it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

21.7.16

Patah Tubuh, Hilang Berganti Mati Satu Tumbuh Seribu

 Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 18 Juli 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkannya dengan selalu menyebutkan sumbernya
MENJALANKAN bisnis untuk 1 gerai dan 1000 gerai relatif tidaklah berbeda. Toh Anda tetap diberi jatah waktu 24 jam perhari, baik ketika mengurus 1 usaha atau 1000 cabang usaha.
Anda tetap berurusan dengan berbagai permasalahan yang umunya serupa; baik dari 1 pegawai maupun 1 juta pegawai.Demikian juga dengan urusan yang lain, mulai dari keuangan, sumberdaya, pemasok, pasar, pajak hingga urusan legalitas lainnya. Secara umum urusan dan energi yang dikeluarkan sama.
         Mungkin anda belum percaya, begini cara melihatnya. Pada urusan kepegawaian, semua prosedur dan pendekatan sama saja baik untuk satu orang pegawai maupun 1 juta pegawai. Mereka perlu seragam yang proses membuat seragamnya juga sama, dari mendesain, mengukur, menjahit hingga pebuatan jadwal pemakaiannya.
        Masih urusan pegawai, sebutlah ketika mengurus asuransi jaminan kesehatan, ketika mengurus untuk 1 orang dan untuk 1 juta orang pewagai, prosedur dan waktunya juga sama. Demikian juga untuk urusan pembayaran gaji dan sebagainya.
       Sebutlah untuk urusan pemasok. Dari mulai mencari, mengikat kontrak, prosedur pengawasan, menerima hingga membayar pemasok, prosedur dan waktunya tetap sama baik untuk bisnis yang hanya satu tempat maupun yang memiliki 1000 cabang.
           Kantor pajak yang melayani 1 cabang usaha juga sama dengan yang memiliki 1000 cabang.
            Yang beda hanya volume. Yang membedakan hanya faktor pengalinya saja. Tetapi rasa pusing dan energi yang dikontribusikan relatif sama.

VOLUME
            Melalui tulisan ini, saya mengajak anda untuk segera mempertimbangkan membuat cabang usaha sesegera dan sebanyak mungkin. Karena energi yang anda keluarkan tetaplah relatif sama.
Ketika kita membicarakan volume, kita tidak saja memikirkan kesulitan dan tantangannya, tetapi kita harus ingat janji keuntungan yang akan didapat dari perkalian volume tersebut.
Di daerah Si Cincin, Sumatera Barat, ada seorang pengusaha Sate Padang yang memiliki 180 gerai keliling. beroperasi di kabupaten Pariaman dan sekitarnya. Bayangkan bagaimana perkalian setoran penjualan yang didapat tiap harinya. Silahkan anda hitung.
Saya ingin menunjukkan bahwa volume memiliki kelebihan lain. Salah satunya adalah konsep saling menutupi dan mendukung. Sebutlah dari 180 unit usaha tersebut, terjadi kegagalan jual karena berbagai alasan menimpa 20 unit. Tentu tidak akan memberikan dampak kerusakan secara besar dan waktu yang singkat, karena masih ada 160 unit lain yang bisa diharap untuk mendukung dan menutup kerugian di 20 unit lainnya.

OPTIMAL
            Pada skala tertentu, masing-masing cabang  akan mencapai angka penjualan optimal dan tiada akan naik lagi secara signifikan. Hal itu sangat wajar karena ada titik optimal yang disebabkan oleh faktor jumlah pembeli dan daya beli pasarnya.
            Pada titik maksimal itu, pilihan untuk meningkatkan penjualan hanya ada 1 saja. Yaitu membuka cabang baru. Dan jika diamati secara sungguh-sungguh, setelah mencapai waktu tertentu, tiap cabang akan mencapai angka penjualan optimal yang akan sangat sulit ditingkatkan lagi.
            Jika anda terus membiarkan kondisi tersebut dan tidak membuka cabang baru, anda hanya akan kehabisan waktu.
            Banyak alasan bisa anda buat untuk mendiamkan nilai penjualan yang stagnan. Bisa saja anda merekayasa alasan seperti kurang waktu, masih harus meningkatkan kualitas, hingga kekurangan tenaga kerja. Dan semua alasan itu membuat anda tidak segera bergerak dan menciptakan tantangan baru.
            Tanpa tantangan, anda sungguh bukan siapa-siapa.



