it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

31.3.09

Sold Out!


tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada pada tanggal 30 maret 2009 di halaman bisnis dan teknologi

BETAPA menjadi sebuah kesialan kecil, jika harapan dan selera terputus dan sirnah gara-gara kesalahan kecil.
Bayangkan anda sedang memilih menu makanan di sebuah restoran. Jelas anda memerlukan konsentrasi untuk memilih sesuai selera. Pada saat anda memesan kepada order taker ia merekomendasikan menu tertentu sambil (tentu saja melebih-lebihkannya) lalu menuliskannya di kertas order. Mulai saat itu air liur anda anda sudah mulai bermain karena membayang kelezatan menu yang anda pilih. Anda sedang menaiki anak tangga untuk sebuah kesenangan. Lalu berselang beberapa waktu, sang order taker kembali datang sembari memohon maaf karena makanan tersebut habis (sold out). Bagaimana perasaan anda? Tangga yang anda naiki ternyata menjatuhkan diri anda.
Tentu saja selera yang sudah terlanjur tercipta mendadak hilang mengecewakan. Dan anda harus memilih menu lain dan mulai lagi membayangkan kelezatan menu pilihan kedua tersebut. Apakah anda masih cukup bisa berdamai dengan diri sendiri ketika tak selang berapa lama, kemudian order taker tersebut kembali lagi dan mengatakan bahwa menu yang anda pilih terkahir itu juga habis!?
Coba sekali lagi anda bayangkan, pada saat anda mendatangi restoran pilihan lalu pada saat membaca daftar menu, pihak order taker memberikan daftar yang tidak tersedia (sold out) yang jumlahnya lebih dari setengah dari yang tertera di dalam daftar menu tersebut.
Kesialan-kesialan tersebut mungkin mudah diredakan jika anda sendirian, tetapi jarang orang datang ke resto jika tidak bersama keluarga, kawan atau klien penting yang harus anda traktir.

Sold Out
Saya tidak sedang membahas bagaimana kita bisa menjadi bijaksana dan bersikap baik atas pelayanan di resto tersebut diatas, tetapi saya lebih tertarik kepada sebuah sistem yang bisa meminimalkan keluhan-keluhan sehubungan dengan permasalahan seperti diatas.
Kasus diatas tidak saja terjadi dalam dunia restoran, tetapi sangat mungkin terjadi pada bisnis lain yang teknik jualnya menggunakan cara pesanan atau indent terlebih dahulu. Bisa saja itu berupa bisnis penjualan mobil, barang elektronik, hotel, sekolah, kursus dan sebagainya.
Seperti saat ini saya sedang berdebar-debar karena saya sedang menunggu sebuah laptop yang dijanjikan penjualnya akan datang setelah 4 minggu dari hari pemesanan. Demi untuk sebuah spesifikasi yang saya harapkan, saya rela membayar mahal dan menunggu hingga satu bulan untuk sebuah laptop. Sayangnya beberapa hari yang lalu, agen penjual menghubungi saya bahwa jenis laptop yang saya pesan tidak datang, yang datang adalah jenis berspesifikasi berbeda yang lebih rendah dari yang saya pesan. Saya tetap meminta jenis yang seperti perjanjian awal, walaupun pihak agen menawarkan pengurangan harga. Saya mulai merasa khawatir kalau pada akhirnya pengorbanan saya selama 1 bulan menjadi sia-sia.
Kasus serupa terjadi kepada seoarang rekan yang sudah menunggu 6 bulan demi mobil impiannya tetapi setelah 6 bulan, pihak penjual hanya bisa menyediakan mobil dengan warna yang berbeda dari pemesanan awal.
Serupa dengan perusahaan kawan yang membeli perangkat mesin dari luar negeri yang setelah kami terima, kami mendapati spesifikasi yang berbeda dengan brosur yang mereka kirimkan kepada kami.
Apa yang bisa kita bilang, kalau pada akhirnya si penjual memohon maaf sambil memaksa, take it or leave it (ambil atau tidak). Jelas pengorbanan waktu, biaya dan energi yang sia-sia. Lalu kita menyadari bahwa yang paling menyakitkan adalah bahwa bayangan kenikmatan mendapati pensanan kita kandas begitu saja tanpa ampun.

Tidak nyambung
Semestinya kesalahan-kesalahan penjualan itu bisa ditiadakan atau minimal bisa diperkecil. Kesalahan mendasar yang paling sering terjadi adalah karena tidak adanya komunikasi yang nyambung antar bagian di pihak penjual.
Sering bagian penjualan tidak mendapat informasi yang benar dari bagian produksi atau bagian distribusi. Kasus ini juga terjadi manakala bagian penjualan tidak memperdulikan informasi-informasi yang diberikan oleh bagian produksi ataubagian distribusi.
Dalam kasus makanan, jelas pihak order taker tidak melakukan pemeriksaan awal sebelum memulai menawarkan menu kepada tamu. Dalam hal ini semestinya pihak dapur/juru masak memberikan informasi menu apa saja yang sudah habis dan tidak ada lagi persediaannya.
Dalam kasus pesanan lap top saya, sepertinya tidak terjadi pertukaran informasi yang mutakhir antara pihak importer nasional dengan pihak agen penjualan. Hingga saat ini saya belum bisa tentukan siapa yang salah dalam hal ini, saya masih punya beberapa hari untuk menunggu kepastiannya (semoga tidak sejelek yang saya bayangkan).
Begitu organisasi mulai melibatkan banyak bagian dalam melayani pelanggan, bersama itu juga semestinya didesign sebuah system yang memberikan informasi mutakhir kepada semua lini pelayanan. Informasi tersebut harus mudah diakses oleh semua petugas yang terlibat dan mengindikasikan perubahan-perubahan yang terjadi. Dalam informasi tersebut selayaknya disebutkan semua kondisi dan persyaratannya, lengkap dengan masa berlaku ketentuan tersebut.
Sistem informasi ini menjadi sangat penting dan strategis manakala kita memiliki banyak produk dengan banyak spesifikasi dan struktur harga yang berbeda-benda. Belum lagi jika ditambah dengan program-program promosi pada waktu-waktu yang tertentu.

Janji promosi

Jika kita berada diposisi yang bisa menjanjikan sesuatu kepada konsumen melalui bentuk promosi, pastikanlah kita tidak memberikan janji-janji yang tidak realistis. Hindarkan janji yang tidak mungkin kita bayar. Karena itu akan menunai keluhan dari konsumen. Kini, konsumen yang tidak senang tidak lagi hanya bisa menerima walau tidak rela, tetapi kini perundangan negeri ini memungkinkan penuntutuan secara hukum jika konsumen dikecewakan.
Kesadaran promosi dengan tidak menipu perlu ditumbuhkan. Hingga kini masih banyak sarana promosi berupa brosur, poster, spanduk, katalog dan daftar harga yang sesungguhnya mengandung unsur-unsur tipuan. Bisa berupa foto atau gambar yang bukan sebenarnya, ketentuan yang disamarkan, atau kalkulasi biaya yang menyesatkan dan bahasa-bahasa bombastis yang benar-benar tidak rasional.
Ingatlah bahwa mengobati pelanggan yang sakit hati berbiaya lebih mahal dibanding mencari pelanggan baru.
Share:

Upgrade Pendapatan Dengan Penampilan

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada, pada tanggal 23 maret 2009, di halaman bisnis dan teknologi.

