it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

29.9.16

TARGET YANG MEMAKSA


              APALAH arti sebuah perjalanan ketika tidak memiliki target yang jelas? Laksana seonggok sampah yang terapung dan terbawa arus sugai. Ia menyerahkan dirinya kepada arus sungai yang membawanya kemanapun.
            Sebagian orang menyebutnya dengan pasrah, tetapi saya menyebutnya sebagai sebuah kekalahan dan ketidakbersungguhan sikap. Kecuali memang seseorang itu berniat dan menargetkan dirinya hanya untuk mengalir begitu saja dan membiarkan dirinya menjadi objek yang dibawa arus kemanapun ia terbawa. Jika sudah demikian, tak pantas seseorang itu menghendaki sesuatu dan tidak pantas seseorang itu merasa kecewa dan sakit hati untuk keadaan dirinya yang mungkin kurang menyenangkan. Namanya juga mengikut arus. Dia bukan pihak yang menentukan arah, dia bukan pihak yang menentukan tujuan. Dia hanya objek. Dia bukan siapa-siapa.
               Ketika kita sebagai manusia diberikan hak berusaha, maka menentukan target dan tujuan adalah kewajiban pertama yang tidak bisa ditawar.

HENDAK
               Banyak dari kita yang terjebak dengan angan-angan ingin menjadi kaya dan sukses, tetapi angan-angan itu hanya sekadar khayalan bahkan jauh dari yang disebut dengan cita-cita. Saya menyebutnya dengan “hendak” saja.
            Bahkan ‘hendak’ ini juga menyelimuti banyak kepala pemilik bisnis. Mereka hanya berkhayal tanpa merubahnya menjadi cita-cita yang bisa diukur tahap-tahap pancapaiannya. Pebisnis korban khayalan ini adalah mereka yang tidak bisa menjelaskan secara detail, jelas, terukur dan dalam kurun waktu yang pasti atas apa saja yang mereka cita-citakan.
             Mereka yang menjadi korban ini biasanya merasakan kebingungan ketika mau mengerjakan sesuatu untuk mengujudkan cita-citanya. Mereka tidak tahu mau kemana, kapan, bagaima, dengan siapa, berapa dan seterusnya.
               Sialnya lagi, ada sebagian dari mereka yang bahkan tidak tahu harus memiliki tujuan atau target apa yang seharusnya mereka perjuangkan.

TARGET
              Hakikat manusia adalah berusaha, sedangkan hasil adalah urusan Tuhan. Oleh karenanya, menentukan target adalah hal wajib yang harus dilakukan. Inilah jawaban untuk mereka yang tidak tahu harus kemana. Tentukan tujuan. Tentukan target kerja. Tentukan target bisnis, jika perlu tentukan target hidup anda.
            Target adalah sebuah tujuan yang diyakini harus dituju sebagai ujung sebuah perjalanan atau proses. Target disusun agar menjadi patokan, rambu-rambu dan panduan arah bagi pembuatnya.
             Target lebih mudah jika di-angka-kan. Sebut dalam jumlah sehingga jelas ukurannya. Target disusun dengan ukuran waktu yang jelas angka-nya. Angka-angka itulah yang akan menjadi panduan.

MEMAKSA
               Banyak dari kita yang menjadi penakut ketika mentukan target. Kita merasa tidak yakin dan tidak percaya diri, sehingga target yang tersusun sangatlah normatif, biasa-biasa dan umum. Dalam cara pandang kemajuan, target yang biasa-biasa saja sebenarnya bukan tanda kemajuan.
Sebutlah target kenaikan penjualan yang hanya 10%. Angka itu sangat bisa tercapai hanya karena faktor kenaikan harga jual. Angka itu menjadi tidak berarti ketika nilai inflasi justru mendekati angka tersebut. Artinya, target yang biasa-biasa jelas bukan merupakan kemajuan, tapi hanya jalan ditempat.
               Paksalah diri anda sendiri. Paksalah semua tim kerja anda. Karena jika tidak terpaksa, kita cenderung tidak akan berubah dan bekerja. Tentukan target anda dalam angka yang memaksa. Seting setinggi mungkin. Jangan takut.
Target bagi saya adalah doa. Ingat, anda hanya disuruh meminta, dan Tuhan akan mengabulkan. Jika anda tidak berani meminta dan khawatir, sesungguhnya besar kemungkinan anda sedang krisis keimanan terhadap Tuhan anda. 
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 26 September 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

