it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

10.8.17

PAK TUA, SUDAHLAH…

                SAYA sering di sanjung oleh kawan-kawan saya agar saya terus bersemangat ketika mengerjakan hoby yang masuk kategori ekstrim. Mereka bilang “Tua itu hanya perkara angka”. Pada skala tertentu, saya setuju dengan sanjungan ini. Tetapi saya juga harus menerima fajta bahwa tua juga bisa bermakna usang.
                Usang ini tidak saja berlaku pada barang, tetapi juga pada kapasitas manusia. Ketika para orang tua masih tetap menggunakan kapasitas strategi berapa tahun yang lalu untuk menjawab tantangan hari ini, sudah pasti tidak pas dan tidak kompeten.
                Saya menulis artikel ini setelah selesai menyelenggarakan sebuah forum belajar tentang bagaimana caranya menuju posisi pimpinan puncak dalam sebuah industri pelayanan. Banyak dari pesertanya adalah para pemimpin dari berbagai level usia ada yang sangat tua dan ada yang sangat muda. Mereka juga berhadapan dengan pemilik usaha dengan latar belakang usia yang berbeda-beda.
                Yang tua merasa lahir duluan, yang muda merasa sekolah dan belajar. Gap generasi ini sering menimbulkan gesekan panas.
                Yang lebih sial adalah si tua suka memaksakan kehendak bahwa cara-caranya dulu selalu sukses dan bisa diaplikasikan kapanpun bahkan selamanya. Si tua tidak juga sadar bahwa jaman berubah dan memiliki karakter yang khusus dan menuntut penanganan khusus yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya.

KEMARIN, SEKARANG, ESOK
                Sebuah perusahaan jasa konsultan berbasis di Australia dan Selandia Baru, mengadakan survei yang didasarkan pada 1200 pekerja lintas generasi. Mereka menemukan perbedaan karakter yang signifikan antar generasi.
                Generasi Baby Boomers adalah yang lahir antara tahun 1946 – 1962. Gen X lahir 1963 -1980, Gen Milenia (yang selanjutnya dibagi dalam 3 kategori, Gen Y lahir tahun 1981 – 1994, Gen Z Lahir tahun 1995 – 2010 dan Gen Alpha lahir tahun 2011 – 2025).
                Karakter, tata nilai, dan sikap dalam dunia kerja yang berbeda-beda dari masing-masing generasi ini. Baby Boomers adalah generasi produktif.  Umumnya Mereka adalah individu pekerja keras, pemain tim yang baik. Sayangnya, generasi ini kurang bisa beradaptasi di lingkungan sekarang yang serba baru dan kurang kolaboratif dengan perubahan. Mestinya, dengan pengalaman dan usia yang matang, mereka layak menjadi seorang mentor. Ingat mentor bukan eksekutor.
                Gen X umumnya berkemampuan managerial yang baik. Mereka bisa menjadi motor penggerak yang baik, penyelesai masalah dan berjiwa kolaboratif. Tapi, di sisi lain, Gen X ini kurang jago dalam pengendalian biaya.
                Generasi Milinea penuh antusiasme. Merela adalah generasi penguasa teknologi. adaptabilitas mereka di lingkungan baru cukup tinggi. Motivasi berwirausaha lebih tinggi daripada generasi sebelumnya. Kecenderungan oportunis, malas dan tidak produktif plus sangat obsesif tentang dirinya sendiri menjadi salah satu faktor gap generasi yang ada.

SADAR DIRI
                Konflik antar generasi terus akan terjadi ketika tidak ada upaya saling menerima dan saling menghormati, saling bebagi dan saling melengkapi. Konflik ini akan terus terjadi jika masing-masing selalu merasa paling benar dan yang lain selalu salah. Harmoni terjadi jika semua potensi lintas generasi ini dipadukan.
                Bagi yang tua, Cobalah keluar dari zona diri, lihatlah zona lain, terus perbaharui kapasitas diri dan fleksible dengan semua perubahan. Anda akan selalu mutakhir dalam pesatnya kemajuan peradaban manusia.
Berhentilah merasa bahwa generasinyalah yang paling baik lalu memaksa yang lain mengikutinya.
Wahai Pak Tua, sudahlah …
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 7 Agustus 2017, di halaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