PENAMPILAN memberikan potensi pendapatan yang berbeda-beda. Semakin cantik seseorang, potensi pendapatannya akan jauh lebih besar. Apakah anda percaya?

Ajining diri saka lathi
Ajining salira saka busana

Sebuah pepatah Jawa kuno yang sampai saat ini lumayan relefan. Ajinig diri saka lathi berarti bahwa kehormatan diri itu dari ucapannya/mulut. Ajining saliro saka busana berarti kehormatan penampilan itu dari busana yang dikenakannya. Budi pekerti dan ucapan melambangkan kualitas diri seseorang, dan penampilan fisik jelas menjadi jendela pertama yang bisa digunakan untuk mengukur kualitas diri pemiliknya.
Topik ini muncul dalam pikiran saya ketika sekali waktu saya tidak kuat menahan simpati dan rasa heran atas penampilan fisik seoarang sahabat yang semakin hari semakin bagus, indah dipandang. Hingga akhirnya saya sampaikan pujian tulus saya kepadanya.
Sahabat saya ini seperti berubah dalam dua tahun belakangan. Seolah-olah dirinya pun juga ikut berubah. Itu saya lihat dari penampilan fisiknya. Pakaian yang dikenakannya begitu rapih, pas padanan warna dan motifnya serta tertata menguatkan karkater intelektualnya. Belum lagi kelengkapan penampilannya, mulai dari jam tangan bermerek yang pas hingga peralatan-peralatan kerja yang dia kenakan. Secara sederhana ia berubah drastis seperti ulat keluar dari kepompong mendadak menjadi kupu-kupu yang indah.
Sekilas saya pikir dia ini sedang jatuh cinta. Atau minimal dia didampingi seorang perempuan yang memiliki cita rasa tinggi. Saya yakin anda sependapat dengan saya, ketika cinta berbicara, semua yang tersentuh akan menjadi indah dan memperindah dirinya.
Terlepas dari kisah cintanya, saya menjadi tersadar saat sanjungan saya berbalas sebuah jawaban logis dan sederhana. Sahabat saya berfikir bahwa memperindah diri adalah ungkapan syukur dan terimakasih kepada Pencipta atas karuniaNya. Yang kedua, penampilan yang baik dan berkualitas akan mempermudah pergaulan. Dan yang ketiga, orang tidak akan memberikan ‘recehan’ untuk penampilan berkelas dan bagus.
Saya mulai berfikir, pantas sahabat saya ini hidupnya selalu “Pas-pasan” – sebuah canda yang menyebutkan pas memerlukan apapun pas saat itu juga bisa terturuti karena memang ada uangnya--. Rejekinya terus mengalir dan semakin jauh dari kesulitan keuangan seperti jaman dahulu.
Saya teringat janji Tuhan yang sangat jelas, barang siapa bersyukur, maka Ia akan memberikan Karunia dan rejeki yang lebih berlimpah lagi. Jadi ungkapan syukur melalui upaya memperbaiki penampilan diri jelas berbalas kebaikan yang lain.
Lalu, dengan penampilan yang baik, tentu orang akan senang berdekatan dan bergaul dengannya. Dari pergaulan yang semakin bertambah, tentu peluang rejeki dan pendapatan akan semakin terbuka. Betapa penampilan yang tulus dan indah bisa berbuah kebaikan pula.
Berikutnya, jelas seseorang akan berfikir beberapa kali untuk memberikan pembayaran atau hadiah dengan jumlah yang sedikit jika melihat penampilan penerimanya menggambarkan seorang yang tidak miskin.

Penampilan
Sungguh nyata bahwa kebanyakan orang hanya menilai penampilan dipermukaan saja. Pernampilan itu langsung menohok pikiran dan secara kasar menciptakan kasta sosial yang hingga kini sulit dipecahkan.
Entah mengapa kita menjadi langsung saja memberikan penilaian atas penampilan seseorang. Memang pada saat sadar, kita mengakui keberadaan seseorang bukan dari penampilannya. Tetapi penampilan seseorang memberikan perbedaan perlakuan yang nyata.
Saya sering melihat betapa pemilik mobil mewah mendapatkan kemudahan parkir, langsung didepan lobby, sementara kita yang menggunakan mobil biasa harus berjauh-jauh parkirnya. Hingga hari ini saja, anda akan mudah mendapatkan tempat parkir istimewa di airport kita jia anda menggunakan monbil mewah.
Dalam sebuah pertemuan, begitu seseorang datang mengenakan jas dan berdasi, ia akan diarahkan untuk duduk dibarisan terhormat. Kini, manajer-manajer asal Indonesia tidak kalah kualitasnya, tetapi banyak perusahaan yang menggunakan tenaga asing karena tampilan Bule-nya. Bukankah begitu?
Dengan alasan itulah, saya pernah mendapati seorang wartawan yang beralih profesi menjadi pemborong yang selalu menjaga penampilannya dengan berbagai cara. Kala itu awal tahun 90-an. Jaringan telepon genggam yang ada hanyalah tipe analog. Si kawan ini selama berbulan-bulan selalu membawa telepon genggamnya, kemanapun ia pergi. Ia tampil sebagai eksekutif yang prestisius karena saat itu hanya orang kaya saja yang bisa memiliki telepon genggam.
Yang menarik dari kisah telepon genggam itu dan hingga kini saya tidak pernah lupa adalah bahwa kawan saya selalu mematikan telepon tersebut dan dengan sengaja ia kosongkan isi batereynya. Bergaya memegang telepon genggam dan pada saat memerlukan telepon ia pinjam telepon ke sekretaris dimana ia bertamu dengan alasan baterey handphone-nya habis. Orang-orang tetap percaya bahwa ia memang bonafid dan tetap memberikan pinjaman telepon untuknya. Sebuah trik yang lihai dan berani.
Lagi-lagi penampilan sangatlah penting. Jika anda seorang agen multi level marketing yang mengajak seseorang untuk bergabung agar hidupnya berubah menjadi kaya, tetapi anda masih naik mobil umum, apa kata dunia?

