it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

28.2.18

Buat Jurang Pemisah Dengan Pesaing


SETELAH membahas siapa pesaing dan bagaimana memetakannya, kini mari kita bahas cara menjauhkan dan membedakan diri dari pesaing kita. Semakin jauh berbeda, semakin baik. Karena perbedaan itu yang akan menjadikan kita menonjol dan akan diperhatikan oleh konsumen. Konsekuensi logis untuk itu adalah tindakan yang lebih baik dari pesaing.

AKSI PEMBEDA
                Sangat mungkin strategi umum dari pesaing sama dengan strategi kita. Tetapi detail aksi untuk mencapainya bisa saja dibedakan. Ketika pesaing memanfaatkan brosur untuk promosi , kita tidak harus latah menggunakan media yang sama. bisa saja kita menggunakan poster, baligho dll.
                Ketika pesaing hanya menggunakan pola promosi yang biasa. Kita harus melakukan hal yang berbeda. Contoh sederhana yang saya lihat adalah di salah satu toko yang baru buka, menggelar aksi promosi yang awalnya terlihat seperti demonstrasi. Peserta aksi menggunakan ikat kepala, membawa poster berisi iklan dan menggunakan pengerah suara. Dan itu memcuri perhatian yang luar biasa.
                Saya belum pernah membuktikan secara langsung, tetapi iklan jual rumah berhadiah suami/istri sangat menyedot perhatian public.

KEKUATAN LANGKA
                Kekuatan kita harus lebih baik daripada kekuatan pesaing. Lebih mudah membuat titik kuat yang tidak dimiliki oleh pesaing daripada melawan kekuatan yang sudah dikuasai oleh pesaing. Memilih kekuatan yang tidak dimiliki pesaing adalah jurang pemisah dan pembeda yang besar. jurang itu akan lebih lebar dan jauh jika volume kekuatan tersebut dilipatgandakan.
                Diperlukan kejelian untuk melihat titik lemah pesaing. Tak ada hal yang sempurna di dunia ini, pesaing yang sudah besar dan lama pun tidak akan luput dari celah-celah kesalahan dan kekurangan. Yang lebar biasanya tidak dalam, yang dalam biasanya sempit.
               

TERLIHAT LEBIH
                Dalam konsep positioning – penempatan citra dimata publik—kita harus terlihat menonjol dan kuat. Ingat konsep positioning lebih didominasi oleh tampilan permukaan. Ini hanya masalah kemasan.
                Segera selesaikan desain dasar citra yang anda harapkan. Anda atau produk anda ingin dikenal sebagai apa dan bagaimana. Segera lakukan langkah-langkah promosi yang diperlukan, karena positioning berhubungan dengan waktu. Semakin lama anda beredar, semakin banyak orang melihat dan mengenal anda. Tinggal ujud penglihatan dan pengenalan yang baik atau yang buruk. Anda sendiri yang menentukannya. Contoh sederhana, jika anda berdasi dan berjas akan dilihat berbeda ketika anda mengenakan kaos oblong dan celana jeans.


LEBIH SOLUTIF
                Semua data tentang pesaing anda, sangat berpotensi membuat anda terjebak dalam persepsi problem yang komplek. Anda bisa menjadi panik begitu lebih mengenal siapa pesaing anda dan segala kelebihannya. Disini anda sebagai pebisnis dituntut untuk mampu mengendalikan bisnis dengan kemampuan menyelesaikan masalahnya.
                Kemampuan anda dalam penyelesaian masalah akan menjadi roh organisasi bisnis anda. Ketika tim bisnis anda ikut terlatih untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan baik, otomatis budaya solutif ini akan tercermin dari produk atau jasa yang anda tawarkan.
                Produk-produk yang solutif dan ramah dengan pemakai, akan mendapat perhatian dari konsumen. Lihatlah di Youtube ada banyak sekali orang-orang yang memberikan rekomendasi atas kepuasannya menjadi konsumen sebuah produk. Mereka tidak dibayar, tetapi mereka senang melakukannya untuk anda.
                Selamat menjauhkan diri anda dari pesaing, menjadi berbeda dan lebih baik. Pada gilirannya anda akan memenangkan persaingan karena anda memiliki panggung sendiri dan berbeda dari pesaing.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 29 Januari 2018, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya



Business Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Share:

Apa Lebihnya? (Mengaudit Pesaing)