                                         Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

Menjelang Ajal Perantara

AKHIR minggu kemarin, saya berkumpul dengan komunitas kepariwisataan Sumatra Utara. Kami senang sekali saling bertemu walau sebagian wajah-wajah yang saya temui terllihat pucat dan kurang bersemangat.
Mereka adalah para agen perjalanan yang menyadari bahwa bisnisnya menurun bahkan ada yang terjun bebas. Mereka berkompetisi dengan teknologi dan bisnis model baru yang menghilangkan peran perantara seperti mereka.
Sekarang, pembeli tiket pesawat sudah bisa membeli langsung tanpa bantuan agen perjalanan. Bisa memilih rute dan pesawat yang dikehendaki. Bisa menentukan harga yang sesuai dan semuanya terbuka, langsung dan reatif nyaman prosesnya.
Sekarang, calon tamu hotel bisa pesan kamar tanpa harus menggunakan agen perjalanan. Sewa bus atau kendaraan apapun, memilih restoran dan semua produk wisata sudah bisa diakses melalui teknologi internet langsung tanpa perantara.
Karena situasi itulah, bisnis para agen perjalanan menjadi menurun dan berpotensi hilang.

PERLAMBATAN EKONOMI
            Perlambatan ekonomi yang diklaim oleh banyak pelaku bisnis akhir-akhir ini telihat sangat jelas kasat mata. Pusat-pusat perbelanjaan telihat sepi. Lokasi-lokasi usaha terlihat sepi dan kurang pengunjung.
Tanpa membahas faktor ekonomi makro yang lain, benar bahwa pernyataan melambatnya ekonomi banyak disebut dan digemborkan oleh para pengusaha yang bisnis modelnya adalah agen atau perantara. Mereka membeli produk dari sumber utama lalu mereka pasarkan kepada agen-agen kecil atau toko-toko pengecer.
Fakta bahwa model transaksi hari ini sudah mulai berubah ke model transaksi internet mestinya tidak bisa diabaikan.
Konon, transaksi jasa Titipan Kilat hari ini mengalami peningkatan yang baik. Bahkan konon mereka baru saja menambah 500 orang pegawai karena peningkatan volume bisnisnya.
Jangan heran ketika di jalan-jalan kota banyak berkeliaran pengemudi ojek online yang tidak membawa penumpang tetapi membawa barang. Bahkan ada banyak pengemudi ojek online yang memilih tidak mau membawa penumpang tetapi hanya membawa barang pesanan pelanggan.
Artinya, transaksi tetap ada, bisnis tetap berjalan. Hanya modelnya saja yang berubah.

BISNIS MODEL
            Di era distruptif sekarang dan pasar kalangan generasi milenia yang mulai menggantikan generasi X dan Y, model bisnis dipaksa untuk berubah.  bisnis perantara terjadi jika pembeli dan penjual dibatasi oleh sesuatu keadaan yang sulit diterobos. Bisa juga terjadi karena karakter pembeli yang lebih memilih kemudahan dengan meggunakan jasa perantara.
            Fakta hari ini, penjual sudah membuka diri untuk diakses langsung oleh pembeli. Penjual melayani pembeli dengan tingkat kemudahan yang relative tinggi dan dengan harga generik.
            Fakta ini mestinya menjadi pertimbangan bagi para pelaku bisnis perantara untuk segera sadar dan mencoba merubah model bisnisnya untuk lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
            Ada beberapa agen perjalanan wisata yang merubah model bisnisnya tidak lagi menjadi agen, tetapi mengubah dirinya menjadi konsultan perjalanan wisata. Mereka dengan pengalamanannya bisa mendampingi para wisatawan ketika merencanakan perjalanannya.
            Ada beberapa agen yang merubah model bisnisnya dengan menciptakan produk-produknya sendiri. Produk yang tidak dimiliki oleh orang lain.
            Ada beberapa agen perjanalan wisata yang mengubah dirinya menjadi operator majalah atau web kepariwisataan. Bahkan mereka memberanikan dirinya sebagai pihak penilai kualitas pelayanan dan produk wisata versi mereka dan rekomendasi mereka sangat berpengaruh.
Ada juga yang mengubah dirinya menjadi penilai pelayanan bagi para pengusaha perhotelan dengan cara menjadi tamu misteri. Mereka datang menilai pelayanan sebuah hotel dengan rahasia lalu menyampaikan temuannya kepada pihak pemilik.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 31 Juli 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com
Share:

