it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

11.11.19

Kopi Bergendal, Gayo Arabica, Aceh.


-->
Sesuai janji saya, kali ini saya akan perkenalkan rasa kopi legendaris sejak jaman colonial.

Kopi Bergendal, Gayo Arabica, Aceh.

 
danau Laut Tawar, Takengon, Gayo, Aceh. Foto by Iwan

DATA KOPI


Asal : Desa Bukit Bersatu, Kec.Bukit, Kab. Bener Meriah, Aceh
Nama petani : Fh. Tanjung  dan Erry
Ketinggian : 1267-1275 m dpl
Proses : Semiwash/Wet
Defect : < 5%.
Roast level : Medium
Cupping Score: 85,0
Cuping Notes : Bold body, Flowery, Greenapple, Light Aciditt, After Taste Sweet.
Frag/aroma : Caramel
Flavor : Herb


TENTANG BERGENDAL

Kopi Bergendal adalah varietas kopi arabika dari kebun petani di Bener Meriah Provinsi Aceh.  
Konon, di tempat inilah Belanda pada Jaman Kolonial menanam kopi pertama kali di Indonesia.
Kata Bergendal disadur dari Bahasa Belanda Bergen = Gunung dan Dal = Lembah. Landskaap Bener Meriah ini sangat cocok dengan sebutan negeri gunung dan lembah.
Dari perbukitan tingginya, kita bisa melihat ke danau Laut Tawar, Takengon. Karena Takengon juga dikenal luas, maka kadang orang menyebut kopi gayo dengan sebutan kopi Takengon.

SARAN PENYAJIAN


Untuk menghasilkan taste yang optimal, disarankan;

-->
1.     Untuk 1 cangkir (180-200 mg kopi) cukup 10-13 gram bubuk kopi. (3 sendok teh munjung, atau 2 sendok makan munjung). Takaran yang sama untuk kopi panas maupun kopi-es dingin.
2.     Diseduh secara manual dengan air panas mendidih antara 86-94 derajat celcius.
3.     Diseduh dengan media V-60, Vietnam drip, atau tubruk. Bisa juga dengan model tubruk lalu disaring.
4.     Penyeduhan menggunakan V-60 disarankan 3 tahap.
a.  Siram air panas pertama, sekadar membasahi. Ini akan mengeluarkan rasa asamnya.
b.  Beri jeda siraman pertama ke siraman ke 2 selama 20-30 detik agar proses extraksi lebih sempurna.
c.  Sisa air (untuk mencapai 180-200 mg) dibagi 2 kali siraman.
d.  Siraman ke 2, akan mengeluarkan rasa manis.
e.  Jeda 10 detik untuk tahap ke 3.
f.   Siraman ke 3, akan mengeluarkan rasa pahit.
5.     Penyajian menggunakan Vietnam drip dan tubruk, bisa langsung siram sampai selesai takaran.
6.     Penyajian tanpa gula sangat direkomendasikan.
7.     Penyajian menggunakan V-60 (jika anda sensitive) akan terasa Bold body, Flowery, Greenapple, Light Aciditt, After Taste Sweet.
8.     Media yang direkomendasikan gelas kaca atau keramik (cup). Tidak direkomendasikan menggunakan wadah plastik atau metal.
9.     Karena kopi adalah seni, anda diperbolehkan berexperimen dengan berbagai cara penyajian sehingga menemukan rasa yang ideal untuk anda.

Catatan;

1.     Bagi anda yang terbiasa meminum kopi tradisional yang umum di Indonesia, kopi ini akan terasa sedikit aneh. Karena kopi tradisional pada umumnya terasa dominan pahitnya;
a.     kopi tradisional umumnya dicampur dengan bahan lain seperti beras, jagung dll.
b.     Kopi tradisional lebih banyak menggunakan kopi robusta.
c.     Kopi tradisional diroasting dark (dan bahan lain sudah menjadi karbon terlebih dahulu sebelum kopi matang).
2.     Dengan efek yang berbeda-beda, diakui kopi arabica justru ada membuat merasa mengantuk dan enak tidur, karena kadar kafein yang lebih rendah dari pada kopi robusta.
3.     Seperti saya yang memiliki keluhan magh dan asam lambung, usahakan untuk meminum kopi setelah makan dan jadwal jam makan yang teratur.
4.     Bijaksanalah meminum kopi dan tidak berlebihan.



---

Saya akan terus bertualang dan mengeksplorasi kopi-kopi nusantara. Saya akan ajak anda mengikuti seni dan keindahan kopi-kopi terbaik.


Sampai jumpa pada penemuan kopi hebat yang lainnya.



Selamat menikmati

Cahyo Pramono

0811638383

tj@cahyopramono.com

tj.pramono@gmail.com

Share:

0 Comments:

Post a Comment

Blog Archive