it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

26.1.17

Harapan Dan Cinta

Alkisah, ada 2 orang terpidana yang akan hukum mati oleh seorang raja. Yang pertama merasa putus asa dan pasrah sambil menunggu waktu eksekusi mati. Dia hanya banyak menangis dan menyesali keadaan
            Orang yang kedua merasa belum rela mati dan berpikir keras untuk bisa bebas dari hukuman. Dia mendengar sang raja menyukai kucing. Ia mendapat sebuah ide lalu meminta bertemu raja.
"Apa yang kamu ingin katakan" tanya Raja.
"Wahai tuan Raja, saya tahu tuan menyukai kucing. Saya sebenarnya adalah pelatih kucing professional yang bisa melatih kucing hingga bisa bernyanyi asalkan saya diberi aku waktu dua tahun untuk melatih kucing tersebut". Singkat cerita, Sang Rajapun mengabulkan permintaan itu.
Sesaat menjelang eksekusi orang yang pertama, ia bertanya, "Bagaimana caranya engkau dapat membuat kucing bernyanyi?, bukankah itu mustahil?"
Orang kedua menjawab, "Memang benar, tapi aku masih memiliki waktu dua tahun sebelum aku di eksekusi mati." 
"Dalam waktu dua tahun, aku punya empat kemungkinan; pertama mungkin aku akan meninggal sebelum di eksekusi mati yang pasti lebih baik daripada aku mati dipancung; kedua mungkin saja sang raja yang akan meninggal terlebih dahulu sebelum hari eksekusi mati; yang ketiga bisa jadi sang raja berubah pikiran dan tidak jadi memberikan hukuman eksekusi atau yang terakhir mungkin saja aku memang bisa membuat kucing itu bisa bernyanyi."

HARAPAN
Cuma ini yang bisa membuat sesorang bertahan hidup, berjuang dan berprestasi. Harapan adalah kunci kehidupan. Tanpa harapan, manusia sudah meninggal sebelum ajal.
Semua karya besar dan prestasi manusia terjadi karena adanya harapan. Termasuk harapan untuk hidup layak, sukses bisnis, kemerdekaan finansial dan kemampuan menolong lebih banyak orang.
Jadi, jangan pernah putus berharap. Jangan pernah menyerah dengan tanda-tanda kegagalan temporer. Teruslah bergerak maju. Sebelum benar bisnis anda gulung tikar, sebelum nafas terakhir anda lepas, berharap adalah sebuah kewajiban.
Apapun masalah yang menghantui anda, mulai dari krisis moneter, kenaikan biaya hidup, kenaikan upah pegawai, persaingan pasar yang makin sengit, janganlah pernah putus harapan. Karena harapan adalah doa. Jadilah lebih kuat, lebih baik dan lebih bergairah setiap saat. Harapan Anda adalah kehidupan Anda.

CINTA
           Harapan sebagai doa akan lebih bernilai dan penuh semangat jika ada alasan cinta didalamnya. Cinta yang terbaik adalah memberikan manfaat kepada banyak orang lain. Untuk keluarga, untuk masyarakat, untuk bangsa dan yang pasti karena Tuhan YME.
           Memupuk harapan karena cinta, akan melahirkan karya besar. Akan melahirkan proses penuh kasih sayang. Ada cinta dalam proses produksi, proses memilih dan mengelola pegawai, hingga memperlakukan pelanggan bahkan dalam menghadapi pesaing sekalipun.
           Manajemen yang dibangun dengan cinta semestinya akan lebih mengedapankan nilai manfaat untuk siapapun yang terlibat secara langsung dan tidak langsung.
         Bisnis yang bernafas cinta, tidak meletakkan uang diatas segalanya. Cinta akan meletakkan manusia dan kehidupan sebagai prioritas sebagai refleksi syukur atas karunia dan cinta kasih Yang Maha Kuasa.
          Alasan cinta mendahulukan pelayanan, bantuan, sentuhan dan penghormatan. Alasan cinta akan menghadirkan keajaiban-keajaiban yang mungkin tidak pernah terfikirkan secara logis dikepala manusia.
             Cinta membawa bahagia, bahagia memupuk harapan, harapan menjadikan manusia hidup dan kehidupan penuh cinta adalah surga. Bukan tidak mungkin bisnis terbangun diatas harapan dan cinta. Silahkan buktikan sendiri.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 23 Januari 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