BertumbuhdanMenguat

          BISNIS padaakhirnyasangatbergantungkepadaoperatornya.Kapasitas, kopentensi, Kualiasdankarakterpelakubisnisnyasangatmenentukanpoladangayabisnis yang menuntunkepadakeberhasilanataukeberhasilanbisnisnya.
            Sebenarnyakitasama-samamenyadari, bahwadaripengalamanoperasionalkerjadanproses bisnis yang kitajalankansebenarnyaadapolapengulangan-pengulangan yang berpotensimenjebakkitasebagaipelakunyauntukberputardalamputarankebiasaan. Kebiasaan yang membuatkitanyamandantidakinginberubah.
            Cobaandalihatsejenak. Apasajayang andakerjakantiaphari? Apasajastrategioperasioalkerjaananda? Apasajamasalah yang selaludanseringmucul? Apateknikmenyelesaikanmasalahitu?
            Lalupertanyaanituditambah, bagaiamabeberapatahunlalu. Lalubandingkandengansaatinidanprediksikanbeberapatahunkedepan. Sayayakindariwaktukewaktu proses kerjaandasebenarnya relative samasaja.
            Jikaadaperubahan, umumnyahanyaterjadipadasisiteknologinyasaja. Dahulumungkindikerjakansecara manual danhariinimenggunakanalat yang canggih. Selebihnyaketika model bisnisandatidakberubah, carakerjaandabisadipastikantidakberubahjuga.
            Mungkintidakberlebihan, jikasayabisapastikanbahwakeluhanpelangganandabeberapatahun yang laludan yang terjadihariinirelatiftidakberubah. Lalu, caramenanganikeluhan-keluhantersebutjugatidakberbeda.
            Dan rasanyasemuapersamaanituakanterjadilagidimasa yang akandatang.

BIASA
            Untukbeberapa orang, proses manajemenitudenganmudahdipetakandalamsebuahstruktur yang mudahdipahamidandirespon. Bagimereka, setiapadapermasalahan, merekasudahbisadengansertamertamenyimpulkandanmenyelesaikannya.
            Untukmerekapekerjaanituakansegeraterasamembosankankarenaurutan A hingga Z darisemuahaloperasionalbisnisnyasudahbisaditasirkandandipahami. Termasukcaramenyelesaikanmasalahjikatimbul.
            Yang menjadiperluuntukdipertimbangkanadalahbahwasemuaituberulangmenjadikebiasaansehinggamembuatkitaterjebakdalamrutinitasdanmembawakitakedalamzonanyaman.
            Jikaterjebakdalamsituasiitu, sudahpastikitatidakkreatiflagidantidakterpacuuntukmenciptakanperubahanketitik yang lebihbaik.

RUBAH
            Perubahanadalahbagianpentinguntukmenjadi yang diinginkan. Perubahandiri yang baik, akanberakibatlangsungterhadapbisnis yang kitatangani.
            Mestiadasaatnyauntukmemaksadiriuntukberubah. Tidaknyamantetapijikadilakonidenganbaik, makaakanmenghasilkansesuatu yang baik. Pertanyaannya, bagaimanacarauntukmenstimulasiperubahanitu.
            Cara sayauntukmerubahnyaadalahdengancaramengijinkanpikirandiriterbukadanmenerima data-data baru. Disanalah 3 halpentinglayakdilakukan. Pertama, menelanreferensibaru, bisaberupabuku, ikut seminar, ikutkursusdll. Kedua, bertemudengan orang-orang baru. Ketiga, mengunjungitempat-tempatbaru.
            Denganmelalukanketigalangkahtersebut, andaakanmendapat data-data baru, inspirasibaru, pengalamanbarudancarapandangbarudll.  Lalucarapandangbaruituakanmenstimulasikeberanianandauntukmerubahcaradanstrategibaruuntukkemajuanbisnisanda.
            Pembaruan data iniakanmempengaruhipolakerjadanpolabisnisanda yang secaralangsungakanmengakibatkanperbaikan-perbaikanbisnis yang lebihbaikdalambentukefisiensi, tatakelolapegawai, penangananpasar, manajemenkeuangan, hinggapencapaiankeuntungan.
            Artinya, bergauldanterusmemperbaharuikapasitasdiritanpahentimenjadisangatpentinguntuksuksesbisnis (danapapun ) yang kitatangani.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 24 Juli 2017, dihalaman7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya. 


