it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

14.6.17

Promosi Di Media Sosial


MEDIA Sosial yang kita gunakan untuk saling terhubung, sebenarnya merupakan media promosi yang sangat efektif. Pembaca pesan-pesan kita adalah mereka yang kita tuju yang tersampaikan secara personal dan langsung ditangan yang kita tuju.  Berikut adalah tips teknik efektif berpromosi di medsos.

Berkawan Tanpa Terkesan Jualan
Sadarilah bahwa hampir tidak ada orang yang mau membaca iklan jualan. Anda bisa amati perilaku itu pada diri anda sendiri. Ketika anda melihat film di layar televisi dan saat jeda iklan, apa anda tetap menonto pemutaran iklan itu? Tentu tidak. Ada yang memilih memindah channel, ada yang membuat kopi ke dapur, ada yang memanfaatkannya untuk ke kamar mandi dll.
Dalam cara pandang umum, iklan adalah gangguan. Disinilah kita ditantang untuk menciptakan bentuk dan isi promosi menjadi menarik.
Kembali ke medsos; lihatlah, anda akan lebih banyak mendapat like atau share jika anda menampilkan diri anda sendiri.
 Trik promosi dalam situasi yang seperti ini adalah bentuk narsis dari kegiatan bisnis anda. sebutlah ketika anda berbisnis produk kuliner. Mulailah dengan upload semua kegiatan anda. misalnya anda tunjukkan proses memasak (tentu dengan gambar yang anda pilih dengan baik), lalu proses anda memajang produk. Lalu proses anda mempersiapkan pesanan-pesanan.  Tanpa meminta orang untuk membeli produk anda.
Biar saja prosesnya terkesan lumrah seperti ketika anda makan di restoran dan memposting foto makanannya di sosmed anda. Semua seolah seperti tidak sengaja, tetapi pesan tersampaikan dengan jelas dan baik.

Informasi Yang Membantu
Target promosi adalah penyampaian pesan dan pesan yang terkirim dengan santun akan sampai dengan lebih baik.
Dalam mengelola bisnis, selayaknya anda dikenal sebagai ahli di bidang itu. Jadi sangat bagus jika anda memposting tulisan-tulisan yang berisi informasi penting dan bermanfaat bagi pembacanya. Ingat, Jangan Memaksa Mereka Membeli Produk Anda.
Dalam hal contoh anda berbisnis kuliner, Tulisan anda mungkin berisi tips-tips yang sederhana tetapi bermanfaat. Misalnya trik menyimpan makanan di kulkas, trik memilih makanan yang sehatdll.
Tanpa mereka sadari, anda sedang menyampaikan pesan bahwa anda adalah orang yang ahli dan memberikan manfaat besar bagi pembaca tanpa tujuan komersial.

Anda Roh Hidup
                Pesan-pesan yang formal dan kaku tidak akan mendapat perhatian yang tinggi. Tetapi jika ada personifikasi diri anda dalam pesan status yang anda buat, maka respon akan lebih maksimal.
                Seperti halnya anda yang bisa merasa bosan dengan formalitas, anda juga harus mengkombinasikan pesan status anda dengan hal-hal sederhana, personal dan kadang tekesan “lebay”.
                Ingat, jaringan anda ingin berkawan dengan anda secara pribadi, apa adanya, bukan mau jadi pelanggan bisnis anda.

Bersalaman
                Berkawan di Medsos seperti halnya bergaul dalam kehidupan nyata. Anda perlu berkunjung kepada mereka juga. jangan anda bermimpi meminta mereka mengunjungi anda tetapi anda tidak pernah mengunjungi mereka. hubungannya akan hambar.
                Berkomentarlah dengan santun mengenai status dan pekerjaan orang lain, tanpa harus terang-terangan mencari pengikut, dan memaksa orang untuk menyukai update Anda. jangan terlibat ke dalam pertengkaran dan perdebatan yang tidak perlu. Tak harus anda selalu benar. Jangan terjebak dalam perdebatan yang tiada unjung.
Ingat anda sendang mencari kawan, bukan musuh. Semakin banyak orang yang menyukai status dan halaman media sosial maka semakin besar potensi keberhasilan promosi anda.
Artikel ini sudah terbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 12 Juni 2016, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                                                                Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

