it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

22.11.16

MEMBESARKAN BISNIS

           BAGI anda yang sudah menjalankan bisnis lebih dari 2 tahun dan mendapati grafik pendapatan anda cenderung rata, tidak meningkat tajam dan bisa jadi malah menurun.
                Saat ini anda sudah mencapai titik selamat tahap pertama. Anda sudah melewati masa-masa percobaan ketahanan mental binsis, ketabahan, kesabaran dan fokus yang baik. Selamat.
                Kini, bertahan tidaklah cukup, sekarang anda harus terus maju dan lebih berkembang. Anda dituntut oleh desakan pengembalian modal dengan lebih cepat. Anda dituntut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.
PERBANYAK PINTU PEMASUKAN
               Sebelum menciptakan bisnis baru atau membuka cabang, coba ciptakan produk alaternatif yang bisa mendukung produk utama anda. Ada turunan dari produk utama anda yang bisa dikemas menjadi pintu pemasukan dan keuntungan anda.
            Saya beri contoh sederhana, misalnya anda berbisnis penyewaan alat-alat pesta. Sejalan dengan bisnis tersebut, anda bisa saja menjual kepada penyewa berupa produk tambahan semisal air minum gallon, sehingga penyelenggara pesta tidak repot lagi memasak air minum.
               Selanjutnya, anda sangat mungkin melengkapi produk dengan kontrak dokumentasi pesta dalam bentuk foto dan video. Anda juga bisa mensuplay tenaga kerja untuk membantu pelaksanaan pesta yang pasti memerlukan banyak tenaga; mulai dari tenaga keamanan, tenaga petugas parkir, tenaga tambahan untuk kebersihan, hingga tenaga receptionis untuk menerima tamu.
               Selanjutnya, anda bisa saja menjarah produk lain berupa design dan pencetakan undagan. Bahkan anda bisa saja menawarkan jasa kurir pengantaran undangan tersebut. Jika anda memiliki energi yang cukup, anda bisa saja mengkontrak gedung-gedung pertemuan untuk pesta, anda menjadi agen-nya. Dan masih banyak lagi produk-produk turunan yang bisa anda ciptakan tanpa harus membuka cabang baru atau membuka usaha lain yang jauh dari karakter usaha awal anda.
BANGUN KEUNGGULAN PERSAINGAN
               Menang dalam persaingan adalah kunci untuk tetap bisa bertahan dan berkembang. Artinya, harus dibangun semua potensi dan kondisi agar produk dan bisnis anda selalu lebih unggul dari pesaing-pesaing anda.
         Membangun keunggulan persaingan dimulai dari perbedaan. Yang pertama; Anda harus berbeda. jangan pernah ijinkan anda terlihat atau terkesan sama jika dibandingkan dengan pesaing anda. Perbedaan itu harus dibangun bahkan ketika pesaing anda mengekor anda dengan menjiplak produk bisnis anda.
          Perbedaan itu bisa saja berupa konsep produk, konsep bisnis, konsep pelayanan, konsep interior, konsep kemasan, konsep promosi dan banyak lagi. Artinya, perbedaan yang anda ciptakan memang akan menjadi absolute jika meliputi semua unsur diatas. Tetapi bukan berarti anda tidak bisa menbuat perbedaan dari satu unsur saja.
  Contoh untuk produk penyewaan alat pesta diatas; ketika pesaing juga melakukan hal sama, anda bisa membuat perbedaan dari produk dengan memberikan alternative pilihan yang lebih lengkap. Dari sisi konsep bisnis, bisa saja anda menawarkan penyewaan dengan sistem arisan dalam sebuah komunitas. Jadi mereka sudah menabung sejak lama untuk mendapatkan produk anda. Dan itu berarti anda mengikat mereka dalam jangka panjang.
PEMASARAN BERKESINAMBUNGAN
            Ketika mulai bisnis, anda memasang papan merek, membuat brosur, membuat iklan, membuat program promosi dll dan Lalu anda berhenti, maka tunggulah kejatuhan anda.
            Mulai dari upaya pengemasan ulang atau perbaikan kemasan, mengembangkan channel-chanel promosi, mengingatkan keberadaan produk bisnis anda harus dilakukan terus menerus.
                Seperti lomba lari, ketika anda tidak terus berlari, maka anda akan tertinggal dan dilupakan.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 21 November 2016 dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.


                                                                    Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

16.11.16

Omset, Profit, Cash atau Free Cash?