Coaching &Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Share:

GalauPosisi

          ANDA para pemilikusaha yang terobsesimenjadipengusaha yang kaya raya, melakukanbanyakcarauntuksukses, diantaranyaadalahmempelajaribisnisdariberbagailembagakursusmanajemen. Sebagiandari kami, semakinbanyakkursus yang dijalani, justrusemakinmembuatnyabingung.
            Kebingungan yang wajar. Karenabertambahnyailmuakanmemicukonflikfaktadanpikiran. Yang andaalamiadalahsebutlahketikaandaberada di kelassatu, andasudahmemikirkanilmudankondisiketikanantiakanberada di kelasempat.
            Diantarakitaada yang sudahmulaifrustrasi, mengapakelassatu yang dialaminyatidakjugaselesai. Selalusajaada yang kurangsempurna. Semakindiperbaiki, semakinbanyaklagimasalah yang muncul. Yang lebihmelelahkanadalahketikamasalahitu, bukanlahmasalahbesar, sudahbisadiprediksidangampangditangani. Masalahyaadalah orang-orang yang dimilikinyatidakcukupbisamengimbangipikirandangayakepemimpinannya.
            Disinilah para pengusaha yang inginnaikkelasituseringberhadapandenganfaktabahwaberubahposisisemestinyadiikutidengangayadanpemikiran yang berbeda.
Dari 4 posisimencarinafkah;pekerja, professional –bekerjauntukdirinyasendiri, pemilikusahadan investor, jelassekaliperbedaannya. Masing-masingmemilikikarakterdanpola yang khas.Perbedaan yang mencolokituharusnyadisadariolehmereka yang inginbermigrasikepadabentuklain sesuaidengankeinginannya.
Menjadipekerja,andatidakmembutuhkankemampuandanjiwakewirausahaan. Andatidakperlumemikirkanbanyakhal, cukupbagiannyasaja. Andatidakharusberfikirhinggatahapkeutunganperusahaan, karenaberapapunkeuntunganperusahaan, tohandasudahdigajidengannilai yang sudahdisepakatitiapbulannya.
Menjadi professional yang bekerjauntukdirisendirisepertipengacara, doktergigiataukonsultan,Andaadalah orang yang haruspintarsecaraakademik, andaharussekolah yang cukuptinggi. Andamendapatkanpenghasilankarenakecerdasandanpengalamananda. Disiniandaharusmengurussemuanya. Andaakanterbiasabermain solo. Bermainsendiri.
Menjadipemilikbisnis, padaskalaawaldankecil, andaharusterlibatdalam proses bisnisitusendiri. Andaadalahnadibisnisanda. Jikaandatidakadadidalam proses itu, aka nada saja yang menyalahdankacau. Sebutanpemilikbisnissebenarnyakuranglayak, karenasebenarnyaandaadalahhanyaseorang operator bisnis. Andaterjebakatauharusmenjebakkandiridalamrutinitas. Dan sejauhpengamatansaya, sangatjarang orang yang bisamelepaskandiridarijebakanitu. Bahkanketikaandamerasasudahbosandanharusnaikkelas.
Menjadi investor sangatberbeda. Andaadalah orang yang sangatcerdasmemainkan momentum, modal, manajemendankemampuanmemimpin para pemimpin. Andaadapadaposisicarapandang helicopter, semakintinggiposisianda, semakinluaspandangananda.

GANTI POSISI
            Pergantianposisidanperan, seharusnyadiikutidengangayadanpemikiran yang berbedasesuaidengankelasnya. Ketikaandamenjadipemilikbisnistetapimasihdengancaraberfikirpekerja, andatidakakanmenghasilkanapapunselainkegagalan. Andaadalahpenentusemuahal. Andatidaklagihanyaberfikirkerjasesuai jam yang ditetapkandanberharapada orang lain yang mengurusiurusanandabegitusaja.
            Ketikaandamenjadipemilikbisnisdaninginjadi investor, andaharusbersiapdiridengancarapandangdancarapikir investor. Andatidaklagiharusdisulitkandenganurusanoperasionalharian. Andaharusmemberdayakan system yang dikerjakan orang lain.
            Amatilahperbedaanitu.
 Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 17 Juli 2017, dihalaman7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.