21.9.16

7 JUTA ALASAN LOGIS AGAR ANDA TIDAK MAJU

                Mengapa anda tidak segera merealisasikan keinginan untuk memiliki bisnis sendiri? mengapa anda tidak mencapai jumlah target yang anda inginkan? Mengapa tim sales anda tidak mengerjakan yang menjadi kesepakatan bersama? Mengapa anda belum juga memiliki rumah yang anda idamkan? Mengapa anda tidak segera mendaftar kuliah yang anda kehendaki? Mengapa anda belum jadi berangkat umrah atau naik haji?
                Jika pertanyaan itu mengena dengan diri anda, saya yakin anda akan segera memiliki alasan-alasan yang membenarkan kegagalan tersebut. Seiring berjalannya waktu, anda akan semakin banyak menghasilkan kreasi alasan-alasan untuk menengkan perasan anda sendiri atas kegagalan itu.
   Anda dan semua orang bermimpi, membayangkan, mengharapkan dan berdoa untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Sayangnya tidak semua orang berhasil menggapainya.

TIRANI 7 JUTA ALASAN
               Saya dan anda bisa sekali untuk bersama-sama menciptakan tambahan alasan-alasan logis yang membuat kita tidak segera bergerak merealisasikan apapun yang kita mau. Semua alasan itu terdengar sangat logis, sangat masuk akal.
              Dan sepertinya kita sejak kecil terdidik dan terbiasa untuk mencari alasan sebagai kambing hitam akan busuknya pikiran kita sendiri. Alasan-alasan produk kreasi pikiran kita terasa sangat benar dan bisa terkesan seperti fakta.
            Kita dengan sangat cerdas merekayasa sesuatu hanya untuk menenangkan perasaan. Hanya untuk menenangkan dan menjajah batin kecil yang terus saja dengan merdeka mengkritik dan mengingatkan kita.
           Kecerdasan merekayasa alasan adalah hasil dari tunduknya pikiran dan diri kita terhadap penjajah/tirani yang kejam yang sejatinya muncul dari dalam diri kita sendiri. Kita sudah menjadi jajahan atas pikiran kita sendiri.
Jika kita ingin berhasil. Kita harus bangun dan jejakkan kaki kembali ke bumi. Balikkan kepada kehidupan yang nyata dan fakta. Kita harus punya 10 juta keyakinan untuk tidak menerima alasan-alasan apapu itu. Kita harus merdeka. Kita harus menjadi raja atas diri kita sendiri.

MENURUNKAN TARGET
                Efek domino dari kuatnya sikap malas dan godaan tirani diri itu adalah tidak tercapainya cita-cita atau tujuan yang diharapkan. Ketika itu terjadi, lalu banyak dari kita yang mengkoreksi titik tujuan atau cita-cita yang kita kehendaki. Sebutlah tadinya berharap 10 juta dalam satu bulan dan karena tidak juga segera tercapai, maka kita turunkan menjadi 5 juta atau kita tunda target itu menjadi tahun depan.
             Menurunkan target adalah kebodohan yang kadang kita restui. Untuk melawan kebodohan ini, kita harus menentukan target dalam hitungan yang memaksa. Buat target-target diatas terget kelas biasa. Target yang biasa-biasa tidak akan membuat anda tertantang untuk berjuang.
              Dengan target yang memaksa, kita terpaksa harus melakukan tindakan-tindakan yang tidak biasa. Tindakan-tindakan yang berani dan menantang. Tindakan yang terpaksa harus dikerjakan dengan kesungguhan tingkat dewa.
               