                                                       Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

19.1.17

TULISKAN

            BANYAK pimpinan bisnis yang mengeluh capek menghadapi bawahannya. Mereka merasa sudah bolak balik membuat berbagai rapat, tetapi peningkatan kinerjanya sangat lambat. Yang lebih menyedihkan adalah, banyak poin yang dibicarakan dan diputuskan dalam rapat/briefinig tersebut adalah hal lama yang sudah berulangkali dibahas.
            Berulang kali membahas masalah yang sama dan setelah sekian waktu, si pemimpin merasa frustasi. Rasanya dialog dalam rapat tiada lagi ada gunanya. Selanjutnya si pemimpin hanya bisa menggunakan satu-satunya senjata yang tersisa; marah.
           Kesimpulannya negative; bicara baik-baik dalam rapat tidak ada gunanya. Pimpinan merasa bahwa hanya dengan marah, semuanya baru bisa berjalan.
         Filosofi kerja yang yang terjadi menjadi terbalik. Yang semestinya bawahan digaji untuk memudahkan pekerjaan atasan, tetapi yang terjadi sebenarnya adalah; para pemimpin merekrut dan menggaji bawahan agar si bawahan menyuruh atasannya untuk tiap hari mengingatkan bawahannya tersebut.
           Suanana kerja penuh dengan amarah dan kebencian. Si atasan Lelah dan frustasi dan si bawahan merasa tidak berarti dan merasa semakin bodoh.

ALAT BANTU
            Beberapa kali sesi coaching saya menemukan kasus diatas. Dengan pendalaman lebih lanjut, ternyata ada hal-hal sederhana yang tidak dilakukan oleh tim kerja tersebut.  Saya menyebutnya alat bantu kerja.
            Kebanyakan kasus tersebut terjadi karena semuanya menggunakan lisan saja. Ketika rapat menghadapi masalah atau merencanakan sesuatu, Si pimpinan dan bawahan larut dalam percakapan yang tidak membumi.
            Mau ini, mau itu, rencana ini, rencana itu dan masih banyak lagi. Semuanya dibicarakan secara lisan. Tidak ada yang menuliskan sebagai alat bantu untuk mengingatkan semua tim kerja tentang poin-poin kesepakatan tersebut.
            Ada banyak alat bantu kerja. Kali ini saya ingin membahasa salah satunya yaitu pencatatan.

TERTULIS
            Alat bantu kerja yang tertulis ada banyak bentuknya. Dalam hal rapat, alat bantu tertulis yang diperlukan adalah semacam risalah/minute rapat.
            Ada banyak versi bentuk risalah rapat. Tetapi apapun itu silahkan pilih yang paling efisien dan efektif.
Risalah rapat, intinya harus menyebutkan; nama rapat, siapa yang hadir, siapa yang tidak hadir, jam dan durasi rapat, da nisi rapatnya. Dalam hal isi rapat, inti yang penting harus disebutkan adalah jawaban atas pertanyaan ini; apa, siapa, kapan, bagaimana, berapa dan dimana.
Jangan terjebak dalam format risalah seperti risalah untuk keperluan legal/hukum dimana semua kata yang terucap harus dituliskan. Itu sangat memakan energy dalam menuliskannya apalagi membacanya. Jangan sampai alat bantu malah menjadi beban tambahan.
Menuliskan risalah rapat internal, pada bagian masing-masing peserta (siapa) cukup kata-kata pendek. Misalnya; “Peserta rapat sepakat agar bagian penjualan akan merencanakan harga promosi untuk awal tahun ajaran baru yang akan diselesaikan paling lambat tanggal 20 januari 2017”. Kalimat itu terdiri dari 24 kata, sangat panjang dan bertele-tele. Jadi dalam risalah, cukup ditulisa pada kolom peserta(bagian penjualan); “harga promo” (hanya 2 kata).  Lalu pada bagian tenggat waktu tulisakan “20/01/17”. Toh, semua peserta tahu apa yang dimaksud dengan “harga promo” dan “20/01/17”.
Risalah seperti ini cukup 1 halaman untuk detail kerja seluruh bagian.

PENGINGAT
            Risalah dibagikan kepada semua peserta rapat dan dijadikan alat pengingat oleh semua peserta rapat.
            Ingatkan bawahan dalam bentuk bertanya kepada masing-masing bawahan secara langsung di luar rapat.
            Dalam rapat lanjutan, tak usah bicarakan poin-poin yang belum masuk ke tenggat waktu.