Konsultasi & pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

1.7.16

SEIKAT VS SEBATANG



Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 27 Juni 2016 dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

SETIAP produk yang anda jual, tentunya diharapkan memberikan kontribusi keuntungan yang sudah anda tetapkan. Sebutlah anda memiliki 10 produk, maka idealnya kesepuluh produk ini terjual semuanya dengan harga maksimal dari masing-masing produk tersebut.
Dalam teorinya, seorang pembeli akan membeli sesuai kebutuhannya, satu persatu dari produk anda dan anda akan mendapatkan penjualan dari harga maksimal yang anda tetapkan. Dalam prakteknya, bisa jadi seorang pembeli akan membeli dalam jumlah yang besar sekaligus. Karena ia merasa membeli dalam jumlah yang banyak, maka ia akan meminta keistimewaan. Lumrah kan? Pertanyaannya adalah, apakah anda akan berikan permintaan itu?
Untuk memberikan gambaran yang lebih dalam, sebutlah anda mengoperasikan restoran. Anda memiliki 10 menu makanan yang biasanya orang rata-rata akan membeli satu porsi makanan menu makanan dan satu porsi menu minuman. Sebutlah misalnya masing-masing menu tersebut berharga Rp.30.000,-. Pertanyaannya adalah, apakah anda akan berikan, jika si pembeli meminta pengurangan harga menjadi Rp.25.000,- karena ia membeli sekaligus sebanyak 200 porsi dalam sekali pesan?

SEIKAT VS SEBATANG
          Inilah yang saya maksud perbedaan transaksi seikat atau sebatang. Transaksi yang sekaligus banyak (seikat) sering berhubungan dengan anggaran si pembeli yang sedikit terbatas, sehingga mereka meminta pengurangan.
            Jikapun anda menyetujui permintaan diskon tersebut, setidaknya inilah beberapa alasannya. Pertama; hitungan bisnis tidak sekadar secara individu (sebatang) masing-masing produk dihitung, karena transaksi yang banyak itu (seikat) memberikan keuntungan yang tiada sedikit dan terjadi pada waktu yang relatif cepat.
          Sebutlah untuk mendapatkan transaksi dalam jumlah 200 porsi, semestinya anda dapatkan dari 200 tamu yang berbeda-beda. Kali ini anda hanya berhubungan dengan satu pembeli yang membeli 200 porsi pada waktu yang sama.
          Hitungan volume bisnis dan keuntungannya adalah dari keseluruhan transaksi. Karena bahkan pembelian bahan baku dan proses pengerjaannya juga pasti akan memberikan kemudahan dan kentungan tersendiri.
          Benar bahwa jika 200 porsi dikalikan dengan Rp.30.000 lebih menguntungkan, tetapi bisa jadi orang akan pindah ke pesaing anda, jika anda tidak menyetujui pemberian diskon tersebut.
Kedua; proses produksi untuk sekaligus 200 porsi relatif lebih sama dan tidak merepotkan.
Ketiga; transaksi tersebut terjadi sekaligus dan memberikan jaminan penjualan yang singkat tetapi besar. Ingat, anda akan menghitung bisnis anda bukan sekedar harian dan satuan produk, tetapi akumulasi mingguan atau bulanan bahkan tahunan. Anda tetap beruntung dalam kalkulasi waktu.

BUNDLING
            Bisa jadi dari ke-10 produk yang anda jual ada diantaranya yang tidak memberikan kontribusi keutungan secara langsung, tetapi dengan pembelian dalam satu paket, bisa jadi boleh anda pertimbangkan untuk mendapat keuntungan dari beberapa produk yang lain.
      Dalam bisnis makanan tadi, sebutlah anda tetap menjual dengan harga Rp.30.000,- tetapi anda memberikan bonus berupa 1 tambahan menu pendamping yang harganya sudah anda taksir bisa masuk dan tidak rugi. Sebutlah paket Rp.30.000,- tersebut anda tambahkan 1 menu penutup yang modalnya kurang dari Rp.5.000,-,
       Si pembeli merasa tetap diuntungkan dan si pembeli tidak tahu kalkulasi modal anda dan anda mendapatkan penjualan yang lebih pada saat yang bersamaan.
           Atau anda menawarkan ruang pertemuan dengan paket hiburannya sekaligus. Atau anda menawarkan jasa transportasi penjemputan para pesertanya. Setiap penambahan bisnis yang terjadi, sebenarnya anda sedang membuat paket yang lebih menguntungkan.

                                                                 Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

Blog Archive