Ingat dan Waspada
Benar bahwa penampilan akan memberikan keuntungan tambahan. Tetapi dijaman yang serba gila ini, mesti ada sikap yang selalu ingat serta waspada agar kita tidak menjadi korban tuntutan penampilan.
Orang-orang penduduk bumi ini terus saja berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan pengakuan bahwa dirinya adalah warga kelas pertama. Mereka lupa bahwa penampilan juga memerlukan modal yang tidak sedikit. Dan penampilan memberikan suntikan tambahan gengsi. Dan semua gengsi itu biayanya mahal.
Parkir ditempat biasa, mungkin hanya Rp.1000,- tetapi parkir ditempat istimewa semisal didepan lobby jelas lucu kalau memberikan tips hanya Rp.1000,- saja.
Berlaku bijaksana dengan sebuah kesadaran penuh bahwa memperbaiki penampilan diri bukan sekadar gengsi, adalah langkah tepat agar kita tidak menjadi korban mode. Kita mesti sadar bahwa kitalah penentunya.
Yang terakhir, sikap seseorang terhadap kita bukan saja karena penampilan fisik kita, tetapi sangat dipengaruhi oleh keyakinan diri dari kita. Pesona percara diri akan memancar indah dari wajah dan tubuh yang dihiasi dengan pakaian apapun itu.
Share:

“Baru Kembali” --REBORN & RELAUNCHING--

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada pada tanggal 16 maret 2009 di halaman bisnis dan teknologi

“SELAMAT Ulang Tahun”. Begitulah salah satu harapan dan doa dari kerabat handai tolan serta sahabat pada hari ulang tahun saya minggu yang lalu. Satu persatu mereka menyampaikan doa dan ucapan selamat dengan berbagai cara dan media, sementara saya sedang berada di Lautan India, dilepas pantai Pulau Asu, sebuah pulau gugus terluar Indonesia bagian Barat.
Bersama proses perenungan diri, saya mulai menyadari makna dilahirkan kembali. Menjadi pribadi baru yang lebih baik lagi tentunya. Dan itu mengingatkan saya bagaimana sebuah produk bsinis ada kalanya harus dilahirkan kembali agar terjadi penyegaran dengan hasil yang lebih baik tentunya.
Dilahirkan kembali adalah sebuah proses pembaharuan. Sebuah langkah menjernihkan atas hal-hal yang keruh, menjelaskan yang kabur, menempatkan yang berserak dan mengurai yang kusut serta menyatukan yang bercerai.
Dilahirkan kembali bermakna kemunculan hal baru yang masih bersih, bagus, indah, muda, bermutu serta serangkaian keunggulan-keunggulan lainnya.

Reborn
Demikianlah, dilahirkan kembali adalah konsep-konsep internal sebuah team manajemen untuk menjadikan sesuatu yang menjadi baru kembali. Dalam prosesnya tentu pihak internal harus melalui serentetan kesadaran dan penyadaran arti pentingnya berubah.
Tentu saja dibalik kelahiran kembali itu ada sebuah rahasia penting yang harus dilewati sebuah manajemen untuk bisa melahirkan kembali produknya. Di dalamnya harus ada rangkaian studi yang membuktikan bahwa memang ada perlu pembaruan, lalu semua pihak dalam internal manajemen menyadari hal-hal apa saja yang harus diubah hingga akhirnya memahami serta melaksanakan perubahan-perubahan apa saja yang harus dilakukan.
Proses melahirkan kembali sebuah produk bermula dari keberanian diri untuk mengakui kekurangan yang sudah terjadi lalu disemangati oleh keberanian diri untuk merubahnya. Selanjutnya konsep kreatif dan karya cipta berperan aktif membidani kelahiran kembali itu.
Pada dasarnya semua orang tahu bahwa segala sesuatu di dunia ini itu ada waktunya masing-masing. Artinya kejayaan sebuah produk juga akan ada masanya. Mulai dari masa pertumbuhan, berkembang hingga mencapai masa puncak kejayaan. Jika sudah demikian, sudah pasti masa turun dan melemah akan datang menghampiri.
Dilahirkan kembali adalah salah satu proses peremajaan sehingga usia produk yang sudah menjelang turun menjadi naik kembali. Atau produk yang gagal bisa kembali bersinar dan berkibar.

Relaunching
Memperkenalkan kepada publik atas perubahan-perubahan baru setelah dilahirkan kembali adalah sebuah perayaan yang indah untuk menyongsong pembaharuan itu sendiri. Relaunching atau peluncuran ulang adalah sebuah proses kelahiran setelah janin produk baru itu selesai dan siap dipasarkan.
Perbedaan mencolok dari proses reborn dan proses relaunch, adalah bahwa reborn bagi saya cendrung merupakan aktifitas internal dan relaunch mengacu kepada aktivitas eksternal.
Reborn menuntut perubahan-perubahan internal dan semangat perubahan itu sendiri dan dalam proses peluncuran ulang, yang menjadi sangat penting adalah proses perubahan kemasan dan tampilan
Semangat relaunch tidak menuntut banyak perubahan secara internal, perubahan yang penting adalah produk–kemasannya saja.
Titik berat perubahannya adalah pencitraan. Apakah itu melalui perubahan logo, warna dan bentuk serta ukuran, atau penambahan-pernambahan rasa/aroma. Pencitraan baru ini lebih mengacu kepada tampilan luarnya saja.
Perubahan dalam versi ini pun tidak harus berupa kemasan. Ada kalanya produk dan kemasan tetap dengan sistem yang tetap sama tetapi cara penyampaian dalam kampanye promosinya berubah. Bisa saja perubahan itu hanya berupa perubahan slogan-slogan kampanyenya.
Dengan alasan-alasan perubahan ’permukaan’ itulah bisa diciptakan sebuah kegiatan yang mengundang kerumunan dan juga memberikan nilai berita untuk dipublikasikan. Dengan harapan perubahan itu memberikan kesegeran baru dan semangat baru untuk membeli produk tersebut.

Menjadi baru
Dilahirkan kembali menjadi baru tentu harus jelas terlihat, terdengar atau terasakan hal baru tersebut. Paling tidak publik bisa mengatakan iya atas perubahan tersebut. Walaupun itu hanyalah perubahan slogan dalam promosinya. Menjadi baru baiknya bukan hanya janji. Tetapi benar-benar dibukatikan perubahannya.
Menjanjikan perubahan bagusnya dalam ukuran yang pas. Artinya, kita sudah sangat pasti kapan perubahan itu akan terjadi. Sehingga durasi masa tunggunya bisa kita atur sesuai kondisi emosi khalayak. Hindarkan khalayak yang akan mengklaim bahwa kita hanya sedang bermimpi dan berakhir dengan kesan seperti menipu. Itu bisa menjadi kontra produktif. Jika tidak, minimal rasa simpati mereka bisa berubah menjadi rasa jengkel.
Menjadi baru yang sejati adalah manakala terjadi perubahan pembaharuan terhadap nilai-nilai manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat yang dituju. Baik dari perbaikan kualitas produk, perbaikan harga, perbaikan kemasan yang mudah dipakai, serta perbaikan komposisi dimana lebih berfihak kepada kesehatan atau perbaikan-perbaikan positif lainnya. Secara pasti biasanya perubahan yang seperti ini akan mendapatkan sambutan dan dukungan positif dari publik.
Sekali lagi bagi anda yang merasa produknya sudah mencapai titik jenuh, cobalah untuk mengevaluasi perlu tidaknya upaya untuk meremajakannya. Biarkan sisi kreatif dari diri anda berkembang untuk bisa menyajikan produk anda laksana produk ’gress’ yang masih segar dan menarik minat pembeli.
Kemudian, Melalui tulisan ini sekali lagi saya ucapkan terimaksih atas segala perhatian, doa dan selamat yang disampaikan kepada saya pada hari jadi saya. Sungguh itu akan menjadi komponen penting dalam proses pendewasaan batin untuk menjadi sebuah pribadi yang utuh. Hangat bagi yang kedinginan dan sejuk bagi yang sedang kepanasan. Sebuah batin yang dirindukan jika tiada dan diinginkan jika ada. Sebuah batin yang teguh dan patuh dalam keiklhasan atas kuasa dan takhta sang Khalik. Amin
Share:

