it's all about growing up and human developing. Especially on business coaching

15.9.20

Harta Letak Di Tangan, Jangan Di Hati

 Catatan Cahyo Pramono

“SAYA beberapa bulan ini tidak pegang uang. Karyawan terpaksa dikurangi dan yang sisanya hanya mendapat gaji setengah saja. Kami tidak menikmati THR lalu. Tiap hari ibu kirim makanan untuk kami di rumah”. Begitu salah satu kisah dari seorang sahabat ketika kami ngobrol mingu lalu. 2 outlet kulinernya terpaska tutup dan menyisakan 1 unit yang harus bertahan.

KRISIS sedang kita alami saat ini. Itu adalah fakta. Mau direspons dengan cara apapun, krisis ini adanya kenyataan. Mau direspons dengan kesedihan, atau dengan kesenangan, tetap saja krisis ini ada dan kita lakoni.

 “Mau dibawa sedih yang begini, mau dibawa marah ya begini, mau dibawa tenang dan anteng juga begini” Lanjut salah satu sahabat yang lain.

Kami melewati malam itu dengan menertawakan kesulitan kami masing-masing.

Untuk anda yang belum juga bisa berdamai dengan krisis ini, mari coba kita pikirkan bersama-sama.

 

KRISIS ADALAH KENISCAYAAN

Jika anda belum juga menerma dan berdamai dengan adanya krisis ini, anda akan menjadi korbannya. Sadarilah bahwa krisis adalah bagian yang mutlak dan pasti. Kita semua harus mengalaminya.

Perbedaannya mungkin teletak  pada kadar dan level krisis yang dihadapi.

Seperti gelap malam, terannya siang dan dinginnya hujan adalah sebuah keniscayaan. Itu sesuatu yang lumrah. Berdamailah, terimalah apa adanya.

Anda tidak akan bisa mengendalikan apapun jika anda tidak bisa mengendalian diri sendiri.

Saat ini tidak ada yang salah dengan strategi manajemen anda. Tidak ada yang salah dengan bisnis anda. Saat ini hanya diperlukan manajemen diri yang hebat. Pengeloaan diri selaku pengusaha. Pengelolaan diri sebagai mahluk, bukan sebagai tuhan yang bisa mengatur apapun sesuai kemauan anda.

Pada saat ini tantangannya adalah Siapa Anda, Siapa Tuhan. Selagi anda masih menuhankan diri sendiri, menuhankan bisnis, menuhankan omzet, menuhankan pegawai selain menuhankan Allah. Berharaplah hanya kepada Tuhan.

Berdamailah, terimalah krisis ini apa adanya. Naikkan level spiritualitas anda. Yang penting saat ini adalah diri anda, bukan bisnis anda. Jika anda selamat, anda bisa melanjutkan dan mengembangkan diri anda dikesempatan lain. Saat ini terimalah apa adanya.

 

HARTA DI TANGAN, BUKAN DI HATI

Ini sangat penting, bukan saja pada saat menghadapi krisis, tetapi sampai kapanpun. Ini adalah resep dasar bagaimana memainkan harta dan mengelolanya.

Jangan ikat harta dalam hati, jika ada masalah, anda akan sakit hati. Konsekuensinya, perasaan anda akan baik-baik saja, mau ada harta ataupun tidak. Hati anda akan baik-baik saja ketika harta datang dan pergi.

Anda akan menjadi pemberani. Anda akan merasa ringan dalam hal harta. Anda akan mudah dan ringan sedekah. Anda akan merespon apapun dengan hati Bahagia. Rasa Bahagia dan tidak khawatir terhadap harta akan memudahkan anda meras bersyukur. Buktikanlah, anda justru akan menjadi mudah dalam mendapatkan harta dan terbuka pintu-pintu hoki anda.

Ketika harta anda simpan dalam hati. Ketika anda mengikatkan perasaan dan pikiran terhadap harta. Anda sejatinya hanyalah budak dari harta itu. Anda lupa bahwa harta dan seisi jagad ini bukanlah milik anda. Anda hanya diberi kesempatan untuk menikmati secuil dari berkah Tuhan.

Biarlah harta datang dan pergi dengan perasaan yang baik-baik saja. Ketika banyak harta, anda baik-baik saja, ketika tidak ada harta, anda juga baik-baik saja. Diri Anda bukanlah harta anda.

 

KEPRIBADIAN ISTIMEWA

Bisnis adalah hal teknis dan semua hal teknis pasti bisa dipelajari. Tetapi kepribadian dan mental harus ditempa di jalani dan di nikmati. Disinilah terbukti bahwa menjadi pebisnis adalah salah satu jalan menuju riodho Allah.

Hanya mereka yang mampu memimpin dan mengelola diri sendiri yang akan sanggup memimpin dan mengelola orang atau hal lain.

Mental kepribadian pemenang tidak pernah diikatkan kepada harta sebesar apapun. Hati para pemenang selalu unggul dalam persepsi dan Tindakan terhadap harta. Disini akan terlihat siapa wira usaha yang hebat dan siapa wira usaha kaleng-kaleng.

Saya selalu kagum kepada para sahabat pebisnis yang merespon krisis ini dengan sederhana. Menerima dengan apa adanya. Merespon krisis degan sederhana. Mereka tidak membuang energi dengan mengeluh atau menyalahkan orang lain. Mereka focus untuk bisa bertahan hidup, bisa memenuhi kebutuhan basik dan segera mempersiapkan diri untuk musim semi yang hebat setelah pandemi berlalu.

Pandemi ini adalah seleksi alam. Siapa yang bisa bertahan dan siapa yang gugur.

Saya berdoa agar pandemi ini segera selesai dan semua pengusaha lulus ujian lalu naik kelas dengan jiwa dan mental pemenang.

 

Medan, 15 September 2020

 

Share:

2 Comments:

  1. Mantabs, menambah keyakinan untuk tdk menyerah pd keadaan..bagus untuk motivasi...

    ReplyDelete
  2. Mantabs, menambah motivasi di masa krisis..

    ReplyDelete

Blog Archive