     BISNIS tidak lain kecuali mencari keuntungan”. Begitu secara teori atau sebagian banyak dari kita meyakininya. Pertanyaannya adalah, apakah keutungan bisnis otomatis sudah bisa kita nikmati? Belum tentu.
        Omset bisnis juga tidak serta merta menjadi acuan untuk melihat berapa keuntungan yang bisa didapat dari bisnis tersebut. Bahkan cash saja bukan berarti langsung bisa kita nikmati. Mari kita bahas satu persatu.

OMSET
         Dalam bahasa sederhana, menurut saya; Omzet adalah semua jumlah uang masuk yang yang kita hasilkan dari penjualan dalam jangka waktu tertentu. Semua tanpa terkecuali dan jumlah uang tersebut belum Anda kurangi dengan biaya-biaya-pengeluaran apapun.
    Catatan jumlah uang pemasukan tesebut mungkin bisa menggambarkan volume usaha anda, tetapi tidak bisa melihat berapa besar keuntungannya. artinya, kita harus punya alat lain untuk mengetahui keuntungan hingga cash yang bisa dinikmati kemudian.
        Sebutlah sebuah usaha penjualan pulsa; untuk pulsa dengan harga jual Rp.20.000,- si penjual mendapat keuntungan Rp.1.000,-, dalam hal ini omzet/uang masuk yang besar ketika terjual sebenarnya didominasi oleh modal/biaya yang sangat besar presentasenya.
 Jangan langsung takjub atau heran dengan volume usaha yang omzetnya tercatat besar.

PROFIT
          Omzet yang merupakan semua jumlah uang masuk selanjutnya harus dikurangi dengan HPP/Harga Pokok Penjualan dan Expense/biaya-biaya lain. Rumus sederhana untuk mengetahui profit/keuntungan adalah; Profit = Hasil Penjualan – (HPP + Expense).
         Harga pokok penjualan mungkin sering orang sebut dengan biaya modal. Biaya langsung apapun yang termasuk dalam produksi/proses penjualan. Sedang expense/biaya-biaya lain adalah yang tidak langsung dalam produksi tetapi tetap dikeluarkan sebagai pendukungnya, sebutlah gaji pegawai, tagihan listrik, biaya pasang iklan, beli perlengkapan kantor dan sebagainya.
         Dan profit ini kadang dihitung secara kotor sebelum pembayaran pajak dan secara bersih setelah pajak dan konsekuensi lainnya.
       Artinya, apakah keuntungan/prift sudah otomatis dapat kita nikmati? Jelas tidak. Karena profit ini masih dalam kertas, masih hanya dalam bentuk laporan keuangan saja.

CASH
          Semua laporan pendapatan dan biaya diatas belum menunjukkan posisi uang cash yang masuk ke rekening kita. karena bisa saja diantara laporan penjualan tersebut masih bersifat kredit, artinya uang kita masih di tangan orang lain. Atau bisa jadi laporan omzet juga mencantumkan pembayaran panjar kepada kita yang kita belum mengeluarkan biaya apapun.
        Cash yang ada di rekening kita juga bukan berarti bisa kita gunakan sesuka hati, karena dalam cash itu ada 2 bagian yang pertama; cash berstatus modal yang harus kita putar lagi dalam siklus bisnis. Dan yang kedua adalah FREE CASH yang saya sebut dengan cash halal. Cash yang bisa dinikmati dengan bebas tanpa mengganggu rotasi bisnis selanjutnya.

FREE CASH
        Free cash adalah keuntungan yang paling bersih yang bisa kita manfaatkan. Jadi, semestinya free cash adalah tujuan utama dari bisnis kita.
        Apalah artinya jika omset besar, cash banyak tetapi tidak ada free cash halal yang bisa kita nikmati untuk biaya hidup dan kesejahteraan kita.
        Pada tulisan berikutnya, akan kita bahas besaran free cash yang ideal dan cara mencapainya. Tetapi saat ini, cobalah perhatikan, apakah anda sudah berorientasi kepada free cash? Apakah anda pemilik bisnis yang menderita karena bisnis berjalan, pegawai bergaji tetapi anda lebih banyak berpuasa?
        Atau bahkan anda tidak pernah tahu, seberapa free cash anda?
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 14 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

10.11.16

5 SIKLUS MELEDAKKAN PENJUALAN

Bisnis apapun harus berorientasi kepada penjualan yang muaranya adalah keuntungan. Oleh karenanya, penjualan adalah pintu penting yang harus diperhatikan dengan serius dengan konsekuensi logis apapun. Adalah 5 langkah wajib untuk meledakkan penjualan.