TAGIH DENGAN BRUTAL
                Hanya satu cara untuk mematahkan kreatifitas penciptaan alasan untuk tidak berprestasi adalah konsep menagih atas apa yang kita canangkan dengan cara yang brutal. Menagih tanpa ampun. Menagih dengan keras dan tegas. Tagih bahkan ketika jatuh temponya belum terjadi. Tagih dengan kesungguhan.
                Ketika anda bisa menagih janji diri anda sendiri dengan cara yang brutal, maka anda akan dengan mudah melakukan hal yang sama terhadap tim kerja anda. Anda dan tim kerja anda sering melakukan kebodohan beregu. Bersama-sama sepakat untuk menciptakan 7 juta alasan agar batin-batin anda tenang atas tidak tercapainya kesepakatan bersama.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 19 September 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya              


                                                                                 Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

6.9.16

TIGA VIRUS PENYEBAB BANGKRUT


Saya bertemu dan berkenalan dengan seorang Business Coach asal Kota Pematang Siantar, beliau adalah Muhammad Al Haris yang juga memimpin sebuah usaha bernama Haritsa.
Setelah melakoni serentet usaha dan tahunan berbisnis, beliau memindai permasalahan permasalahan yang menjadi sebab musabab terjadinya kebangkrutan usaha.
Secara sederhana beliau menyimpulkan ada 3 virus penyebab sebuah usaha menjadi bangkrut. Berikut pamikirannya;

OVER SPENDING
Virus pertama penyebab kebangkrutan adalah "over spending" alias “lebih besar pasak daripada tiang”. Harus disadari bahwa berapapun penghasilan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi tidak akan cukup untuk memenuhi gaya hidup.
Pesan mendasar dari pandangan ini adalah “hiduplah dengan gaya hidup biaya rendah --Low Cost--  karena gengsi tidak akan membuat seseorang menjadi kaya”. Fakta yang ada adalah ketika anda sudah benar kaya, pasti anda akan menjadi bergengsi!”.
Beriktunya, solusi  agar tidak terjebak dalam gaya hidup “over spending” adalah dengan cara mengalokasikan penghasilan anda dengan pembagian utama pertama untuk survival (kebutuhan hidup), kedua untuk Getting More Money (investasi) dan yang terakhir adalah untuk  Growth (bertumbuh secara personal, relationship, spiritual).

UNDER INCOME
JIka anda sudah berupaya mengalokasikan penghasilan anda sehemat dan seefesien mungkin, namun tetap saja penghasilan gak bisa ditabung. Dalam hal ini bisa jadi virusnya adalah income/pendapatan anda yang terlalu kecil. Kalau faktanya seperti itu maka solusi paling jitu adalah memiliki tambahan PIPA REZEKI dengan jalan membangun bisnis. Bagi umat Islam, Rasulluah SAW bersabda “9 dari 10 pintu rezeki dari perniagaan/berbisnis”.
Jika anda sudah berbisnis tetapi, tetap saja pendapatannya seret. Mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam proses perjalanan bisnis anda tersebut. Bisa jadi saat inilah waktu yang tepat bagi anda untuk mengevalusi bisnis anda.
Coba tanyakan kepada diri anda selaku pengusaha, dimana posisi bisnis anda dalam kerangka pandangn value, channel dan marketserta tahapan membangun bisnis dari Starting, Running dan Growing.

UNEXPECTED EVENT
Jika anda sudah hidup hemat, income anda sudah naik berkali-kali lipat, tapi bukan berarti anda terbebas dari kebangkrutan. Karena pada saat anda punya banyak uang, selalu ada orang yang ingin “mengambil” uang dari kantong anda dengan berbagai trik bujuk rayu gombal, menurut Harist, virus inilah yang paling mengerikan!.
Anda bisa saja terayu oleh bujukan popularitas untuk menjadi anggota DPR. Bisa jadi anda terbujuk untuk investasi tambahan dalam pola investasi yang tidak anda kuasasi. Bisa jadi anda terlena mengikuti gaya hobby yang berbiaya tinggi.
Bukankah sudah banyak contoh di sekitar kita orang yang kaya raya, dalam sekejap mata bisa bangkrut bahkan terlilit hutang. Hal-hal tersebut terjadi karena kejadian yang tidak disangka alias “unexpected event” yang disebabkan oleh keserakahan dan kebodohan.

POLA
Menjadi Kaya itu berpola dan bangkrut itu juga berpola. Ada pola-pola yang sudah dipelajari oleh para pendahulu yang sudah sukses. Diperlukan keberanian dan sikap fokus untuk belajar dan mempelajari pola-pola tersebut. Karena pola dan trend itu sejatinya berulang.
Mencari pendamping / coach dan mentor bisnis sangat penting. Jika anda belum mendapatkannya, anda bisa memulai dengan berkumpul dengan orang-orang yang juga menggeluti bisnis. Berkumpul dengan sesama pebisnis akan mengarahkan pikiran dan wawasan yang bernuansa bisnis. Berkumpul dengan sesama pebisnis akan menularkan jiwa bisnis kepada anda.