BEDAH STRUKTUR PERUSAHAAN PELANGGAN

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada pada tanggal 02 maret 2009, di halaman bisnis dan teknologi

KESALAHAN umum yang dikerjakan oleh tenaga pemasaran/penjualan adalah hanya berorientasi kepada satu hubungan dengan pelanggan perusahaan, yaitu pimpinannya saja atau salah satu dari contact personnya saja.
Terlalu banyak petugas penjualan/pemasaran yang sama sekali tidak pernah memperhatikan struktur organisasi dari perusahaan yang ditujunya. Padahal dari structur itu jelas terlihat bagian-bagian yang penting serta jalur pengambilan keputusan untuk membeli produk yang kita pasarkan.
Misalkan kita akan menjual cairan pembersih kaca ke sebuah kantor, tentu kita harus tahu, siapa yang menggunakan produk itu di kantor yang kita tuju, katakanlah yang membutuhkan adalah office boy atau bagian cleaning service. Saya yakin petugas tersebut tidak berhak mengeluarkan uang utnuk membeli produk yang dibutuhkannya.
Petugas tersebut pasti memiliki supervisor atau manager yang berhak untuk mengeluarkan permintaan suplay barang kepada pihak gudang dan pihak gudang selanjutnya meminta kepada pihak pembelian jika stoknya habis.
Dalam proses tersebut diatas, kepala bagian keuangan dan pimpinan kantor akan terlibat dalam proses persetujuan pembelian produk pembersih tadi.
Dalam menentukan merek, akan ada banyak pengaruh dari orang-orang yang ada di kantor tersebut. Mungkin sekretaris atau kepala bagian lain yang memiliki pengalaman atas salah satu produk pembersih kaca. Artinya mereka akan memberikan referensi bagus dan tidaknya sebuah produk.
Dari penjelasan proses diatas, sangat penting jika seorang petugas pemasaran/penjualan mengedal dan dikenal oleh seluruh bagian dari satu organisasi tersebut.

Bedah struktur
Adalah sebuah langkah strategis yang dilakukan oleh bagian penjualan untuk mengetahui secara pasti siapa-siapa saja yang harus dihubungi dalam sebuah organisasi yang diincar menjadi sasaran penjualan.
Disini diperlukan kecakapan khusus dari petugas penjualan/pemasaran untuk mampu menginvestigasi bagaimana structur organisasi sebuah perusahaan.
Untuk memastikan mereka mampu dan menguasai target pasar tersebut, perlu dilakukan semacam presentasi oleh petugas pemasaran/penjualan tentang structur organisasi targetnya tersebut.
Dalam presentasi tersebut petugas penjualan/pemasaran harus mampu menyebutkan nama-nama orang dalam struktur organisasi tersebut sekaligus menjelaskan posisi serta wewenangnya. Sehingga dalam presentasi tersebut bisa dengan jelas dipetakan, siapa-siapa saja yang pantas didekati dan diprospek.
Hasil presentasi tersebut bisa menjelaskan strategi pendekatan yang terbaik kepada masing-masing pejabat sesuai dengan structur tersebut.
Pertanyaan dan tanggapan dari peserta presentasi akan memperkaya dan memperjelas situasi dan membimbing kepada keputusan ideal untuk mempertajam strategi pendekatan.

Politik Perkantoran
Jelas dimanapun ada praktik-praktik politik perkantoran. Masing-masing memiliki kultur yang berbeda-beda. Sejauh itu berpengaruh terhadap keputusan pembelian, seyogyanya kita juga harus memperhatikannya.
Bisa jadi seorang pemimpin sebuah organisasi yang menjadi target kita mempercayai orang-orang tertentu yang tidak sesuai dengan structur organisasinya. Bisa jadi seorang pemimpin memiliki kedekatan emosional dengan pegawai yang secara formal tidak memiliki kekuasaan tertentu, tapi orang itu memiliki kekuatan pengaruh yang sangat kuat kepada pemimpin tadi.
Hal-hal seperti ini sangat perlu untuk dijadikan pertimbangan. Artinya, pendekatan kepada atau melalui orang-orang dekat pimpinan juga menjadi penting. Harus diatur sebuah taktik untuk bisa memasuki lingkungan orang-orang dekat tersebut dan mempengaruhinya sehingga bisa membantu memuluskan proses pembelian.

Gaya & Kultur
Setiap gaya manajemen akan diwarnai oleh gaya kepemimpinannya. Lalu secara bersamaan akan menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang lama-lama akan membudaya.
Masing-masing organisasi memiliki kebijakan dan prosedur yang beda-beda yang disesuaikan dengan keadaan masing-masing.
Untuk itulah bedah struktur menjadi sangat penting agar semua pihak dibagian penjualan bisa memberikan dukungan kepada petugas penjualan dalam rangka melakukan pendekatan dan pengkondisian penjualan di organisasi yang dimaksud.
Ada yang memiliki gaya pembelian sangat sederhana ada juga yang memiliki sistem dan pola yang sedikit komplikasi yang serba prosedural, banyak tandatangan serta kontrol.
Masing-masing organisasi memiliki kebijakan pembayaran yang berbeda-beda. Waktu pembayaran yang khas, cara pembayaran dan petugas pembayaran yang tertentu.
Kadang-kadang ada organisasi yang memiliki kebijakan pembelian yang tertentu, penuh kontrol dan penalti. Ini harus sangat diwaspadai.
Belum lagi jika oknum-oknum pelaksananya memiliki kecenderungan korup. Jadi harus jelas apakah kita harus memberikan komisi dan kepada siapa-siapa saja?

Pendekatan
Dengan bedah stuktur ini, jelas sekali bahwa seorang petugas penjualan harus memperhatikan banyak posisi dan banyak orang. Tentu saja harus dijadwalkan secara baik, kapan-kapan dan dengan cara bagaimana dalam melakukan pendekatannya.
Dalam hal ini, kita tidak lagi hanya berorientasi kepada pemimpim pertamanya saja. Kita akan memperhatikan semua orang.
Jika perlu, kita adalah orang yang dikenal sangat dekat dengan produk yang kita jual oleh orang-orang tersebut. Pastikan dari satpam, petugas parkir, petugas recepsionis, sekretaris hingga pemimpin, semuanya harus mengenal kita dengan baik, sehingga mereka akan memudahkan urusan kita.

Pencatatan
Saya merekomendasikan kepada semua kepala bagian penjualan untuk memiliki sistem pencatatan yang dengan jelas menyebutkan proses dan aksi apa saja yang dilakukan petugas penjualan kita kepada target-target pasar tersebut.
Layaknya seorang dokter memiliki catatan riwayat pengobatan pasiennya, demikian juga seorang petugas penjualan dan pimpinannya. Harusnya kita juga memiliki catatan riwayat pendekatan dan aksi untuk setiap organisasi/perusahaan yang menjadi target pasar kita.
Dalam catatan tersebut terlihat daftar nama-nama yang menjadi penghubung kita lengkap dengan jabatan, nomor telepon, alamat email hingga hari ulang tahunnya. Selanjutnya tercantum juga aktifitas pendekatan yang dilakukan. Misalnyanya berapa kali telepon, berapa kali kunjungan, membicarakan apa saja, hasil-hasil pembicaraan dan seterusnya. Catatan itu menjadi pegangan untuk menilai kinerja petugas penjualan dan potensi pasar tersebut.
Sekali lagi, tanpa mengenal siapa yang akan kita prospek, seperti memukulkan palu dalam kegelapan untuk menancapkan sebuah paku. Lebih banyak buang-buang waktu sia-sia.
Share:

16.3.09

Clubbing Untuk Jaringan Bisnis

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada, pada tanggal 23 Februari 2009. di halaman bisnis dan teknologi.

