it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

24.5.16

PRO DAN KONTRA JABATAN

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 23 Mei 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

SUATU ketika, dalamsebuahrestoran,terlihatpemandangan yang unik. Si manajersedangangkat-angkatkursidansipemilikrestoranikutmembersihkanlantailaludibalikmeja bar, si Bartender diamsajamemperhatikankeduabosnya yang sedangsibukbekerja.
Ketikasi bartender ditegurolehkawan yang lain –mengapatidakikutmembantubosnya—siBartender berkilahbahwadiaadalah bartender, jadipekerjaanmemindahkursidanmembersihkanlantaibukanlahpekerjaandantanggungjawabnya.
Faktatersebutmembuatsipengusahamerubahsistemkerja. Semuapegawaitidakmemilikijabatandantanggungjawabkhusus, tetapiwajibmengerjakansemuahal. Sesaatpermasalahanlihatmelihatpekerjaanterselesaikan.
Takberapa lama kemudian, karenatidakadapenanggungjawabkhusus, peralatankerjasepertiperalatandapur, peralatan bar danperalatankebersihanmulaicapatrusak. Operasionaldapurberantakan, demikianjuga bar dankebersihan.
Alhasil, sipengusaharestoranpusingtujuhkeliling.

SPESIALISASI PEKERJAAN
Membuatseseorangbertanggungjawabsecarakhususataspembagianpekerjaansemestinyaterjadiuntukmemudahkanpekerjaan. Yang padagilirannya, kemudahanituakanmengantarkankepadakebaikan-kebaikan yang lainnya.
            Spesialisasiitumembuatkejelasanpembagiantugasdantanggungjawab. Walaukadangspesialisasipekerjaanterkadangmenghasilkankebingungandankoordinasi yang ribet. Sebutlah, sepertitukanglistrik yang asalbongkardindingdanmembuatpekerjaantukangbatumenjadiberantakan. Si tukanglistrikhanyamemikirkantugasnyasajadantidakmenghargaipekerjaantukang yang lain.

VOLUME PEKERJAAN
            Ramai-ramaimengerjakanpekerjaansepertikerjabaktihanyacocokuntuk volume pekerjaan yang kecil. Kecocokanitukarenajenis, bentukdankapasitaspekerjaan yang memangkecil. Artinya, satu orang bisasajamengerjakanbanyakfungsikerja.
            Sebutlahuntuksebuahtoko yang kecil, satupekerjabisasajamengerjakanbanyaktugas, misalnyamenjadipetugaskebersihan, petugaspenjualan, petugaskasir, petugasmengangkatbarangdll.
Tetapi, ketika volume tamuataupembeli yang datangdanberbelanjajumlahnyasemakinbanyakdanterusmenerus, makafungsi-fungsidiatassepertikebersihan, penjualan, kasirdantukangangkatseharusnyadikerjakansecarakhusus.

PENGGABUNGAN FUNGSI
            Jikaterpaskaharusdigabungkanbeberapapekerjaan, pelajarijenisdankarakterpekerjaantersebut. Misalkandi restoran, adapekerjaan yang bisadilakukanbersama-sama, misalnyamenyambuttamudatang, menerima order pemesananmakanan, lalumenyajikanmakanan. Ke-3 pekerjaaninisenyawa, jadijikadigabungkan pun tidakberefeknegtaif yang berlebihan.
            Berhati-hatilahmenggabungkanbeberapajenispekerjaanmenjadidikerjakanolehsatu orang saja, misalnyabagianpembeliandanbagianpenerimaanbarang yang dibeli, iniduapekerjaan yang mestinyadibedakanpetugasnya, karenasatupekerjaandenganpekerjaan yang lainnyasalingmengkontrol.
Contoh lain misalnyabagianpenjualanseyogyanyajangandisatukandenganpenagihan. Penggabunganinimemerlukanpertibangan yang lebihlayakdanmatang, samasepertibagianpembeliandanbagianpembayaran.

URAIAN KERJA DAN MORALITAS KERJA
            Untukmenghadapipermasalahan Si Bartender sepertidijelaskandiatas, sayapikirperlupenjelasandansosialisasikepadapekerja. Dalamkasusdiatas, benarbahwa bartender bertanggungjawabuntukurusanmeja bar, tetapisebagaipekerjadansedangmenganggur, saya rasa tidaksalahjikasi Bartender berkenankeluardarizonapekerjaankhususnyadanmembantumengangkatkursiataumembersihkanlantai.
            Artinya, jelasberbedaantarauraiankerjadanmoralitaspekerja. Untukhasilpekerjaan yang baiksangatperluspesialisasidenganpemberiannamajabatankhusus. Padasaat yang sama, moral pekerjauntuksalingmembantujugajangandilupakan.