Kita sudah membahas 5 kategori  pesaing (Pesaing Yang Terdekat, Yang Terlama, Yang Terbesar, Yang Terunik dan Yang Terbaru), lalu kita sudah bisa mengelompokkanya dalam 3 karakter dasar ( Pesaing yang suka mengekor, yang mematikan dan yang kooperatif). Kini, agar lebih sempurna, mari kita lihat satu persatu, kelebihan-kelebihan apa yang sebenarnya dimiliki oleh pesaing kita seperti yang disampaikan oleh Coach Dr. Imam El Fahmi dalam kursus-kursus yang diberikannya. Kita mulai dengan 9 P yang merupakan faktor bersaing yang harus ada;

PRODUCT
                Apakah keunggulan produknya? Bagaimana caranya mereka menjadi lebih baik, lebih enak, lebih murah, lebih ramah lingkungan, lebih ringkas, lebih gampang dipakai, lebih bergaya, lebih trendy. Petakan semua kelebihan produknya.
                Indikator kelebihan itu apakah sudah diketahui oleh pasar dan bagaimana pasar bersikap atas segala kelebihan  itu. Apakah itu yang mebuat pasar menjadi loyal?

PEOPLE
                Apapun produk, strategi dan kebijakan pesaing pasti dihasilkan oleh orang-orang dibelakangnya. Kinerja berbanding lurus dengan produktifitas. Jadi, Ketahuilah lebih dalam siapa mereka dan bagaimana pesaing bisa memiliki kelebihan itu.
                Tidak salah bergaul dengan pesaing, untuk mengenal mereka. begitu anda mengenal mereka, maka anda akan bisa menafsirkan kebijakan dan gaya terobosan apa yang akan dilakukan pesaing kita.

PROCESS
                Kita percaya bahwa proses tidak mengkhianati hasil. Mari ketahui lebih dalam, bagaimana pesaing melakukan proses sehingga bisa memenangkan persaingan. Apakah proses mereka lebih ringkas, lebih mudah, lebih teliti, lebih efektif, lebih cepat, dll.
                Pastikan apakan proses mereka benar-benar menghasilkan kebaikan dan menekan angka keluhan pelanggan.

PARTNER
                Tak ada orang yang bisa hidup sendiri. termasuk dalam bisnis. Sehingga pesaing kita sukses dan maju, biasanya ada partner yang sepadan dalam hal kehendak untuk maju. Merepa adalah pihak yang memberikan saran, masukan, inspirasi, energy tantangan dan bahkan solusi.
                Mereka bisa saja istri atau suami, mentor bisnis atau bahkan supplier anda yang bisa bergandengan maju bersama anda.

PLACE
                Apakah tempat mereka lebih strategis, lebih nyaman dan lebih baik? Bagaimana pesaing memposisikan faktor tempat sebagai penentu loyalitas pelanggan. Apakah karena faktor jarak, kenyaman dll.

PROMOTION
                Seperti apa program dan strategi promosi pesaing? Apakah lebih efektif dan efisien? Bagaimana mereka memahami target promosi, memilih media promosi dan mendesain isi pesan-pesan promosinya.

PRICE
                Bagaimana pesaing bisa bersaing di harga jual? bagaimana mereka mengendalikan biaya? Darimana sumber keuntungan pesaing?
                Ingat, jangan Cuma menerka. Pastikan anda punya data yang valid, dari pelanggan dan supplier pesaing secara langsung.

PACKAGING
                Kemasan tidak bisa dipungkiri sudah menjadi hal utama yang diperhatikan konsumen. Pelajari bagaimana pesaing mendesain dan mengelola kemasan. Bagaimama selera konsumen terpicu dari kemasan yang dijual? Bagaimana bahkan konsumen merasa bangga dengan kemasan tersebut?
               
POCKET OF EXCELENCE
                Apakah titik kesempurnaan dalam produk yang mereka jual. bukan sekadar unik, tetapi sisi mana yang begitu sempurna sehingga hanya pesaing tersebut yang memilikinya. Dan akan lebih dasyat lagi jika kesempurnaan itu tidak bisa ditiru oleh pesaing yang lain.
               
                Kini, anda memiliki lebih banyak alat manajemen untuk mengukur pesaing anda dengan lebih detail dan terukur. Alat kerja ini hanya berfungsi jika anda pakai dan lakukan. Semoga anda mendapatkan manfaatnya.
 Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 22 Januari 2018, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya



                                                              Business Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Share:

Karakter Pesaing


 
                Setelah membedakan 5 kategori  pesaing (Pesaing Yang Terdekat, Yang Terlama, Yang Terbesar, Yang Terunik dan Yang Terbaru), mari kita lihat karakter mereka. Memahami karakter pesaing akan memudahkan kita mengantisipasi bentuk persaingan yang akan terjadi.
                Karakter pesaing ini lebih cenderung diwarnai oleh pemilik dan pengelolanya. Maka, mengenal siapa pengelola atau pemilik bisnis yang menjadi pesaing kita akan lebih mudah memahami pola persaingan yang akan diperankannya.
                Saya mencatat ada 3 tipe karakter pesaing. Mari kita bahas satu per satu.