Tak kenal maka tak sayang
Tak sayang maka tak cinta


SAYA meminjam istilah orang-orang jaman sekarang yang senang berkumpul dengan kawan-kawannya “Clubbing”. Sebuah aksi sosialisasi yang bukan kultur baru, kultur tua sepanjang sejarah manusia karena manusia adalah mahluk sosial.
Dalam cara pandang bisnis, berkumpul dengan orang-orang adalah cara paling sederhana dan masih sangat manjur untuk membangun jaringan bisnis. Dengan banyak jaringan, urusan bisnis bisa jauh lebih mudah, dari mencari bahan baku, permodalan, pemasaran, ide-ide kreatif dan masih banyak lagi yang bisa didapat dari Jaringan tersebut.
Tentu saja, potensi-potensi tersebut tidak bisa dipanen, jika kita tidak menanamkan benih perkawanan sejak awal. Tentu saja benih itu harus dirawat hingga hasil panennya nanti akan lebih baik dan lebih besar. Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, kalau sudah cinta, selanjutnya terserah anda...

Bergaul
Selain memenuhi kebutuhan sosial kita, bergaul jelas merupakan pintu gerbang utama utuk mengakses lingkungan bisnis. Mustahil akses dukungan bisnis terbuka tanpa pergaulan. Artinya, pergaulan adalah kunci penting untuk keperluan bisnis apapun.
Semakin luas pergaulan, semakin besar pintu-pintu rejeki terbuka. Bukan sekadar rejeki finansial saja, tetapi juga terbukanya pintu rejeki-rejeki lainnya semisal dukungan moral, kreasi ide-ide bisnis dan jaringan pemasaran.
Pergaulan tidak saja bisa dilakukan secara fisik, tetapi bisa juga dilakukan melalui alam maya semisal internet. Lihatlah fenomena face book yang menjadi media pergaulan alam maya yang sangat luar biasa.

Kelompok pergaulan
Terlepas dari tata nilai, baik dan buruknya sebuah kelompok, semua orang pasti selalu ada manfaatnya. Siapapun itu. Saya yakin sidang pembaca sepakat dan tidak perlu saya bahas lebih dalam mengenai hal ini.
Kembali kepada luas dan sempitnya pintu rejeki, tergantung seberapa luar pergaulan itu sendiri. Untuk itu, cobalah untuk bisa bergaul kesemua kelompok, sebanyak-banyaknya.
Begaul melalui kelompok-kelompok yang sudah ada jauh lebih mudah karena dengan waktu yang lebih singkat kita bisa dikenal dan mengenal anggota kelompok tersenbut.
Masing-masing kelompok itu memiliki ciri khas tersendiri yang akan memberikan manfaat yang berbeda-beda pula. Jadi semakin banyak kelompok yang kita kunjungi, semakin banyak potensi kebaikan akan menjadi milik kita.
Jika pada akhirnya, semesta akan membawa kita kepada kelompok-kelompok yang cocok dengan karakter kita, tetapi perkara bisnis haruslah dibedakan dengan perkara selera. Bisa jadi kita tidak cocok dan merasa sreg dengan satu kempok, tetapi jika kelompok itu berpotensi memberikan keuntungan bisnis, tentu kita tidak boleh mengabaikannya.

Memasuki kelompok pergaulan
Biasanya semua kelompok memiliki aturan tidak tertulis bahwa yang layak masuk adalah anggotanya saja yang memiliki kesamaan sesuai dengan kultur dan keyakinan anggota kelompok tersebut. Tetapi bukan berarti orang lain tidak bisa memasukinya.
Menggunakan referensi dari anggota kelompok biasanya akan memudahkan proses diterimanya anda dalam kelompok tersebut. Kenali salah satu anggota kelompok dan ajak dia memperkenalan anda kepada kelompoknya. Itu saja...!
Mengenai bagaimana anda diterima atau tidak dalam kelompok tersebut, pada akhirnya sangat ditentukan oleh sikap anda sendiri. sebagaimana baik anda memahami aturan pergaulan di lingkungan tersebut. Tentu saja tata krama, sopan santun dan keingian bersahabat menjadi penentu sukses anda memasuki sebuah kelompok baru.
Dalam banyak kasus, justru anggota kelompoklah yang suka mempromosikan kelompoknya dan berusaja mengajak anda bergabung dengan mereka. Itu jauh lebih mudah. Kelompok seperti ini biasanya adalah kelompok yang terbuka dan akan menerima orang-orang baru yang seide dengan mereka.
Untuk bisa masuk dalam kelompok baru dan bisa memanfaatkannya jelas kita harus bisa bertoleransi dengan persyaratan-persyaratan kelompok tersebut. Ikuti saja dan jika saatnya tiba, silahkan buka pintu manfaatnya.

Memanfaatkan
Memanfaatkan anggota sebuah kelompok untuk kepentingan anda bermula dari seberapa kenal anda atas mereka dan seberapa kenal mereka terhadap anda. Artinya syarat pertamanya adalah keterbukaan. Hilangkan gengsi anda untuk memperkenalkan diri anda.
Perkenalkan diri anda bersama dengan bisnis atau produk anda. Biarkan mereka mengenal anda sekaligus mengenal latarbelakang bisnis anda. Orang kebanyakan akan merasa segan dan baru akan memberitahukan bisnis anda setelah beberapa kali pertemuan. Jelas itu membuang waktu. Tentu saja hindarkan sikap promosi produk anda dengan berlebihan pada awal perkenalan. Cukup sebutkan nama anda dan apa bisnis anda. Nanti secara perlahan dan pasti, anda akan punya kesempatan untuk memperkenalkan secara detail tentang bisnis dan produk anda. Tunggu saja.
Senjata yang tidak boleh dilupakan adalah kartu nama. Jangan pernah lupa untuk selalu membawa kartu nama, itu adalah perangkat penting untuk membuat orang-orang yang baru anda kenal mengingat anda dan memiliki alamat dan nomor untuk menghubungi anda.
Banyak orang yang menerima kartunama tetapi hanya menimpannya saja tanpa mengupdate di telepon gengganmnya. Karena itu, meminta nomor dan sekaligus menyimpannya di depan orang tersebut akan jauh lebih efektif.
Usahakan anda tampil dengan gaya yang sesuai dengan produk atau bisnis anda. Pakailah atribut-atribut yang memudahkan orang lain mengenal anda sekaligus mengenal bisnis anda. Kenakan baju, jam, perhiasan atau pernik-pernik lain yang selaras dengan bisnis anda. Anda pasti akan mudah mengenal fotographer yang mengenakan t-shirt dengan tulisan atau gambar yang berhubungan dengan kamera, foto atau dunia fotografi.
Setelah bisa memasuki sebuah kelompok, kembangkan kemampuan komunikasi dan kemampuan teknik menjual yang anda miliki. Jangan pernah lupa mereka adalah manusia yang harus ditangani dengan manusiawi.
Pada akhirnya anda akan merasakan manfaat yang besar dari clubbing. Tapi ingat, pergaulan pasti berbiaya dan itu adalah umpan yang harus direlakan terbuang atau tertelan mangsa yang akan anda mangsa.
Share:

Menentukan Harga Jual

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada medan pada tanggal 16 Februari 2009 di halamaan bisnis dan teknologi

SAYA suka makan nasi bungkus. Hidangan yang kompak, sederhana dan nikmat. Sesekali saya mencoba berbagai nasi bungkus dari beberapa rumah makan di Kota Medan. Dengan menu yang sama, nasi bungkus itu di jual dengan harga-harga yang berbeda pada kisaran Rp.5.000,- hingga Rp. 15.000,- per bungkus.
Mengapa bisa berbeda? Dan bagaimana menentukan harga jual yang baik?
Tulisan ini saya niatkan untuk menjawab pertanyaan serupa dari beberapa pembaca yang mengirimkan pesan singkat kepada saya untuk bisnisnya.
Untuk menentukan harga sebuah produk, bagian penjualan bisa menempuh berbagai cara. Saya sendiri melihat bahwa sebenarnya ada empat dasar strategi penentuan harga yang bisa dijelaskan secara sederhana sebagai berikut.
Pertama harga berdasar biaya. Untuk menentukan harga jual, pertama-tama kita menghitung biaya yang telah dikeluarkan untuk memproduksi sebuah produk. Kemudian kita menambahnya dengan besar besar profit yang diinginkan dan jika perlu tambahkan margin untuk distributor, hasil akhirnya berupa harga jual. Menurut hemat saya, harga nasi bungkus dikisaran 8.000 sampai 9.000,- adalah menggunakan strategi ini.
Strategi kedua adalah harga berdasar situasi pasar. Di sini penentuan harga ditentukan berdasarkan hukum penawaran dan permintaan yang ada di pasar. Kalau permintaan meningkat sementara penawarannya tetap atau malah menurun, sudah tentu harganya akan naik. Begitu pula sebaliknya. Kalau pasokan barang berlimpah di pasar sementara permintaan dari pelanggan tetap, harganya cenderung akan turun. Disinilah strategi harga serba Rp.5.000,- diaplikasikan.
Kemudian yang ketiga adalah harga berdasar persaingan. Kita harus memiliki data harga produk milik pesaing yang ada di pasar. Kemudian kita menetapkan apakah akan memasang harga di atas, di bawah, atau pada tingkat harga rata-rata produk serupa yang sudah ada di pasar.
Keempat adalah harga berdasar nilai. Di sini kita menetapkan harga berdasarkan nilai (value) produk tersebut di mata pelanggan. Ini dilakukan jika produk tersebut merupakan produk inovatif atau memiliki keunggulan daya saing yang kuat dibanding produk lainnya. Harga nasi bungkus senilai Rp.15.000,- saya pikir menggunakan harga ini. Ia disajikan dengan perbedaan-perbedaan yang cukup menonjol yang tidak dimiliki oleh pesaing yang lainnya.

Harga Jual Produk Baru
Jika kita baru saja membuka usaha dan memulai menjual produk baru, dengan cara apa kita menentukan harga? Berikut ada dua pilihan yang mungkin bisa dijadikan referensi;
Skimming Price. Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Konsep ini dilakukan jika kita memiliki keyakinan kemampuan inovasi yang cenderung cepat, penggunaan strategi ini bisa dilihat pada produk elektronik.
Penetration Price. Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen.
Strategi ini lumayan cocok untuk situasi pasar yang sudah cukup ketat, misalnya pada pasar telekomunikasi dan mie instant.

Harga Psikologis Konsumen
Jika menyangkut perasaan atau unsur psikologis konsumen, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan. yang pertama Harga Prestis. Strategi harga Prestige adalah menetapkan harga yang tinggi demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan specialty. Konon Roll royce, Rolex, Guess, Gianni Versace, Prada, dan Vertu menggunakan strategi ini. Tentu anda akan tersenyum dan tidak akan percaya jika ada produk tersebut dijual dengan obral murah.
Yang kedua, Harga Ganjil. Strategi harga ini adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Konsumen mungkin akan melihat harga Rp. 99.999 jauh lebih murah daripada Rp. 100.000,-.
Yang ketiga Harga Rabat. Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Misal sebuah pencil adalah Rp. 1.500,- maka diberikan rabat senilai Rp. 1.000,- perpencil jika membeli satu dus isi 20 pencil. Strategi ini juga disebut dengan istilah Block Pricing. Block pricing bisa diartikan sebagai harga borongan, dimana pembelian dengan jumlah banyak akan jauh lebih murah.
Variasi harga rabat yang lain yaitu Commodity Bundling dimana Beberapa produk yang tidak sejenis dijual dalam satu paket harga. Misalkan anda memiliki 2 produk yang dijual. Produk nomor 1 sangat laku dan yang ke 2 tidak begitu laku, maka anda bisa menggabungkannya. Membeli sekian produk no 1 akan mendapat sekian produk no 2. bunding ini menggunakan 1 harga yang berbeda jika dirincikan satu persatu. Cuma anda yang tahu komponen harga masing, sehingga harga satuannya tidak akan terganggu.
Strategi Keempat adalah Harga Lini. Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada kelas produk yang beda. Contohnya kamar hotel yang dibedakan dalam beberapa jenis dengan harga-harga yang juga berbeda sesuai kelasnya.
Yang kelima, Strategi harga pemimpin pasar dimana penetapan harga lebih rendah dari pada harga pasar yang normal untuk menunjukkan bahwa outletnyalah yang paling murah. Biasanya ritel jenis hipermarket menggunakan strategi promosi harga ini.
Strategi ini biasanya diterapkan pada produk-produk yang fast moving atau yang banyak peminatnya. Sehingga para pembeli merasa bahwa harga-harga di gerai tersebut murah-murah.

