it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

29.10.19

Kopi arabica pilihan dari kampung Sidamanik, Simalungun, Sumatera Utara



Sumatra - Sidamanik Arabican Coffee


Tj Signature
Private Coffee Collection
Dari Cahyo Pramono

Saya suka berpetualang dan saya suka kopi. Saya suka mengeksplorasi kopi nusantara.

Saya menemukan perkebunan kopi dan masyarakat pembudidaya kopi ini 2 tahun yang lalu dan saya terus ikuti proses produksi dan amati karakter para petaninya.

Hari ini saya berani dengan percaya diri merekomendasikan dan meroastingkannya untuk anda.

“Kopi arabica pilihan dari kampung Sidamanik, Simalungun, Sumatera Utara.”


Kopi yang anda nikmati adalah;
1.     Tumbuh di sekitar hamparan kebun teh.
2.     Dipetik hanya dari biji merah.
3.     Dari hasil sortir pertama.
4.     Defect kurang dari 5 %.
5.     Cupping score 80-85.
6.     Di proses dengan full wash atau semi-wash/dry hulled.
7.     Roasting level = Medium

Kopi ini;
1.     Dipanen dari kebun kopi Bapak Ricko di desa Pematang Sidamanik dan Ibu Kristin Desa Parik Sabungan, Simalungun.
2.     Ditanam di ketinggian 950 – 1362 M DPL.
3.     Varitas Pohon Kopi; Sigararutang dan Gayo
4.     Dipanen akhir bulan September, diproses secara fullwash, dijemur selama 2-3 minggu.

5.  Disortir manual oleh Ibu-ibu di Sidamanik.
6.     Proses Produksi disupervisi oleh Bapak Ricko.

Untuk menghasilkan taste yang optimal, disarankan;


Share:

21.10.19

TJ Signature Coffee

finishing roasting process, arabica simalungun coffee

Kopi, Sonata Tanpa Kata
Bicara Hanya Dengan Cita Rasa
Dibalik Kemewahan Rasa itu... ada Cinta!
Cinta Yang Terlibat
Cinta Yang Larut
Cinta Yang Sabar
Cinta Yang Percaya
Ini cinta yang memilih dan dipilih
mari bercinta
---
Hari ini selesai dengan Asorted Arabica Simalungun.
Kopi yang tumbuh disamping hamparan kebun teh Sidamaik.
Ketika cinta mu hadir dalam proses pelarutannya, engkau akan mendapatkan surga aroma dan rasa.
Hanya 20 cup yang terpilih bagi 4 orang yang terpilih.
apakah itu dirimu?
eeeaaaa.....

Share:

14.10.19

MEETING YANG MENYAKITKAN


Selamat Pagi

Bagi manager yang efektif, Senin Pagi dan semua pagi terasa menyenangkan, tapi bagi yang tidak efektif, setiap pagi adalah awal dari frustrasi yang menyakitkan.

Salah satu alat bantu manajemen yang paling efektif adalah RAPAT/MEETING.

Dari puluhan tahun saya berkecimpung dalam organisasi bisnis dan sosial, saya mencatat perihal meeting yang saya alami.

*MEETING YANG MENYAKITKAN*

1.     Tidak efektif dan membuat frustasi
2.     Tidak merubah apapun, selain menambah emosi
3.     Menghabiskan waktu anda dan waktu kerja tim anda
4.     Mengganggu penyelesaian tugas penting khususnya anda yang masih menjadi bawahan.
5.     Hanya memuaskan perasaan pemimpin, tapi tidak memuaskan semua pihak.
6.     Faktanya adalah pemborosan energi, waktu dan biaya.
7.     Rasanya semua orang semakin bodoh dan tidak segera pintar

*MEETING MENJADI PETAKA*

1.     Telat dimulai. Ada saja alasan yang membuat semua tidak disiplin. Bahkan hukuman potong gaji pun kadang tidak berguna.
2.     Membosankan peserta dan hanya memuaskan nafsu amarah pemimpin rapat.
3.     Menjadi ajang PENGHAKIMAN penuh dengan sesi TEGURAN
4.     Menjadi ajang Mengadu atau Menyalahkan Pihak Lain.
5.     Menjadikan orang hanya pandai mencarian alasan untuk sekadar menyelamatkan diri. Semua mau bicara tapi tidak mengarah kemanapun. Atau semua diam -bodoh-.
6.     Bertele-tele, muter-muter tak jelas.
7.     Tidak menyelesaikan masalah apapun.
8.     Tidak ada keputusan yang kongkrit


JIKA BEBERAPA HAL DIATAS ANDA ALAMI, BISA DIPASTIKAN SELURUH DEPARTEMEN DI PERUSAHAAN ANDA MENGALAMI HAL YANG SAMA.

Saya berharap, ini tidak terjadi pada anda.
jika terjadi, segerlah audit cara dan proses meeting anda.
Mungkin anda memerlukan bimbingan seorang mentor, trainer atau coach.

*Jadikan meeting sebagai alat bantu kerja yang efektif, efisien dan MENYENANGKAN.*


Salam Produktivitas.
Cahyo Pramono, SE. MBA, CEC.
Business Coach
Sub Specialist; Family Business
0811638383

Share:

9.10.19

Bagaimana Pengalaman Anda Mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk usaha Mikro, Kecil dan Menengah

 Saya ditugaskan mewakili organisasi pengusaha yang saya menjadi pengurus didalamnya untuk menghadiri FGD tentang judul diatas.

Selain saya memiliki data empirik dari kawan-kawan pengusaha UKM tentang hal ini, saya putuskan untuk melakukan survey sederhana dengan mebuat pertanyaan sederhana kepada para pelaku UMKM yang terhubung dengan saya melalui WA dan FB.

Pengumpulan data persepsi dimulai tanggal 8 oktober 2019 pukul 20:30 WIB hingga tgl 9 oktober 2019 pukul 11:30 WIB.

ini pengantar survey saya;

Bapak-ibu-sahabat yang baik,

Terimakasih atas berkenan memberikan masukan kepada kami atas pengalaman anda mengakses KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Pengumpulan pengalaman ini akan kami gunakan untuk memberikan masukan kepada pihak-pihak yang berkompeten dan berkepentingan atas kebijakan penyaluran KUR ini.

Mohon pilih jawaban yang sesuai dengan pengalaman anda dibawah ini.

sekali lagi terimakasih.

salam
Cahyo Pramono

dan ini hasilnya

ada 70 responden pelaku usaha



berdasarkan klaster volume usaha










Terferifikasi
mereka yang bukan pengusaha atau tidak kompeten tidak ikut mengisi survey ini








berdasarkan jenis kelamin















responden terbesar dari sumatera utara




Organisasi Pengusaha sepertinya bukan pintu efektif dalam sosialisasi program KUR


















Sosialisasi Program KUR, masih tetap harus didukung penjelasan dari pihak Bank.















Yang menarik dari pertanyaan ini adalah, ada yang menjawab tdak pernah mengurus karena beberapa hambaran


















alasan tidak jadi atau tidak ikut KUR



Alasan tidak jadi atau tidak ikut KUR








angka 1 sangat tidak mudah, angka 10 sangat mudah



surve ini adalah survey persepsi, jadi inilah persepsi para responden



angka 1 sangat tidak mudah,  angka 10 sangat mudah


Proses verifikasi yang dianggap sangat tidak mudah








dengan bunga dan proses yang ada, masih juga ada yang tidak cukup lancar dan tertib dalam pengembalian pinjamannya


Semoga bermanfaat

Medan 09 Oktober 2019




Share:

Blog Archive