JAGO MENGEKOR
                Pesaing ini seperti bayang-bayang tubuh kita yang selalu menempel kemanapun kita pergi. Mereka selalu saja menjiplak strategi kita dan apapun yang kita lakukan. Sialnya adalah karena mereka cukup waktu dan energy, mereka tidak saja hanya menjiplak tetapi sekaligus membuatnya sedikit lebih baik.
                Kelemahan mereka hanya karena mereka bukan sebagai pencipta ide, jadi mereka relatif hanya rugi waktu. Kita pasti lebih bisa hadir duluan. Jika mereka tidak punya mata yang di tanam di perusahaan kita, maka strategy yang mungkin dilakukan adalah permaianan gunung es. Bahwa yang terlihat dipermukaan sebenarnya bukan yang seluruhnya, ada lebih banyak bagian lain yang tersimpan dibalik permukaan.
                Tekniknya adalah dengan membuat produk-produk yang penyusunan komposisinya sulit ditaksir ditambah dengan strategi penyampaian kepada pasar yang tidak bisa serta-merta dicontek oleh pesaing ini.

MEMATIKAN
                Ada yang memiliki keyakinan bahwa lebih baik tanpa pesaing. Artinya mereka akan berusaha agar tidak ada pesaing dan menjadi monopoli. Mereka akan melakukan semua cara agar pesaing-pesaingnya mati dan sirnah.
                Mereka akan berusaha menguasai pasokan, menguasai teknologi untuk menang secara produksi dan mereka akan melakukan semua maneuver termasuk maneuver politik agar segala ketentuan perundangan berpihak kepada mereka dan menjegal pesaing-pesaingnya.
                Permainan kotor mereka dipoles dengan legalitas. Biasanya mereka mencari celah dalam perundang-undangan yang berlaku atau bahkan mereka mendesign perundangan baru yang pro dengan mereka.
                Mereka yang mematikan ini biasanya memiliki sumberdaya yang sangat kuat dan memiliki sumberdaya manusia yang cerdik. Tapi ingat, mereka tidak akan jatuh terpeleset oleh batu sebesar gunung, tetapi mereka akan terpeleset oleh batu sebesar kerikil.
                Teknik berkompetisi dengan tipe ini mungkin bisa mencontoh metode perang gerilya. Pertempuran tidak secara langsung, terbuka dan dalam waktu yang lama. Atau kita harus mendesign situasi bahwa kita bukanlah pesaing yang berarti untuk mereka.
                 
KOOPERTIF
                Saya tidak membahas pesaing yang tidak melakukan apapun, atau pesaing yang tidak cukup memiliki kekuatan untuk mematikan anda.
                Yang terakhir adalah pesaing yang mau bekerjasama. Karakter pesaing ini relatif bijaksana dan menyadari bahwa rejeki tidak tertukar. Setidaknya pesaing ini tidak menghendaki kematian anda.
                Mereka sadar bahwa tanpa pesaing justru akan merepotkan dirinya sendiri. Saat ini konon salah satu Koran ternama di Indonesia sedang mengalami kesulitan menangani pasar karena selama ini mereka berusaha mematikan pesaing, sehingga dalan krisis media cetak saat ini, tidak banyak yang terlibat dalam mengedukasi pasar. Ketika Nokia tumbang, perusahaan pembuat HP dari Korea yang selama ini menjadi pesaingnya medadak kewalahan mengelola pasar. Tidak lagi mereka bisa mengeluarkan berseri-seri produknya dengan segera, karena tiadanya persaingan di pasar.
Coba kombinasikan pemetaan anda terhadap pesaing dari 5 kategori dan 3 karakternya. Kini anda bisa melihatnya sedikit lebih jelas siapa sebenarnya pesaing anda.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 15 Januari 2018, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya


Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Share:

KENALI PESAINGMU


                PERSAINGAN adalah hal yang wajar dalam bisnis bahkan dalam kehidupan itu sendiri. Pesaing sejatinya hadir untuk memacu kita lebih baik dan lebih cepat berkembang.
                Benar bahwa kunci utama dalam menangani persaingan adalah keyakinan bahwa rejeki tidak tertukar serta semua orang punya ukuran masing-masing. Dengan berfikir positif, perlu kita pahami pesaing dan bentuk persaingannya, sehingga setidaknya rejeki kita tidak begitu saja pindah kepada pesaing..
                Mari kita kelompokkan mereka kepada 7 tipe pesaing yang nantinya akan memudahkan kita mengambil langkah yang perlu untuk menghadapi persaingan itu sendiri.