Diskon
JIka diperlukan, ada kalanya kita perlu mengeluarkan diskon atau potongan harga. Strategi diskon pada dasarbya ditetapkan demi meningkatkan penjualan.
Diskon dapat diberikan dengan berbagai bentuk potongan. Pada umumnya dalam bentuk diskon kuantitas atau diskon pembayaran tunai. Diskon kuantitas memberikan potongan berupa tambahan gratis produk tertentu setelah terjadi pembelian dalam jumlah tertentu. Diskon pembayaran tunai, adalah pengurangan pembayaran yang melampaui target tertentu.
Yang perlu diingat adalah bahwa, diskon harus diberikan dengan alasan tertentu. Misalnya cuci gudang, memperingati hari tertentu dll. Diskon berturut-turut tanpa alasan akan menurunkan gengsi bisnis anda.
Share:

6.3.09

Jualan Keliling

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada pada halaman bisnis dan teknologi pada tanggal 09 februari 2009


TINGGAL di Indonesia memang banyak enaknya. Salah satunya adalah kemudahan berbelanja. Jumlah outlet dan jam bukanya panjang, bahkan ada juga yang buka 24 jam sehari. Belum lagi pelayanan para penjual keliling yang mengunjungi rumah-rumah kita.
Pertengahan tahun lalu saya sempat berdialog dengan beberapa pedagang keliling dalam satu pertemuan UKM. Di akhir bulan lalu, saya kembali bertemu dengan 2 orang diantara mereka dalam sebuah pertemuan yang tidak sengaja. Saya menunggu waktu untuk berangkat ke airport sambil ngobrol dengan satpam di emperan kantor dan ke 2 pedagang tersebut pas sekali singgah di depan kantor saya.
Senang sekali bisa bertemu dengan orang-orang tangguh seperti mereka. Lalu tibalah topik obrolan kepada upaya-upaya meningkatkan produktifitas jualan keliling. Saya menjanjikan kepada mereka untuk menuliskan pemikiran saya diharian ini sebagaimana mereka sering membaca tulisan saya. “Biar kami bisa simpan tulisannya, kami sulit menghapal kalau tidak ditulis” begitu pengakuannya.

Layanan antar
Salah satu ciri khas orang modern adalah malas dan tidak suka ribet. Kini makin banyak produk yang di design untuk serba memudahkan.
Bayangkan, anda mesti mengeluarkan mobil dari garasi, mandi dan ganti pakaian yang sedikit formal, berjalan sedikit jauh dan meninggalkan aktifitas di rumah hanya untuk membeli semangkuk bakso, jelas bukan pilihan yang menarik.
Kini kita dapati banyak sekali jasa jualan keliling, mulai dari sayuran, makanan ringan, makanan berat, perlengkapan rumah tangga, hingga jasa mengasah pisau dapur. Sungguh sebuah fenomena yang menarik. Tidak semua kota di Negara-negara maju memiliki hal seperti ini.
Untuk mengoptimalkan produktifitas jualan keliling, saya mencatat beberapa hal penting yang seharusnya diperhatikan, yaitu; konsep produk dan kemasan media antar, lalu konsep penjualan dan promosi serta konsistensi.

Produk & Kemasan
Dalam binsis layanan antar yang perlu diperhatikan pertama adalah kemasannya. Dalam hal ini ada dua point kemasan, yang pertama adalah wadah/box/kereta-nya dan yang kedua adalah kemasan penyajian produknya.
Tampilan box utama sangat penting, karena itu kesan yang orang lihat pertama kali. Pengerak mobilisasi box tersebut bisa saja berupa kereta sorong, sepeda kayuh, sepeda motor, atau bahkan mobil. Apapun tenaga penggeraknya, penampilan box tersebut harus mewakili produk yang kita jual dan harus memberikan pengaruh kepada publik agar tertarik untuk membeli produk kita.
Dalam hal ini, bentuk, ukuran dan warna menjadi penting. Penjual es krim keliling akan menjadi menarik jika tampilan box dan kereta-nya menggambarkan sesuatu yang disukai anak-anak. Bukan sekadar kotak persegi, tetapi mestinya ditambah ornament-ornamen bernuansa anak-anak, seperti para pahlawan film kartun, badut atau binatang-binatang lucu. Selanjutnya warna yang menonjol, cerah dan mengundang perhatian juga harus disertakan.
Jika penjualan dilakukan hingga malam hari, unsur cahaya sangat vital, semakin terang dan berwarna akan memberikan pesona yang penuh daya tarik. Ingat, seseorang tidak akan mencoba jika tidak tertarik dari pandangan pertamanya.
Dengan prinsip yang sama, konsep ini juga bisa diterapkan kepada produk-produk non makanan. Untuk produk yang ukurannya kecil dan sulit di pajang, kemasan box dituntut untuk tampil menarik dan mempesona. Untuk produk yang bisa dipajang, karena ukurannya besar seperti; kerey, gantungan baju, lampu gantung dan lukisan, ada baiknya produk itu sendirilah yang dijadikan dekorasi utamanya.
Selanjutnya, pelajari kemasan untuk penyajian. Prinsip dasarnya adalah buat pembeli merasakan kelezatan atau manfaat produk kita pada kesempatan pertama saat melihatnya. Jika tampilan pertama terkesan sedap, selanjutnya otak mereka akan tersugesti secara otomatis bahwa produknya juga sedap.

Promosi dan Penjualan
Bayangkan bahwa pasar yang kita kunjungi adalah orang-orang yang sedang berada di dalam rumah, tentu saja kita perlu memanggil mereka untuk segera melihat kita. Secara tradisional ada beberapa media yang sering digunakan, misalnya ketongan bambu untuk bakso, pukulan ke wajan untuk martabak, pukulan ke setang sepeda untuk penjual sate padang dan masih banyak lagi yang lain.
Sayangnya, hingga kini masih banyak yang mengandalkan suara mulut sebagai media promosianya dengan cara beriak-teriak. Lumaya efektif tetapi sungguh membuang energi. Bayangkan betapa berat berteriak dengan keras tetapi suara knalpot sepeda motornya juga lebih keras lagi.
Dalam hal ini yang penting diperhatikan adalah adanya upaya menciptakan media yang tidak digunakan orang lain. Yang cukup keras sehingga terdengar tetapi syukur-syukur tidak bising dan memberikan nilai hiburan. Seperti mobil sampah di salah satu kota di Jawa menutar lagu-lagu daerah saat memasuki komplek perumahan sebagi pemberitahuan kepada ibu-ibu untuk segera mengeluarkan sampahnya.
Selanjutnya, sertakan nomor telepon dengan jelas di body box kita atau kemasan penyajian agar pelanggan mudah menghubungi kita jika mereka ingin memesan sesuatu.

Konsistensi
Untuk produk harian, konsistensi menjadi penentu tingkat penjualan. Upayakan jadwal kunjungan tidak banyak berubah. Upayakan di hari yang sama dan di jam-jam yang sama. Biarkan pasar mengetahuinya. Perubahan-perubahan membuat pembeli bingung dan menyulitkan.
Memastikan konsistensi juga disesuaikan dengan cakupan areal distribusi. Semakin luas dan banyak tempat yang dikunjungi, peluang konsistensi juga sedikit terancam. Berikutnya, kecepatan perjalanan menjadi tuntutan, lalu pada akhirnya kita berpotensi melewati para pembeli karena kita berusaha untuk lebih buru-buru.
Keputusan membeli produk kita bisa terjadi karena memang mereka sudah berniat membeli dan menunggu kita atau karena mereka terpengaruh suara kedatangan kita. Jadi pastikan kehadiran dan kecepatan bergerak kita cukup untuk melakukan proses pemberitahuan itu.
Yang terakhir, pelajari karakter langganan, banyak-banyak lah melihat dan bertanya, sehingga kita tahu persis siapa pelanggan kita, maunya apa dan bagaimana melayaninya dengan baik. Pelajari juga pesaing-pesaing kita, bagaimana mereka bekerja, buatlah perbedaan-perbedaan agar kita tetap dikenal dan sanggup memenangkan persaingan.
Share:

CURANG

tulisan ini sudah diterbitkan di harian waspada pada tgl 02 februari 2009 di halaman bisnis dan teknologi