                                                                         
                                                                          Konsultasi&Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

19.5.16

Telur Colombus

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 16 Mei 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

NAMA Chirstoper Colombus terkenal hingga saat ini karena dianggap sebagai penemu Benua Amerika. Ia memipin sebuah perjalanan petuangan yang membuktikan teori bahwa bumi itu bulat adanya. Atas teori itu Colombus berkeyakinan bisa menjangkau Benua Asia dan menemukan India dengan berlayar ke arah yang berlawanan dengan lajur tradisional yang sudah ada.
Sekembalinya Colombus ke negaranya, ia mendapatkan penghargaan dari kerajaan dan jadilah ia seorang pahlawan. Tetapi tetap saja dibelakangnya banyak orang yang mencibir dan mengejek Colombus bahwa penemuannya adalah penemuan yang tidak sengaja. Mereka mengatakan bahwa semua orang juga bisa melakukan hal yang sama seperti yang Colombus lakukan.
Alkisah, tersebarlah beberapa versi cerita tentang bagaimana cara Colombus mematahkan cibiran yang santer mengejek dirinya. Kesemua cerita itu menggunakan media telur. Salah satunya adalah bahwa dalam sebuah jamuan kebesaran, Colombus merasa tidak tahan dengan ejekan yang diarahkan kepadanya. Singkat cerita Colombus mengambil sebutir telur masak yang ada dimeja makan dan menantang semua yang hadir untuk bisa membuat telur itu berdiri pada sisi yang lonjongnya.
Semua yang hadir ditantang untuk melakukan sesuatu yang menurut kebanyakan orang tidak mungkin untuk dilakukan. Semuanya gagal. Lalu kemudian, setelah semuanya menyerah, Colombus memegang telur masak itu dan mendirikannya diatas meja makan dengan sedikit menghentak, sehingga bagian telur yang lonjong itu pecah dan menjadi kaki untuk berdirinya telur tersebut.
Atas apa yang dilakukan oleh Colombus, sebagian besar yang hadir merasa dipermainkan oleh Colombus. Mereka menuding Colombus tidak melakukan hal yang fair. Serentak mereka mengatakan bahwa kalau cuma begitu —mendirikan telur masak sambil dihentakkan— pasti semua orang juga bisa. 
Menjawab keluhan itu Colombus mengatakan bahwa benar semua orang bisa melakukan apa yang ia lakukan, tetapi pertanyaannya adalah mengapa mereka tidak melakukannya?  

SEMUA ORANG BISA
Sesungguhnya hampir semua perkara di dunia ini bisa dilakukan oleh semua orang. Demikan juga berbisnis. Semua orang mengatakan mudah dan bisa melakukannya. Tetapi mengapa tidak semua orang melakukannya?
Lihatlah, semua bisnis yang sudah berjalan dan sukses di muka bumi ini sesunggunya berangkat dari ide dasar yang sangat sederhana.
LIhatlah, dalam radius kurang dari 500 meter dari tempat anda tinggal, ada bisnis yang berjalan dan sukses, sebutlah dari toko kelontong, kedai kopi, kedai lontong, perbankan hingga pabrik yang besar, semuanya tercipta dari ide yang sangat sederhana.
Sukses Aqua yang menjual air minum, Sukses Go jek, Sukses a

yam goreng impor, Sukses kedai kopi yang dari Amerika bahkan sepatu olahraga yang mahal itu hingga saat ini tidak ada memiliki pabrik sendiri. Pemilik usaha sepatu itu hanya menjual merek, tidak lebih.

MENGAPA TIDAK MELAKUKANNYA
Inilah pertanyaan yang sebenarnya ditanyakan kepada anda. Jika anda merasa mudah dan bisa membuat bisnis seperti yang anda ucapkan, tetapi mengapa tidak anda lakukan?
Saya yakin, anda yang belum juga menjalankan rencana bisnis anda pada saat membaca tulisan ini juga langsung menjawab dalam hati dengan berbagai alasan yang membuat anda merasa lega dan nyamam serta merasa tidak bersalah atas pertanyaan mengapa anda tidak melakukannya.
Silahkan saja anda menciptakan ribuan bahkan jutaan alasan untuk menangkan perasaan anda. Tetapi ingatlah bahwa alasan-alasan itu sejatinya hanyalah sebuah belati yang anda gunakan untuk membunuh diri anda sendiri.


Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

11.5.16

“Beri Kacang, Dapatkan Monyet”

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 9 Mei 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya
                INI cerita tentang kesungguhan. Ini cerita tentang fakta kehidupan. Ini cerita tentang realita bisnis. Jikapun ada yang berbeda, itu pengecualian yang sangat jarang. Dan saya mengingatkan agar Anda tidak usah bermimpi atas pengecualian itu.
               Filosofi “Jika anda memberi kacang maka anda akan mendapatkan monyet” ini sering disebutkan kepada pengusaha atau pimpinan yang jika hanya mau memberi gaji kecil, maka yang didapat adalah pekerja kelas (maaf) ‘monyet’.
                Tetapi sebenarnya, filosofi ini berlaku juga untuk sisi yang lain. Ini sesunggunya perkara keseriusan. Sebutlah jika anda dalam posisi sebagai pekerja dan anda hanya mengkontribusikan kemampuan dan potensi anda hanya sekelas ‘kacang’, sudah pasti anda hanya akan mendapatkan benefit sekelas ‘monyet’.

BERSUNGGUH
                Tidak saja pada hubungan atasan dan bawahan, pemberi dan penerima kerja; kebersungguhan ini juga berlaku dalam hal investasi. 
                 Sebutlah anda ingin jualan makanan, anda bisa saja membuat kedai di kaki lima, dengan piring plastik murahan atau daun pisang dan dengan pekerja yang tidak terlatih. Tentu ini  pilihan yang tiada salahnya.
                Tetapi anda bisa bayangkan jika anda memiliki kesempatan untuk lebih bersungguh mendapatkan lokasi yang strategis, bagus dan bergengsi. Lalu anda lengkapi perlengkapan makan anda dengan baik ditambah pekerja-pekerja yang terlatih. Pasti besaran potensi anda untuk mendapatkan yang lebih baik akan lebih besar.

UMPAN
                Sepertinya tidak ada memancing yang tanpa umpan – jika ada mungkin hanya di film kungfu Saolin--. Artinya, umpan adalah keharusan untuk dapat yang lebih besar. Disinilah kita harus bersungguh. Besaran umpan mempengaruhi besaran yang ditangkap. Jika umpan anda sebesar kelingking, mungkin ikan yang anda dapat adalah sebesar jempol. Jika umpan anda sebesar jempol, maka ikan yang akan anda tangkap mungkin sebesar kepalan tangan.
                Besaran umpan seperti besaran keseriusan anda dalam mengerjakan sesuatu termasuk bisnis. Terlalu banyak orang yang menjadi korban atas teori ekonomi dimana kondisi yang ideal adalah menggunakan modal sekecilnya dan mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya.
                Teori itu tidaklah salah, tetapi para pemula biasanya salah menafsirkannya. Untuk pemula, tiada yang pantas kecuali kesungguhan yang sebenarnya. Penuh keringat, penuh resiko, penuh tantangan. Konsentrasi yang besar dalam memulai usaha dan lewat 2 tahun anda baru bisa dibilang sukses untuk tahap permulaan.
                Ketika anda sudah memasuki dunia bisnis jalur cepat, dimana anda sudah teruji dan berpengalaman dengan modal cukup, benar anda akan lebih mudah mendapatkan uang, tetapi umpan selalu menjadi komponen yang harus ada.
                Lihatlah, berapa banyak kedai kopi yang menjual kopi dengan harga Rp.20.000,- tetapi investasinya bisa bermilyaran rupiah. Ini karena uang bekerja untuk uang. Dan umpan yang diinvestasikan akan menghasilkan lebih banyak daripada kedai kopi yang menjual kopi dengan harga sama tetapi investasinya Rp.5 juta saja.
             Yang perlu diingat, umpan adalah bagian yang harus direlakan untuk hilang. Kadang beruntung mendapatkan yang kita pancing atau lepas ditengah jalan.

MONYET
                Bisa jadi anda memberi daging, tapi bisa jadi anda mendapat monyet yang berpenampilan seperti harimau. Waspadalah, saya sendiri sudah beberapa kali terjebak dalam permainan topeng monyet ini.
                Lagi-lagi kita perlu pengalaman yang sesungguhnya, karena lapangan yang kita hadapi bisa saja tiada dibahas dikelas kita sekolah dulu.
                Sering-seringlah ‘memancing’, maka anda akan berpengalaman memberikan umpan dan hasil yang anda kehendaki.