                                                                                   Coaching &Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Share:

(sedikit penghibur) CARA MEMPERTAHANKAN KARYAWAN

                SUNGGUH tidak ada perusahaan satupun dunia ini yang bisa menjamin rasa Bahagia untuk pegawainya. Jangankan perusahaan, hampir tidak ada manusia yang bisa menjamin kebahagiaan orang lain. Tapi sialnya, manajemen atau pengusaha selalu menjadi pihak yang dianggap paling bertanggungjawab untuk kebahagiaan karyawannya. Padahal kebahagiaan seseorang sangat tergantung dari dirinya sendiri.
                Begitupun, dari beberapa kasus mundurnya karyawan setelah libur panjang Idul Fitri tahun ini, saya ada mencatat beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mempertahankan karyawan.
EGOIS
Roformasi politik dan sosial dinegeri ini berakibat munculnya keberanian yang lebih besar untuk menuntu hak. Demikian pula yang dirasakan dan dilakukan karyawan kita. mereka sangat Paham bahwa merekalah pelaksana roda bisnis, sehingga mereka merasa pantas dilakukan secara manusiawi (dalam versi pandang mereka).
Dalam hal ini, ada baiknya jika dibuat sebuah kesan bahwa gaya kepemimpinan kita bernuansa win-win solution. Dimana kepentingan karyawan juga mendapat perhatian dari kita. Mungkin bijaksana jika kita memberikan kesempatan kepada karyawan untuk bisa mencapai tujan positif apapun yang mereka impikan. Harus ada dukungan yang nyata diberikan kepada mereka yang maju dan berprestasi.
Mengikat orang potensial untuk tetap bercokol di posisinya akan merugikan diri kita sendiri, karena mereka akan mencari celah untuk maju. Jika di tempat kita tidak ada celah, mereka akan mencari di tempat lain.
                Perlakuan adil antar karyawan sering menjadi picu ketidakbetahan mereka. –walau kadang sebagian besar lebih senang menuntut daripada berkontribusi--.

OTONOMI
Seseorang akan merasa Bahagia ketika tidak merasa dikekang. Berikanlah sedikit. Biarkan mereka merasa ‘bebas’ pada skala tertentu. Diharapkan rasa senang itu akan memberikan semangat untuk bekerja.
Mengapa saya katakana ‘berikan sedikit’, karena kebebasan yang tiada batas justru akan membuat mereka tidak bekerja dan mundur. Imbangi kebebasan itu dengan beban tanggungjawab yang bijaksana.
Jangan kaget, ketika karyawan diberikan kebebasan walau sedikit akan sangat bisa direspon dengan negatif; mereka bertindak sok boss dan lupa tanggungjawab.

SUASANA
Membuat karyawan merasa betah, syarat awalnya pasti gaji yang cukup. Tetapi selanjutnya menjadi penting untuk memperhatikan tingkat kepuasan lain yang terus berkembang. Sebutlah suasana kerja.
Jika aturan jelas diterapkan dengan bijaksana, adil dalam hukuman dan imbalan ditambah dengan terhindarnya praktek-praktek politik perkantoran yang kotor, maka karyawan akan bisa sedikit merasa terhibur.
Praktik konflik antar kelompok, terjadi gap antar bagian dan kurangnya penghargaan terhadap karyawan akan menjadikan suasana kerja yang tidak nyaman.

