it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

20.1.16

Mengintip GoJek

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 18 Januari 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan ddengan selalu menyebutkan sumbernya.

            GoJek, adalah sebuah jasa pelayanan Ojek (orang Medan sebut RBT) yang pengelolaan hubungan dengan pelanggannya dilakukan secara online. Ini dia kunci rahasianya. (yang sebenarnya bukan rahasia, karena ini bukan bisnis pertama yang menggunakan cara online).
            Nah, sekarang mari sama-sama kita amati lebih dalam tentang GoJek ini. GoJek melihat sebuah peluang bahwa banyak orang yang membutuhkan jasa transportasi yang cepat dan lincah di kemacetan kota berupa Ojek. Sialnya, ojek sebagai sarana transportasi tidak cukup memiliki jaminan kemanan dalam hal pertanggungjawaban jika ada apa-apa bagi penumpangnya. Tidak tahu kemana menuntut dan tidak tahu kepada siapa minta pertanggung jawaban.

SURVEI
           Mengamati peluang itu, dengan tidak gegabah manejemen GoJek mengambil hasil studi yang meneliti perbandingan antara ojek pangkalan dengan Gojek. Pada survei ini, terjajak pendapat terhadap 4.785 responden dari seluruh Indonesia dengan rincian 52 persen pria dan 48 persen wanita. Survei menemukan 82 persen responden setuju dengan keberadaan Gojek dibandingkan ojek pangkalan biasa.
Survei tersebut menemukan pada empat wilayah yang telah hadir layanan Gojek yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Makassar, ditemukan respons jauh lebih tinggi dibandingkan area yang mana layanan Gojek belum tersedia.
Menariknya, 68 persen responden pada kota yang belum tersedia layanan ojek online, menginginkan agar ojek online bisa segera hadir di kota mereka. Sedangkan 32 persen responden lainnya mengatakan tak peduli dengan keberadaaan Gojek.
Temuan lain dalam survei ini juga melihat alasan responden mendukung Gojek adalah:
1. Bisa menjemput pada tempat yang sudah ditentukan, saya tidak perlu keluar mencari ojek (74 persen). 2. Harga pas/tidak perlu menawar (70 persen) 3. Pengendara, kendaraan, dan helm yang digunakan memiliki standar tertentu yang membuat saya merasa aman berkendara (57 persen). 4. Tersedia di sekitar tempat saya (45 persen). 5. Layanan sudah termasuk masker dan pelindung kepala lebih higienis (44 persen).

INVESTASI SISTEM
          Jika kita perhatikan, ternyata GoJek tidak seperti penyedia transportasi publik yang lain. Gojek tidak perlu berinvestasi kendaraan dan perlengkapannnya. GoJek tidak menanggung gaji pegawai. GoJek tidak menanggung biaya maintemance kendaraan. Semuanya adalah milik pribadi si pengemudi. Hebat kan?
            GoJek menawarkan 4 (empat) jasa layanan yang bisa dimanfaatkan oleh para pelanggannya: Instant Courier (Pengantaran Barang), Transport (Jasa Angkutan), Shopping (Belanja) dan Corporate (Kerjasama dengan perusahaan untuk jasa kurir) yang menekankan keunggulan dalam Kecepatan, Inovasi dan Interaksi Sosial.
         Keuntungan GoJek tidak saja dari komisi atas pembayaran penumpang, tetapi akan jauh lebih besar ketika memainkan sistem itu sendiri. Pendapatan dari iklan dan pengelolaan data-base justru jauh lebih besar lagi.

UNGGUL
Go-jek dianggap penting karena menjawab kebutuhan masyarakat. GoJek berbeda karena Go-jek melawan ketidakbiasaan. GoJek menjadi superior karena memiliki layanan jasa yang variatif seperti Personal Shopping dan juga Kurir. Lalu jasa ini ditawarkan dengan dikomunikasikan secara mudah kepada konsumen. Go-jek memimpin karena ia adalah Pelopor dan yang pasti terjangkau.
Sebegitu strategisnya jasa layanan ini, hingga ketika Menteri Perhubungan atas nama undang-undang dan kebaikan-kebaikan lainnya melarang beroperasinya ojek, justru malah Presiden membelanya.
Konsepnya sederhana. Banyak orang yang merasa sangat sanggup membuatnya. Tetapi ingat, bahwa bisnis bukan pekara siapa yang bisa ber-ide, berkonsep atau bermimpi. Bisnis adalah keindahan mengujudkan mimpi-mimpi yang sederhana. Tidak kurang, tidak lebih.