Pesaing Terdekat
                Ada sisi baik berkumpul usaha sejenis pada satu lokasi. Pasar akan mudah mencari tahu dan menuju lokasi tersebut, selanjutnya tinggal bagaimana caranya agar pasar menghampiri anda dan memilih anda.
                Tantangannya adalah, persaingan menjadi terbuka dan relatif keras. Pada posisi produk dan pasar yang sama akan mengakibatkan potensi perang harga dan adu pelayanan.            Kenalilah mereka. pelajari kelebihan dan kekurangannya. Jika perlu ajak berkawan dan beraliansi.

Pesaing Terlama
                Cari tahu siapa pesaing anda yang terlama. Kenali dan cari tahu, bagaimana mereka bisa bertahan sekian lama. Pelajaran paling berharga dari mereka adalah bagaimana mereka melalui tahapan-tahapan penting dalam pertubuhan bisnisnya. Bagaimana mereka menghadapi krisis. Bagaimana mereka melayani pasar dengan perubahan-perubahan waktu serta tuntutan pasar yang semakin komplek.
                Bagaimana mereka menjaga pasarnya. Jangan lupa kenali karakter orang-orang yang mengendalikan bisnis lama tersebut. Jika usianya sudah puluhan atau ratusan tahun, coba pahami bagaimana mereka menjaga proses pergantian generasi pengelolanya.

Pesaing Terbesar
                Tidak ada sesuatu yang lahir langsung besar. Termasuk pesaing anda yang paling besar. Pasti mereka pernah kecil, lalu bertumbuh, berkembang dan membesar. Pada poin inilah kita harus berkonsentrasi.
                Sebelum tahu rahasianya. Setidaknya anda tahu ukuran besarnya. Mungkin jumlah produksi, luas areal pasarnya, dan besarnya organisasi pelaksananya. Kenali dengan lebih spesifik. Misalnya jumlah armada distribusi, jaringan distribusi, jumlah kantor atau outlet cabang.
                Selanjutnya pelajari pengaruhnya terhadap pelanggan atau pendukungnya seperti supplier, otoritas dan lembaga keuangan pendukungnya. Bagaimana mereka mengendalikan semua itu. Yang jangan lupa bagaimana cara mereka mengendalikan biaya, waktu dan pengelolaan sumberdaya termasuk tenaga kerja yang semakin banyak dan sistem yang mungkin lebih rumit.

Pesaing Terunik
                Pasti ada pesaing yang memiliki keunikan tertentu, baik dalam proses bisnis maupun produk dan jasa yang mereka jual.
                Keunikan itu menjadikan mereka berbeda dari pesaing lainnya. Dan apa rahasia dibalik keunikan tersebut. Karena unik adalah salah satu cara bertahan dan tetap diburu pasar.
                Keunikan adalah hasil sebuah pikiran dan aksi yang unik. Artinya ada orang-orang yang cerdas dan jeli dibaliknya yang sanggup menciptakannya. Kenalilah lebih dalam dan pelajari apa yang bisa anda manfaatkan.

Pesaing Terbaru
                Mencontek adalah pekerjaan yang termudah. Mereka melihat bisnis seperti anda dan menconteknya. Sungguh mereka akan menjadi ancaman yang bisa serius, setidaknya akan menjadi gangguan.
                Jangan kaget, jika mendadak anda memiliki pesaing-pesaing yang bermunculan. Jangan anggap enteng, karena karakter pasar asia adalah menyukai hal baru, yang tetap unik dan muda. Ketika ada pesaing baru, umumnya pasar kita akan mencoba. Diantara yang mencoba pasti akan ada yang secara permanen pindah.
                Yang terakhir; Ingatlah, pesaing bukan musuh. Kesalahan cara pandang akan mengakibatkan sikap emosional dan strategi yang gegabah.
Artikel ini sudah diterbitkan di Harian Medan Bisnis pada tanggal 8 Januari 2018, dihalaman 7. Diperbolehkan mengcopy dan menyebarkan dengan selalu menyebutkan sumbernya

Coaching & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Share:

Blog Archive