BISNIS bagi saya adalah salah satu pintu yang paling efektif untuk menggapai Tuhan. Bisnis itu seperti puasa, hanya kita dan Tuhan yang mengetahuinya. Apakah takarannya benar? Apakah mutu produk benar-benar bagus? apakah pekerjaannya kita sempurna? Apakah harga kita cukup wajar?
Saya pikir anda juga setuju, bahwa dalam batin kecil kita akan ada suara-suara yang tetap mengkritik kita bilamana kita akan melenceng dari garis lurus yang dibenarkan Tuhan. Tingal kita putuskan untuk tetap mendengarnya atau menjajah si hati kecil itu dengan mengabaikan seruannya.
Sidang pembaca yang Budiman, terutama para praktisi bisnis. Kita tahu bahwa semua proses bisnis dari pencarian bahan baku, pengolahan hingga penjualan, semuanya memiliki potensi kecurangan. Dan kita sebagai pelakunya punya kesempatan untuk memilih, apakah kita meneruskan kecurangan atau kita menghindari kecurangan itu terjadi.
Saya yakin bahwa kecurangan akan mendatangkan kado yang negatif bagi siapapun yang melakukannya. Mungkin kita sedikit melakukan kecurangan di kemasan, bisa jadi imbal balik kesialannya tidak terasakan secara langsung dan persis seperti yang kita lakukan, tetapi ia akan datang dengan cara yang aneh dan kadang tidak masuk akan.
Yang pasti, akan selalu ada biaya atas segala kecurangan yang kita kerjakan. Entah berupa kecelakaan kerja, kehilangan, keluarga yang penyakitan atau mungkin kita sendiri mendapat berbagai penghianatan dari pegawai yang kita percaya atau dari pelanggan yang selama ini loyal kepada kita. ‘Pembalasan’ atas segala kecurangan yang kita kerjakan bisa berupa apapun dan biasanya terjadi tidak terlalu lama dari kecurangan yang kita sendiri lakukan.

Niat
Kecurangan dalam bentuk apapun biasanya bermula dari niat di hati. Keinginan untuk segera menjadi kaya adalah niat yang wajar dan positif. Tetapi jika cara-caranya tidak lurus dan merugikan pihak lain, jelas itu adalah niat yang berbahaya dan berpotensi merusak diri.
Semua proses bisnis yang bermula dari niat yang tidak tepuji, biasanya akan segera gagal dan tidak bisa bertahan lama. Mungkin akan ada kesempatan untuk menjadi terlihat seperti sukses dan berjalan wajar, tetapi itu hanya masalah waktu, itu hanya sebuah tangga yang mempertinggi tempat untuk jatuh.
Selama apa kita sanggup menjalankan bisnis dengan niat buruk? Lihatlah di media masa, pada akhirnya segala kecurangan itu terbongkar dan mendapat ganjarannya. Saya pikir sudah banyak contoh pengusaha yang berakhir di penjara karena niat yang buruk dengan menjual makanan yang mengandung formalin atau borax. Pengusaha properti yang rugi sampai ujung kubur karena memanipulasi surat tanah dan curang atas komitmen bahan-bahan bangunannya.
Tidak sedikit contoh pengusaha transportasi yang akhirnya menjalani hidup dengan sengsara karena berniat mendapat keuntungan tinggi dengan tidak menyediakan sarana keselamatan dan berniat membiarkan perilaku-perilaku curang dari bawahannya.
Bukan sedikit kini banyak pengusaha yang berurusan dengan pihak hukum karena berusaha menyogok aparat pemerintahan agar bisnisnya tetap bisa memonopoli atau mendapatkan kemudahan-kemudahan yang tidak wajar.
Niat buruk itu bisa datang sebagai niat yang jelas-jelas busuk atau bisa jadi tampil sebagai sesuatu yang seolah-olah memang baik. Misalnya adalah cara berfikir dan niat yang merasa seolah-olah seseorang itu adalah utusan Tuhan yang paling benar dengan kemampuan melihat kesalahan pihak lain dan seolah-olah mendapat persetujuan dari Tuhan yang Maha Kuasa untuk menghukum orang lain yang salah dalam cara pandangnya.
Belum lagi niat untuk membalas atas perlakuan buruk yang diberikan pebisnis lain kepada kita. Benar bahwa kita bukan yang pertama melakukannya, tetapi jelas bahwa pembalasan yang kita lakukan pada dasarnya sama dengan kejahatan atau kecurangan itu sendiri.

Kesempatan
Niat tanpa kesempatan biasanya hanya menjadi mimpi belaka. Kesempatan tanpa niat juga tidak akan terwujud. Jadi niat dan kesempatan secara teori menjadi pintu atas segala tindakan kita.
Dalam hal kecurangan bisnis, bisa jadi niat kita bersih dari berbagai kecurangan, tetapi suatu saat kita akan mendapat celah dan peluang untuk mendapatkan keuntungan dengan merugikan pihak lain. Disitulah kita diuji untuk memilih sikap. Tetap bersih atau menipu diri dengan melakukan kecurangan tersebut.
Contoh sederhana, saat ingin membeli pewarna makanan ternyata yang tersedia hanya pewarna tekstil dan yang jauh lebih murah lagi. Saat itulah dialog batin akan menentukan pilihan, apakah tetap berusaha mencari pewarna makanan di tempat lain, atau pura-pura tidak tahu bahwa itu zat pewarna tekstil yang berbahaya bagi tubuh.

Janji Tuhan
Setahu saya, Urusan kita adalah memberikan yang terbaik kepada siapapun sesuai dengan ukuran kapasitas terbaik kita dan Urusan Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita sesuai ukuranNya. Janji Tuhan berlaku bagi siapapun yang yakin.
Saya akhirnya berfikir bahwa kekhawatiran akan kemiskinan adalah indikasi ketidakpercayaan kepada Tuhan, dan itu ukuran keimanan kita. Saat kita khawatir bahwa kita akan menjadi miskin dan khawatir dengan konsekuensi menjadi miskin, lalu berusaha dengan berbagai cara untuk menjauhkan kita dari kemiskinan tetapi tidak melibatkan Tuhan dalam prosesnya, sebenarnya kita sedang menyepelekan kekuasaan Tuhan.
Suatu saat mungkin kita lupa bahwa Tuhan lebih berkuasa atas kita. Kita lebih yakin dengan segala upaya kita tanpa ingat bahwa Tuhan ada untuk kita. Dari kondisi itu kita menjadi lebih kikir, dan lebih mengutamakan keduniaan dan melupakan Tuhan.
Melupakan Tuhan sangat mudah karena memang Ia tidak berujud dan terlihat seperti barang dagangan, bahan baku, pegawai dan lainnya.
Ada yang ingat Tuhan, tetapi meragukan kekuasaanNya lalu cenderung mengatur Tuhan melalui doa yang kita panjatkan. Maunya semua sesuai kemauan kita bukan menyerahkannya kepada kehendak Tuhan.
Orang-orang yang meragukan kekuasaan Tuhan biasanya tidak dapat tidur nyenyak, karena saat menjelang tidur masih tetap ragu bahwa Tuhan akan mengurus dirinya dengan baik.
Share:

Blog Archive