RIDHO
                Jika tidak ada rasa Ridho, tidak ada Rasa saling menghormati antar karyawan dan pengusaha atau pimpinan. Dalam waktu yang tidak lama, maka tim kerja akan hancur berantakan.
                Jika tidak ada rasa ridho, dalam tataran doa saja sudah terjadi konflik antar anggota tim kerja. Bayangkan, jika dalam tataran doa saja tidak cocok, bagaimana dalam aplikasi visi dan misi.
                Ada tantangan yang sangat penting bagi para pemimpin untuk bisa menyatukan persepsi dan membuat kesepakatan bersama mengenai tujuan bersama yang bisa dibangun. Kemudian dikembangkan dalam bentuk keikhlasan agar masing-masing pihak bekerja dengan baik pada bagiannya sendiri-sendiri.
                Ketika masing-masing anggota tim kerja sudah memiliki agenda dan tujuan masing-masing lalu melupakan tujuan bersama. Ketika anggota tim kerja hanya mementingkan dirinya sendiri. Ketika itulah waktu yang tepat untuk melepaskan mereka dengan damai.
(sedikit penghibur) CARA MEMPERTAHANKAN KARYAWAN
                SUNGGUH tidak ada perusahaan satupun dunia ini yang bisa menjamin rasa Bahagia untuk pegawainya. Jangankan perusahaan, hampir tidak ada manusia yang bisa menjamin kebahagiaan orang lain. Tapi sialnya, manajemen atau pengusaha selalu menjadi pihak yang dianggap paling bertanggungjawab untuk kebahagiaan karyawannya. Padahal kebahagiaan seseorang sangat tergantung dari dirinya sendiri.
                Begitupun, dari beberapa kasus mundurnya karyawan setelah libur panjang Idul Fitri tahun ini, saya ada mencatat beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mempertahankan karyawan.
EGOIS
Roformasi politik dan sosial dinegeri ini berakibat munculnya keberanian yang lebih besar untuk menuntu hak. Demikian pula yang dirasakan dan dilakukan karyawan kita. mereka sangat Paham bahwa merekalah pelaksana roda bisnis, sehingga mereka merasa pantas dilakukan secara manusiawi (dalam versi pandang mereka).
Dalam hal ini, ada baiknya jika dibuat sebuah kesan bahwa gaya kepemimpinan kita bernuansa win-win solution. Dimana kepentingan karyawan juga mendapat perhatian dari kita. Mungkin bijaksana jika kita memberikan kesempatan kepada karyawan untuk bisa mencapai tujan positif apapun yang mereka impikan. Harus ada dukungan yang nyata diberikan kepada mereka yang maju dan berprestasi.
Mengikat orang potensial untuk tetap bercokol di posisinya akan merugikan diri kita sendiri, karena mereka akan mencari celah untuk maju. Jika di tempat kita tidak ada celah, mereka akan mencari di tempat lain.
                Perlakuan adil antar karyawan sering menjadi picu ketidakbetahan mereka. –walau kadang sebagian besar lebih senang menuntut daripada berkontribusi--.

OTONOMI
Seseorang akan merasa Bahagia ketika tidak merasa dikekang. Berikanlah sedikit. Biarkan mereka merasa ‘bebas’ pada skala tertentu. Diharapkan rasa senang itu akan memberikan semangat untuk bekerja.
Mengapa saya katakana ‘berikan sedikit’, karena kebebasan yang tiada batas justru akan membuat mereka tidak bekerja dan mundur. Imbangi kebebasan itu dengan beban tanggungjawab yang bijaksana.
Jangan kaget, ketika karyawan diberikan kebebasan walau sedikit akan sangat bisa direspon dengan negatif; mereka bertindak sok boss dan lupa tanggungjawab.

SUASANA
Membuat karyawan merasa betah, syarat awalnya pasti gaji yang cukup. Tetapi selanjutnya menjadi penting untuk memperhatikan tingkat kepuasan lain yang terus berkembang. Sebutlah suasana kerja.
Jika aturan jelas diterapkan dengan bijaksana, adil dalam hukuman dan imbalan ditambah dengan terhindarnya praktek-praktek politik perkantoran yang kotor, maka karyawan akan bisa sedikit merasa terhibur.
Praktik konflik antar kelompok, terjadi gap antar bagian dan kurangnya penghargaan terhadap karyawan akan menjadikan suasana kerja yang tidak nyaman.

RIDHO
                Jika tidak ada rasa Ridho, tidak ada Rasa saling menghormati antar karyawan dan pengusaha atau pimpinan. Dalam waktu yang tidak lama, maka tim kerja akan hancur berantakan.
                Jika tidak ada rasa ridho, dalam tataran doa saja sudah terjadi konflik antar anggota tim kerja. Bayangkan, jika dalam tataran doa saja tidak cocok, bagaimana dalam aplikasi visi dan misi.
                Ada tantangan yang sangat penting bagi para pemimpin untuk bisa menyatukan persepsi dan membuat kesepakatan bersama mengenai tujuan bersama yang bisa dibangun. Kemudian dikembangkan dalam bentuk keikhlasan agar masing-masing pihak bekerja dengan baik pada bagiannya sendiri-sendiri.
                Ketika masing-masing anggota tim kerja sudah memiliki agenda dan tujuan masing-masing lalu melupakan tujuan bersama. Ketika anggota tim kerja hanya mementingkan dirinya sendiri. Ketika itulah waktu yang tepat untuk melepaskan mereka dengan damai.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 10 Juli 2017, dihalaman7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                                                                Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

                                                                               
Share:

BisnisTantangan

            LIBURAN panjanginimengingatkansayaatasbentukpengimbangan yang pas untukrefresing. Bertahunsayamengelola hotel di daerahwisata, sayamenemukanbanyakkesalahandalamkonsepliburan yang dilakukan orang. Refreshing semestinyadisesuaikandengankebutuhandansituasibeban yang dihadapi.
Jikahanyabosan, takharuspergikeluarkota. Cukupjalan kaki kelilingkomplekataunonton. Jikacapek, takharusberwisatakeluarkota. Takheranjikabanyak orang hanyatiduransajaselamaberada di daerahwisata. Berlibursecararingancocokuntukmelarikandirisejenakdarikebiasaanrutinitas.
Sementarajikabeban mental yang dihadapilumayanberat, andamestinyamemilih refreshing denganbentuk yang menantang. SebutlahBanji Jumping, touring dengan motor trail, paralayangataunaikgunung.
Tantanganituakanmengimbangibebanpikiran yang andaalami. Jadisetelahmelakuanaktifitas yang pas tersebut, pikiranmenjaditenang, hatimerasabahagiadanfisikterstimulasisesuaibeban yang dialaminya.

PELUANG
            Hariini, jumlah orang yang mengalamibebanpikiran yang besardanberatsemakinbanyak. Nontondansekedarberwisatatidakcukupbisamengobatinyadengansempurna. Nah, potensiinisangatbesaruntukdijadikanbisnis.
            LiburanpanjanginisayaberkesempatanmendakiGunungSemeru –puncaktertingi di PulauJawa--. Yang menarikdarikunjungansayasecarabisnisadalahbahwajumlahpengunjung yang berminatmendakigununginisangattinggi. Sebegitutingginya, pengelolakawasanmemberlakukanbeberapapersayaratan. Mulaidarisuratsehatdaridokter (aslistempelbasah), hinggapembebananbiayatiketmasuk area. Dan yang lebihmenarikadalahbahwaadakuotaharianatasjumlahpendaki yang diijinkanmasuk, yaituhanya 500 orang per hari.
            Padasaatsayamendaki, ternyataada 1000-an lebihpendaki yang tertahan di posmasukkarenajumlahnyasangatbanyak. Ada pendaki yang harusmenunggu 2 hari demi bisamemasukikawasantersebut. Menurutseorangpemandu, padabulanmei rata-rata ada 5000 pendakiantrimasukke area tersebutsetiapharinya. Jumlah yang luarbisabesar.
            Kiniadalebihdari 600 mobil hardtop yang tiaphariberoperasi di kawasanGunungBromomembawawisatawan.
            Konsekuensilogisdariangkatesebutadalahnilaibisnisbagimasyarakatseputar area pendakiandanjaringanbisnisurutannyasepertitokodanprodusenalat-alatpendakian, mulaidarisepatu, sandal, ransel, tenda, danperlengkapanlainnya.Belumlagipenyediatransportasi, jasapemanduhingga operator wisata.
            Fenomenapendakianinijugaterjadi di gunung-gunung popular di Indonesia, sepertiRinjani, Kerinci, Merapi, Singgalang, Tambora, hinggakelasPangrango.

TANTANGAN BUATAN
            TidaksemuadaerahadaGunung. Untuk orang-orang yang kreatif, banyakpotensialam yang bisadimanfaatkansepertiwisata Goa Pindul di Jogjakarta dan rafting di sungaidalam goa di GunungKidul.
            Kelatahan orang inginfotodiri di tempat-tempatekstrimmembuatbeberapa orang membuatlokasifoto yang aneh, seperti di puncakpohon di ketinggiandan flying fox denganberbagaivariasijaraknya.
            Sekarang, cobalahlihatpotensiapa yang adadisekitaranda, jadikanlokasitersebutsebagai ‘pengundang’ orang untukdatang. Ketika orang datangsecara massif, makabisnisberikutnyaakanditunaioleh orang banyak.
            Mengudang orang datanguntukbisnistantangankinisangatmudah. Sekalilokasiandamenjaditopikpembicaraan di media sosial, ketikaitujugaakanbanyak orang datangmembawarejekiuntukmasyarakat.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 3 Juli 2017, dihalaman7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.