*referensi dari berbagai sumber

                                                Pelatihan & Konsultasi; tj@cahyopramono.com
Share:

13.1.16

TAK ADA COBA-COBA DALAM BISNIS

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 11 Januari 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan  menyebarkan dengan selalu mennyebutkan sumbernya

                KITA terbiasa dengan pengulangan yang kita pikir tidak masalah. Kita pikir hari senin ini sama dengan hari senin minggu lalu dan hari senin minggu depan. oleh karenanya kita bisa bilang,”masih ada senin depan”.
kita pikir jika tidak naik kelas, kita bisa mengulang tahun depan. kita pikir jika tidak cocok dengan pasangan kita, kita bisa cerai dan lalu pilih pasangan lain. Kita terbiasa dengan mencipipi masakan dengan hanya memakannya sedikit dan bisa menentukan untuk memakannya atau tidak.
Dalam keseharian, Kita boleh memilih untuk mengulang dan mencoba yang lain lagi. Bahkan ketika kita membuat kesalahan, teguran yang selalu muncul adalah, “Lain kali jangan ya!”
Tetapi sejatinya hidup tiadalah seperti memilih baju, dicoba dulu baru dibeli. Seperti bisnis. Coba dulu lalu dikembangkan.
Setelah saya amati dalam 15 tahun terakhir, ternyata Inilah yang menyebabkan banyak pemula dalam bisnis yang gagal. Jumlah yang gagal jauh lebih banyak daripada yang berhasil. Kegagalan yang saya lihat penyebabnya karena niat awalnya yang hanya coba-coba.

COBA-COBA
                Apapun yang namanya coba-coba pasti tidak serius. Tidak melibatkan semua sumber daya dan semua daya upaya. Sebutlah mencoba masakan, anda hanya perlu mengambilnya sejumput atau bahkan setetes kuahnya saja. Anda tidak memakan dan merasakan semua unsur dalam makanan tersebut.
Ketika anda mencoba kedalaman parit, anda hanya menggunakan sebelah kaki dan tidak menggunakan seluruh badan. Bahkan mencoba mobil baru pun anda hanya menyetirnya di parkiran atau di jalan lurus. Tidak mencobanya di jalur-jalur nyata yang anda lalui sepanjang hari dalam kehidupan nyata anda.
                Sekali lagi, yang namanya mencoba, pasti tidak serius, tidak menyeluruh dan tidak mempertaruhkan semua konsekuensi. Jadi jika bisnis yang anda impikan juga dimulai dengan coba-coba, pastilah anda tidak serius. Bisnis kok coba-coba! Tidak serius.

ALL OUT
                Seorang pekerja ingin berbisnis ternak lebah madu. Ia dengan tidak serius mencobanya dengan satu koloni (satu kotak) saja. Ia pikir bisa seperti memelihara ayam di rumah, cukup satu dua ekor saja. Sementara ianya tahu bahwa satu kotak lebah madu tidaklah memenuhi standard keekonomian. Ia tahu bahwa minimal 40 kotak baru bisa masuk dalam hituungan minimal.
                Memelihara 1 kotak dan 40 kotak sebenarnya tidaklah jauh berbeda. karena rutinitas yang dikerjakan juga sama. permasalahan yang muncul juga tidak berbeda. artinya mencoba 1 kotak adalah kesia-siaan saja. Entah kalau yang dia maksud bukan untuk berbisnis tetapi jadi piaraan seperti kucing atau anjing di rumah.
                Mencoba dengan cara yang demikian tidak mengikat kita sebagai pengusaha. Kita menganggapnya sebagai sampingan. Dan percayalah, bahwa semua sampingan tidaklah akan menghasilkan keutamaan. Sampingan akan tetap jadi sampingan dan itu membuat kita tidak fokus, tidak serius dan jika sekali gagal, kita melepaskan begitu saja tanpa berjuang dengan sepenuh hati memperbaikinya. Namanya juga sampingan.
Dan ketika sampingan itu gagal, kita tidak merasa rugi. Rasa tidak rugi itulah yang memotivasi kita untuk tidak berjuang lebih serius. Dan tiada sukses  yang dikerjakan dengan tidak serius.
Jika anda hadirkan seluruh pikiran dan batin dengan serius terhadap bisnis yang anda rintis, anda akan mendapatkan banyak cobaan dan pelajaran. Dan dengan keterlibatan yang All-out , anda memiliki banyak energy untuk mengerjakannya. Dan semakin banyak yang anda pertaruhkan, anda semakin terpacu untuk menanganinya hingga tidak terjadi kegagalan.