JARING PEMBELI BARU
        Ini langkah pertama yang penting. Ketika anda sudah memiliki pelanggan tetap. Jangan pernah berhenti untuk menjaring, menjala, atau apapun istilahnya untuk mendapatkan pembeli baru.
          Dalam tahap ini, upaya wajibnya adalah mengundang pembeli baru untuk mengenal bisnis anda lalu datang, melihat dan bertransaksi.
Bagi perhatian anda kepada 3 segmen pasar, Pasar pertama yang sudah mengenal anda dan sudah menjadi pelanggan, pasar kedua yang sudah mengenal anda tetapi belum menjadi pelanggan dan pasar ketiga adalah mereka yang belum kenal dan belum menjadi pelanggan.
Dalam tahap meledakan penjualan ini, maka perhatian anda kepada pasar yang pertama harus setidaknya 45 % dari kekuatan anda. Lalu 30 % energy anda difokuskan kepada pasar yang kedua dan sisa energy anda sebesar 25% silahkan fokuskan kepada pasar anda yang ketiga.
            Energy anda yang besar itu dibagi dalam berbagai strategi apapun mulai dari promosi hingga upaya-upaya mendapatkan pembeli baru.

UBAH JADI PELANGGAN SETIA
          Sekali pembeli baru masuk kedalam zona kekuasaan anda, ke gerai anda, ke bisnis anda, haram hukumnya jika mereka kecewa dan berpaling kepada yang lain.
          Jangan serakah dengan pendekatan bisnis sekali tembak. Jangan berfikir bahwa kesempatan anda hanya ada pada hari ini saja. Masih ada hari esok. Berinvestasilah kepada pelanggan. Buat mereka nyaman, buat mereka senang dan yang penting yakin bahwa anda dan bisnis anda serius menjamin kenyamanannya.
 
BUAT MEREKA DATANG LEBIH SERING
                Perubahan pembeli menjadi pelanggan adalah unsur frekuensi transaksinya. Seseorang disebut pelanggan jika ia sudah berkali-kali datang dan bertransaksi. Jangan terganggu dengan pernyataan pembeli yang minta kemudahan-kemudahan pada transaksi pertama dengan mengaku akan menjadi pelanggan.
                Cari penyebab dan alasan bagaimana pembeli datang dan bertransaksi lebih sering. Buat strategi apapun yang bisa jadi alasan untuk mengundang dan mengingatkan mereka. Anda bisa membuat program reward atau semacam kupon diskon yang hanya bisa dipakai pada kunjungan berikutnya (jangan lupa batasi tanggal berlakunya).

BUAT TRANSAKSINYA LEBIH BANYAK
                Ketika pelanggan yang tepat (daya belinya) merasa nyaman dan anda menginspirasikan manfaat-manfaat produk anda, adalah sebuah keniscayaan jika mereka terus akan memperbanyak transkasinya.
                Anda bisa saja menawarkan produk rentetan dari barang/jasa yang dibelinya. Sebutlah seseorang membeli rokok, anda bisa menawarkan koreknya, permen dan mungkin produk pembungkus kemasan rokok.

JADIKAN CORONG PEMASARAN
               Pelanggan yang kecewa akan bicara kepada siapa saja tentang keluhannya dan itu berakibat buruk untuk bisnis anda. Pada sisi lain, pelanggan yang senang dan puas tidak akan menutup kemungkinan akan menjadi corong untuk mempromosikan kebaikan dan keunggualan bisnis anda.
                Kunci dari strategi ini adalah menjadikan pelanggan “merasa” istimewa. Ketika mereka merasa istimewa mereka akan dengan senang hati pamer kepada kawan dan kerabatnya. Dan semua aksi pamer biasanya ada unsur penambahan bumbu-bumbu penyedap yang diciptakan oleh si pelaku pamer.
                Kredibilitas anda akan lebih ‘nyaman’ terdengar kalau itu disampaikan orang lain, bukan sekadar pengakuan anda. Oleh karenanya, menggunakan mulut orang lain adalah langkah paling bijak untuk memamerkan kelebihan dan keunggulan anda dan bisnis anda.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 7 November 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
               