                                  Coaching &Pelatihan; tj@cahyopramono.com

            
Share:

SERTIFIKAT

                ADA semacam candaan oleh segelintir kecil umat muslim. Dalam candaan itu tersebut bahwa banyak kaum muslim yang tidak takut kepada Tuhan setakut mereka kepada Babi. Separah-parahnya moralitas seseorang bahkan sekelas penjahat, maling atau penjudi, mereka tidak akan mau makan babi. Bahkan konon dalam candaan itu, pemabuk pun jadi mendadak sadar ketika sedang mabuk dan disajikan daging babi didepannya.
Bagi umat muslim, membeli makanan di gerai yang halal merupakan pilihan utama. Dalam beberapa situasi sering kali tanda Halal itu hanya berupa pengakuan dari penjualnya saja. Si penjual menuliskan kata-kata dalam bahasa arab, ada yang bermakna Allah, Atau Kata-kata Bismillah. Atau Menggantungkan gambar Ka’bah atau foto-foto pemiliknya yang menggunakan atribut agama islam. Yang luar biasa adalah bahwa hanya atribut begitu sajapun sudah merubah perilaku konsumen. Tingkat kepercayaan meningkat tinggi.
Coba bayangkan, jika ada semacam sertifikat halal yang dikeluarkan oleh lembaga yang dipercaya dan legal yang kemmudian di tempel di lokasi usaha makanan itu, Pasti tingkat kepercayaan konsumen akan meningkat jauh lebih banyak lagi.
Dalam sebuah obrolan dengan Pak Bisma --salah seorang praktisi Sertifikasi Halal—terbongkarlah banyak hal baik jika standar halal di aplikasinyaa. Kebaikan itu bermula dari asal bahan makanan yang kita pakai, proses cara memasak dan proses cara menyajikannya dan banyak lagi atuan-aturanlainnya.
Tidak heran, jika melihat label halal yang formal, serta-merta kepercayaan kita meningkat tajam. Ada semacam jaminan bahwa pemilik label halal itu sudah diuji seluruh matarantai sumber bahan baku hingga proses pembuatannya.

SERTIFIKAT
SERTIFIKAT/ser·ti·fi·kat/ /sértifikat/ n tanda atau surat keterangan (pernyataan) tertulis atau tercetak dari orang yang berwenang yang dapat digunakan sebagai bukti pemilikan atau suatu kejadian. Begitu disebut di Kamus Besar Bahasa Indonesia.
                Ketika anda memiliki sertifikat kelulusan sekolah menengah atas, maka anda secara resmi diakui oleh pihak lain --yang bahkan mungkin tidak mengenal anda—bahwa anda adalah lulusan SMA. Ketika anda memiliki SIM, anda diakui bisa dan diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor.
                Dengan sertifikat, konsumen anda tidak harus hadir memeriksa anda. Dengan sertifikat konsumen anda otomatis akan percaya tanpa harus membuktikan. Karena sertifikat mestinya dikeluarkan oleh pihak ke-3 yang sangat berkompeten dan diakui yang sudah melakukan semua audit yang diperlukan untuk menyatakan seseorang atau sesuatu sudah mencapai standar tertentu yang ditetapkan.
                Untuk sukses menyampaikan standar kualitas kita kepada konsumen, banyak sertifikat yang bisa anda pilih. Sertifikat itu bisa bernilai kelas nasional maupun internasional. Sertifikat itu bisa merupakan standar produk, standard proses produksi, standard kapasitas pegawai, atau standard kapasitas manajerial  dll.
               
SERTIFIKASI
                Gambaran tingkat kepercayaan konsumen yang begitu tinggi kepada produk dengan label halal yang dikeluarkan oleh lembaga yang kredibel dan resmi, bisa menjadi contoh bahwa konsumen memerlukan semacam jamiman sejak awal.
                Produk anda akan lebih dipercaya ketika anda bisa memamerkan Sertifikat Kompetensi Pekerja anda. Sertifikat itu menjadi semacam jamiman bahwa pekerja anda benar-benar professional dibidangnya.
                Ada banyak sertifikat, seperti ISO, SNI, dll. Apapun itu, kini para produsen dan pebinis harus bersungguh untuk mendapatkan Sertifikat ini.  Proses mendapatkan sertifikat ini / Sertifikasi menjadi keharusan saat ini. Pebisnis sekarang dihadapkan oleh dua desakan. Pertama oleh konsumen yang menginginkan jamiman dan kedua oleh undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 19 Juni 2017, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya.
               

                                                                           Coaching & Pelatihan ; tj@cahyopramono.com
Share:

Blog Archive