PROMOSI VS WAKTU

                SATU bulan menjelang ramadhan, Coachee saya pada akhirnya meyakini bahwa bulan Ramadhan ini adalah bulan penuh prospek dan waktu yang tepat untuk mendongkrak penjualannya. Yang diperlukan hanyalah satu aksi promosi yang menantang.
Ia mengaku hanya perlu membuat paket penjualan yang menarik. Kemudian, paket itu di tulis dalam sebuah brosur.  Dan dia akan menikmati penjualan yang meningkat.
                Seminggu berikutnya saya bertemu beliau masih tetap saja optimis. Tapi belum selesai juga paket promosi penjualannya. Ia masih sibuk dengan urusan rutin.
                2 minggu berikutnya, ketika kami bertemu, ia terpaksa segera menyelesaikan draft paket promosinya, mungkin karena segan kepada saya, padahal saya hanya bertanya tanpa memberikan paksaan apapun.
                Minggu ketiga, design brosur belum selesai. Produk yang akan dijual belum dipersiapkan. Perlengkapan kebutuhan penjualan  belum juga siap.
2 hari menjelang ramadhan, baru tahap persetujuan design brosur. Akhirnya tercetak di 1 hari menjelang hari H. diterima dari percetakan jam 21.00 WIB yang artinya dianggap selesai pada hari H.
Satu hari menjelang ramadhan, atas nama adat kebiasaan, pegawai yang muslim memilih pulang lebih awal, koordinasi terganggu. Pada hari H, pegawai yang muslim dengan alasan berpuasa, datang lebih lambat dan koordinasi belum juga dilakukan. Coachee saya sudah kehilangan kesempatan 1 hari.
Merasa masih ada 29 hari lainnya, ia membiarkan siatuasi itu, menunggu besoknya untuk koordinasi. Dan kemudian ia membutuhkan waktu 4 hari untuk melakukan persiapan-persiapan sebelum benar promosi berjalan.
Hari ke 5, mulailah selebaran di edarkan ke rumah-rumah dalam komplek yang ia target, niatnya, satu hari terkirim 50 lembar dan dijadwalkan penyebaran brosur akan selesai dalam 10 hari.
Secara singkat, saya katankan bahwa Coachee saya tersebut pada akhirnya tidak senang dengan hasil promosiya. Ia merasa tidak sukses.

Durasi Promosi
                Target mendapat respon postif pada bulan ramadhan, mestinya di promosikan pada waktu sebelum bulan ramadhan. Dalam kasus diatas, hampir setengah bulan sendiri untuk tahapan pertama promosi. Tahap memberitahukan kepada target yang dikehendaki diatas semestinya sudah selesai sebelum waktu yang ditetapkan.
                Jika pun masih ada kabar diberikan kepada target pada bulan berjalan yang dimaksud dalam hal ini ramadhan, kabar itu bukan lagi bersifat memberitahukan pada tingkat awal, tetapi lebih bersifat mengingatkan kembali. Bukan pemberitahuan tetapi pengingat.
                Atas nama apapun ketika pemberitahuan dan pengingat tidak dilakukan pada waktu yang tepat, yang terjadi lebih banyak berupa kesia-siaan. Orang tidak tahu atau terlambat tahu.

Target Pencapaian
                Target aksi promosi penjualan, dapat diukur dari impak promosi terhadap penjualan yang terjadi.  Sayangnya, banyak orang mencoba menenangkan perasaan dengan mengatakan rugi juga gak apa, namanya juga promosi.
                Promosi yang tidak bisa diukur, pasti lebih cenderung membuang-buang energi dan biaya. Promosi harus jelas targetnya, jelas prosesnya, jelas caranya, jelas biayanya dan jelas hasilnya.
                Ketika target tidak jelas, upaya yang dilakukan juga tidak maksimal, batin pun tidak hadir.
                Lihatlah, sering kali dalam mengeksekusi rencana promosi tidak dilakukan dengan serius. Seolah-olah promosi itu bisa disisihkan untuk yang berikutnya. Sementara semua pihak setuju, tanpa promosi bagaimana bisa meningkatkan penjualan.
                Pengabaian tenggat waktu untuk mengeksekusi promosi sering sekali saya dapati di perusahaan-perusahaan yang saya ikuti prosesnya. Apapun alasan yang dibuat, tetap saja mereka sebenarnya sudah kalah. Kalah melawan diri sendiri.
Artikel ini sudahditerbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 5 Juni 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                                   
                                                                   Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

Blog Archive