision).
Ketiga, kebiasaan Melanggar Kebenaran. Kebiasaan melanggar kebenaran yang disepakati agama-agama, norma-norma dan kesepakatankepsepakatan serta punya kebiasaan mendewakan “kebenaran-sendiri” yang melawan kebenaran itu, adalah racun ganas yang sangat mungkin merusak kepercayaan.
Yang terakhir, semua bentuk peringatan tersebut diatas hanyalah bentuk pengingat yang tidak perlu memberikan rasa khawatir yang berlebihan. Tetap upayakan memberikan yang terbaik dengan ketulus-iklasan, niscaya akan berbuah kepercayaan dari siapapun.
Share:

LETAK

Dodo sepulang dari sekolah bercerita pada babenya yang nggak pernah sekolah
"Be..tadi aye dimarahin ama pak guru."
"Emang loe salah ape Do.."
"Tadi aye kagak bisa jawab pertanyaan pak guru."
"Emang loe ditanye ape..?"
"Pak guru tanye..dimana letaknya Washington.. "
"Mangkenye Do..laen kali kalo' loe naroh sesuatu jangan ampe lupe letaknye."
Share:

Blog Archive