Konsultasi dan Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

3.5.16

SIAPA ANDA?

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 2 Mei 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
               LIHATLAH jumlah nomor telepon yang tersimpan di Handphone anda. Jumlah nomor yang tersimpan menunjukkan siapa anda.
                 Jika jumlahnya dibawah 100 buah nomor, anda adalah orang yang sangat kaya raya dan berkuasa sehingga uang dan kekuasaan anda bisa mengendalikan 100 orang tersebut untuk memudahkan urusan hidup anda. Bisa juga berarti anda orang yang tidak bergaul, kurang punya banyak kawan dan kenalan. Anda tetap tidak mati karena kurang gaul, tapi susungguhnya Anda sedang dalam kondisi kritis walau anda tidak menyadarinya. Atau bisa jadi anda baru menggunakan Handphone sebulan lalu.
               Jika jumlahnya antara 100 hingga 300 nomor, anda adalah orang yang merugi karena kawan anda masuk kategori sedikit. Bisa jadi Anda adalah orang yang memiliki kawan yang sama sejak kecil hingga dewasa dan paling bertambah satu – dua orang dalam 5 bulan. Atau bisa jadi anda adalah pejabat atau pengusaha yang takut dikejar-kejar peminta sumbangan dan hutang kredit. Anda yang dalam posisi ini biasanya mengeluarkan biaya dan tenaga yang lebih banyak ketika mengurus sesuatu, karena kawan anda masuk kategori terbatas. Anda yang di kategori ini umumnya adalah seorang pekerja –bukan pengusaha—yang merasa nyaman dengan gaji bulanan yang terbatas, bekerja dalam rutinitas yang anda pikir tidak membosankan. Bahkan, anda tidak dalam posisi cepat naik karir.
                 Jika jumlahnya antara 300 hingga 700 nomor, anda adalah tipe bergaul yang lumayan baik. Anda relatif mudah dalam menyelesaikan urusan, karena jumlah teman anda lumayan banyak.
                 Jika jumlahnya antara 700 hingga 1200 nomor, anda adalah tipe bergaul yang hebat. Anda berpotensi mendapat teman baru setidaknya 5 orang setiap bulannya. Saya yakin, anda memiliki akses yang luas dan anda termasuk orang yang populer dilingkup pergaulan anda. Anda akan mendapat banyak informasi dan pertolongan karena jaringan anda cukup luas.
               Jika jumlahnya lebih dari 2000 nomor, anda super gaul. Anda membuka diri dan menyempatkan untuk mengenal orang-orang baru. Anda akan sangat mudah mendapatkan informasi dan pertolongan. Anda akan mudah mendapatkan peluang-peluang bisnis. Anda terkenal. Pesawat handphone anda adalah senjata yang sakti. Anda berpotensi menyelesaikan urusan hanya dengan mengangkat telepon.

LATAR BELAKANG
                Selanjutnya, dari daftar nomor telepon itu, lihatlah apa saja latar-belakang orang-orangnya. Apakah mereka adalah jaringan dalam satu kelompok atau dari banyak golongan. Jika anda memiliki ribuan nomor telepon dari sesama pekerja di pabrik tempat kerja anda jelas bukan hal yang jelek, tetapi itu daftar yang kurang menguntungkan.
                Jaringan yang baik untuk bisnis dan personal adalah mereka yang datang dari berbagai latar belakang. Karena, dalam bisnis anda memerlukan kawan pejabat, penguasa, preman, kalangan perbankan, supplier, sesama pengusaha, kalangan spiritual, jurnalis, aktifis sosial, kalangan hoby dan banyak lagi.
                Berbagai kalangan itu akan lebih baik lagi jika berasal dari daerah yang berbeda-beda, sehingga urusan dimanapun tetap saja bisa anda atasi.

UP DATE
                Apalah artinya, jika ribuan nomor telepon anda sudah tidak lagi update. Bisa jadi mereka berganti nomor tanpa anda ketahui.
Berkomunikasilah dengan jaringan anda secara rutin. Selain untuk menyambung silaturahmi juga sebuah etika utuk membangun hubungan yang tidak saja terjadi ketika anda membutuhkan bantuan.
 Tak harus dengan suara, kini banyak aplikasi yang mudah dan murah untuk menjangkau mereka. Dan nikmatilah manfaatnya.


Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

Oh No… Oh Yes…

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 25 April 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutan sumbernya.
           
Sekali waktu ada pertanyaan dari seorang dosen di sebuah universitas unggulan. Dia mengajar di Fakultas Ekonomi dan Sang dosen bertanya kepada saya tentang cara yang efektif untuk mencapai kemerdekaan keuangan. Ia merasa bahwa pendapatannya sebagai pekerja (dosen) kurang cukup untuk menghidupi diri dan keluarganya. Bahkan untuk melanjutkan kuliah di program S-3 baginya juga terasa berat.
            Sebelum saya menjawab, saya tanya, apakah benar sang dosen ingin kaya. Jawabnya dengan tegas “Iya dong”. Lalu saya tanya, selain menjadi pekerja, apakah ada potensi pintu-pintu lain untuk membuka rejekinya. Sang dosen menjawab, “Ya buat bisnis”.
           Saya pikir sang dosen sudah sangat mengerti dan hafal tentang teori untuk mencapai kemerdekaan keuangan, yaitu berbisnis. Yang jadi pertanyaan lanjutannya adalah bentuk bisnis apa yang cocok baginya dan dengan modal sebesar apa hingga resiko apa yang harus ditanggungnya.

LUMBUNG PADI
            Lingkungan sang dosen sangat bagus untuk  berbisnis. Yang pertama, dikampusnya ada ribuan orang mahasiswa ditambah ratusan orang dosen dan pegawai lainnya. Jumlah pasar yang besar.
           Yang kedua, uang kuliah dikampus sang dosen termasuk yang paling mahal diantara unversitas lain di kota itu. Artinya, ribuan orang mahasiswa itu memiliki daya bayar/daya beli yang relatif lebih besar dibandingkan dengan mahasiswa di kampus lainnya.
           Yang ketiga, sang dosen menjabat posisi sebagai penggiat kewirausahaan mahasiswa. Artinya, jika sang dosen berbisnis di kampus, bisa dianggap itu sebagai bagian dari upaya mengemban amanah jabatan itu.
            Yang keempat, karena jabatannya, sang dosen difasilitasi sebuah areal untuk dijadikan toko dan areal bisnis di kampusnya dengan lokasi yang strategis. Artinya, jika sang dosen ingin berbisnis, setidaknya ada tempat untuk menumpang di kampus tersebut.
            Yang kelima, sang dosen memiliki beberapa pekerja yang diperbantukan untuk membangun program kewirausahaan tersebut, ditambah banyak mahasiswa yang memang berniat dan berminat untuk belajar bisnis. Artinya, sang dosen memiliki sumberdaya manusia yang bisa dilibatkan dalam bisnis yang ia kehendaki.
          Kelima fakta diatas saya gambarkan seperti lumbung padi yang tiada akan habis jika dimakan oleh orang satu kampung.

PENDUKUNG
            Ketika obrolan berlangsung, berkembang potensi dan peluang bisnis bagus. Yang pertama, ada ide dari salah seorang rekan sang dosen tentang potensi bisnis T-Shirt. Ia memiliki rekanan konveksi pembuat kaos dengan harga murah dan kualitas yang terjangkau. Bahkan rekanan tersebut memiliki divisi design. Rekan sang dosen menawarkan bantuan untuk menghubungkan
          Yang kedua, sang dosen merasa belum cukup memiliki modal. Lalu rekan sang dosen menawarkan patungan sehingga mengurangi beban.
            Yang ketiga, sang dosen memiliki ribuan kontak di jaringan media sosialnya yang selalu aktif berkomunikasi dengannya. Artinya, sang dosen sudah memiliki sarana promosi yang sangat tepat.
          Yang keempat, status-status di media sosial sang dosen lumayan bagus untuk dijadikan tema kaos yang akan diperdagangkan.

PLIN-PLAN
            Fakta-fakta diatas sangat menjanjikan. Sayangnya sang dosen plin-plan. Sebelah hati ingin bisnis dan sebelah lainnya takut memulai. Sampai pada saat ditantang untuk segera mulai, sang dosen memilih untuk pikir-pikir. Sebuah sikap yang sulit diikuti, tidak ada keyakinan dan tak punya pendirian. Pemilik sikap ini sulit untuk ditolong.
            Bukti nyata bahwa bisnis bukan sekadar modal. Ternyata benar ada tikus mati kelaparan di lumbung padi.


                                                                    Konsultasi & pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

Blog Archive