                                                            Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

6.1.16

PESTA SUDAH USAI, PERANG BARU MENUNGGU DIMENANGKAN

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 4 Januari 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya
SELAMAT pagi para pembaca yang budiman. Hari ini adalah hari senin, hari yang namanya sama seperti minggu yang lalu. Hari ini kita berada di bulan Januari. Nama Bulan yang sama seperti tahun yang lalu.
Benar bahwa hari dan bulan yang kita lalui sama seperti waktu yang sudah berlalu, tetapi sejatinya kita sudah memasuki waktu yang berbeda. Hari ini kita memasuki tahun yang baru. Situasi yang berbeda dan hidup yang pasti berbeda pula.
Sebutlah perjalanan bisnis anda pada tahun yang lalu dengan tanda penyebutan apapun; berhasil, sukses, gagal atau kandas. Biarlah itu jadi penyebutan. Biarlah itu berlalu seperti hingar bungar pesta malam tahun baru yang sudah usai. Yang sudah berlalu hanyalah sebuah sejarah. Anda tidak akan mampu mengubah sejarah yang sudah lewat. Menyesal hingga nangis darah sekalipun tak ada gunanya. Atau membanggakan keberhasilan sejarah hingga lupa diri juga tidak akan membantu apapun.
Kini, hari ini adalah realita yang masih bisa kita kendalikan. Kita memiliki hak dan kuasa untuk menciptakan apapun pada hari ini untuk kebaikan hari ini dan esok hari.

KESALAHAN
                Biasanya geliat ekonomi dan semua kehidupan akan mengendor setiap menjelang hari libur dan beberapa saat sesudahnya. Para pengusaha, pekerja dan semua orang merasa masih dalam alam mimpi dan tidak rela untuk ‘bangun’ dan merasakan realita perubahan yang terjadi.
                Bangunlah. Mumpung pesaing anda masih tertidur pulas. Bergeraklah. Mumpung semua orang masih terhanyut dalam mimpi pestanya. Semua orang tahu, sukses bisnis sering kali hanya perihal siapa yang bergerak terlebih dahulu.
                Kata-kata “Nantilah dulu”, “Sebentarlah”, “Cuma setahun sekali pun” dan banyak lagi alasan-alasan lain adalah dibisikkan setan agar kita terus bermalas-malasan.
                Jangan sampai anda menyesal, ketika terbangun nanti, pesaing sudah beberapa langkah di depan. Jangan sampai anda menyesal, ketika terbangun nanti, anda sudah merugi banyak sekali.
                Bangunlah.

KEBAIKAN
                ‘Bangun’ dari pesta memang sebuah perjuangan yang tidak sederhana. Semua bermula dari motivasi diri. Tak usah lagi mencari alasan-alasan untuk menghalalkan diri ‘bangun’ lebih terlambat dari yang seharusnya.
                Sekadar mengingatkan, bukankah dalam bisnis yang kita perjuangkan ada pesta-pesta yang lebih meriah? Pesta mencari order, pesta melayani pelanggan, pesta mengoperasionalkan bisnis dan pesta bersama seluruh pegawai serta yang pasti adalah pesta pengabdian sebagai mahluk tuhan yang sedang beribadah.
                Kembalinya anda kepada ‘pesta’ bisnis yang sebenarnya akan membawa anda kepada cara berfikir dan bertidak dengan cara yang baru.
                Mulailah dari hal-hal sederhana, mulailah dari hal-hal yang terlihat. Kebersihan kantor, kerapihan toko, tampilan lokasi usaha, kebersihan perlengkapan kerja dan seragam pegawai. Lihatlah bahwa bisa jadi setahun lalu anda terlalu sibuk hingga melupakan hal-hal tampilan yang sederhana  tetapi penting.
                Secara parallel, lihatlah apakah anda sudah memiliki target tahun ini. Jika belum, anda belum terlambat untuk membuatnya. Setelah itu, segeralah memastikan apa saja yang harus anda kerjakan dengan target tersebut. Cicilah satu per satu. Gunung setinggi apapun pasti akan terlampaui jika segera melangkah satu per satu.
                Dan yang tidak kalah penting adalah menabuh gendering perang untuk ‘membangunkan’ pasukan anda yang sudah pasti masih ‘tertidur’ dalam pesta akhir tahun lalu.
                Yakinlah bahwa menjalankan bisnis, melayani pelanggan dan melawan pesaing adalah pesta yang sebenarnya.

