it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

5.2.20

Doa Siapa Yang Akan Terkabul?

Oleh Cahyo Pramono



Sebuah drama terjadi dihamparan savanna Serengiti, Tanzania. Debu berterbangan dan suasana mencekam ketika seekor macan tutul kelaparan sedang mengejar mangsanya.

Keriuhan di zona suaka itu juga terjadi dilangitnya. Kedua binatang itu masing-masing berdoa kepada tuhan yang sama. Dengan doa yang sangat serius.

Si macan berdoa, “Ya Tuhan…Tolong Jangan Lepaskan Mangsaku ini
Si calon korban berdoa, “Ya Tuhan…Tolong Lepaskan Aku Dari Pemangsa ini

Dalam doa-doa yang mereka panjatkan, mereka memberikan alasan-alasan kepada tuhannya. Si pemangsa beralasan bahwa, ia memerlukan makan diri dan anaknya agar bisa bertahan hidup. Atas nama anaknya, ia meminta prioritas kepada tuhannya.
Si calon mangsa beralasan bahwa ia perlu hidup untuk menjaga keluarganya. Atas nama tanggungjawab menjaga keluarga, ia meminta prioritas kepada tuhannya.

Dari atas mobil safari tanpa teropong saya melihat drama itu dengan sangat jelas dan saat itu saya merasakan galau dan ragu jika saya menjadi tuhan mereka (makanya saya tak bisa jadi tuhan… he he he).

KEADILAN


Apa definisi keadilan yang anda anut?
Mengapa harus ada predator yang memakan mahluk yang lain?
Mengapa harus ada korban?

Kalua pemangsa mendapatkan mangsanya, apakah tuhan lebih sayang kepadanya?
Kalua si mangsa bisa bebas, apakah tuhan lebih sayang kepadanya?

Apakah itu adil?

Pertanyaan lain, apa macam dan harimau harus jadi vegan dan makan rumput seperti mangsanya?


Savana Serengiti saya lihat seperti gambaran hidup manusia, proses makan memakan adalah hal lumrah yang terjadi di bumi ini.

Konsekuensi logisnya adalah, wajar ada yang memakan dan wajar ada yang dimakan.

Selalu saja ada langit diatas langit, selalu ada power yang lebih besar dari power yang ada.

Jika anda teruskan pemikiran ini, pertanyaannya adalah bukan anda sebagai apa? Pemakan atau yang dimakan?
Pertanyaannya adalah tentang waktu, kapan anda memakan dan kapan anda dimakan? Bukankah begitu?


KONFLIK POWER


Selalu saja ada langit diatas langit, selalu ada power yang lebih besar dari power yang ada. Fakta ini bisa anda terima baik dengan sukarela maupun terpaksa.

Beginilah rejuve yang dilakukan semesta.
Beginilah daur hidup.

Pertanyaannya bagi kita yang diciptakan menjadi ‘pemakan segalanya’ adalah apakah ada ‘kebijakan’ dalam alur makan-memakan ini?

Toh, pemakan segala bukan berarti harus makan segalanya kan?


BAGI YANG PERCAYA


Akan ada hidup dikehidupan berikutnya.
Kehidupan tanpa mangsa memangsa.

Mereka akan mendapatkan kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan jika;
1.     Tidak mencela/menghujat/mencaci orang lain,
2.     Tidak Asal menuduh orang tanpa dasar,
3.     Tidak Memakan harta orang lain,
4.     Tidak Menumpahkan darah orang lain, dan
5.     Tidak Menampar/memukul orang lain.


BERSYUKURLAH, ya bersyukurlah, jika anda dicela, dihujat, dicaci, difitnah, dirampok, dicuri, dan semua penderitaan karena ada yang merasa lebih powerful dibanding anda.
Semua derita yang disebabkannya adalah tiket anda untuk mendapatkan keadilan dan kebaikan hakiki.

Balas dengan doa-doa baik untuk predator anda, jangan membencinya, karena dengan membecinya, sebenarnya anda sedang meminum racun dan berharap orang lain yang mati.



Terimakasih coach Awi Suwandi yang sudah mengantarkan konsep neuro science kepada kami.






Share:

0 Comments:

Post a Comment

Blog Archive