Apa dan Bagaimana Hipnoterapi

Oleh Cahyo Pramono
Certified Hypnotherapist

"hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran selektif (sugesti)."

Hipnoterapi adalah terapi, dengan menggunakan teknik atau metode apa saja, yang dilakukan dengan bantuan atau di dalam kondisi hipnosis.

Bagaimana cara kerja hipnoterapi?

Hipnoterapis, dengan persetujuan klien, akan membimbing klien meurunkan gelombang keja otak dominan di frequensi beta (pikiran sadar), 12 - 25 Hz, ke gelombang pikiran bawah sadar yang sangat rileks yaitu alfa (8 – 12 Hz), hingga frequensi theta (4 – 8 Hz), dan memperlambat prosesnya sehingga tidak sampai delta (0,5 – 4 Hz) (sangat nyanyak, kecuali diperlukan).

Saat berada di frekuensi alfa dan theta, pikiran menjadi sangat reseptif dalam menerima berbagai sugesti atau pesan mental untuk perubahan.

Pada kondisi pikiran yang sangat reseptif memungkinkan klien mengakses memori dan emosi yang selama ini menjadi sumber masalah klien, tanpa gangguan dan intervensi dari pikiran sadar (beta).

Dengan demikian Suyet (klien), dengan bimbingan terapis, dapat melakukan resolusi trauma, rekonstruksi memori, dan melepaskan emosi yang selama ini mengganggu hidup klien, dan insyaallah menuju kesembuhan permanen.

Grafik Gelombang Kerja Otak Manusia


Kondisi, hormon dan efek posisi Gelombang Otak Manusia


Syarat Menjalani Hipnoterapi

  1. Klien datang atas keinginan atau kesadarannya sendiri. Bukan atas rayuan, bujukan, desakan, paksaan, dan atau ancaman orang lain.
  2. Klien memiliki kejelasan aspek apa saja yang ingin diatasi dengan hipnoterapi. Dalam hal ini, keterbukaan klien kepada terapis sangat membantu untuk menemukan permasalahan yang sebenarnya.
  3. Idealnya, Dalam satu sesi hipnoterapi hanya satu aspek utama saja yang dibereskan dan 3 aspek tambahan.
  4. Untuk itu klien perlu menetapkan dengan hati-hati dan jelas apa yang paling utama dan penting untuk dibereskan di sesi hipoterapi. Tetapi sangat baik, jika klien bisa menuliskan/menjelaskan semua hal-hal yang menjadi keluhan dan harapannya, sehingga terapis mampu memetakan persoalan inti yan harus ditangani.
  5. Klien mengijinkan dirinya untuk diterapi.
  6. Harus ada niat sungguh-sungguh dari diri sendiri untuk berubah atau keluar dari masalah.
  7. Klien harus percaya sepenuhnya pada terapis.
  8. Pada saat terapi Klien harus Ikhlas dan pasrah.
  9. Selama proses klien Tidak menganalisa, karena dengan menganalisa, otak sadar akan bekerja mengganggu rekaman otak bawah sadar.
  10. Menjalankan bimbingan terapis dengan sungguh-sungguh.
  11. Klien Komit menjalani sesi terapi yang disarankan. antara 2 hingga 4 sesi seuai kebutuhan. dalam hal ini, pengulangan akan sangat bagus dalam menguatkan pesan-pesan yang direkamkan di alam bawah sadar. 

Apakah ada jaminan kesembuhan?

Hipnoterapi adalah kontrak upaya, bukan kontrak hasil.
Saya sendiri menghormati Kode etik sejak kami mempelari hipnoterapi; tidak pernah dan tidak boleh menjanjikan kesembuhan kepada klien.
Bila klien tidak bersedia bekerjasama sepenuhnya maka terapi tidak akan berhasil.

Yang pasti, saya menemukan Keberhasilan Secara statistik yang sangat tinggi dan memuaskan.

Khusus Klien Anak atau Remaja

Untuk klien anak-anak atau remaja sangat disyaratkan menjalani minimal 2 (dua) sesi konseling dan atau terapi.
  1. Sesi 1 adalah untuk konseling kedua orangtua (ayah dan ibu) dengan terapis.
  2. Sesi 2 adalah sesi konsultasi dan atau terapi anak.

Mengingat besarnya pengaruh kedua orangtua atas perilaku anak-remaja maka saya tidak akan melakukan terapi pada anak-remaja bila kedua orangtuanya tidak bersedia menjalani sesi konseling.

Apa saja yang bisa disembuhkan?

Masalah yang Dapat Diatasi / Disembuhkan Dengan Hipnoterapi, antara lain:

Dewasa

trauma / luka batin
stress
frustrasi
depresi
sulit fokus / konsentrasi
migraine
insomnia
tidak / kurang percaya diri
fobia
tidak percaya diri
kesulitan diet
obesitas
takut sukses
takut gagal
kecemasan
emosi labil
mudah marah / meledak
mudah panik
takut berbicara di depan umum

konflik diri (inner conflict)
pencapaian prestasi hidup rendah
menemukan benda yang hilang
perilaku obsessive/compulsive
motivasi/empowerment
berhenti merokok
suka menunda
kebiasaan buruk
weight management
stress management
anger management
pain management
perasaan bersalah
kesedihan mendalam
penyesalan mendalam
kecemasan tinggi hingga mengakibatkan halusinasi
sex problem (disfungsi ereksi, ejakulasi dini, homosex, lesbian, bisex, vaginismus)
psychogenic infertility (mandul)
mengatasi mental block penghambat sukses
berbagai penyakit psikosomatis
dan semua masalah yang disebabkan oleh pikiran atau emosi

Anak / Remaja

suka menunda
kebiasaan buruk
stress management
anger management
pain management
perasaan bersalah
kesedihan mendalam
penyesalan mendalam
kecemasan tinggi hingga mengakibatkan halusinasi
mengatasi mental block penghambat sukses
berbagai penyakit psikosomatis
sulit bergaul
sulit mengungkapkan pendapat
agar lebih menghormati orang lain
agar berani mengungkapkan pendapat
bersikap positif
perilaku di sekolah
perilaku di rumah
berhenti berbuat curang
mengatasi ketidakpatuhan
berhenti datang terlambat
berhenti memutar-mutar Rambut
berhenti menggigit kuku
berhenti menghisap ibu jari
mengatasi berbicara dengan suara yang terlalu keras
meningkatkan prestasi belajar
berhenti main game

berhenti bermain-main dengan makanan
mengatasi kebiasaan menunda
menjadi rileks
meningkatkan koordinasi tubuh
hubungan dengan figur otoritas
mengatasi perceraian orangtua
berbaur bersama teman-teman
mengatasi rasa malu karena orangtua
mengembangkan kemampuan bersosialisasi
meningkatkan nilai
membaca dengan lebih baik
mengatasi kecemasan sebelum ujian
menulis dengan lebih baik
berhenti mengompol (enuresis)
mampu menetapkan tujuan
berhenti bergosip
menjaga penampilan
postur tubuh
meningkatkan harga diri
meningkatkan konsep diri
lebih disiplin
bersikap tegas dan asertif
menghargai penampilan fisik
menaikkan berat badan
menurunkan berat badan
agar mampu berbicara dengan lebih jelas
agar mampu berbicara dengan lebih perlahan

Semoga bermanfaat.

*dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber


No comments:

Powered by Blogger.