                                                Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com



Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 5 September 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
Share:

Bawah - Menengah – Atas


Saya bertemu dan berkenalan dengan seorang Business Coach asal Kota Pematang Siantar, beliau adalah Muhammad Al Haris yang juga memimpin sebuah usaha bernama Haritsa.
Setelah melakoni serentet usaha dan tahunan berbisnis, beliau memindai permasalahan permasalahan yang menjadi sebab musabab terjadinya kebangkrutan usaha.
Secara sederhana beliau menyimpulkan ada 3 virus penyebab sebuah usaha menjadi bangkrut. Berikut pamikirannya;

OVER SPENDING
Virus pertama penyebab kebangkrutan adalah "over spending" alias “lebih besar pasak daripada tiang”. Harus disadari bahwa berapapun penghasilan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi tidak akan cukup untuk memenuhi gaya hidup.
Pesan mendasar dari pandangan ini adalah “hiduplah dengan gaya hidup biaya rendah --Low Cost--  karena gengsi tidak akan membuat seseorang menjadi kaya”. Fakta yang ada adalah ketika anda sudah benar kaya, pasti anda akan menjadi bergengsi!”.
Beriktunya, solusi  agar tidak terjebak dalam gaya hidup “over spending” adalah dengan cara mengalokasikan penghasilan anda dengan pembagian utama pertama untuk survival (kebutuhan hidup), kedua untuk Getting More Money (investasi) dan yang terakhir adalah untuk  Growth (bertumbuh secara personal, relationship, spiritual).

UNDER INCOME
JIka anda sudah berupaya mengalokasikan penghasilan anda sehemat dan seefesien mungkin, namun tetap saja penghasilan gak bisa ditabung. Dalam hal ini bisa jadi virusnya adalah income/pendapatan anda yang terlalu kecil. Kalau faktanya seperti itu maka solusi paling jitu adalah memiliki tambahan PIPA REZEKI dengan jalan membangun bisnis. Bagi umat Islam, Rasulluah SAW bersabda “9 dari 10 pintu rezeki dari perniagaan/berbisnis”.
Jika anda sudah berbisnis tetapi, tetap saja pendapatannya seret. Mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam proses perjalanan bisnis anda tersebut. Bisa jadi saat inilah waktu yang tepat bagi anda untuk mengevalusi bisnis anda.
Coba tanyakan kepada diri anda selaku pengusaha, dimana posisi bisnis anda dalam kerangka pandangn value, channel dan marketserta tahapan membangun bisnis dari Starting, Running dan Growing.

UNEXPECTED EVENT
Jika anda sudah hidup hemat, income anda sudah naik berkali-kali lipat, tapi bukan berarti anda terbebas dari kebangkrutan. Karena pada saat anda punya banyak uang, selalu ada orang yang ingin “mengambil” uang dari kantong anda dengan berbagai trik bujuk rayu gombal, menurut Harist, virus inilah yang paling mengerikan!.
Anda bisa saja terayu oleh bujukan popularitas untuk menjadi anggota DPR. Bisa jadi anda terbujuk untuk investasi tambahan dalam pola investasi yang tidak anda kuasasi. Bisa jadi anda terlena mengikuti gaya hobby yang berbiaya tinggi.
Bukankah sudah banyak contoh di sekitar kita orang yang kaya raya, dalam sekejap mata bisa bangkrut bahkan terlilit hutang. Hal-hal tersebut terjadi karena kejadian yang tidak disangka alias “unexpected event” yang disebabkan oleh keserakahan dan kebodohan.

POLA
Menjadi Kaya itu berpola dan bangkrut itu juga berpola. Ada pola-pola yang sudah dipelajari oleh para pendahulu yang sudah sukses. Diperlukan keberanian dan sikap fokus untuk belajar dan mempelajari pola-pola tersebut. Karena pola dan trend itu sejatinya berulang.
Mencari pendamping / coach dan mentor bisnis sangat penting. Jika anda belum mendapatkannya, anda bisa memulai dengan berkumpul dengan orang-orang yang juga menggeluti bisnis. Berkumpul dengan sesama pebisnis akan mengarahkan pikiran dan wawasan yang bernuansa bisnis. Berkumpul dengan sesama pebisnis akan menularkan jiwa bisnis kepada anda.