                                                           Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 16 Januari 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkannya dengan selalu menyebutkan sumbernya
Share:

10.1.17

NAIK 1000%

Tahun 2017 sudah terlewati beberapa hari. Sebagian besar dari kita masih terkena sindrom liburan akhir tahun. Sebagian dari kita masih merasa punya waktu yang cukup untuk sekali lagi membuat rencana aksi tahun ini. Masih saja ada diantara kita yang terlena dalam fatamorgana waktu; Kita masih merasa bahwa tahun ini masih panjang dan cukup waktu untuk merencanakan capaian yang akan kita tuju.
            Tidak cukupkah pergantian hari menjadi bukti dan membuka mata kita untuk bangun dari kenyataan bahwa sebenarnya pertempuran hidup dan mati sudah dimulai. Tidakkah terlihat diluar sana para pesaing sudah lebih dahulu bangkit. Tidakkah kita menyadari bahwa “aksi menunda” kita tiap hari adalah langkah bodoh dengan menyia-nyiakan waktu?

NAIK BERAPA?
            Ini pertanyaan mendasar yang harusnya sudah kita jawab pada akhir taun yang lalu. Sehingga begitu matahari terbit di hari pertama tahun ini, kita tidak lagi berfikir kenaikan omzet berapa yang ingin kita capai.
            Sementara itu, kepada anda pribadi, apakah pertanyaan “Naik berapa?” sudah bisa terjawab? Apakah jawabannya sudah ada lengkap dengan strategi mencapainya? Atau anda masih berfikir? Jika anda masih berfikir, segeralah selesaikan buang-buang waktu anda. Segera putuskan. Ada kalanya anda tidak perlu khawatir dengan apapun yang anda putuskan, anda hanya perlu berani membuat keputusan segera.
            Lalu, pertanyaannya adalah, jika anda mematok target yang sama dengan tahun yang lalu, sungguh anda sebenarnya sedang merugi, karena sujatinya; nilai uang kita terus jatuh menurun setiap hari sebagai efek dari konsep ekonomi yang berdasar riba.
            Jika anda mematok kenaikan omset hanya 10%, sungguh anda tidak sedang maju kemanapun, karena setidaknya nilai inflasi berkisar di angka 7%.
            Jika anda mematok kenaikan hanya 20% - 30%, saya yakin anda sebenarnya, sedang menenangkan diri dan bermanja-manja untuk tidak bekerja lebih serius.

1000 %
            ini waktunya untuk anda mematok kenaikan yang tidak biasa. Ini waktunnya anda menantang rejeki dan cobaan yang layak anda dapatkan dari Tuhan. Secara sederhana, Tuhan tidak akan memberikan sesuatu ketika seseorang tidak sangup menanggungnya.
Kenaikan 1000 % bukan khayalan atau impian. Kenaikan 1000 % sangat logis untuk dicapai jika anda benar dalam mencari dan melakukannya. Saya sudah bertemu dan membuktikan banyak bisnis yang sanggup mencapai angka itu bahkan jauh lebih banyak lagi.
10, 100, atau 1000 hanyalah sebuah angka. Tidak bermakna apapun. Tetapi angka 1000% bisa jadi anda respon dengan sangat negative. Ada sebagian dari anda yang langsung menganggap angka 1000% sangat tidak masuk akal dan menakutkan.

BERSUNGGUH

            1000% akan menjadi sesuatu yang positif jika anda merespon dengan positif. 1000% bukan mustahil. 1000% hanyalah faktor pikir dan keberanian diri untuk melawan keterbatasan diri.
            Syarat mudah untuk mencapai lonjakan target tersebut sudah saya singgung dalam beberapa tulisan yang lalu. Baiknya saya ulangi lagi;
            Pertama adalah, jadikan kenaikan 1000% tersebut adalah sebuah ancaman bagi anda. Karena tanpa kenaikan tersebut, anda dalam posisi tidak beruntung dan hanya cenderung merugi waktu.
            Yang kedua, lakukan aksi-aksi menantang yang dulunya bisa jadi anda khawatirkan. Lakukan aksi yang ‘gila’ dan tidak biasa untuk mencapai angka 1000%.
            Ketiga, bebaskan diri dari tirani alasan. Jangan mau diperbudak alasan. Ada 7juta alasan logis untuk membuat anda tidak bergerak maju.
            Yang keempat; tagih janji dan rencana anda secara brutal. Dan yang terakhir, kejamlah dengan keyakinan diri. Lawan diri sendiri; Jika tidak kejam, andalah yang akan jadi korban.
            Selamat mencoba.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 9 Januari 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

Blog Archive