                                                            Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

4.1.16

TUHAN, INILAH PROPOSAL HIDUP SAYA (pengantar renungan akhir tahun 2-selesai)

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 28 Desember 2015, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

           RESEP terbaik menghadapi kegalauan hidup adalah memiliki doa yang jelas dan spesifik serta terukur di hadapan Tuhan.
            Doa-doa itu harus dipanjatkan sebagai sebuah harapan yang dicita-citakan. Doa-doa itu akan mengarahkan kita kepada perjuangan yang indah dan berkualitas. Itu karena dengan jelas kita tahu apa yang kita mau dalam hidup ini.
            Minggu lalu saya menyarankan untuk menuliskan proposal hidup kita. tuliskan dengan jelas. Dengan menuliskannya, kita terhindar dari banyang-bayang angan-angan yang tiada ujung.
         Berikut saya berikan panduan sederhana cara menuliskan proposal hidup yang akan kita tunjukkan kepada Tuhan, menjadi doa dan acuan perjuangan kita; artikel ini di inspirasikan oleh buah pikir Jamil Azzaini.

SPESIAL
Sadarilah bahwa Anda adalah SPESIALAnda adalah produk istimewa yang terpilih dan dipilih oleh Yang Kuasa. Mulailah dengan menuliskan potensi-potensi anda. Tuliskan kebisaan anda, keahlian anda, sebanyak-banyaknya.

PRESTASI TERBAIK
Tetapkan prestasi terbaik yang ingin anda raih. Apa yang akan Anda banggakan di hadapan Allah, orang tua, keluarga dan masyarakat?  Tuliskan sebanyak-banyaknya alternatif prestasi terbaik yang ingin diraih dengan syarat :
Pertama “Spesifik” dan Terukur”, Jamil mencontohkan bahwa di usia 60 tahun ia ingin memiliki 9 perusahaan dan menginspirasi 25 juta orang.
Kedua “Jelas waktunya”. Kapan akan tercapainya, misal di usia 60 tahun.
Ketiga Menghasilkan 4-ta (harta, tahta, kata atau cinta). Ini yang bisa disebut dengan sukses, ketika kita memiliki harta, tahta (kedudukan), kata (apa yang diucapkan didengar orang), atau cinta (dicintai orang-orang di sekitarnya). 

AHLI
Fokuslah kepada keahlian yang ingin anda kuasai.  Pekerjaan apa yang Anda nikmati dan ingin menjadi AHLI di didang tersebut?
Caranya, tuliskan tuliskan kegiatan/keterampilan dengan kriteria apa saja yang Anda cintai, yang Anda kuasai dan yang anda yakini akan Menghasilkan.
Tandai kegiatan/keterampilan yang memenuhi ketiga unsur di atas (cintai, kuasai dan menghasilkan) lalu ASAH hal-hal tersebut. Jika perlu, cari guru agar cepat maju.

TARGET TAHUNAN
Dari batas waktu usia yang anda targetkan, buatlah perincian tahunan. Dengan demikian anda tahu target apa yang ingin Anda capai di setiap tahun berjalan.

LINGKUNGAN
Lingkungan memiliki pengaruh yang besar atas kesuksesan seseorang. Kutu anjing misalnya. Ia memiliki kemampuan melompat 300 kali dari tubuhnya tetapi ketika pada suatu eksperimen ia dimasukkan ke dalam kotak korek api selama tiga minggu, ia kemudian hanya akan lompat setinggi kotak korek api, padahal ia MAMPU melompat jauh lebih tinggi dari itu. ‘Kotak korek api’ yang ada di sekitar kita dapat berupa keluarga, lingkungan, gaji dan sebagainya.
            Dalam hal ini tentukanlah lingkungan apa yang anda harapkan demi tercapainya proposal hidup anda dengan baik.

DOA
            Ketika anda menyusun proposal hidup anda, pada saat yang sama anda sedang berdoa untuk mencapai kebaikan itu. Begitu selesai proposal hidup anda, disitulah anda dengan jelas menyampaikan doa istimewa kepada Sang Khalik.
            Terlepas dari pelaksanaan dan hasilnya, begitu anda menyelesaikan tulisan proposal hidup anda, anda sudah memiliki acuan tujuan hidup yang sangat penting dan mendasar.
            Tujuan hidup inilah yang akan membawa anda kepada arah yang benar. Anda akan terhindar dari kegalauan hidup. Dan dengan bangga anda akan menghadap Tuhan Sang pengabul doa sambil berkata, “Tuhan, Inilah Proposal Hidup Saya”.


Konsultasi &  Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

Blog Archive