Share:

SURAT PERMOHONAN COACHING


SURAT PERMOHONAN COACHING






Saya yang bertanda tangan di bawah ini :



Nama                        :      

Alamat                       :


No HP                        :

No WA                       :

Email                         :

Pekerjaan/jabatan       :

Nama perush/instansi   :

Bidang Usaha              :



Atas nama diri saya sendiri/kelompok ............................................... dengan jumlah ...... orang/usaha*



Dengan ini saya menyatakan;



1.       Mendaftar untuk mengikuti program coaching yang diberikan oleh Bapak Cahyo Pramono sebagai coach, untuk program ;

  Business Coaching *

  Career / Proffesional Coaching *

2.       Memahami dan Menyetujui bahwa Coaching merupakan bentuk “Komunikasi” yang akan menggerakkan saya sebagai coachee dari situasinya sekarang ke situasi yang berbeda. Coaching berorientasi pada “Tindakan” yang perlu terjadi di saat ini dan di masa depan untuk mencapai “TUJUAN” tertentu. Coaching terjadi dengan dasar value “Partnership” dan “Trust”.

3.       Dengan pemahaman tersebut, saya sebagai coachee menyetujui untuk;

a.   Untuk berkomitmen dalam proses sesi Coaching untuk jangka waktu yang disepakati setelah pertemuan coaching yang pertama kali.

b.   Menyetujui waktu pertemuan yang disepakati, kecuali ada keadaan darurat, dan dalam kasus seperti ini diharapkan memberikan pemberitahuan.

c.   Berusaha menjaga hubungan dengan saling menghormati terhadap kompetensi dan integritas dan berusaha melakukan yang terbaik untuk membantu mencapai kesuksesan coaching.

d.   Bersikap terbuka terhadap umpan balik, berbagi pemikiran, transparan, dan melakukan yang terbaik untuk melaksanakan tindakan serta sesuai jadwal yang disepakati.

e.   Bertanggungjawab sepenuhnya atas segala keputusan dan tindakan pribadi saya sebagai hasil pemikiran dan keyakinan saya setelah atau selama proses coaching.

4.         Memahami bahwa;

a.    Coach akan berusaha menjaga hubungan dengan saling menghormati terhadap kompetensi dan integritas dan berusaha melakukan yang terbaik untuk membantu saya mencapai kesuksesan.

b.    Coach akan menjaga kerahasiaan dari semua pertemuan, dan tidak mengungkapkan agenda pertemuan kepada pihak lain, kecuali ada pemberitahuan sebelumnya atau diberikan  izin untuk itu.



c.    Coach akan menggunakan semua data yang dikumpulkan melalui  proses assessment atau dengan cara lain hanya untuk agenda Coaching, dan untuk memberikan umpan balik yang jujur ​​sehubungan dengan perkembangan kebutuhan saya sebagai coachee.

d.    Coach dapat dan diperbolehkan memberikan umpan balik tanpa mengungkapkan identitas responden.

e.    Coach Tidak menyebarluaskan dokumentasi tersebut dengan pihak lain.

f.     Coach menghormati rencana tindakan dan tujuan saya sebagai coachee, serta mendorong cara berpikir untuk memperluas wawasan saya sebagai coachee. Dan juga dapat mengkonfrontasi saya sebagai coachee jika diperlukan dengan saling menghormati kedua belah pihak.

g.    Coach bisa dan berhak untuk merekomendasikan mengakhiri hubungan sebelum waktunya, jika Coach merasa bahwa dirinya tidak dapat memberikan nilai tambah apapun untuk perkembangan saya selaku coachee.

5.         Saya akan menyerahkan pengaturan waktu dan jadwal coaching kepada pihak coach. Jika diperkenankan, saya senang melakukan coaching pada hari ………………………………………… sekitar pukul ……….. s/d …….









Medan……………………..2016

Yang menyatakan











---------------------------







Catatan

·         * pilih salah satu  

·        Isi, tandatangani dan kirimkan kembali lembar ini melalui email tj@cahyopramono.com atau via wa 0811638383
Share:

Blog Archive