                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

4.11.16

Agen, Makelar, Komisioner



        ADA satu pihak baik berupa pribadi atau perusahaan yang berdiri diantara 2 orang/pihak dalam hal transaksi barang/ jasa. Pihak tersebut menjadi penghubung/ perantara transaksi tersebut.
        Setidaknya ada 3 posisi peran yang sedikit sekali perbedaanya dalam menjadi perantara, yaitu; Agen, Makelar dan Komisioner.
Agen adalah perantara perdagangan yang atas nama suatu perusahaan tertentu untuk menjualkan barang/jasanya. Agen menjual barang/jasa tersebut dengan harga berdasarkan kesepakatan antara dirinya dan produsen. Disana agen mendapatkan keuntungan berdasar komisi atau pendapatan lain sesuai kesepakatan.
Makelar adalah perantara yang atas nama orang lain (pemberi kuasa) mencarikan barang bagi pembeli dan atau menjualkan barang bagi penjual. Makelar mengadakan perjanjian-perjanjian atas nama mereka dalam penjualan atau pembelian suatu barang.
Makelar tidak ikut bertanggung jawab atas penyerahan barang dan pembayarannya. Tugasnya hanya memungkinkan penjual dan pembeli mengadakan perjanjian jual beli sendiri. Bebas jasa makelar disebut provisi atau krtasi.
Komisioner (sering pula disebut pedagang komisi) adalah perantara dalam perdagangan seperti juga makelar. Ia bekerja atas namanya sendiri dan ikut bertanggung jawab sendiri atas tindakan yang dilakukan dalam mengadakan perjanjian jual beli. Untuk jasanya ia memperoleh komisi.

KAPASITAS PERSONAL
        Tidak perduli agen, makelar atau komisioner (selanjutnya saya sebut agen untuk memudahkan penyebutan), ada kesamaan dasar yang membuatnya sukses; yaitu kapasitas personal pribadi pelakunya. Saya memperhatikan beberapa kondisi penting;
        DEDIKASI, ini menjadi syarat dasar suksesya para agen. Mereka yang sukses terbukti memiliki dedikasi yang sangat tinggi. Mereka jelas tidak memiliki/memproduksi barang/jasa-nya sendiri. mereka juga tidak memiliki kepentingan untuk membeli barang/jasa untuk dirinya sendiri.mereka hanya perantara. Mereka seperti burung yang pagi keluar rumah dan sore pulang membawa rejeki/makanan.
        Dedikasi itu membawa diri kepada PENCITRAAN keagenan yang dalam. Didalamnya bersangkutan dengan jumlah JARINGAN pergaulan yang luas. Di handphone-nya terdaftar banyak sekali nomor kontak yang dengan nomor itu si agen bisa mengkases informasi apapun. Setelah jaringan, agen memiliki tingkat kedekatan hubungan yang baik serta menjadi pihak yang pertama mendapatkan informasi. Informasi yang jauh lebih dalam daripada yang dimiliki penjual dan pembeli yang mereka agenkan.
        Agen sukses mengetahui banyak hal tetapi biasanya memperkenalkan dirinya sebagai agen khusus atas produk/jasa tertentu saja. Itu cara sederhana untuk dapat diterima oleh public. Sebutan “agen dunia” adalah sindiran kepada seseorang yang tidak memiliki spesifikasi produk, dan menjadi agen apapun.
        Agen sukses berinvesati pada kepercayaan. Mereka harus memainkan peran jangka panjang. Mereka berusaha untuk tidak pernah cacat komitment. Mereka yang menyadari peran bisnisnya, tidak akan gegabah sekedar mendapat keuntungan jangka pendek. Agen pemula sering terkapar karam karena terjebak oleh kebutuhan hidup jangka pendek. Investasi ini juga membutuhkan modal, setidaknya modal pergaulan yang kadang harus bergaya seperti level pasar yang harus ia masuki dan itu tidak murah.
Agen sukses memiliki kesabaran yang tangguh dan mampu menunggu momen yang tepat. Agen sukses tidak terjadi dalam waktu singkat. Mereka mulai merasakan hasil panen setidaknya setelah berjalan lebih dari 2 tahun masa karirnya, jika dikerjakan dengan intens dan serius serta berkelanjutan.
Agen tidak lekang oleh waktu. Dari jaman kuno hingga kini masih terus dibutuhkan agen. Jangan heran, jika ada presiden satu negara meggunakan agen untuk bisa bertemu dengan presiden negara lainnya.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 31 Oktober 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com


Share:

Blog Archive